SKY

SKY
sejenak melupakan


__ADS_3

setelah mengangkat barang barang milik langit, bu eni dan juga pak bimo, yang tidak lain adalah tetangga yang mengantar dan mengurus administrasi tersebut lantas berjalan ke UGD untuk melihat langit dan juga ibunya. sebenarnya mereka berencana untuk pamit pulang, akan tetapi setelah mengingat bagimana terpukulnya langit mereka akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang.


"mungkin setelah langit dan juga ibunya pindah ke kamar, kita akan pamit pulang terlebih dahulu" ucapnya dalam hati


belum sempat bu eni dan pak bimo masuk, ibu langit dan juga langit berjalan menuju arah mereka di bantu dengan suster yang mendorong kursi roda milik ibu langit.


"pak, bu sekarang ibu mau di pindahkan ke kamar, lantaran kondisi ibu sudah lumayan membaik" tutur langit berusaha menjelaskan kepada pak bimo dan bu eni yang di temuinya.


" alhamdulillah, kami ikut denganmu langit" tutur pak bimo.


langkahnya kini sejajar dengan langit, bu eni. sedangkan ibu dari langit mungkin sudah sampai sedari tadi di dalam kamar.


setiba di kamar ternyata bu eni sudah berganti pakaian dengan pakaian rumah sakit, ia tengah berbaring di bantu oleh suster dengan infus di bagian kirinya. kondisinya cukup segar, tidak pucat lagi.

__ADS_1


"bagaimana keadaanmu?" ucap bu eni setelah suster pergi meninggalkan mereka.


"beginilah, kamu bisa melihatnya sendiri, akan tetapi cukup baik dari sebelumnya" tutur ibu langit dengan suara yang lumayan baik dari sebelumnya.


"alhamdulillah, kurasa kondisimu cukup baik, uang rumah sakit sudah saya bayar, uang tersebut dari sumbangan para ibu ibu sekitar rumah, ini ada biskuit dan juga susu serta buah untuk kamu makan, ada beberapa lembar baju dan juga sarung. maaf yah kalau sarung dan juga bajunya lumayan kusut" tutur bu eni panjang lebar


langit dan juga ibunya tak kuasa menahan tangis, betapa beruntungnya mereka memiliki tetangga yang sangat perhatian dan baik hati.


"terimakasih bu" ucap langit disela sela tangis, langit segera memeluk bu eni dan beranjak memeluk pak bimo.


"sama-sama, ini semua sudah ketentuan dari yang maha kuasa langit, ini sudah rezeki kalian maka jangan pernah bersedih yah" ucap bu eni seraya mengusap punggung langit untuk memberi semangat.


"ini ada sedikit rezeki lagi untuk dipakai, jika suatu saat ibu atau langit membutuhkan sesuatu" ucap bu eni sembari memberi beberapa uang kertas dari sisa sumbangan yang ada.

__ADS_1


ibu langit sudah sedari tadi terisak di tempat tidur rumah sakit, jika saja ibu langit ada tenaga buat berlari memeluk bu eni mungkin sudah sejak tadi ia memeluk tubuh bu eni dengan ucapan terimakasih yang tiada hentinya.


langit yang menerima uang tersebut kini terisak lebih dalam. sambil mengucap terimakasih di sela-sela tangisnya.


" langit kami sunggu berberat hati harus pamit saat ini, tapi tenang mungkin besok kami akan berkunjung dengan para tetangga" ucap pak bimo.


"langit kami pamit pulang dulu yah, jaga ibumu dan tetap jaga kesehatanmu" ucap bu eni


bu eni dan pak bimo segera beranjak keluar dari kamar rawat ibunya langit, langit berniat mengantar mereka sampai ke mobil mereka, namun belum sempat langit keluar dari pintu kamar rawat ibunya, pak bimo dan bu eni malah menyuruhnya untuk tetap di sisi sang ibu.


" kamu di sini saja, tidak usah mengantar kami, kasian ibumu hanya sendirian" tutur bu eni dan di angguki oleh pak bimi tanda setuju.


sedang di tempat lain, ada gadis yang kini terisak begitu dalam, gadis yang kemarin membuat dirinya begitu khawatir. namun pikiran langit saat ini adalah bagaimana caranya ibu segera pulang.

__ADS_1


"*bu segerahlah pulih, aku merindukanmu"batinnya sambil menatap tangan ibu .


perlahan Di pegangnya dan di ciumi tangan itu berulang kali*.


__ADS_2