Suamiku Duda Muda

Suamiku Duda Muda
Pertemuan 2


__ADS_3

"Iya Tuan,Divaa akan menikah!" Kata Sakti


"Dengan siapa dia menikah?" Tanya Yamada


"Dengan saya!" Suara itu berasal dari Alfa yang langsung menjawab pertanyaan Yamada. Pasangan suami istri itu langsung menatap ke arah Alfa


"Apa itu benar?" Tanya Yamada


"Iya Tuan,mereka akan menikah dalam waktu dekat ini." Kata Sakti


Setelah mendengar itu Yamada dan Miura diam seribu bahasa,mereka tidak tahu harus berkata apa karena di Jepang Diva sudah di jodohkan dengan orang lain


"Apa tuan Yamada merestui hubungan kami?" Tanya Alfa


"Kami tidak tahu harus bahagia atau tidak karena Sebenarnya Kakek Diva sudah menjodohkannya dengan orang lain."Kata Yamada


"TIDAK! aku tidak mau di jodohkan,kalian benar-benar egois tidak pernah mengerti perasaanku,aku tidk akan pernah mau menerimanya dan aku akan tetap menikah dengan Alfa,kalau kalian tidak merestuinya lebih baik kalian lupakan jika kalian masih punya anak!" Kata Diva tegas,dia sangat marah karena beranggapan kalau keluarga kandungnya seenaknya terhadap dia


Diva bukan kurang ajar pada keluarganya tetapi dia masih belum bisa terima kenyataan dan sebenarnya Diva bukan tipe wanita yang suka melawan tapi keadaan yang mengharuskan dia berbuat seperti itu


"Diva sayang jangan bicara begitu bagaimana pun mereka orang tua kandungmu nak!" Kata Ros


"Tapi aku tidak mau dijodohkan bu,apalagi jika harus tinggal di Jepang dan pisah dengan kalian. Lebih baik aku tidak mengetahui siapa orang tua kandungku daripada aku harus pisah dari kalian,kalian yang sudah membesarkan aku dengan kasih sayang melebihi anak kandung,dan sekarang dengan seenaknya mereka datang ingin membawaku pergi dari kalian, Apa ini adil?" Kata Diva meluapkan semua isi hatinya,semua hanya bisa diam. Miura hanya bisa meneteskan air mata tidak menyangka anak yang dia titipkan 19 tahun yang lalu tidak mau ikut dengannya kembali ke Jepang


"Kakekmu mau sekali bertemu denganmu sayang,dia sangat berharap kamu pulang kesana melihatnya!" Kata Miura


"Aku akan pergi nelihatnya tapi bukan untuk tinggal disana!" Kata diva tegas


"Baiklah kami akan menuruti kemauan kamu,asal kamu mau menerima kami sebagai keluarga dan pulang ke Jepang menjenguk kakekmu." Kata Yamada


"Apa kalian merestui pernikahanku dan Alfa?" Tanya Diva


"Iya kami merestuinya!" Jawab Miura pasrah karena dia tidak mau lagi kehilangan anaknya,masalah di Jepang nanti dia akan selesaikan


"Kapan kalian akan menikah?"Tanya Yamada


"Lusa kami akan menikah!" Kata Alfa membuat semua kaget


"Apa itu tidak terlalu cepat nak?" tanya Sakti


"Tidak yah,lebih cepat lebih baik tapi aku mau menikah hanya ada keluarga saja tidak perlu acara mewah apalagi harus ada media!" Kata Diva


"Aku juga setuju soal resepsi bisa di fikirkan nanti yang terpenting sekarang kami menikah dulu lalu aku akan mengajak Diva ke Jepang." Kata alfa dengan tenang

__ADS_1


"Baiklah jika itu kemauan kalian." Kata Sakti


"Nanti malam kita akan mengadakan acara makan malam di rumah utama,saya harap tuan Yamada dan nyonya Miura bersedia untk datang sekeluarga!" Kata Alfa


"Kami akan datang sekalian berkenalan dengan orang tua kamu." Kata Yamada


"Nanti malam asisten saya akan menjemput tuan dan nyonya!"Kata Alfa


"Iya terima kasih."


"Kalau begitu saya permisi dulu,mungkin kalian butuh waktu." Alfa beranjak dari tempat duduknya lalu pergi bersama Rey


Dalam ruangan terasa sngat canggung,Diva hanya diam memainkan ponselnya


"Diva sayang!" Panggil Miura


"iya." jawab Diva singkat


"Kamu yakin akan menikah dengan tuan Alfa?"


"Iya aku sangat yakin."


"Yang mama dengar kalau dia itu pria yang dingin dan sangat tegas,apa kamu sanggup?"


"Baiklah jika itu sudah keputusanmu nak. Bisa kah kamu memanggil kami dengan sebutan mama dan papa?" Tanya Miura pelan


"Aku tidak tahu apa aku bisa melakukannya tapi aku akan berusaha."


"Terima kasih nak. Sekarang kamu kuliah dimana?"


"Aku kuliah di salah satu universitas ternama di sini!"


"Baguslah jadi tidak sia-sia mama menitipkan sejumlah uang unuk biaya hidupmu." Kata-kata Miura membuat Diva menatapnya


"Maksudnya apa? Ayah dan ibuku disini yang telah bekerja keras untuk menyekolahkanku bahkan aku bisa kuliah karena beasiswa." Kata Diva


"Maaf sebelumnya nyonya,kartu yng nyonya kasih saat itu hilang,Ketika saya ingin membelikan semua keperluan Diva,saya di jambret dan semua hilang termasuk kartu itu. Untung saat itu saya tidak membawa kalung itu." Kata Ros gugup


"Jadi selama ini kalian hidup menderita? Padahal aku telah memberikan sejumlah uang agar kalian bisa hidup enak dan membuka usaha."


"Iya nyonya,walaupun kami susah tapi kami masih bisa makan dan tinggal nyaman walaupun rumah kami kecil."


"Aku gak nyangka kalau anakku akan menderita begini sedangkan aku disana bergelimang harta,ibu janji akan mengganti semua itu nak." Batin Miura

__ADS_1


"Sebenarnya itu hal yang mudah,uang yang ada di kartu itu tidak bisa di ambil oleh orang lain karena suami saya sudah mengunci tabungan itu dan hanya bisa di buka dengan pin yang sesuai,jika 1x saja salah maka sudah tidak bisa di pakai dan uang aman."


"Syukurlah jika masih aman,saya sangat takut jika itu hilang." Kata ros


"Nyonya dan tuan tinggal dimana?" Tanya Sakti


"Kami sudah membeli Apartemen di sini jadi kami tinggal disana." Kata Miura


"Bu aku harus pulang duluan karena aku harus kerja,tadi aku ijin ke bu Tita cuma sebentar aja." Kata Diva


"Apa kamu tidak bisa ijin aja sayang untuk tidak masuk,kan disini masih ada orang tua kamu."


"Tidak bisa bu,aku sudah terlalu sering ijin."


"Kamu kerja dimana nak?" Tanya Miura


"Aku kerja di butik milik maminya Alfa!" Kata Diva singkat.


Sebenarnya Diva masih belum bisa menerima kehadiran orang tua kandungnya makanya dia beralasan untuk pergi kerja. Diva sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang walaupun hidup pas-pasan tetapi hidupnya tenang dan penuh kasih sayang.


"Baiklah kalau begitu kami juga pamit dulu,nanti malam kita ketemu di rumah Alfa." Kata Yamada


Mereka akhirnya berpisah dan kembali ke kediaman masing-masing


"Pa kayaknya Yumi tidak mau menerima kita." Kata Miura sedih sambil berjalan ke luar


"Tenang saja mungkin Yumi butuh waktu karena ini bukan hal yang mudah bagi dia." Yamada menenangkan Istrinya dengan merangkulnya


"Tapi bagaimana kita menjelaskan ke papa kalau Yumi menolak ikut pulang dan sudah menikah disini?" Miura takut dengan amarah sang mertua karena dia sangat tahu bagaimana watak mertuanya itu,jika ada hal yang di inginkan harus terjadi


"Nanti kita coba bicarakan semuanya." Kata Yamada


BERSAMBUNG


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like


♈ Komen

__ADS_1


__ADS_2