SKY

SKY
Berusaha Nyaman


__ADS_3

Faelo POV


Akhirnya yang gue tunggu selama beberapa jam lamanya, punggung gue belum berhenti bergidik sedari tadi. Aldo natap gue kek psikopat mengincar mangsa, sesekali ia toel-toel punggung gue juga njiir...


Giliran gue noleh dapet lirikan ketus dari cewe yang ada disebelahnya. Sumpah gue yang duduk pojok merasa terpojok beneran. Selama itu hingga bel berdering gue bisa bebas.


"Rel, mau kemana lo?" Aurel menatap gue ketus.


"Buruan, gue anter lo keliling sekolah..." ucapnya lagi, Gue beranjak berjalan di sampingnya.


Jika dibandingkan Feyla ataupun mantan pacar gue, Aurel terasa lebih pendek hanya setinggi pundak gue aja, rasanya aneh apalagi ketika gue agak susah liat wajahnya.


Ralat, ternyata lumayan asik. Puas rasanya ia mendongak ketika melihat gue, cemberut seraya menjelaskan beberapa fungsi ruangan di sekolah ini.


"Ini yang terakhir kalinya, gue males jelasin panjang lebar ke lo lagi!" tukas Aurel ketika menyadari gue tengah melamun.


"Ketua kelas gue galak nih, kok bisa cewe kaya lo jadi ketua kelas..." Aurel marah-marah mendengarnya.


"Gue udah bermurah hati, terimakasih gitu kek!" Aurel mempercepat langkahnya, begitu juga dengan gue.


"Hm, Thanks ya rel..." kali ini gue tulus ngucap makasih ke dia, tapi nih cewe malah memalingkan muka tak peduli.


"Woi, seengaknya jawab iya atau sama-sama gitu" Aurel tiba-tiba aja ketawa.


Gue ga paham sama dia


"Iya sama-sama..." ucap Aurel dengan manisnya.

__ADS_1


Sial, gue diabetes...


"Ehm, kantin mana? Mampir kantin kuy, gue beliin makan deh..." ajak gue, Aurel mengangguk.


"Boleh deh" lanjutnya seraya menunjukkan jalan melewati lapangan bola.


Dia menghentikan langkahnya, tampak malu-malu ia agak bersembunyi di belakang punggung gue sambil nyuruh gue jalan duluan.


Kenapa nih, Aurel?


"Siang Aurel," Bang Radit yang tiba-tiba datang dari ujung koridor, menyapa kepada Aurel yang tersenyum canggung, mukanya merah padam dan terdengar juga debaran yang ada padanya.


"Ha-hai kak..." senyum Aurel merekah, gue tau kenapa.


Mata gue dan Bang Radit saling bertemu, gue menatapnya ketus berusaha memperingatkan soal kesepakatan untuk tak saling mengenal. Bang Radit mengerti, ia hanya mengangguk.


"I-iya kak, namanya Rafael ini aku lagi nganterin dia keliling sekolah..." jelas Aurel sesekali ia tersenyum ketika menatapnya.


"Oh, tapi jangan lupa kumpul osis ya nanti jam 10. Rapat buat progja yang minggu lalu di bahas" jelas Bang Radit, Aurel mengangguk seraya melambaikan tangannya ketika Bang Radit melangkah pergi.


"Aaa, baik banget, soft lagi..." gumam Aurel yang buat telinga gue gatal.


"Soft apanya, lo kira soft drink?!" Gue berjalan lebih dulu di depannya, Aurel mengikut.


"Gue tau, lo pasti jealous kan? Ngaku loe!" ucap Aurel mencoba memanas-manasi.


"Gak tuh,"

__ADS_1


"Ngakuu..."


"Ga!"


"Aa, Rafael jeolous sama Kak Radit..." cibir Aurel.


Emang bahagia banget nih cewe, ngejekin gue....


Dia beneran kecil mungil, dan menggemaskan. Ngejek gue sambil berlari kecil dengan rambut tergerai yang ikut melompat-lompat, mungkin kalau di komik ada efek tuing-tuing.


"Rafaaeeel! Kek siput banget sih lo!!!" teriak Aurel yang udah jauh beberapa langkah di depan gue.


Gue berlari menghampiri dia, sampai ada bola basket yang bahkan lebih besar dari kepalanya hendak menimpuk kepala mungilnya. Dengan sigap gue...


Gue terdiam, mematung dan speechless anjiir!!! Aurel?! Makhluk semungil ini juga pinter olahraga?!!!


Dengan kedua tangan kurus itu dia menangkap tuh bola basket dan melemparnya kembali ke lapangan, senyumnya mereka ketika menyuruh gue buat cepetan ke sana. Sial, bisa-bisanya gue jadi terpana~


"Lo-lo baik-baik aja?" tanya gue agak khawatir, seraya memperhatikan kedua telapak tangannya.


"Lo mau modus?!"


"GUE SERIUS ELAH!!! Lo yang kecil mungil kek gini, bahkan tuh bola basket lebih gede dari jidat lo. Gimana gue gak khawatir..." Aurel malah tersenyum manis.


"Lo itu bener-bener kek Papa gue tau ga? Khawatir sama hal yang gak perlu, gue tuh Aurel. Gue bisa lakuin apa aja, gue cewek All Rounder!!!"


Hah, sumpah...

__ADS_1


Napa temen-temen baru gue pada unik-unik sih?


__ADS_2