
Dag dig dug dag dig dug...
Suara detak jantung itu mulai terdengar lebih jelas, perasaan Faelo mulai tak enak sedari tadi ketika berjalan disamping Bu Amel menuju kelas Lavender.
Bukan karena cinta, melainkan karena Faelo punya firasat yang kuat akan apa yang terjadi selanjutnya. Ia berdiri di depan pintu kelas yang bertuliskan kelas Lavender X-IPA 4, ia mulai menelan ludah tersenyum pasrah ketika Bu Amel dengan senyum manis menyuruh untuk masuk.
Benar saja, bahkan belum satu langkah ia memasuki kelas sudah ada seseorang yang berteriak menyambutnya.
"ASTAOGPIRULLAH PAAELL...!!" siapa lagi yang memanggilnya dengan sebutan itu jika bukan Aldo.
'Bngst si anjing, kenapa gue harus sekelas sama Aldo?!' tangis Faelo dalam hatinya.
'Eh, tapi cewe itu ternyata sekelas juga...' ungkap Faelo ketika matanya terfokuskan pada Arishell yang kini mengarahkan tatapan tajam kearahnya.
"Selamat pagi anak-anak, ini adalah teman baru yang akan bergabung dengan kalian mulai hari ini. Ibu harap kalian bisa akrab dan membantunya yah, jadi bisa kamu perkenalkan diri kamu?" ucap Bu Amel seraya menyuruh Faelo untuk memperkenalkan diri.
"Rafael..." Ucap Faelo singkat mencoba mempertahankan image Cold boy-nya.
Seisi kelas itu hanya terdiam, Bu Amel tersenyum datar mendengarnya tapi tidak beberapa siswi yang kemudian terpikat olehnya.
"Hanya itu? Tau sopan santun enggak?" tukas seorang siswi manis yang mulai menatapnya sinis.
"Hah..." Bu Amel menghela nafas pasrah ketika Faelo juga membalas tatapan sinisnya itu.
"Hm, kalau begitu bisa lo contohkan gimana benarnya, nona sok tau?" balas Faelo menyeringai tipis.
__ADS_1
"Saya ketua kelas di kelas ini, Aurellie Crystalyn Ardiant, panggil aja Aurel. Jadi, cowo yang sok ganteng ini paham tidak?" Aurel menyeringai tipis kearahnya.
"Rafaelo Arendika, panggil aja Rafael. Murid baru yang baru masuk udah kena omel ketua kelas bawel!" tukas Faelo mengikuti gaya bicara Aurel membuat kelas semakin mencekam.
"A-apa lo bilang?!" Teriak Aurel tak terima.
"Budek ya lo?!" Balas Faelo.
Bu Amel yang mendengar perdebatan unfaedah itu teralihkan pada satu ingatan, jika ternyata bener si Rafael anak temennya. "Rafael, Papa kamu namanya Rangga?" ucapnya pelan.
"Psst, Bu Amel ko tau?" disertai dengan anggukan canggung.
"Hahaha enggak" senyum Bu hAmel.
'Ya Tuhan, kenapa engkau memberi titipan anak-anak temen gue...' Bu Amel menghela nafas sekali lagi seraya mengelus dada. 'Sudah cukup Arishel, Aldo, Aurel sekarang kenapa nambah anaknya Rangga-Evelyn?'
"Lo disini juga masih dua bulan ogeb!" tambah Faelo yang sama batunya membuat tontonan menarik bagi Aldo, ia malah memandang takjub keributan yang ada di depan matanya. Heran sama hasil Alif-Aluna yang satu ini.
Sedangkan di sudut pandang Bu Amel...
'Kok bisa mereka ribut kek anjing-kucing padahal orang tua mereka sempet hampir kesengsem sehidup-semati...'
Tentu semuanya ada batasannya, Bu Amel menggebrak meja menyisikan keheningan dari semua sudut ruangan, mungkin cuma suara jam dan cicak ga ada akhlak yang nempel di pojok jendela yang berani berbicara.
"DIAM, ATAU IBU SURUH PUSH-UP SERATUS KALI!" akhirnya ancaman keluar dari mulut Bu Amel.
__ADS_1
"i-iyaa bu, maaf..." ucap Aurel seraya menunduk kemudian diikuti dengan Faelo yang juga sama.
"Hah, yasudah... Rafael, kamu bisa duduk di samping Aurellie" suruh Bu Amel, karena memang hanya kursi itu yang tersisa di kelas.
Aurel yang menyadarinya pun menatap Faelo ketus seraya kembali duduk di bangkunya yang terletak paling pojok deretan kedua dari depan. Faelo tersenyum lebar melihat cewe manis disebelahnya.
"Aurellie, setelah bel berdering ajak Rafael keliling sekolah ini ya?" ucap Bu Amel disertai dengan ekspresi kaget khas Aurel.
"Sa-saya bu?" Bu Amel mengangguk.
"Ya sudah, ayo kita lanjutkan materi yang kemarin..." lanjut Bu Amel diikuti dengan murid-muridnya yang mulai membuka buku pelajaran.
"Mohon bantuannya Ketua kelas" seringai tipis Faelo tunjukkan padanya.
"Brengsk..." umpat Aurel pelan.
"Oh, Aurellie, bisa bagi buku paket kamu dengan Rafael?" ucap Bu Amel lagi diikuti dengan senyum kesal Aurel.
"Rel, suruh bagi tuh sama Bu Amel..." Faelo tersenyum penuh kemenangan ke arahnya.
"Hah..." Aurel menghela nafas panjang mencoba untuk bersabar, seraya menggembungkan pipinya.
Faelo kini tak fokus pada buku yang berada di antara mereka, pandangannya lebih tertuju pada gadis manis disampingnya yang sesekali memainkan rambut panjangnya yang menutupi telinga, sesekali juga gadis yang disampingnya menarik rambutnya pelan ke belakang telinganya.
Mata mungil itu tampak fokus kearah papan dengan tangan kanan yang jeli mencatat semua materi yang diberikan. Tanpa sadar, Faelo tersenyum kecil melihatnya.
__ADS_1
'Sial, gue kenapa deg-degan gini, kaya baru pertama liat cewe mungil nan manis kaya dia...' batin Faelo.
Faelo mendadak mengalihkan pandangannya ketika mata mereka saling bertemu, Aurel menatap sinis seraya berbisik untuk terus fokus pada papan tulis dan pelajaran yang Bu Amel terangkan.