
Agata takjub melihat hadiahnya.Alan sudah sampai di showroom.
Agata berbicara dengan pemilik showroom tersebut,ternyata pria keturunan tionghoa itu yang memberikan hadiah di club tersebut.Dengan ramah pria yang masih single itu menyalam Agata.
"Kenalkan saya Daniel,ujar nya.Berkulit putih,tinggi,berbadan atletis dan bermata sipit".
"Saya Agata ko...ujar Agata."
Agata punya beberapa sahabat dekat,teman kuliah dulu,kakak kelasnya.Selalu memanggil mereka dengan sebutan koko.
"Kamu sungguh memukau Ta...ujar Daniel.Bisa minta nomor Handphone?ujar nya sambil menyerahkan handphonenya."
Agata pun mengetik dan man save nomornya disana.
"Ta....kita boleh minta foto kamu?tanya Koko Daniel".
"Boleh ko,gak masalah,ujar Agata ramah."
"Karyawan Daniel pun mengambil beberapa foto Agata sendiri ,ber pose di mobil ferari tersebut,juga mengambil beberapa foto Daniel dengan Agata dengan latar belakang mobil hadiah Agata".
"Makasih ya ko...ujar Agata tersenyum."
"Sama -sama Ta...ujar Daniel".
Tidak begitu lama,masuk seseorang yang Agata sangat kenal,dia adalah Emily Widana,ditemani asisten William ...Pitter.
Pitter tersenyum mengangguk ke arah Agata.
Emily memandang Agata dengan tatapan tajam.
Berbaju minim,ngepas di badan,hm....undangan buat semua pria ,buat meliriknya.Termasuk si buaya kepincut,dalam hati Agata.
Koko Daniel pun memanggil asistennya,buat melayani Emily.
"Saya gak mau ko,dengan pelayanan asisten.Sama koko aja deh...ujar Emily".
"Maaf Nona,saya lagi ada tamu.Kalau andaau,asisten saya.tidak kalah menarik bukan...?ujar Daniel dengan tatapan rasa gak sukanya".
"Pilih kasih amat sih koko,ujar Emily".
Daniel mengajak Agata ke ruangannya.Sedangkan Alan mengurus keperluan surat-surat mobil.
Arya tetap menemani Agata.
"Silakan duduk Ta...ujar Daniel".
Agata memandang ruangan Daniel,sangat bersih,simpel.
"Koko gak tertarik dengan Emily?tanya Agata."
"Wanita tipe gitu banyak ta...manja,hanya ngandalin harta orang tua.Koko gak minat,ujar Daniel".
Arya pun tersenyum.
"Ta.....gak semua pria berminat dengan wanita seperri itu,ujar Arya.Tipe wanita manja,hanya andalin kekayaan orang tua memang seperri jamur di musim hujan Ta...semerbak dimana mana banyak.Mereka di hadiahi aneka perhiasan,di ajak belanjaan sudah langsung nyantol.Tapi banyak juga kaum pria tidak berminat dengan tipe seperti itu,ujar Arya".
"Benar banget ucapan kamu bro.Saya aja udah bosan,dengan tipe wanita yang di jodohkan orang tua,rata rata seperti itu."
Agata memandang Emily Widana.Ada rasa perih dslam hatinya.Memiliki orang tua dengan latar belakang pembisnks tersohor,apa saja bisa dia beli.Termasuk Pria yang dia minati.Agata menunduk,kehadiran Pitter di samping wanita itu,menyadarkan Agata,mungkin William di jodohkan orang tuanya.
Terlihat juga Alan memandangi wanita itu,dan kemudian menatap Agata.Alan paling tau perasaan Agata saat ini.
Agata hanya terdiam.Menahan perasaannya.
Arya hanya memperhatikan Agata.
"Gadis ini ,berusaha buat kuat,tegar.Mata nya gak bisa menutupi perasaannya.Dia sedang sedih.Dalam hati Arya".
__ADS_1
"Ko...saya pamit dulu yah...ujar Agat.Makasih hadiahnya ya ko,ujar Agata".
"Kapan ada waktu ,makan bareng ya Ta...ujar Daniel.Harus janji yah...ujar Daniel".
"Sippp ko.....ujar Agata".
Alan pun sudah selesai,Alan pun menatap Agata.
Emily menjulurkan kakinya dengan sengaja ketika Agata akan melangkah.
Dengan sigap Arya menarik tangan Agata,dan Agata pun dalam pelukan Arya.
Bertepatan juga dengan sosok William di pintu Showroom.William menyaksikan kejadian itu semua,menahan amarahnya.Agata pun melepaskan pelukan Arya.
Agata menatap Alan dengan rasa sedihnya.
Arya meraih tangan Agata,mengajak Agata keluar dari showroom.Ketika akan keluar dari pintu,tatapan Arya dan William beradu dengan sengit.
Alam menepuk bahu William.
"Demi kerikil,kamu melepaskan berlian bro.Jangan menyesal di kemudian hari.Kamu bisa lihat,bukan hanya kamu yang menanti cinta seorang Agata Jasen.Alan pun tertawa melecehkan William.Alan pun berlalu".
Agata masih memandang sosok William dari kejauhan.Perih terasa hati Agata.
"Ta....kita makan bareng yok...ujar Alan".
"Yokkk....makan dimana bang?tanya Agata."
"Makan di resto korea ,mau kan Ta?ujar Alan."
"Mau dong babang,hehehe...maklum...besok masuk hutan,gak akan ada ramen se enak resto langganan kita,ujar Agata".
"Mas Arya mau kan ikut?ujar Agata".
"Hm....ujar Arya dengan cool".
"Naik mobil bang Alan aja yah..".
Arya pun menelepon anggotanya,untuk mengambil mobil nya.
Arya,Alan dan Agata pun pergi ke resto korea.Tripel "A"...go.....ujar Agata sambil tertawa.
Entah kesialan apa lagi hari inj,memasuki resto,Agata ,Alan dan Arya memasuki ruang privasi.
Tetapi Agata sangat terkejut saat melihat William dan Emily juga bertepatan di depan sebuah ruangan privasi yang sedang terbuka.Disana terlihat 2 pasang orang tua.
William menatap Agata.
Agata menatap kedua bola mata William.Kemudian mengahlihkan pandangannya,melihat nomor ruanganyang mereka pesan.Agata pun membuka ruangan itu dan memasuki ruangan itu,di ikuti Arya dan Alan.Alan menatap William dengan sangat marah,lalu menutup pintu dengan perasaan kesal.
Agata hanya terdiam.Mebolak balik handphonenya.
Arya menepuk nepuk tangan Agata.
"Jangan jadi beban
Jangan di pikirin,ujar Arya".
"Ada rasa sesak di dalam dada Agata.Agata masih berharap,dia dan William bisa meluruskan kesalahpahaman di antara mereka.Namun Agata sadar,dengan apa yang dia lihat saat ini."
Agata pun memesan jjajangmyeon,Alan memesan bibimbap,bulgogi,Alan memesan Ramen,tteokbokki,tokkebi hot dog,sundubu jjigae(berisi udang,aneka kerang dan sayur".
"Ta....ujar Alan."
"Hm...ujar Agata".
"Kamu udah pisah dengan dia?tanya Alan".
__ADS_1
"Sudah.Tapi dia gak terima bang.Tapi di luaranliat sendiri kan bang,wanita itu siapa.Dan liat sendiri,pertemuan keluarga mereka saat ini,ujar Agata".
"Ku seperti Cu pak kay bang...
memang benar,Cinta derita tiada akhir,ujar Agata membenamkan kepalanya di meja kecil di depannya".
"Kamu selalu saja jatuh ke dalam orang yang salah,ujar Alan."
"Maklum kere bang,ujar Agata".
"Mata mereka aja buta.Uhar Alan kesal".
Pesanan mereka pun datang.Agata memakan perlahan jjajangmyeon nya.Perlahan air mata Agata mengalir di pipinya.Teringat,restoran ini,ruangan ini,sangat sering Agata dan William tempati,dikala mereka kencan.
Agata perlahan menepuk nepuk dadanya,menahan rasa perihnya.Arya memberi agata air mineral.
"Makan dulu,baru mikir yang lain,ujar Arya."
Agata melihat Arya makan ramen.
Agata mengambil sumpitnya ,mencomot Ramen Arya.Arya pun tersenyum.
"Pedas banget sihh...ujar Agata."
Agata di suapi Arya beberapa makanan,Alan juga melakukan hal yang sama.
Dikala kita bersedih,teman bisa menjadi orang yang menghibur dan menguatkan kita.
Agata meminum soda nya,Tiba -tiba pintu di buka seseorang,William menarik tangan Agata.Agata berusaha melepaskan tangannya.
"Apa-apaan sih kamu....ujar Agata menaha amarahnya".
"Ta.....ujar William menatap Agata."
Kedua pasang orang tua itu memandang ke arah Agata,orang tua Emily pun pamit dan menarik tangan Anaknya.Tetapi Emily tidak menghiraukan orang tuanya.
"Pa.....kenalkan....ini Agata.Pacar William...ujar William".
"Papa sama mama tunggu di rumah Will,bawa pacar kamu,ujar papa Juan."
"Baik pa...ujar William".
"Maaf om...saya bukan pacarnya William,ujar Agata".
"Kamu om tunggu di rumah,ujar papa William tersenyum.Mama Lily juga tersenyum ke arah Agata".
"Will.....kamu bilang dia pacar kamu kan.Aku apa kamu Will?tanya Emily".
"Will.....aku pacar pertama kamu,teman bermain kamu sejak kecil,win....".
"Aku sudah bilang sama kamu Emily,kamu hanya masa lalu aku,kita sudah pisah,sudah lama dan bertahun tahun lalu.Kamu sadar gak Emily,kamu tang merencanakan pertemuan ini,kamu pikir orangtuaku kolot dengan menjodohkan aku?gak.....semua akal bulus mu saja.Tanpa kerjasama dengan perusahaan papamu,aku jamin perusahaan papaku masih bisa kuat ,ujar William".
"Kamu sudah sangat keterlaluan Emily.....ujar William sengat- sangat marah."
"Saya gak mau Will.Saya yang berhak dapatkan kamu.Bukan wanita ini,ujar Emily".
Tiba -tiba Emily mengambil sebuah piring yang ujungnya tajam,melemparkannya ke badan Agata secara tiba -tiba.
Agata merasa sangat nyeri di bagian dadanya,tidak lama kemudian,darah mengalir.
Alan,Arya,dan William sangat terkejut.
William dengan cekatan mengambil jaketnya,Menutup luka Di bagian dada Agata.William langsung menggendong Agata ala bridal style.
"Kamu akan ku pastikan mendapat ganjaran yang setimpal,ujar William sangat marah".
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Jangan lupa like ,vote dan koment
happt reading guysss.