Sorry : You Not The First

Sorry : You Not The First
7. 계집 _"whore"


__ADS_3

Seokjin keluar dari ruangannya..yang membuat jisso berdiri sebagai seorang sekertaris ia harus menghormati atasan,apalagi sekarang sudah berbeda.


Seharusnya jisso tidak lagi bekerja, karna dulu sebelum menikah seokjin yang memintanya untuk berhenti, tapi jisso tidak melaksanakan perintah suaminya lantaran dengan alasan "bosan" jika harus menghabiskan waktu dirumah saja.


Ini sudah waktunya makan siang, jelas seokjin keluar dari ruangannya


"Ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya jisso


"Ani, aku hanya ingin mengatakan kau tidak usah menemani ku makan" ucapnya yang terkesan dingin


Jisso hanya menganggukkan kepala tanda mengerti, dirinya hanya berfikir kalau seokjin belum bisa menerimanya kembali


Setelah mengatakan itu seokjin melenggang pergi meninggalkan jisso yang masih berdiri menatap suaminya yang mendapatkan hormat dari bawahannya.


******


Lisaa sudah 5 menit menunggu seokjin di kafetaria tempat seokjin sebelum waktu makan siang tiba,


Selain rindu yang menggebu-gebu,Sebenarnya Ia mengajak seokjin bertemu dengan maksud tertentu.


"Hay, kau sudah menunggu lama disini?" tanya lelaki dihadapannya


"Ani," ucap lissa dengan senyuman diwajahnya


"Sudah pesan makan?" tanyanya lagi


"Belum,," ucapnya sambil mengarahkan matanya mencari pelayan,lalu memanggilnya untuk menghampiri mejanya


"Kau mau makan apa?" ucap lisaa. bertanya pada lelakinya itu


"Samakan saja"


Lissa pun memesan makanannya dan membiarkan pelayan itu pergi mengambil pesenan nya.


Sebenarnya lissa merasa risih saat semua mata tertuju padanya, mungkin karna yang bersamanya adalah pemilik dari KSJ Corp yang terkenal ditambah dirinya sudah mempunyai istri.


"Sayang,apa istrimu marah dengan hubungan kita?" ucap lissa karna Ada rasa ingin tahu kenapa seokjin melakukan ini pada istrinya


Seokjin hanya menaikan bahunya,dengan kata lain tidak tahu "Aku tidak peduli" lanjutnya dengan cuek


"Aku takut," jawab lissa


*****


Jisso melangkahkan kakinya menuju ruangan sahabatnya hyerin untuk mengajaknya makan siang di kafetaria,


"Hyerin-si" panggil jisso


"Ye?" hyerin sambil berkutitk dengan berkasnya


"Kau sudah makan"


"Ajig,iyu?"hyerin yang kini mental sahabatnya

__ADS_1


"Ke kafetaria yu?


Tanpa menjawab hyerin mebereskan berkas nya dan langsung menarik tangan jisso pergi keluar menuju kafeteria


Sampai di sana hyerin sibuk mencari tempat duduk yang pas untuk menikmati makan siangnya, tapi jisso malah diam berdiri menatap suatu arah.


"Iyu?" tanya hyerin


Dengan penasaran hyerin melihat arah tatapan jisso.


"Jisso-ya?" ucap hyerin melihat yang terkejut melihat pemandangan itu


Siapa lagi kalau bukan atasannya sekaligus suami dari sahabatnya yang tengah berpegangan tangan bersama wanita lain.. jisso masih diam dengan mata yang berkaca kaca, tak ingin membuat hati sahabatnya lebih sakit lagi hyerin mencari cara untuk pergi dari kafetaria


"Ayo pulang,kita pesan saja makanannya" ucap hyerin dari pada lama lama berada si kafetaria yang ada hanya membuat bertambah sakit hati sahabatnya


*****


"Sayang,, itu istrimu" ucap Lissa yang te sengaja melihat jisso


Seokjin tidak menghiraukannya dan lebih memilih menambah kemesraan dengan selingkuh nya..


Dalam hati seokjin ia pasti yakin kalau jisso sedang menatapnya dengann gerah atas kelakuannya dirinya dengan wanita lain..


Seokjin lalu melihat kebelakang namun tak ada jisso,


"Dia sudah kembali kekantor" ucap lissa saat sadar akan gerak gerik seokjin yang tengah mencari istrinya..


"Sayang?" ucap Lissa sambil meraih lengan kekasihnya


"Aku boleh meminta tolong?" ucap Lissa yang ragu mengatakan apa tujuan dari pertemuan ini


"Iyu?"


"A-aku butuh u-uang,bisa k- kau memberiku sedikit uang"


Tanpa banyak berbicara seokjin memberikan uang sekitar 402.945,00 Won


"Apa itu cukup?" tanya seokjin


"Aah...ne terimakasih" ucap Lisa yang setengah tidak enak hati


"Sudah, aku akan kembali ke kantor,kau bisa pulang sendiri kan?" tanya seokjin sambil berdiri


"Ah..ya aku bisa sendiri"


"Yasudah aku tinggal yah,jika kau sudah sampai dirumah kabari aku"ucap seokjin sambil melenggang pergi keluar


*******


"Kau mau pesan apa?" tanya hyerin


"Tidak, aku tidak ingin makan" ucap jisso yang masih memikirkan kejadian tadi di kafetaria,

__ADS_1


Ia tau kalau ini tak sebanding apa yang dia liat saat kamarin lalu tapi ini sama sama menyakitkan,


Ia bertambah yakin kalau wanita itu adalah kekasih barunya..


"Jangan dipikirkan, sudah anggap saja angin lalu" ucap hyerin yang masih juga bingung dengan kelakuan atasannya yang berbeda dengan sebelumnya ia menikah..


"Ani, aku tidak memikirkan apa pun lagian mungkin aku akan terbiasa" ucap jisso yang apa adanya


"Apa Kau bilang?? Jadi kau sudah pernah melihat seokjin dengan yang lain?"


Jisso hanya menganggukkan Kepalanya,


"Kau ada masalah dengan nya? Ceritalah padaku" ucap hyerin yang masih terkejut dengan pengakuan sahabatnya itu.


"Ani, ini masalah rumah tannggaku..aku biarkan saja ini mengalir,siapa tau akan redam dengan sendirinya" ucap jisso yang pergi kembali ke ruangan nya,karna malas membahas tentang itu...


****


Malam hari seokjin pulang dalam keadaan mabuk , tapi anehnya jisso tidak melihat wanita yang dianggap dirinya sebagai Kekasihnya..


Tapi walaupun demikian jisso bersyukur .


Jisso mencoba merangkul tubuh seokjin yang sempoyongan itu sambil merancau kata yang kasar termasuk dia mengataiku.


"Aish..kau ****** kenapa kau belum tidur?"..


Jisso sebenarnya ingin menangis saat itu tpi dia mencoba menahannya.


"Lepaskan ******, jangan pernah kau mencoba menyentuh ku" seokjin


Jisso hanya diam ,walaupun bagaimana pun ucapan seokjin sangatlah menyakitkan,


aku tau masalalu ku buruk tapi bukan berarti aku ini ******.- batin jisso


"Lepaskan aku ******, aku tak butuh bantuan mu"--rancau seokjin


Namun jisso masih kekeh membantu seokjin berjalan menuju kamar,


Tapi saat tiba seokjin mendorong jisso ke atas kasur


"Kau dari tadi menyentuh ku, kau ingin aku sentuh hah,?kau haus nafsu? Hasratmu belum terpenuhi?" tanya seokjin, sedangkan jisoo hanya menggeleng


"Baiklah,aku akan menurutinya" ucap seokjin


Tanpa berpikir panjang ia segera melucuti baju jisso, jisso yang meronta ia tidak pedulikan.


Jisso tak ingin disetubuh dengan cara seokjin yang sedang mabuk, tapi


Jisso hanya menangis karna ia tak mampu menahan tenaga seokjin yang kuat, berkali kali meronta tapi pada akhirnya seokjin bisa melucuti pakaian ku


Seokjin melakukannya dengan kasar, ia tak sadar kalau dirinya menyakiti jisso, jisso sendiri tadi yang menangis sekarang menahan sakit dibawah, entah rasanya sesak di dada nya, walaupun dia tahu kalau dirinya bukan pertama kali tapi ini benar benar sakit, seokjin berkali kali memasukinya tanpa jeda, tanpa memberikan dirinya asupan oksigen, mungkin sudah beberapa kali ia mencapai klimaks sampai dirinya kelelahan, tapi seperti seokjin belum sama sekali kelelahan.ia terus aktif memaju mundur kan pinggulnya dia bawah sana.


Ah..tapi walaupun bagaimana pun aku menikmati nya,,

__ADS_1


Entah berapa belas ronde yang kami lakukan, sampai akhirnya aku tertidur dalam keadaan seokjin memelukku..dan jujur itu yang aku rindukan dan inginkan saat ini.


"Walaupun itu menyakitkan"


__ADS_2