
"bunda..." panggilnya
"bunda.." panggilnya sekali lagi.
mendengar suara lemah itu memanggilnya lantas ia segera beranjak dari duduknya
"iya sayang" ucapnya sambil mengelus tangan sang putri
" sakit bun" keluhnya
"sabar, bentar lagi sembuh kok"
yah, di sini lah hujan saat ini, harus terbaring dengan lengan kanan yang harus di infus dan harus di bantu dengan alat pernafasan, belum lagi luka tusukan di perutnya masih menyisahkan perih
.
.
.
.
__ADS_1
.
saat hujan turun dari mobil, tiba tiba biru datang menyapa hujan dan mengajaknya bercerita di gudang sekolah, sebenarnya saat itu hujan menolak namun langit punya seribu cara untuk membujuk hujan agar mau ikut dengannya. sesampai di gudang, biru langsung menyuruh teman temannya untuk menyekap hujan ke dalam gudang. langit berencana menghukum hujan atas perbuatannya yang menolak marcel hingga mengakibatkan marcel koma. rencana biru ingin melecehkan hujan dengan cara membuka semua pakaian hujan dan birulah yang akan membuat hujan menjadi terangsang dengan memberikan sentuhan yang bisa membuatnya terangsang, teman teman yang lain ada yang mengambil vidio, adapula yang berusaha membantu melepas baju milik hujan. namun rencana mereka gagal lantaran ada kegaduhan yang terjadi, mereka memilih keluar melihat kegaduhan yang terjadi, sebagian temannya menjaga hujan di dalam. rasanya hujan sangat lelah sehingga ia memilih tidur ketimbang harus mendengar ocehan fulgar dari mereka.
huaam
entah sudah berapa lama hujan tertidur, rasanya segala tenaganya kini pulih kembali.
"jadi kita apakan dia boss?" ucap salah satu teman langit
"sesuai kesepakatan pertama" tutur langit sambil sesekali menghisap rokok yang di apit oleh jari tengah dan telunjuknya.
selanjutnya mereka semua memilih untuk menikmati gorengan dan juga kopi serta rokok yang mereka beli, ada juga yang memilih untuk bermain kartu.
namun, tidak disangka oleh mereka semua tiba tiba langit datang dengan peluh yang bercucuran di wajahnya, seragam sekolahnya sudah basa akibat dari peluhnya.
"permisi apakah kalian melihat hujan?" tanya nya
mereka semua serempak bilang tidak, sedangkan di dalam sana hujan berusaha meronta ronta agar talinya terbuka atau setidaknya tutup mulutnya lah yang terbuka agar bisa meminta bantuan langit untuk menolongnya, tapi sayang. takdir berkata lain. saat kaki langit perlahan menghilang, seketika air mata hujan yang sedari tadi di tahannya ikut luruh bersama dengan langkah kaki langit yang kian jauh.
"haha bocah tengil banget, sok sok an cari anak cerewet itu" ucap biru dengan senyum mengejek.
__ADS_1
"ayo segerakan membuat vidio sebelum keberadaan kita diketahui oleh pihak sekolah" tutur biru sambil berjalan masuk menemui hujan.
mereka lantas mengikuti langkah biru masuk ke dalam gudang.
air mata hujan tak kunjung reda dengan keadaan kancing baju yang satu persatu di lepas oleh tangan jail milik biru.
saat tangannya biru berusaha membuka pengait dalaman milik hujan.
"ahhhh" teriak biru, saat mendapat tendangan di bagian aset berharganya.
"awas kau yah" ucapnya seraya berlalu meninggalkan hujan.
"segera bereskan" tutur biru seraya berjalan menjauh keluar ruagan
"baik"
mereka semua akhirnya beramai ramai melepas pakaian milik hujan, saat mereka hampir saja selesai membuka baju hujan, tiba tiba ruangan itu di buka paksa oleh seseorang, yah orang itu tidak lain adalah pembantu dan juga satpam yang ada di rumah hujan.
"lepaskan nona, kalau tidak akan ku laporakan kalian semua" ancamnya
mereka semua serentak kaget, dan berusaha menjauh dari hujan.
__ADS_1