
Pagi telah Kembali ,seperti biasa jisso bangun lebih dulu,menyiapkan sarapan untuk suaminya..walaupun badannya terasa sakit lantaran semalam
ada rasa canggung saat tidur bersama jin..dan jisso memutuskan tidur di sofa kamar itu..
06: 00, sarapan sudah selesai jisso pergi kembali ke kamar nya mendapati seokjin yang masih tidur pulas, jisoo menghampirinya untuk membangunkannya..
Ingin rasanya membelai pipinya-- tapi rasa bersalah mengurungkan niat jisso untuk melakukannya..
"Kim?" ucap jisso lembut sambil menepuk bahu lebarnya
"Bangun" lanjutnya
"Seokjin ayo bangun"
"Kau bisa terlambat nantinya,,"
Ucapan jisso tidak sama sekali membuat seokjin bangun dari tidurnya,,yang ada lengguhan tidur darinya,,menolak untuk bangun tidur,
"Ayo cepat bangun sayang"--
Ucapan tersebut seketika keluar dari mulut jisso,,bodoh!! kenapa dia harus mengatakan sayang pada suaminya?? Wajar sih tapi rasa bersalah membuatnya canggung sehingga tak berani mengatakan sesuatu yang mesra.
Tapi ucapan jisso tersebut berhasil membangunkan suaminya yang langsung menatapnya, dan membuat jisso terkejut takut karna seokjin akan marah karna perkataannya
"Siapkan pakaian untukku"
Ucapan itu yang keluar dari mulut seokjin,saat melenggang pergi ke kamar mandi. Tenang, mungkin itu yang dirasakan jisso karna tidak mendapat cercaan dari mulut Suaminya,walaupun sampai saat ini memang belum ada hinaan yang keluar dari mulutnya..
__ADS_1
Jisso menyiapkan pakaian suaminya seperti yang dikatakannya dan aku beralih untuk mandi di bawa lantaran jisso juga harus kembali bekerja kecuali suaminya melarang..
Jisso pun turun kebawah dengan menteng handuk di pundaknnya,
Sedangkan seokjin usai 10 menit dia dikamar mandi akhirnya keluar juga, tanpa ia sadari wajahnya melukiskan senyuman,,mungkin karna sikap jisso yang memperhatikannya walaupun dirinya mencuekinya..
Lagi lagi dan lagi rasa kecewa masih sangat terasa dalam dadanya. Entah sampai kapan dirinya akan terus bersikap seperti ini pada istrinya..
Dan mungkin niat untuk menyakiti pun rasanya sudah tertancap pada dirinya..
Jahat....benar benar jahat,,,
Setelah selesai memakai pakaiannya ,ia kembalikan badannya yang mendapati jisso yang bertelanjang dada tebalut kain handuk,, tubuhnya begitu indah,dan mungkin muncul rasa ingin menyentuhnya,tapi ia lagi lagi kalah dengan rasa egonya yang mau tak mau harus bersikap cuek..
Jisso melangkahkan kakinya menuju lemari yang berisikan pakaian dirinya dan suaminya,mendapati tatapan suaminya ia merasa canggung, dengan kepala menunduk ia menuju kamar mandi di kamar nya untuk memakai pakaian yang ia ambil di lemari yang kemarin ia siapkan,,
*****
Mungkin suasana hatinya sedang bahagia,atau mungkin Karana wanita yang ia bawa pulang kemarin ..--batin jisso
"Kau sedang bahagia huh?"
Pertanyaan itu membuat seokjin tersadar,namun tak berubah dalam aktivitasnya.dirinya masih sibuk dengan ponselnya,membalas pesan dari selingkuhan nya,,
*****
Lissa,,ia mengajakku bertemu nanti siang,sambil menyantap makan siang nanti, aku pun menyetujui nya..
__ADS_1
"Setidaknya kau ingat bahwa kau akan pergi kekantor,," ucap jisso sambil mengenakan bedak di wajahnya, dg tipis
Sedangkan seokjin hanya miliriknya sekilas tanpa satu katapun yang terucap dari bibirnya,
"Ayo,kebawah nanti makanan yang ku buat dingin,sayang kalo tidak dimakan" ucap jisso sambil menarik paksa lengan suaminya
Kali ini seokjin menurutinya,,namun lagi tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
Mereka menghabiskan makanannya secara bersamaan Walaupun keduanya saling menutup mulut, dan seokjin mulai memundurkan kursinya untuk berdiri dan melenggang pergi,,
Sedangkan jisso membereskan meja makannya lalu pergi ke dapur untuk mencuci piring nya,
Terdengar suara mobil yang berlalu dari pekarangan rumahnya,,ia mengenali suara mobil itu..jin pergi meninggalkan nya, ia kira ia akan pergi bekerja bersama karna, jisso adalah pegawai dari KSJ Corp milik suaminya, dia ada dibagian sekertaris tepatnya sekertaris seokjin, dan dari pekerjaan itu dirinya bisa menikah dengan seokjin
"Mungkin dia masih marah"-- pikir jisso saat selesai dengan cuci piring sambil mengelap tangannya dengan serbet yg tergantung di dinding
Kemudian jisso pergi mengambil tasnya lalu pergi keluar menuju halte bus.
*****
"Pagi.." ucap para karyawan yang sedang bekerja sambil berdiri membungkukan badannya
"Jisso-ya" ucapan itu terdengar sangat kencang di telinga jisso.. Yang langsung berbalik badan melihat siapa yang memanggilnya ,sebenarnya tidak asing baginya karna sudah dua tahun bekeraja disini dan sering sekali mendapatkan teriakan namanya..siapa lagi bukan hyerin, sahabatnya waktu SMA,dia sudah berlari dari jauh dengan posisi yang hendak memeluk,dan ternyata benar setelah sampai di hadapan ia memeluk jisso
"Aku rindu pada mu" ucapnya masih dalam posisi memeluk
Jisso hanya tersenyum, tanpa berbicara sepatah kata pun..
__ADS_1
Sebenarnya dirinya bingung bagaimana bisa sahabatnya merindukannya yang jelas hampir setiap malam ia bercerita tentang seminggu usai pernikahan.