Ssstt... Ini Rahasiaku

Ssstt... Ini Rahasiaku
09. Murid Baru (2)


__ADS_3

Bel istirahat makan siang pun berbunyi. Koridor yang tadi sepi kini ramai kembali. Semua orang berhamburan keluar kelas memenuhi koridor. Arah tujuan mereka sama yaitu kantin sekolah.


"Kudengar makan siang hari ini sup iga pedas," ujar seorang murid laki-laki yang duduk di depan Lucas. Ia membalikkan badannya mencoba berbicara pada Lucas.


Lucas yang terlihat tak berminat makan siang hanya berdecak singkat dengan ekspresi datar menanggapi sapaan barusan. Ia pun menelungkupkan kepala dan kedua tangannya ke atas meja seakan menunjukkan bahwa ia sedang tak ingin diganggu.


Lucas sangat tidak menyukai hubungan pertemanan yang intim apalagi jika orang itu bersikap seolah mereka mengerti keadaannya. Hubungan pertemanan yang ia ciptakan tak lebih dari hubungan antara atasan dan bawahan.


Murid laki-laki yang merasa diabaikan Lucas itu mendesah kecil. Ia terlihat kesal dengan respon Lucas lalu mengangkat satu tangan kanannya bergerak seolah ingin memukul kepala Lucas. Namun dua teman lainnya yang sedari tadi berdiri di belakang anak itu mencegahnya.


"Jake, sudah ayo biarkan saja dia," ucap teman lainnya.


"Kita tidak akan kebagian jatah makan siang jika tidak pergi sekarang," timpal teman yang lain lagi.


Niat ketiga orang ini tentu saja baik. Mereka hanya ingin mengenal teman yang baru datang. Tapi ternyata niat mereka tak mendapat respon yang baik. Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Lucas.


Lucas masih tertidur dengan posisi yang sama. Setelah pintu kelas tertutup kembali saat ketiga orang itu keluar, suasana kelas menjadi benar-benar hening. Lucas pun merasa tenang dan mulai memejamkan matanya.


Draaakkk!


Tiba-tiba sebuah suara hentakan yang sangat keras mengejutkan Lucas membuat matanya terbuka seketika dan detak jantungnya bergerak cepat. Dengan mata menegang menahan kesal ia mengangkat kepalanya berusaha mencari asal suara keras tersebut.


Lucas menatap lurus ke depan. Berjarak dua bangku darinya, ia melihat seorang gadis baru saja beranjak pergi dari kursi yang didudukinya. Gadis itu adalah Gazelle.


Gazelle memasang ear phone ke telinganya dan berjalan santai sambil memilih lagu dari ponselnya menuju pintu keluar seolah tak perduli dengan kegaduhan yang ia ciptakan. Kegaduhan yang berasal dari kursi yang terdorong dengan kuat ketika ia berdiri tadi. Tentu saja kegaduhan yang ia sengaja buat.


"Woi." Lucas yang baru saja menstabilkan detak jantungnya meneriaki Gazelle. Tapi suaranya tentu tak terdengar di telinga Gazelle.


Lucas yang merasa tidak dipedulikan berusaha bangkit dan berjalan cepat untuk mengejar Gazelle yang telah menghilang di belakang pintu.


"Kau mengabaikanku setelah membuat semua kekacauan ini, kau pikir kau siapa? Berani beraninya kau...." Suara Lucas terpotong karena saat ia membuka kedua pintu dengan keras semua murid yang berdiri di sepanjang lorong menatap padanya.


"Waaa...," teriak beberapa murid perempuan yang kaget melihat tampang menawan Lucas muncul dari balik pintu. Mereka saling berbisik memujinya dan mulai mengerubunginya. Rupanya rumor kepindahannya beredar dengan cepat. Itulah alasan mengapa koridor di depan kelas saat ini dipenuhi murid-murid perempuan yang berlalu lalang.

__ADS_1


Lucas yang terkejut mendapat serbuan tiba-tiba itu tak bisa berkutik. Kakinya tak bisa bergerak lagi, bahkan satu langkah pun tak bisa. Matanya menegang menahan amarah. Selain karena kegaduhan itu tentu saja karena ia kehilangan gadis itu.


"Minggir kalian?" ujarnya pada kerumunan itu.


"Hai, apa namamu Lucas?"


"Halo Lucas boleh berkenalan?"


"Lucas berapa nomor teleponmu?"


Lucas... Lucas... Lucas... Nama Lucas tak henti-hentinya di ucapkan para murid yang ingin berkenalan dengannya.


Sementara itu Gazelle yang terbebas dari radar Lucas berkat kerumunan itu melenggang santai menuju atap. Pintu menuju atap memang tak terkunci namun tidak ada murid yang diperbolehkan naik ke atap. Bagi siapa saja yang ketahuan naik ke atap akan mendapat hukuman. Oleh karenanya tidak ada murid yang berani kesini, kecuali Gazelle.


Gazelle tahu dengan jelas dimana titik buta kamera keamanan yang ada di atap. Ia memanfaatkan itu agar bisa duduk tenang di atap menatap hamparan langit menjauhi keramaian.


Sementara itu Lucas masih berjuang untuk membebaskan diri hingga akhirnya seorang guru membubarkan kerumunan. Lucas pun bernapas lega.


Tak lama bel masuk pun berbunyi. Para murid pun kembali kedalam kelas masing-masing.


...----------------...


Lucas kembali ke tempat duduknya dengan lelah. Setelah berlari kesana kemari ia pun menyerah karena tenaganya habis di tambah lagi sejak pagi dan siang ini ia tak memasukkan apapun ke dalam perutnya.


"Aku akan menunggunya masuk kembali ke kelas," pikir Lucas kemudian.


Lucas mengatur napasnya yang memburu. Bajunya hampir basah karena keringat. Matanya menegang tak lepas menatap kursi kosong milik Gazelle.


Jake, murid yang tadi, duduk di atas meja temannya yang berada tepat di samping kanan meja Lucas. Ia menatap Lucas dengan heran. "Hei," ujarnya masih mencoba berkomunikasi dengan Lucas. Ia masih penasaran dengan Lucas rupanya.


Lucas tak menggubris panggilannya. Ia duduk dengan tegang, kedua tangannya tergenggam erat diatas meja. Lucas sedang fokus menunggu pemilik kursi itu kembali ke tempatnya.


"Wah kau ini benar-benar tak bisa di ajak bicara," ujar Jake yang mulai bergerak mendekati mejanya. Ia merasa marah karena Lucas masih mengabaikannya. Dua temannya yang lain juga ikut bergerak melihat Jake mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"Jake tenanglah," ujar teman-temannya yang lain.


"Kalian tenang saja aku tidak akan melewati batas, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada teman baru kita yang sombong ini," ujar Jake menenangkan kedua temannya.


"Hei kau akan dihukum," ujar temannya lagi.


"Kau diamlah, jika salah satu dari kalian tidak ada yang mengadu, aku tidak perlu dihukum," dengus Jake dengan kesal.


Jake pun mendekat ke meja Lucas dan Brak!! Ia menjejakkan bokongnya ke atas meja Lucas. Ia bermaksud mengintimidasi Lucas.


Namun tiba-tiba Greep!!


Tanpa peringatan Lucas menarik kerah kemeja Jake dengan cepat menggunakan tangan kanannya tanpa mengalihkan pandangannya dari kursi Gazelle. Tarikannya sangat kuat sehingga kepala dan badan Jake secara otomatis membungkuk sejajar dengan kepala Lucas.


Kedua teman Jake tersentak kaget namun mereka tak berani berbuat apa-apa. Jake yang berada dalam cengkraman Lucas berusaha sekuat tenaga membebaskan diri namun cengkraman Lucas tak bergeming sedikit pun.


"Siapa...," ujar Lucas kemudian pada Jake yang mulai merasa tercekik.


"A-apa mak-sud-mu," ujar Jake tergagap.


Lucas pun mengalihkan pandangannya pada wajah Jake yang tepat sejajar dengannya. Wajah Lucas yang dingin seolah mengeluarkan sinar laser tepat ke dalam mata Jake membuat Jake mulai gentar. "Siapa pemilik kursi kosong itu!" ujar Lucas menunjuk pada kursi Gazelle dengan tangan kirinya.


"Pak guru datang...!" Tiba-tiba seorang anak berseru lantang. Anak-anak yang sedari tadi berkerumun memperhatikan Jake dan Lucas segera berlari ke tempat duduk masing-masing.


Mereka tak berani melerai Jake dan Lucas karena Jake sendiri merupakan anak yang sering berbuat onar. Sedangkan Lucas, di mata mereka Lucas bahkan lebih menakutkan daripada Jake.


Lucas tidak sempat mendengar jawaban Jake. Karena ia mendengar seruan peringatan tadi, ia juga segera melepaskan cengkeraman tangannya pada Jake dan mendorong mundur tubuh Jake. Beruntung kedua temannya sigap menahannya. Lucas hanya memberinya tatapan tajam.


Jake memegang lehernya yang terasa sakit. "Ketua kelas? Kau sebaiknya tak berurusan dengannya," ujar Jake lalu kembali duduk di mejanya dengan kesal.


Seorang guru pun masuk ke dalam kelas. Di belakangnya Gazelle mengekor sambil membawa setumpuk buku di tangannya. Dengan santai ia meletakkan buku itu di atas meja guru lalu bergerak menuju kursinya dan duduk dengan tenang. Ia tak melihat Lucas sedikitpun, seolah tak perduli dengan tatapan membunuh yang ditujukan Lucas untuknya saat ini.


"Haah... Orang seperti itu menjadi ketua kelas? Kau akan mati setelah ini," batin Lucas sambil terus menatap Gazelle.

__ADS_1


__ADS_2