SKY

SKY
kemana kamu?


__ADS_3

selepas dari ruangan pak dave, langit segera mengambil tasnya di kelas dan segera bergegegas ke rumah hujan. yah, langit berencana ingin berdiskusi dengan hujan mengenail hal ini, serta mengajak hujan untuk sama-sama menjenguk marcel yang kini dirawat akibat dari perbuatannya tersebut.


Namun, saat hampir sampai ke pintu gerbang langit tidak sengaja mendengar keributan di gudang sekolah. langit yang tipe orangnya cuek hanya berlalu begitu saja.


mungkin anak ips 3 yang lagi nongkron pikirnya.


setelah sampai di gerbang langit segera bergegas ke rumah hujan. yah rumah hujan tidak jauh dari sekolah, hujan tinggal dikompleks orang-orang kaya. rasanya miris sekali jika harus berteman dengan hujan, sedangkan ia bahkan tidak memiliki apa yang di miliki hujan. jangankan rumah atau barang mewah, makan hari ini saja, langit sudah sangat bersyukur.


setelah berjalan lumayan jauh, mengelilingi kompleks perumahan orang kaya bukan hal yang mudah, terlebih rumah hujan berada di bagian belakang kompleks tersebut.


"huft" imbuhnya


setelah cukup mengatur nafas, langit segera menemui satpam yang menjaga rumah hujan dari luar.


"permisi pak, saya ingin bertemu dengan hujan" ucapnya


sebenarnya sih satpam di rumah hujan sudah tau kalau itu temannya hujan, lantaran dulu hujan pernah membawa langit ke rumahnya.


" non hujan belum pulang" balasnya


"emang hujan kemana pak?" tanyanya lagi


"non hujan ke sekolah, tadi pagi" balasnya dengan senyum ramah


"kesekolah?"

__ADS_1


"iya, saya kok yang antar non hujan sampai gerbang sekolah"


"pak hari ini tuh hujan ngak masuk sekolah" jelasnya lagi


"lah kok gitu? kan tadi aku sendiri yang antarin non hujan ke sekolah" tanyanya dengan raut wajah panik


"yaudah pak, nanti ku aku coba tanyakan kepada teman dekat hujan, bapak juga bantu cari yah"


"pasti"


setelah berpamitan langit lantas berlalu meninggalkan perumahan mewah tersebut, satpam di rumah hujan pun tidak tinggal diam, ia mencari hujan ke penjuru rumah dan sekitar kawasan perumahan elit tersebut. bagaimana tidak, rasa was-was kian bertambah kala mengingat penyakit yang dialami oleh hujan. Gagal jantung, yah penyakit itulah yang kadang membuat hujan jarang masuk ke sekolah, hingga detik inipun tidak ada yang mengetahui penyakit yang di derita oleh hujan selain orang rumah, kerabat jauh orang tuanya pun tidak mengetahui hal tersebut.


"hujan" teriak langit di pagar sekolah


pekarangan sekolah sudah mulai sepi, tidak ada lagi yang berlalu lalang, langit begitu putus asa, setelah berteriak berkali-kali tidak ada sahutan dari siapapun, mencari ke penjuru sekolah pun tidak menemukan hasil di mana hujan berada.


"aku merindukan tawamu saat ini, pulang lah"


ucap langit dalam hati


setelah mengistirahatkan diri di dalam kelas, langit akhirnya memutuskan kembali ke rumah hujan.


"mungkin hujan sudah kembali"pikirnya


belum sempat langit sampai ke gerbang sekolah tiba-tiba langit mendengar sekelompok orang di gudang sekolah. rasa penasaran yang di miliki langit saat ini lumayan tinggi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.hai hai jangan lupa dukung aku yah, tambahkan ke favorite jika kalian suka, jangan lupa sertakan komentar yang membangun

__ADS_1


__ADS_2