
Disebuah rumah sakit besar Alfa dan Rey membawa korban yang tabrak lari tadi. Kondisi ibu itu sangat memperihatinkan bahkan sekarang dia kehilangan banyak sekali darah tetapi belum ada pihak keluarga yang datang,jika terlambat maka nyawanya tidak akan tertolong. Alfa yang bingung harus berbuat apa tiba-tiba mempunyai ide
"Rey apa golongan darahmu?" Tanya Alfa
"Golongan darahku B.Kenapa? Jangan bilang kamu suruh aku donor darah buat ibu itu?"
"Iya tepat sekali,kita tidak mungkin diam saja sementara ibu itu lagi bertaruh nyawa."
"Ok. Aku akan tanyakan apa golongan darah ibu itu."
"permisi sus apa sudah ada donor darah buat ibu yang di dalam?"
"Belum ada pak,kami sudah menghubungi pihak keluarga tetapi jika menunggu keluarga kami takutkan ibu itu tidak akan bertahan karena kehilangan sangat banyak darah."
"Apa golongan darah ibu itu sus?"
"Golongan darahnya A pak!"
"Makasih sus infonya!"
"Golongan darah ibu itu gak sama dengan golongan darahku,jadi aku tidak bisa mendonorkan darah,tapi gimana dengan kamu?"
"Golongan darahku A. Baiklah aku akan mendonorkan darahku."
"Tapi kita akan ada meeting sebentar lagi dan jika kamu mendonorkan darah otomatis kita tidak akan bisa menghadiri meeting itu."
"Undur meeting itu jadi besok pagi jam 10,jika mereka menolak maka batalkan kerjasama dengan perusahaannya!" Kata Alfa tegas
"Baiklah akan aku coba." Rey lalu pergi menjalankan apa yang Alfa suruh
"Sus golongan darah saya A,ambil darah saya aja!" Kata alfa
"Baik pak,mari ikut dengan saya!" setengah jam berlalu Alfa akhirnya keluar dari ruang donor darah dan dianjurkan untuk istirahat terlebih dulu tetapi ia sama sekali tidak mau dan malah memilih menunggu di kursi ruang tunggu
Di Mall Diva yang baru saja menerima telepon dari seseorang tampak sangat syok hingga jatuh ke lantai,dia tidak.lagi memperdulikan tatapan orang-orang disana.
"Diva ada apa?" Tanya Mawar panik
"Mommy kenapa?" Alea lalu memegang tangan Diva
"Mawar tolong antar aku kerumah sakit sekarang!"
"Emang ada apa?"
"Ibuku mengalami kecelakaan dan sekarang di rumah sakit kondisinya kritis." kata diva dengan derai air mata
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang!" Mereka lalu berangkat ke Rumah sakit,tanpa sadar Mawar membawa mobil dengan kecepatan tinggi karena sangat panik melihat kondisi Diva
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Diva langsung berlari masuk kedalam dan mencari ibunya
"Sus pasien atas nama Rosalina yang kecelakaan barusan dimana ya?"
"Lagi diruang operasi mbak,silahkan di bagian sana!" perawat itu mempersilahkan Diva ke depan ruang operasi
"Mawar ayo!" Sesampainya di depan ruang operasi mereka di kejutkan dengan kehadiran orang yang sangat mereka kenal
"Papi!" panggil Alea melihat Alfa duduk di kursi dengan posisi sandar dan wajah yang agak pucat
"Alea!" Alfa bingung kenapa alea bisa ada dirumah sakit dan Diva dengan penampilan yang kacau
"Kak Alfa ngapain disini?" Tanya Mawar
"Tadi kami menolong ibu-ibu yang kecelakaan dan sekarang lagi di operasi." Kata Rey langsung menjawab pertanyaan Mawar
"ibu-ibu kecelakaan? Jadi kalian yang telah menolong ibuku?" Kata Diva dengan mata yang sembab
"Jadi yang kakak selamatkan adalah ibu Diva? Trus kenapa wajah kakak sangat pucat?" tanya Mawar khawatir
"Alfa baru saja mendonorkan darahnya buat ibu yang di dalan karena tadi ibu itu kritis dan sangat membutuhkan darah sedangkan pihak keluarga belum datang,untung saja golongan darah Alfa sama dengan ibu itu,kalau saja tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi." Kata Rey menjelaskan pada Mawar
"Mbak yang pernah saya antar kerumah sakit ini ya?" Kata Rey melihat ke arah Diva
"Iya mas itu saya. Saya sangat berterima kasih sama kalian karena telah menolong ibu saya!" Kata Diva sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah pada Alfa
"Tapi bagaimana kalian bisa bertemu dengan ibu?"
"Saya gak tahu harus bagaimana membayar semua biaya operasi ibu saya,pasti sangat mahal." Kata Diva dengan raut wajah yang sangat sedih
"Kamu tidak perlu khawatir karena saya sudah mengurus semuanya!" Kata Alfa
"Terima kasih banyak. saya tidak tahu bagaimana caranya berterima kasih dan harus membalas kebaikan kalian dengan cara apa."
"Jadilah istriku dan ibu dari Alea!" Semua kaget mendengar permintaan Alfa,apalagi Diva dia langsung saja melotot ke arah Alfa
"Kamu jangan main-main!"
"Aku gak pernah main-main,lagipula Alea sangat ingin kamu jadi mommy nya." Kata Alfa dengan wajah yang tenang
"Nah itu aku setuju,gimana Rey?" Tanya Mawar
"Aku sih setuju aja asalkan Alfa bahagia." Kata Rey datar
"Dasar Papan,tu muka kenapa datar bangat kayak papan. Yang 1 kayak es dan yang 1 kayak papan,cocok deh kalian berdua!" Kata Mawar kesal
"Gemoy,aunty mau tanya apa gemoy mau kalau mommy Diva jadi istri papi dan tinggal sama kita?" Tanya Mawar ke Alea
__ADS_1
"Mau aunty,Lea mau punya mommy dan papi jadi Lea tidak di ejek lagi sama teman-teman." Alea sangat bahagia mendengar kata-kata Mawar
"Gimana,apa kamu mau?" Tanya Alfa
"Aku butuh waktu,setidaknya sampai ibu selesai operasi."
"Baiklah." Mereka semua diam tiba-tiba lampu ruang operasi mati dan dokter keluar
"Keluarga ibu Ros!" Panggil dokter
"Saya anaknya dok. Bagaimana ibu saya?" Tanya Diva panik
"Alhamdulillah semua berjalan lancar walau ada tulang retak di bagian tangan tetapi itu tidak butuh waktu lama untuk sembuh jika menuruti anjuran dokter dan untung saja tadi cepat mendonorkan darah karena jika tidak maka nyawa ibu Ros tidak akan tertolong. Akibat kecelakaan itu ibu Ros kehilangan banyak sekali darah karena benturan keras pada kepala dan retak bagian tangan."
"Tapi ibu saya bisa sembuh kan dok?"
"Jangan Khawatir karena semua berhasil kami tangani,kita sisa menunggu ibu Ros sadar dan saya akan melakukan pemeriksaan lanjut untuk memastikan apakah tidak ada masalah lain di kepala." Kata dokter menjelaskan
"Apa saya bisa menjenguk ibu saya dok?"
"Ibu Ros akan di pindahkan jadi lebih baik nanti temui di ruangan perawatan saja."
"Baik dok, sekali lagi terima kasih banyak dok."
"Kalau gitu saya permisi,kalau ada apa-apa langsung panggil saya."
"Baik dok!" Dokter itu lalu pergi meninggalkan mereka,tidak lama setelah itu para perawat keluar dengan mendorong Ros yang terbaring lemah belum sadarkan diri di atas tempat tidur
"Ibu!" Diva lalu menghentikan perawat itu dan langsung menghampiri Ros
"Maaf mbak kami harus membawa ibu Ros keruangan,jadi kalian bisa menemuinya disana!"
"Tuan Alfa tunggu!" Panggil Diva membuat Alfa menghentikan langkahnya
"Ada apa?" Jawab alfa dingin
"Saya akan menjawab yang masalah tadi."
"Jadi apa jawaban kamu?" Alfa menatap Diva dan berharap jika Diva bisa menerimanya walaupun Alfa sama sekali tidak ada rasa dengan Diva tetapi entah kenapa dia sangat ingin melindunginya.
BERSAMBUNG
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
♈Vote yang banyak teman-teman
__ADS_1
♈Like
♈ Komen