Sorry : You Not The First

Sorry : You Not The First
9 hoseok


__ADS_3

Satu setengah tahun kemudian


"Sayang bagaimana kehamilan mu?"


.


.


.


.


.


.


..


Suara lelaki itu terdengar begitu lembut walaupun hanya berbatas via suara.


"Baik,apa kau menelpon ku hanya untuk menanyakan kandungan ku, tidak dengan istrimu ini" omel wanita yang berdiri dibalkon rumahnya.


Udara amerika saat ini sangatlah dingin saat ini,tapi dirinya masih diluar untuk menikmatinya.


"Ahhh anieo,tentu aku merindukan mu sayang , besok aku akan menemui mu syang,"


"Geureoe?, aku pikir kau akan meninggalkan ku sendiri disini"


" jisso-ya mana bisa  aku meninggalkan mu sendiri di saat usia kehamilan mu  1 minggu lagi berakhir,dan itu adalah momen dimana aku melihat mu dengan perut membuncit  oleh anak pertama kita"


Wanita itu tersenyum mendengar ocehan lelaki itu,dalam hatinya dirinya sangat bahagia,bisa mendapatkan pria yang begitu mencintainya dan menyanginya


"Ah..oppa,sudah dulu yah aku harus tidur ini sudah malam,cepat lah pulang aku merindukan mu oppa,,selamat malam,"


Wanita itupun memutuskan sambungannya setelah mendapat suara " ILY" dari bibir suaminya itu, hati nya benar benar bahagia saat ini.karna ia memiliki lelaki yang mencintainya


"Bagaimana nasib lelaki itu sekarang ?" batinnya jisso


Tiba tiba ingatan masalalunya muncul kembali, kejadian masa lalu nya tak pernah ia lupakan sampai saat ini walaupun kecelakaan yang mengakibatkan amnesia pada ingatannya tapi untunglah itu hanya ringan..


Flashback


Saat itu,semalam usai memberikan makanan dan minuman ,jisso kembali ke kamar nya, ia begitu sakit hati dengan pernyataan dari hoseok,,dia hanya dianggap pembantu oleh seokjin....


Dengan tangisan sambil memutar lagu let me know ,  jisso membereskan pakaiannya , berniat pergi dari rumah seokjin..rasanya dirinya tak sanggup lagi berada disini,,kesabarannya sudah habis

__ADS_1


jisso mengendap ngendap pergi lewat pintu belakang,, ruangan party nya dengan kamarnya terhalang dinding dan itu memudahkan jisso untuk melangkah kan kakinya,


Dengan menyeret koper jisso menyusuri jalanan kota seoul yang dingin , ia tak tau harus kemana arah tujuannya, ia memiliki rumah peninggalan orang tua nya tapi jika ia kesana itu mustahil seokjin pasti akan menemukannya..dirinya tak ingin menatap muka seokjin lagi yang jelas ia sangat benci pada suaminya..


  


***


"Aku dimana?" gumam jisso yang bingung dengan keberadaannya sekarang,


"Kau di rumah sakit," ucap lelaki yang berada di ruangan itu


"Ho seok?"  lirih jisso


"Iyah ini aku,, tadi kau kecelakaan, jadi aku bawa kau kesini" ucap hoseok sambil menatap jisso


"Aaaaihhhh" pekik jisso yang merasakan sakit  di kepala nya


"Diam lah,  kau terluka di bagian kepala,dan kau kehilangan sebagian ingatan mu," ucap hoseok yang memberhentikan pergerakan jisso


Jisso diam terkejut mendengarnya


" tenang saja, ingatan mu akan kembali pulih, tapi membutuhkan waktu yang lama"seakan hoseok tau apa yang dipikiran jisso


"Kau mau kemana membawa koper ... bukannya kau tadi berada di rumah seokjin" lanjutnya


"Aish..sudah lah jangan dipikirkan,, kau sekarang mau kemana" ucap hoseok yang mengalihkan pembicaraan ,ia sengaja karna tak ingin membuat pikirannya terbebani karna jisso baru pulih,


"Mungkin dia tidak ingat dengan atasannya,tapi harus kah aku memberi tahu soekjin hyung"batin hoseok


*******


**Satu bulan kemudian...


setelah pulang dari rumah sakit ,jisso sekarang tinggal bersama hosoek. kemanapun hoseok pergi disana akan ada jisso menemaninya.


Ia memang baru kenal dengan lelaki itu tapi ia rasa hoseok seperti suaminya, yang tak lepas darinya seakan prangko dalam surat,


Tentang ingatannya jisso , sampai sekarang belum pulih ia masih melupakan hal hal yang penting dari masa lalu nya..


Yang ia ingat hanya ia benci terhadap seseorang lelaki,,tapi ia tidak tau siapa laki laki itu,,setiap ia mencoba mengingatnya tapi ia malah menjadi sakit di kepala dan itu bertambah kuat snaat ia memasakan dirinya untuk mengingat


Dan saat itu juga hoseok ada untuknya,


Usai pulang dari restoran itu..hoseok dan jisso pulang ke apartemennya,

__ADS_1


"Oppa cepat mandi, setelah itu tidur" ucap jisso yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono


"Nee.." ucap hoseok yang langsung melangkahkan kaki ke kamar mandi.


Ya jisso dan hoseok sekarang berada diamerika serikat ,mengingat propesi hosoek sebagai idol terkenal mungkin ia tak akan meninggalkan tugasnya juga mengecewakan fans..dan iapun memilih membawa jisso ikut bersamanya dalam konser tournya.


Bagi hoseok jisso sangatlah istimewa, entah kenapa sejak pertama ia sangat menyukainya,sampai rasa suka itu menjadi cinta.


"Oppa,,boleh aku memakai kaos punya mu?"


Langkah hoseok pun terhenti setelah mendengar pertanyaan dari jisso,


"Pakailah mana yang kamu suka"


"Gomawo, oppa" ucap jisso yang mendengarkan pernyataan dari hosoek...


Hoseok pun kembali menuju kamar mandi, sedangkan jisso mencari kaos yang ingin dia pakai milik hoseok..


Matanya terhenti di antar belasan kaos yang bertuliskan let me know, entah mengapa membaca tulisan itu serasa ada sesuatu yang meningatkan dia, "menangis", itu yang ada dipikiran jisso


Jisso memakai nya ,lalu tidur,


Ya kebiasaan jisso tidur dengan pakai kaos dan celana santai.bisa dibilang dia tidak menyukai baju tidur,


Hoseok baru saja keluar dari kamar mandi dan matanya mendapati jisso yang telah tidur..


Ia menghampiri nya dan menatapi setiap sudut wajahnya,,


"Cantik" hanya itu yang bisa ia bilang,


Entah mengapa ia secepat ini merasakan perasaan berbeda dengan jisso,


Hoseok mengusap pipinya..lalu mencium kening jisso yang begitu tenang dalam tidurnya, mungkin dia kelelahan


Handphone hoseok berdering menandakan panggilan masuk dari meneger nya,


"Ya hyung?"


"........."


"Iya aku tau, aku sudah sampai tadi siang" balas hoseok saat menegernya menanyakan keberadaan..


Memang ia tidak berangkat bersama dengan managernya lantaran hoseok yang waktu itu meminta waktu untuk merawat jisso.


"Ne hyung besok aku akan berangkat ke lokasi" ucap hoseok sambil menyudahi sambungannya..

__ADS_1


Ia pun menghampiri tempat tidur itu lalu, merebahkan tubuhnya di samping jisso dan mejamkan matanya**..


***


__ADS_2