Suamiku Intel

Suamiku Intel
Ch 5 - Berbalas Chat Dengan Pria Aneh


__ADS_3

POV Dira written by ErKa


Aku : iya, selamat malam juga kak 😊


Baka_yarou017 : boleh tanya sesuatu?


Aku : iya kak, mau tanya apa ya? ☺️


Baka_yarou017 : tapi janji jangan marah


Aku : mau tanya apa dulu? 😊


Baka_yarou017 : janji jangan marah dulu.


Aku : pertanyaannya apa dulu kak?


Baka_yarou017 : takut marah ...


Aku : tergantung pertanyaannya. Mau tanya apa ya?


Aku mulai mengetik dengan gemas. Tidak biasanya mendapat chat seperti ini. Biasanya chat berisi pertanyaan kapan novel update, support yang berlimpah dan perhatian tulus dari pembaca. Namun chat dari pembaca yang satu ini sungguh aneh. Sebenarnya apa yang ingin ditanyakannya? Apa dia mau bertanya tentang regulasi di platform tempatku bernaung saat ini? Tata cara menulis? Gaji? Atau apa?


Pokoknya kalau masalah gaji atau hal sensitif lainnya yang dia tanyakan, aku pastikan untuk tidak menjawabnya. Itu pikirku.


Lama aku menunggu. Penasaran juga dengan pertanyaan yang akan dia lontarkan. Karena tak kunjung mendapat balasan, pada akhirnya aku beralih membalas pesan pembaca yang lain.


Setelah 10 menit berlalu, muncul notif pesan masuk. Dan pesan itu dari pembaca aneh tadi. Ternyata dia mengirim sebuah gambar. Rasa penasaran yang tinggi membuatku mendownload gambar itu.


Baka_yarou017 : Mau tanya. Ini foto bidadari apa manusia ya?


GUBRAAAAAKKK ...


Aku serasa ingin mencekik seseorang. Gambar yang susah payah ku download ternyata berisi fotoku sendiri!! Baru kusadari, ternyata aku sedang dimodusin orang ini!! Dia pembaca laki-laki!! Bukan perempuan seperti yang biasa kudapati. Sangat menyesal telah bersikap ramah padanya.


Baka_yarou017 : Kok gak jawab? Marah ya? Jawab pertanyaanku ...


Aku menahan diri untuk tidak mengumpat.


Hah, tenang ... sabar ... Aku harus selalu ramah dan baik kepada semua pembacaku, tak peduli seaneh apapun orang itu. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Aku tidak boleh membedakannya.


Dengan terpaksa, aku meladeni orang aneh itu.


Aku : manusia


Baka_yarou017 : Yakin? Kenapa di mataku terlihat seperti bidadari?


Hah, aku semakin gemas dengan orang ini. Rasa kesal yang semakin membuncah, mendorongku untuk melihat akun sosial medianya.


Sesuai dengan rayuannya yang jadul dan sangat klasik, kutaksir orang ini adalah pria paruh baya yang menggunakan jurus rayuan jitu yang hits di jamannya. Atau mungkin dia seorang bocah SD yang sedang belajar merayu. Itu pikiranku.


Namun, ternyata dugaanku salah.


Isi feed instagramnya terlihat normal. Malah ada beberapa feed yang sedang mempromosikan sebuah buku. Karena penasaran, kucari akun Facebooknya.

__ADS_1


Dari profilnya menyatakan bahwa dia seorang abdi negara. Dia juga seorang penulis online. Terlihat dari aktivitasnya di beberapa grup kepenulisan serta buku yang sudah dicetak. Terlepas profil itu benar atau tidak, pandanganku terhadapnya sedikit berubah. Hanya sedikit. Benar-benar sedikit.


Baka_yarou017: Bidadari, marah?


Aku : Sampeyan umur berapa sih? Bisa tidak rayuannya diupgrade? Biar kelihatan lebih modern!


Balasku dengan gemas. Aku tidak pernah kasar membalas pesan-pesan dari pembaca, tapi entah mengapa malam ini aku ingin melakukannya.


Baka_yarou017 : Hahahaha


Mendapat balasan seperti itu tidak membuatnya marah. Malah dia terkesan bahagia dan terhibur.


Baka_yarou017 : setiap wanita suka dipuji. Entah setidak masuk akal apa pujian itu.


Aku : aku tidak suka. Malah geli. Sampeyan umur berapa?


Baka_yarou017 : kenapa memangnya?


Aku : agar aku bisa memutuskan mau panggil sampeyan apa ...


Baka_yarou017 : Panggil bang aja


Aku : kok aneh ya. Aku memanggil setiap pembacaku dengan panggilan "kakak". Kupanggil "kakak" saja ya.


Baka_yarou017 : Gak mau. Aneh.


Aku : Ya sudah, kupanggil "Mas" saja. Aku kan orang Jawa.


Baka_yarou017 : aku orang Sumatra. Ngerasa aneh aja dipanggil seperti itu.


Aku : Samean aparat?


Baka_yarou017 : lebih kurang


Aku : Polisi?


Baka_yarou017 : Bukan


Aku : TNI?


Baka_yarou017 : Bukan juga


Aku : Terus?


Baka_yarou017 : Susah jelasin


Fix, kunilai profil dia hanya kebohongan belaka. Tapi terlepas dari itu semua, cara dia mengawali percakapan cukup menarik.


Tak berapa lama berselang, dia mengirim sebuah gambar. Lagi-lagi karena didorong rasa penasaran yang tinggi, aku mendownload gambar itu. Ternyata gambar itu berisi file negara.


Baka_yarou017 : ini pekerjaanku.


Tak berapa lama kemudian, gambar itu dia hapus. Seperti tidak memberi kesempatan padaku untuk melihatnya dengan lebih detail.

__ADS_1


Aku : Hah? Apa sih? Aku belum liat.


Baka_yarou017 : Terkadang pekerjaanku seperti ini. (Mengirim foto bersama orang nomor 1 di Indonesia)


Aku benar-benar semakin bingung dengan orang ini. Apa sih maksudnya? Apa pekerjaannya yang sebenarnya?


Aku : Apa sih sebenarnya pekerjaanmu?


Baka_yarou017 : Coba baca novelku. Di situ ada petunjuk pekerjaanku.


Aku : Malas


Aku mengetik seperti itu, tapi sebenarnya penasaran juga.


Baka_yarou017 : Lanjut di WA ya


Aku : Hah?


Kupikir, mungkin orang ini sedikit gila. Bagaimana mau lanjut chat via WA kalau dia tidak pernah bertanya nomorku? Dan aku juga tidak berniat untuk memberikannya.


Namun, dugaanku salah. Berselang semenit kemudian, ada pesan masuk.


08123456xxx: Kenapa kamu terlihat gak percaya diri?


Aku : Siapa ini?


08123456xxx : Aku yang chat tadi


Aku : Tau nomorku darimana?!


Baka_yarou017 : ada deh


Aku : aku blokir kalau gak mau jawab!


Baka_yarou017 : aku bisa mencari nomormu yang lain. Aku juga bisa mencari alamat rumahmu.


Aku benar-benar kehabisan kata-kata. Perasaan takut mulai mencekam di dada.


Baka_yarou017 : kamu belum jawab pertanyaanku. Kenapa kamu tidak percaya diri? Kenapa kamu tidak bahagia?


Aku : jangan sok tau. Aku sangat bahagia dengan hidupku.


Baka_yarou017 : kamu terlihat kesepian.


Kesepian? Ya, mungkin kata itu sedikit tepat menggambarkan keadaanku. Tidak percaya diri? Mungkin juga benar. Aku memang tidak memiliki kepercayaan diri. Tapi, tidak bahagia? Itu benar-benar salah. Terlepas aku kesepian dan tidak percaya diri, tapi aku tetap merasa bahagia dengan hidupku.


Aku memutuskan untuk tidak membalas pesan itu. Aku memiliki feeling, sedang berhadapan dengan orang aneh dan mungkin saja gila.


Baka_yarou017 : kenapa tidak balas? Sebelum memblokir nomorku, coba baca dulu novelku. Kamu akan tahu pekerjaanku. Selamat malam bidadari.


Percakapan malam itu pun ditutup seperti itu. Dibakar rasa penasaran yang mendalam, membuatku kembali menelusuri sosial media dan mencari novel miliknya.


Malam itu kuhabiskan dengan membaca setiap tulisan yang dia buat.

__ADS_1


***


__ADS_2