
Di ruangan keluarga, tanpa kehadiran Sanaka dan anak-anak, Robin berkumpul dengan dua pelayanannya yang tak lain adalah Haris dan Xiao Hang. Mereka tampak serius dengan topik yang akan dibahas.
"Sebelumnya maafkan aku karena telah mengabaikan mu selama beberapa hari ini, Xiao Hang." ucap Robin sambil menatap Xiao Hang yang sedang menatapnya balik.
"Itu tidak masalah, Tuan. Saya yakin Anda memiliki alasan khusus dibaliknya…" Xiao Hang tampak mencoba untuk tetap tenang tanpa menunjukkan kesedihannya.
Robin terdiam, dia memandang intens Xiao Hang dan berakhir dengan hembusan nafas berat. "Aku tahu kau pasti merasa kecewa, dan juga aku tidak memiliki alasan khusus dibalik sikap abai ku itu…"
Xiao Hang melebarkan matanya, namun kemudian dia memasang senyum kecut. Reaksinya tersebut dilihat oleh Robin dan Haris yang berada di dekatnya.
"Tapi, jujur saja, aku tidak tahu harus memberikanmu pekerja apa selain menjaga rumah. Tetapi bukan berarti aku memperkerjakan mu sebagai satpam." Robin mengungkapkan isi pikirannya selama ini.
"Kau tahu? Kau memiliki kekuatan yang besar, bahkan aku saja tidak yakin bisa mengalahkan mu. Tetapi, sesuatu yang seperti itu malah membuatku kebingungan dan bertanya-tanya, pekerjaan apa yang cocok denganmu!" Robin menambahkan, intonasinya meninggi.
Suasana menjadi hening setelahnya, tak ada siapapun yang berani membuka suaranya lagi. Terutama bagi Xiao Hang yang hanya bisa pasrah pada keputusan Robin.
Dalam kesempatan itu, Robin merenungkan sesuatu. Beberapa detik kemudian dia melebarkan matanya, segera dia mengalihkan pandangannya kepada Xiao Hang dengan senyuman tipis.
"Ah, sepertinya aku terpikirkan sesuatu yang cocok untukmu…" ucap Robin membentuk sebuah harapan baru bagi Xiao Hang.
"Apa itu, Tuan?" Xiao Hang merasakan jantungnya berdegup kencang, dia tidak sabar mendengar jawaban Robin selanjutnya.
Robin membungkukkan posisi duduknya, menatap kedua Pelayannya dengan serius. "Bagaimana jika kita membentuk sebuah organisasi saja?"
Mereka berdua seketika menekuk alisnya. Membentuk sebuah organisasi? Hanya dengan tiga orang saja? Bukankah itu membutuhkan banyak waktu? Begitulah kira-kira yang terlintas dibenak mereka.
Sebelum mereka berdua bertanya lebih lanjut, Robin segera melanjutkan ucapannya, "Memang sedikit membutuhkan banyak waktu, namun dengan sebuah organisasi, setidaknya tingkat keamanan kita menjadi semakin tinggi, bukan? Apalagi banyak marabahaya yang menargetkan ku. Jadi, sebaiknya kita membentuk sebuah organisasi dengan orang-orang terbuang di dalamnya!"
"Kenapa harus orang-orang terbuang?" Tanya Haris dengan alis yang masih menekuk.
"Karena mereka adalah orang yang kuat…"
Jawaban Robin berhenti sampai disitu, Haris dan Xiao Hang mengangguk paham. Orang-orang terbuang cenderung memiliki tekad kuat yang dapat membuka potensi mereka, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa orang-orang seperti itu merupakan berlian dibalik tumpukan sampah.
__ADS_1
"Lalu, kapan kita akan memulainya?" tanya Haris membuat Robin sangat bahagia.
"Itu adalah pertanyaan yang kutunggu!" Robin tersenyum lebar, "Kita akan memulainya hari ini juga, untuk menanyakan bagaimana caranya, lebih baik kalian pergi ke pasar-pasar terdekat dan bawalah setiap preman yang ada di sana. Dalam kondisi lumpuh pun tak masalah."
"Kenapa harus preman pasar?" Kali ini Xiao Hang yang bertanya. Selama ini dia sudah menahan banyak sekali pertanyaan di dalam benaknya, namun hanya ini yang bisa dia utarakan.
"Pertanyaan yang bagus! Preman hanyalah umpan awal kita. Karena sampai saat ini kita masih belum memiliki koneksi dalam dunia gelap seperti itu. Dan tugas para preman adalah membentuk sebuah jembatan bagi kita untuk menemukan bibit-bibit unggul lainnya. Mengerti?" Robin menjelaskan secara terperinci.
Mereka berdua mendengarkan dengan seksama dan berakhir setuju dengan rencana Robin yang sangat masuk akal ketimbang harus membangunnya dari nol.
"Ini memang cara kotor, tetapi semua itu tidak masalah, karena mereka akan mendapatkan kehidupan yang nyaman di sini. Jadi, cepatlah kalian pergi, aku akan memberikan kalian kendaraan untuk melakukan semuanya!" Robin beranjak dan berjalan menuju halaman depan rumahnya.
Mengabaikan mereka, Robin pergi sendiri dan membuka layar toko untuk kemudian memilih jenis mobil yang memiliki kapasitas penumpang yang banyak.
Dia membeli dua buah mobil berwarna hitam yang kemudian muncul di depannya. Baru saja selesai dengan itu, Robin melihat kedua Pelayannya datang dengan ekspresi terpukau.
"Wah… Saya merasa kekuatan Sistem begitu hebat karena dapat mempermudah segalanya!" ucap Xiao Hang, mulutnya terbuka lebar.
Tak hanya Xiao Hang, Haris juga bereaksi serupa. Namun, mengingat kepribadiannya yang pendiam, Haris tampak menutupi rasa kagumnya dan hanya membuka mulutnya beberapa centi saja.
"Baik, Tuan!" jawab mereka dengan serempak.
Robin mengangguk, "Baiklah, untuk saat ini aku akan pergi ke suatu tempat dan pulang pada malam hari. Tolong beritahukan ini kepada Sanaka!" ucap Robin, kemudian pergi menuju mobil mewahnya.
Sementara Robin pergi, mereka masih diam di tempat. Kali ini, tampak Haris sedang menatap Xiao Hang penuh pertanyaan. Xiao Hang yang menyadari itu menekuk alisnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Xiao Hang kebingungan.
Haris dengan cepat menjawab, "Apakah kau benar-benar bisa mengendarai mobil? Bukankah kau hidup di era kekaisaran?"
Mendengarnya, Xiao Hang melebarkan matanya, dia baru ingat bahwasanya dirinya hidup di zaman yang jauh dari kata modern.
"Ah, untuk itu kau jangan khawatir … Aku memiliki pengalaman dalam mengendarai kereta kuda pada saat itu …" ucap Xiao Hang tampak bodoh.
__ADS_1
Tak bisa berkata apa-apa lagi, Haris menepuk jidatnya dan mendengus. "Itu malah membuatku semakin khawatir …" gumamnya kemudian pergi ke mobilnya dan meninggalkan Xiao Hang sendiran.
"Apa yang terjadi? Mungkinkah dia berpikir bahwa pengalamanku sebagai kusir itu pantas diragukan? Sungguh tidak beradab!" Sesal Xiao Hang merasa terhina.
***
'Sebelumnya aku mendapatkan misi dadakan dari Sistem … Tapi, sungguh, kenapa aku harus melakukannya?' pikir Robin bertanya-tanya dengan keputusan Sistem.
Sementara itu, Rina yang berada di depan Robin tampak mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan sikap bosnya yang tiba-tiba melamun sambil berwajah aneh seperti itu.
"Em … Pak? Apa yang terjadi kepada Anda?" Tanya Rina memiringkan kepalanya.
Suara lembut Rina berhasil menembus gendang telinga Robin yang membuat kesadarannya dengan cepat kembali ke dunia nyata.
"A-ah … Maaf. Saya sedang memikirkan sesuatu…" ucap Robin wajahnya tampak merona karena malu dengan keanehan yang telah dia lakukan.
"Kalau boleh tahu … Apa yang sedang Anda pikirkan hingga membuat Anda menjadi tidak fokus seperti itu?" Rina merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi kepada Robin.
Robin tampak kembali tenang ketika menyadari bahwa Rina tak menganggapnya aneh. Setelah menarik nafas dalam-dalam, Robin berkata, "Saya sedang bingung dengan sekolah bagus di kota ini, kebetulan saya berencana untuk memasukkan keponakan saya ke sekolah yang ada di kota ini. Tapi … Saya sendiri bingung."
Robin membuat alasan untuk menutupi keanehannya, dan itu nyatanya berhasil. Rina menanggapinya dengan serius dan mengangguk paham. Tampak dia memiliki solusi atas masalah yang sedang Robin rasakan.
"Saya memiliki beberapa rekomendasi sekolah swasta yang sudah memiliki nama di kota ini…" Rina mulai menjelaskan setiap sekolah yang dia rekomendasikan beserta sejarah dan prestasi yang pernah didapatkan oleh mereka.
Menanggapi hal itu, Robin tersenyum kecut. Dia merasa bahwa pertemuan ini semakin tidak berarti setelah dirinya dipaksa datang oleh Sistem.
'Walaupun begitu … Sistem selalu memberikan misi yang berhubungan kuat dengan kehidupanku. Lalu, nasib milikku apa yang sedang dipegang olehnya?' pikir Robin tak mengalihkan pandangannya dari sosok Rina yang masih mengoceh menjelaskan.
[Bertemulah dengan Rina dan bangunlah hubungan yang lebih dekat dengannya!]
[Hadiah: 10.000.000.000 Rupiah, 2 Sistem Poin, dan 1 kesempatan gacha.]
[Hukuman:-]
__ADS_1
[Durasi:-]