
Mbak Tami selalu sangat senang melihat kehadiran Agata.
"Dek ....cepat cepat aja nikah nya.Mbak sangat setuju, perisainya mbak, jadi adik ipar mbak."
"Papi setuju,Arya kan sudah melaksanakan permintaan papi.Gak ada syarat lagi bukan.Kapan Ya...rencana kalian?ujar sang papa".
Arya hanya memandang Agata yang tiba tiba menunduk.
"Ta...kamu gak tau....perpisahan kamu dan Arya,membuat Arya frustasi.Jarang pulang,tinggal di pelosok,terakhir dia terus tugas di luar negeri ikut pasukan gabungan,ujar mbak Ana.
"Setahunan gitu Ta....ujar papa Arya".
Arya menggaruk kepalanya.
"Agata masih banyak kontrak om...ujar Agata.Lagi banyak hal yang harus Agata bicarakan dengan Arya,ujar Agata".
"Sebenarnya Ta....papi mu ada hubungi om beberapa bulan lalu,membicarakan hubungan kalian.Papa mu bilang,kamu di lamar Steve.Apa benar?tanya Anton Bagaskara."
"Benar om...ujar Agata."
"Jadi kamu sudah memikirkan masalah ini?tanya Anton Bagaskara,di media juga hubungan kalian hingga saat ini masih hangat di perbincangkan,ujar papa Arya".
Agata hanya diam.Sebenarnya tidak pernah terlintas buat memikirkan menikah,sejak berpisah dari Arya.Pertahanannya runtuh saat sosok Arya datang kembali.Steve sangat tahu,perasaan Agata terhadpnya.Steve selalu bisa menerima Agata,asalkan Agata bersedia saja untuk hidup dengannya.
Agata hanya diam.
"Jika kamu mencintai Arya,menikalah tahun ini juga.Dan selesaikan secara baik baik dengan Steve.Steve sangat baik,pemuda berhasil dengan kemampuannya sendiri,citra nya sangat baik.Mungkin jika om di posisi papamu,akan memaksa putri om menikahi Steve dan bukan Arya,ujar Anton Bagaskara ,mencoba mengganggu anaknya".
"Pa....papa mengecilkan hati Arya,tatapan mata Arya sangat tajam,Arya merasa papa nya serius menjatuhkan kemampuannya".
Arya menggenggam tangan Agata,dan keluar dari rumah orang tua Arya.
Tami,Ana dan mama Raisha hanya bisa terperagah dengan kejadian yang sangat singkat.Mama memukul pelan lengan papa.
"Papa usil...ujar mama.Kasihan anakmu pa...bukan nya di semangatin,dasar...ujar mama Raisha ngambek dan pergi ke kamarnya".
Sesampai di perkarangan luar,Agata melepaskan perlahan genggaman Arya.
"Maaf mas,mungkin papa mas berkata benar,ujar Agata.Apa yang om bilang itulah adanya hubungan kita, kata papa mas,Steve masih menanti jawaban Agata.Maaf...Agata hanya terbawa perasaan ,ujar Agata.Maaf...hubungan kita terlalu banyak persoalan mas,ujar Agata,kita jangan terburu buru mas,kita benar benar pikirkan,jangan emosi sesaat.
"Ta....kamu mengingkari perasaanmu,mengingkari kata hatimu.Matamu bisa mengelabui orang lain,tapi kamu gak bisa bohongi perasaanmu pada mas,ujar Arya memejamkan matanya."
Arya memeluk erat Agata.
"Please Ta....ujar Arya".
Agata hanya diam,dia benar benar sangat menginginkan sosok Arya.Tapi gimana dengan permintaan papa Arya,gak mungkin,hanya teritung 4 bulan semuanya beres.Agata gak mau menjanjikan yang Agata gak bisa penuhi.
Papa dan mama Arya memanggil Arya dan Agata.Mbak Tami menarik tangan Agata.Mereka kembali ke rumah.
Arya masih terlihat marah dengan papa nya.
Kontrak kamu,akan kita bayar pinalty nya,ujar papa Arya.
"Jangan om....nilai kompensasinya sangat besar.."
"Kita akan membayar nilai kontaknya ,ujar om Anton Bagaskara".
"Tidak om...jangan ,ujar Agata".
__ADS_1
Agata tau nilai pembatalan kontrak bukan sesuatu yang murah.
"Mama Raisha berharap,kamu dan Arya bisa hidup bersama.Kalian mempunyai perasaan yang kuat sejak kecil,terutama Arya.Mama juga heran,Arya begitu tergila gila denganmu sejak kecil.Apapun kamu ucapkan ,Arya selalu mau mendengarkan.Dan Arya menyanggupi semua syarat dari papa nya,kamu tahunkan Ta...itu pilihan yang sulit buat Arya.Baiknya,kalian memutuskan menikah.Kalau masalah kontrak,kalian tunda dulu punya momongan.Setidaknya kalian sudah bersama."
Arya menggenggam tangan Agata.
"Ta....apa kamu setuju?pikirkan yah.Apa yang mama bilang,itulah yang mas rasakan."
"Agata akan memikirkannya om...tante...
Agata akan pikirkan yah mas."
"Baiklah nak....ujar mama dan papa Arya berbarengan".
Anak mbak Ana baru bangun,begitu lucunya berjalan ke arah opa dan omanya.
Terlihat Anton dan Raisha sangat bahagia melihat cucu mereka yang paling kecil.
Mereka pikir sang anak mendekati mereka,mereka salah.Sang anak mendekati Arya.
Begitu manja pada Arya,dan sangat lucu.
"Ta.....Arya sangat sayang sama anak anak.Kelak kalian nikah,hati hati,Arya minta anak nya banyak,ujar mbak Tami".
Agata tersenyum.
"Ta....nginap di sini aja yah malam ini.Kamar banyak,lagian kita BBQ ujar mbak Ana".
"Baiklah mbak,ujar Agata.Tapi Tata pulang bentar,ambil pakaian,ujar Agata".
"Gak usah.Tuh pakaian mbak Ana banyak yang baru,lengkap.Ukuran kalian sama deh...ujar mbak Tami."
"Iya Ta...mbak baru belanja tadi,ujar mbak Ana".
"Jangan sungkan sungkan Ta...ujar mama Raisha".
Mereka pun BBQ,terlihat James,Arya ,papa Anton,Darren suaminya mbak Ana membakar sejumlah daging,jagung,ikan.Agata sibuk memeluk dan mencium si kecil Elisabeth.
Ketika semakin malam ,Udara semakin dingin.
Agata merasakan perutnya sangat sakit.
Keringat dingin pun dia alami.Agata mendekati mbak Tami meminta pembalut,karena Agata lagi haid,terasa seperti biasa perut Agata sangat sakit.
"Ta.....apa kamu sering seperti ini, jika datang haid?tanya mbak Tami".
"Iya mbak,sakit jika haid,perut,sangat sakit,ujar Agata".
Selesai bersih bersih mbak akan periksa yah,ujar Tami.
Agata pun bersih bersih.Masih terlihat wajah Agata menahan rasa sakit.Agata pun keluar dari kamar mandi.Terlihat Agata sangat kesakitan menahan nyeri.
Tami membawa Agata ke sebuah ruangan,mereka melalui pintu penghubung ke rumah mbak Tami.
Tami melakukan USG pada perut Agata.
"Ta.....mbak akan memberikan obat,haid mu selama ini tidak lancar,banyak masih sisa di dalam ,bisa menimbulkan kista,itu yang menyebabkan rasa sakit sewaktu haid.Mbak akan beri obat,tapi jika kamu minum,akan seperti pendarahan beberapa hari ,akan banyak haidnya datang.Kamu disini aja ya,mbak akan pantau,ujar Tami".
Agata hanya mengangguk.
__ADS_1
"Mas kita pulang bentar ya ke apartemen.Ambil keperluan Tata,ujar Agata".
Aryapun mengangguk.
Jarak apartemen dan rumah kediaman otang tua Arya tidak terlalu jauh.Ketika Agata berkemas,rasa sakit pada perut Agata luar biasa.Agata meringis.
Arya begitu terkejut melihat Agata begitu kesakitan.Arya memeluk erat Agata.
Mereka pun kembali ke rumah keluarga Arya.
Agata terbaring lemah ,menahan sakit dan nyeri haidnya.Mbak Tami memantau Agata.
"Apa sering seperti ini Ta...ujar Mbak Tami."
"Setiap haid selalu begini mbak,ujar Agata.Tata takut berobat.Mami yang di tanyai juga gak ada.Dulu beberapa kali pernah pingsan juga di lokasi syuting karena haid,ujar Agata."
"Mbak sudah beri obat,beberapa hari ke depan,mbak akan suntikkan vitamin ke rahim Tata.Agar rahim Tata semakin sehat,ujar mbak Tami".
"Apa Agata akan sulit punya anak mbak?tanya Tata dengan polos nya."
"Gak Ta...kalau di biarin akan seperti itu.Dan bisa menyebabkan kista ,hindari minuman bersoda,makanan mentah yah...bisa memicu dalam kondisi kamu seperti ini,ujar Tami."
"Ya....kamu temani Agata yah....jika haidnya banyak,bangngunin mbak ya.Memang mbak memberi obat pada Agata,dan memantaunya."
Karena pengaruh obat,Agata tertidur.Arya menggenggam tangan Agata.
Arya menemani Agata di samping tempat tidur dengan sebuah kursi lipat seperti ranjang yang serba guna.
Agata tidur dengan pulas.Ketika subuh,Arya melihat selimut Agata banyak darah.
Arya pun mengetuk pintu kamar mbak Tami.Mbak Tami terbangun.
"Kenapa dek?tanya mbak Tami."
"Darah Agata sangat banyak mbak,sampai kena ke selimut."
Tami pun bergegas melihat Agata.
"Ya....kamu di luar dulu.Sebelum di luar,ambilkan pakaian Agata komplit,cepat yah,mbak akan bersihkan Agata.Dia terlalu lemas karena darah yang banyak keluar.Mbak akan infus,ujar Tami."
Arya mengambil baju tidur dan dalaman Agata,tidak ada lagi rasa malu.Arya sangat kawatir pada Agata.
Tami membersihkan Agata dan memakaikan pembalut baru.
Mama Raisha pun melihat Agata bersama.Agata terlihat lemas dan pucat.
"Jangan takut gitu dek.Mbak memberi obat agar haid Agata lancar.Perut Agata kelak kalau datang haid gak akan sakit lagi ,ujar Tami.Beberapa bulan harus mbak pantau,dan Agata harus cek rutin dan wajib,ujar Mbak Tami menatap Arya serius.Kamu harus memastikannya ya."
"Baik mbak,ujar Arya".
Keluarga Arya berkumpul sarapan,mereka terkejut Agata dalam perawatan Tami.Mereka lega karena Tami dokter yang sangat kompeten.
Agata seperti Ana jika sedang haid.Tapi Ana sudah keburu ada kista,dan sulit punya anak.Sampai Tami buat program bayi tabung.
"Kalau ada sesuatu yang janggal,harus di cek detail dan berobat,ujar Tami membelai rambut Agata".
Agata pun mengangguk.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
jangan kipa like,vote dan koment
happy reading guysss