
Esok hari telah tiba ..kini jisoo dan hosoek sedang berjalan menyusuri taman .
Sengaja dengan alasan melatih pergerakan jisso,
"Oppa...bagaimana konser mu" ucap jisso
"Semua berjalan lancar, mianhae karna aku tak slalu di samping mu" ucap hosoek
"Gwaenchanha, aku mengerti, karna kau melakukan itu juga untuk keluarga mu" ucap jisso
"Yee...jisso-ah..aku berfikir setelah anak kita lahir , bagaimana kita kembali ke korea, aku sangat merindukan suasana disana" ucap hosoek
"Ah...tapi,,bagaimana dengan karir mu" ucap jisso
"Itu bisa di atur. setidaknya kita nyaman tinggal di negara kelahiran sendiri..terlebih aku khawatir jika kau harus selalu sendiri saat aku pergi untuk tour" ucap hosoek
"Baiklah...jika itu mau mu ,"
"Aaaaakhhh" pekik jisso
Seketika jisso merasakan kontraksi di perutnya. Mendapati rasa sakit dibagi perut bawahnya,
"Akhhh...oppa,," jerit jisso
"Jisso ada apa dengan mu" tanya hosoek panik
"Aaakh oppa" pekik jisso kembali menahan sakit di bawah perutnya
Nyonya jung yang tak jauh dari taman pun melihatnya dengan segera menghampiri keduanya
"Hosoek-ah...cepat bawa istrimu ke rumah sakit, sepertinya ia akan melahirkan" ucap tuan jung
"Melahirkan,,?" tanya ulang hosoek terkejut
"Iya cepat...ayo bawa.." ucap nyonya jung kesal
__ADS_1
"Ah..baiklah.."
Hosoek pun segera menggendong jisso ala bridalstyl , dengan cepat ia berjalan keluar karna tak kuasa melihat sang istri menahan rasa sakit
15 menit hosoek sudah tiba di RUmah sakit.
Jisso pun sudah di bawa masuk menuju ruang persalinan
Sedangkan bidan belum kunjunga datang karna ada pasien lain yang harus di tangani
"Bagaimana. Apa sudah?" tanay tuan jung
"Ani...bidannya belum datang" ucap hosoek
Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya datang,
"Tuan hosoek,, ayo masuk" ucapnya
Hosoek pun menatap kedua orang tuannya, meminta pendapat dan di angguki
"Masuklah..istrimu sedang membutuhkan mu", ucap tuan jung
Hosoekpun mengangguk lalu masuk kedalam..
Hosoek kini berada di dalam ruangan dengan pakaian yang sudah di ganti dengan pakaian yang seteril
Dilihat jisso menahan sakit dengan memegang bantal
"Sayang kuharap kau bertahan..kau pasti bisa " ucap hosoek seraya menyium kening nya dan memegang tangannya.
__________/______/_____/
Diluar kedua orang tua hosoek harap harap cemas dengan keadaan sang menantu,
Keduanya hanya bisa diam seraya mondar mandir menunggu hasilnya.
__ADS_1
Terdengar suara jeritan sang menantu dan suara hosoek yang memberi semangat di telianga keduannya
Nyonya jung tak hentinya memanjatkan doa pada sang kuasa agar sang menantu dan anaknya selamat.
Begitu pun dengan tuan jung yang merapatkan kedua tanganya sambil menunduk
"Oh tuhan...lancarkan prosesnya" ucap nyonya jung
Lima belas menit , setelah lama mrnanti akhirnya suara tangisan bayi terdengar di kedua telinga mereka
Keduanya saling menatap dengan senyuman tak percaya apa yang mereka dengar , kalau keduannya resmi menjadi kakek dan nenek, sedangkan hosoek dan jisso menjadi orang tua.
_______///___//
Sulit di duga bagi hosoek..awalnya ia memperkirakan kalau istrinya akan melahirkan anaknya satu minggu kemudian tapi ini lebih cepat dari seharusnya..
Dan kini.
Air mata membanjiri wajah hosoek, ya lelaki yang kerap disapa sunshine itu menangis, perasaannya campur aduk Antara sedih karna melihat sang istri kesakitan dan Bahagia karna dirinya menyaksikan sang buah hati telah terlahir kedunia dengan selamata,sekaligus dirinya resmi menjadi seorang ayah dari rahim jisso.
"Kau baik baik saja?" tanya hosoek
Jisso mengangguk ..membalas pertanya hosoek
terpancar senyuman di wajah jisso walaupun keringat membanjiri nya..
Hari ini jisso telah resmi menjadi ibu, dari benih cintanya dengan hosoek
"Selamat , anak kalian berjenis kelamin lelaki" ucap sang bidan
Dan itu mendapat sorakan dari hosoek yang tak menyangka bahwa keinginannya terwujud.
Ditaruh sang bayi di dada sang ibu setelah di bersihkan..dan hosoek tak hentinnya menciumi sang istri seraya berkata
"Terimakasih kau sudah melahirkan anakku, perjuangan mu takan ku lupakan "
__ADS_1
~SELESAI~