
langit bergegas mendatangi kegaduhan yang terjadi di gudang sekolah, ternyata ada anak ips yang berkumpul sambil bersanda gurau, ada yang sedang menyanyi, ada yang sedang berpacaran ada juga yang sedang menikmati makanannya.
"permisi, apa kalian melihat hujan?" tanyanya saat setelah memerhatikan keadaan
"tidak" jawabnya serentak
sejujurnya langit tidak begitu mengenal mereka, lantaran langit terkesan tertutup. namun karena rasa khawatirnyalah yang mengharuskan untuk menghilangkan gugupnya.
"makasih" ucapnya kemudian berlalu
langkah langit segera menuju ke rumah hujan, tidak ada cara lain. langit berencana melapor kasus ini d temani satpam dan juga bibi hujan untuk melapor kejadian hilangnya hujan.
sesampainya di sana, langit tidak menemukan siapapun. tidak ada satpam, tidak ada bibi. rumah itu kosong tak berpenghuni.
langit memutuskan untuk pulang kerumah, perutnya sudah berbunyi sedari tadi.banyaknya tenaga yang terkuras lantaran berlari ke sana kemari mencari hujan.
__ADS_1
"assalamu alaikum bu" ucapnya, di luar rumah
tidak ada sahutan dari dalam, akhirnya langit memutuskan masuk menemui sang ibu. ternyata sang ibu sedang tidur.
langit bergegas masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya. setelahnya langit segera ke meja makan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi minta di isi, ruapanya tidak ada makanan. akhirnya langit memutuskan berbaring di samping sang ibu.
" bu..." ucap langit
"ibu..." ucap langit sambil mengguncang setengah badan ibunya, tidak ada sahutan yang keluar
"ibu..." histeris langit melihat tidak ada tanda tanda ibunya akan segera bangun, langit segera memeriksa nafas sang ibu.ternyata masih bernafas, hal itu membuat langit sedikit bersyukur tapi kenapa? kenapa ibu tidak kunjung bangun?
setengah kewarasab langit kini menghilang, bagiamana pusingnya memikirkan keadaan hujan, langit kini mendapati sang ibu sedang pingsan, entah karena apa. langit berteriak histeris keluar rumah meminta bantuan siapapun, langit yang anaknya pendiam kini berubah kalut di penuhi kepanikah yang tinggi. semua tetangga yang mendengar langit lantas segera berlari menemui langit yang kini histeris menangis meminta bantuan.
" ada apa?" ucap salah satu tetangga laki laki yang berlari lebih dulu
__ADS_1
" ibuku, tolong ibuku" ucap langit di sela sela tangisnya
tidak pikir panjang, mereka semua bergegas masuk melihat kondisi ibu langit. ada yang segera berlari mengambil mobil miliknya untuk membawa ibu langit ke dokter, ada pula yang bergegas mengambil daster dan sarung untuk di bawah ke rumah sakit, mereka memberikan pakaian yang layak untuk ibu langit nanti disana.
kini langit tengah memeluk tubuh renta sang ibu, berusaha memberi kehangatan untuk sang ibu, ah rasanya menyesakkan menyaksikan orang yang tersayang tergeletak tak berdaya, rasanya begitu perih tidak dapat melindungi beliau. andai saja, andai saja semesta berbaik hati kepadanya dan kepada ibunya mungkin, mungkin tidak akan begini takdir hidup yang harus mereka pikul. ada luka yang mengganga di dalam sana, di salam hati langit, ada rasa bersalah yang amat besar.
tidak ada obrolan yang terjadi di dalam mobil menuju rumah sakit, hanya ada tangisan langit yang berusaha ditahan tetapi tetap terdengar, ada pelukan hangat yang berusaha langit berikan untuk sang ibu. entah bagaimana nasibnya jika takdir betul betul akan menghukumnya dengan mengambil harta yang paling penting dihidupnya.
sejenak langit bisa melupakan tentang hujan, di mana hujan saat ini?
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa dukung autor yah, jangan lupa vote, dan beri komentar yang membangun, jangan lupa like dan tambahkan ke favorit yah😉 tetap jaga kesehatan dan tetap dirumah saja