Suamiku Duda Muda

Suamiku Duda Muda
Memang Pantas dia dijuluki Mak Lampir


__ADS_3

Hari ini Diva bersama dengan Tyas pergi belanja kebutuhan untuk Diva masuk kuliah.


"Diva kamu sangat beruntung ya,bu Tita mau membiayai kuliahmu dan kamu dikuliahkan di kampus terbaik." kata Tyas sambil memegang tangan Diva


"Iya aku sangat beruntung,tdk tahu bagaimana caranya berterima kasih pada bu Tita." Jawab Diva dengan wajah yang terus menatap ke depan


"Jangan sia-siakan ini semua karena tidak semua orang bisa mendapat keberuntungan seperti kamu!"


"Iya aku tahu itu dan aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi supaya bu Tita tidak kecewa."


Diva dan Tyas memasuki sebuah toko buku,tanpa sengaja bertemu dengan Mawar dan juga Alea


"Aunty itu mommy!" Alea menunjuk ke arah Dimana Diva dan Tyas berada


"Mana sayang?" tanya Mawar sambil melihat ke arah yang Alea tunjuk


"Itu sana! Ayo kita kesana aunty!" Alea menarik tangan Mawar lalu ketempat Diva


"Momyyyy!" Panggil Alea membuat Diva menoleh kebelakang


"Alea!" Diva langsung memeluk Alea


"Mommy kenapa tidak pernah kerumah?" Tanya Alea memanyunkan bibirnya membuat ketiga orang disana gemas


"Maaf sayang mommy sibuk jadi belum sempat jenguk Lea." Kata Diva sambil mencubit pipi Alea


Mawar dan Tyas hanya diam melihat interaksi kedua orang itu. Mawar terlihat biasa saja berbeda dengan Tyas yang tampak bingung


"Lea ngapain disini sayang?"


"Lea nemenin Aunty cari buku mommy sekalian cari buat Lea juga."


"Mbak Diva besok sudah masuk kuliah kan?" Tanya Mawar


"Iya aku sudah kuliah,rasanya seperti mimpi aku bisa kuliah setelah nganggur 1 tahun."


"Gak masalah kok,kan kita bisa 1 kelas kalau begitu."


Diva dan Mawar beda 1 tahun,karena Diva sempat nganggur 1 tahun jadi dia bisa sama dengan Mawar. Mereka kuliah ambil jurusan yang sama yaitu Manajemen Bisnis,Diva sejak SMP berangan-angan mempunyai perusahaan sendiri maka dari itu dia ingin kuliah jurusan bisnis sedangkan Mawar mengambil jurusan bisnis karena dorongan dan motivasi dari sang kakak.


"Aku penasaran deh sama kakak kamu,sepertinya dia sangat perfect dimata kamu ya sampai-sampai kamu kuliah dan mengambil jurusan bisnis karena ingin ikut jejaknya." Kata Diva


"Kapan-kapan kita ke kantornya aja,tapi dia sering kok ke butik,apa kamu tidak pernah melihatnya?"


"Setiap datang aku pasti lagi libur jadi gak lihat."

__ADS_1


"Pantesan aja. Kami pulang duluan ya,takutnya si gemoy ngantuk,apalagi ini uda saatnya dia tidur."


"Lea sayang kapan-kapan kita ketemu lagi ya,sekarang pulang dulu sama Aunty." Kata Diva mengelus kepala Alea


"Iya mommy." Alea Memeluk Diva lalu meninggalkan mall bersama Mawar


"Diva jadi benar kamu dekat bangat sama cucunya bu Tita sampai dia manggil kamu mommy?" Diva gak sadar kalau dari tadi ada Tyas yang memperhatikannya


"Eh...hehehehe..iya aku dekat sama Alea baru-baru ini karena kejadian yang gak di sengaja."


"Oh gitu. Tanggapan ibu Tita gimana?"


"Ibu sih santai aja gak pernah permasalahkan itu selagi Alea bahagia."


"Trus kalau pak Alfa gimana responnya?"


"Aku gak tahu karena aku belum pernah ketemu. Sudahlah gak usa di bahas lagi,lebih baik kita pulang yuk,aku mau persiapkan untuk besok ke kampus."


"emangnya kamu sudah daftar?"


"Ibu Tita sudah daftarin aku." Jawab Diva terus berjalan ke kasir membayar buku yang ia beli


Di tempat yang sama ternyata ada wanita yang tampak penasaran dengan sosok Diva


"Itu kan Mawar dan Alea,lalu siapa yang dia panggil mommy,apa itu mantan istrinya Alfa. Jika itu mantan istrinya tapi kok mereka tampak sangat akrab dan wanita itu juga kayaknya seumuran dengan Mawar,lalu penampilannya juga tidak seperti model yang tante Tita katakan. Jika dia model tidak mungkin penampilannya sederhana begitu. Ah ini membuatku pusing,aku akan tanyakan ke Mawar saja." Gumam Audri yang kini berada di tempat yang sama dengan mereka


"Diva!!" Panggil seorang wanita yang Diva kenal


"Mawar!"


"Gimana,apa sudah selesai semua?" Tanya Mawar


"Iya sudah,ni aku mau ke butik,kamu mau kemana?"


"Aku mau kebutik juga,pulang kerumah juga gak ada kerjaan. Lagipula Alea ada di butik dengan mama."


"Alea di butik,kalau gitu ayo kita kesana!" Kata Diva dengan semangat sambil menarik tangan Mawar


"Iya,tapi pelan-pelan dong. Kita naik mobilku aja." Mereka berdua lalu ke butik menemui Alea


Sesampainya di butik Alea sedang bermain dengan Sari tetapi tampaknya Alea tidak semangat dan hanya Sari yang terus saja bicara tanpa Alea perduli. Sari sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian dan mencuri hati Alea agar ia dengan mudah mendekati Alfa tetapi Alea memang anak yang susah di dekati dan tidak sembarang orang bisa mendekatinya


"Aleaaa!" Panggil Diva yang baru tiba di butik


"Momyyy!" Alea berlari kearah Diva dan memeluknya

__ADS_1


"Sayang kamu ngapain."


"Aku lagi main sama tante sari tapi gak seru mommy." Kata Alea dengan wajah menggemaskan


"Kok gitu sayang?"


"Maunya main sama mommy tapi mommy gak ada sedangkan oma sibuk jadi aku terpaksa main sama tante Sari deh." Kata Alea


"Ya sudah ayo kita masuk sayang,mommy juga kan mau kerja jad kita tunggu di ruangan oma ya?"Kata Mawar yang muncul dari belakang Diva


"Ayo aunty,mommy!" Mereka masuk ke dalam butik,Diva lanjut kerja sedangkan Alea dan Mawar ke ruangan Tita


"Omaaa!"


"Eh sayangnya oma,gimana mainnya senang gak?"


"Gak seru oma,Lea maunya sama mommy tapi mommy baru datang dan langsung kerja lagi." Kata Alea mengerucutkan bibirnya


"Nanti kalau mommy sudah kerja baru Alea main sama ya,sekarang Alea main sama Aunty dan Oma dulu." Kata Tita


"Iya oma."


Di luar Sari lagi menunjukkan sok berkuasanya dengan mengintrogasi Diva yang kini sedang ke toilet. Tadi Sari berniat menemui Diva di meja kasirnya tetapi Diva malah ke toilet dan itu malah membuat Sari ebih leluasa


"Eh Diva sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Bu Tita,kenapa Alea panggil kamu Mommy?" Tanya Sari menarik lengan Diva


"aduh mbak sakit!" Diva meringis kesakitan karena Sari menarik tangannya."


"Jawab pertanyaan ku!"


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan bu Tita mbak,tapi saya dan non Alea sering ketemu dan mungkin karena itu dia menganggap saya mommy nya."


"Aku peringatkan jangan sekali-kali mendekati anak ibu Tita atau kamu akan tahu akibatnya!" Kata Sari lalu pergi meninggalkan Diva yang masih merasa sakit bagian lengannya


"Tu orang kenapa sih,andai saja ini bukan tempat kerja pasti aku tidak akan mengalah seperti ini,Mana tanganku sakit bangat lagi. Memang pantas dia dijuluki mak lampir ." Gerutu Diva sambil mengelus tangannya yang sakit


BERSAMBUNG


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mohon dukungannya teman-teman agar bisa semangat terus upnya.


πŸ€ Like


πŸ€Komentar

__ADS_1


πŸ€Vote yang banyak ya tema-teman


__ADS_2