
Sudah tiga kali bolak balik antara perpus sama ruang guru, tapi buku yang Alexa angkut belum juga habis, sebenar nya tadi Azzam dan juga Elin sudah menawarkan diri buat bantu, tetapi gadis itu menolak.
Dikoridor sekolah sudah tidak ada siapapun lagi karna sudah bel masuk , dan semua murid sudah berkumpul di lapangan mengikuti upacara bendera.
Alexa tidak ikut upacara karna dia harus balik satu ronde lagi mengambil buku yang tersisa , beruntung pak botak tidak memarahinya.
" Gila capek banget gua " keluh gadis itu menduduk kan bokong nya dikursi tunggu dekat ruang guru.
Kaki nya terasa kaku seperti mati rasa, bagaimana tidak,karna dia harus naik turun tangga sebanyak empat kali dengan membawa buku lumayan banyak.
Sementara pak Marvel hanya membawa satu ronde nya saja, dengan Alasan harus menyusun buku yang sudah dibawa nya terlebih dahulu supaya nanti pekerjaan nya tidak terlalu menumpuk.
Lalu apa kabar dengan Alexa ? Apa guru itu tidak melihat jika Alexa itu cewek ? , ingin sekali gadis itu mencakar wajah guru nya itu , sangat tidak efesien menyuruh muridnya.
"Gila tu guru , udah pagi pagi nyuruh kerjaan banyak , kagak dikasih minum lagi , malah ngilang gua ditinggal sendirian disini" gerutu Alexa dengan jengkel
Tanpa gadis itu sadari ternyata ada seseorang yang memperhatikan nya dari arah lapangan, karna letak ruang guru ada dilantai satu dan dekat dengan lapangan.
Orang itu memperhatikan Alexa dengan pandangan yang sulit diartikan , sebelum mata nya bertemu dengan mata tajam seseorang yang juga berada disana.
-
Setelah upacara selesai semua murid kembali keruangan nya masing masing , ada juga yang kekantin, perpus , dan ada beberapa yang masih berada diarea lapangan dan juga taman sekolah.
Karna sebelum membubarkan semua murid tadi guru sempat mengumumkan jika para guru akan melakukan rapat rutin bulanan.
Otomatis pelajaran dikosongkan, dan tentu saja itu membuat semua murid bersorak gembira karna jamkos.
" Hallo my honey sweety " sapa Elin begitu tiba dikelas dan mendapati Alexa disana sambil rebahan.
" Hmm " balas Alexa dengan berdehem.
" Kanapa sih pagi pagi muka nya udah asem begitu " tanya Elin meski ia tau jawaban nya.
" Capek " balas singkat Alexa
" Hihi … makanya kalo ada yang nawarin mau bantu itu diterima , sok soan pake nolak lagi lo " Elin malah terkekeh.
Alexa tidak lagi menimpali , ia membalik kan muka nya dan kembali berbaring, sekarang ini ia menghadap kesuami nya.
Tapi Alexa tidak peduli , ia memejam kan mata nya dan siap buat tidur , beruntung jamkos.
__ADS_1
Angga yang melihat istrinya kelelahan sedikit kasihan, tadi dia juga ingin membantu, tapi Fanya keburu datang dan meminta nya mengajari soal matematika yang gadis itu tidak mengerti.
Alhasil ia jadi tidak bisa membantu Alexa dan malah mengajari Fanya sampai bel masuk berbunyi.
Angga tidak tau jika ada seseorang yang sedang mengepalkan kuat tangan nya melihat dia memperhatikan Alexa yang tertidur.
Ia tidak suka, ia benci, ia marah,rasa ingin menyingkirkan Alexa semakin besar, dan ia akan melakukan nya dalam waktu dekat, itu janjinya.
-
Bel istirahat sudah dari lima menit yang lalu , tapi Alexa tidak berniat pergi kemana pun, ia masih asik tidurin di meja nya,sementara Elin sudah pergi kekantin bersama anak anak yang lain untuk mengisi perut keroncongan nya.
" Makan " Angga datang dan menarok burger serta jus jeruk didepan istrinya.
Tapi gadis itu tidak bergeming , ia masih asik tiduran dan mengabaikan cowok itu.
" Mau makan sendiri atau gua yang suapin !!" tanya cowok itu santai, tapi sorot mata nya menajam.
Melihat itu Alexa tidak berkata apa pun ,ia langsung mengambil burger dan memakan nya dengan wajah masam.
" Ngapain lo masih disini , sana pergi " suruh Alexa
" Emang kalo dikamar gua suruh lo pergi , lo bakalan pergi " sinis Alexa, dan Angga menggelengkan kepalanya.
Melihat itu Alexa mencakar cakar udara membayangkan yang ia cakar adalah muka suami nya itu, sangkin kesal nya mendengar jawaban gemblang cowok di sampingnya itu.
"Udah cepet habisin tu makanan, bentar lagi bel masuk " Angga tidak peduli dengan tingkah gila istrinya , ia merogoh tas dan mengambil buku pelajaran fisika untuk di pelajari.
-
Pelajaran selanjut nya sudah dimulai sekitaran 10 menit yang lalu, semua murid menyimak dengan khusyuk apa yang diterang kan oleh guru.
Tetapi tidak dengan Alexa , gadis itu sepertinya sedang tidak mood belajar , ia hanya uring uringan seorang diri dikursinya.
Sebenarnya Angga sedikit terganggu tapi dia membiarkan saja apa yang gadis itu lakukan, dari pada ia buka suara yang ada mereka nanti ketahuan dan dihukum lagi.
"Buk maaf , saya permisi ketoilet bentar boleh? "tanya Alexa tiba tuba dengan mengangkat tangan nya tinggi tinggi.
" Silahkan ,,,"
Begitu izin nya susah didapat Alexa langsung keluar dari kelas , ia ingin mencuci muka nya supaya lebih segeran.
__ADS_1
Diam diam seseorang didalam kelas mengeluarkan ponsel nya ,sepertinya ia ingin memberi tahu seseorang jika target keluar kelas.
Tanpa melihat kanan kiri , setelah sampai Alexa langaung mencuci wajah nya dengan sedikit menunduk, setelah selesai gadis itu mengangkat wajahnya .
Dan detik itu juga jatung seakan berhenti di tempat,sungguh apa yang ia lihat dikaca sekarang membuat nya ingin menjerit dengan keras.
" ALEXA ANJANI BINTI RAYNALD SANJAYA "
"MATI"
Itulah kata yang tertulis di kaca toilet ,dan seperti baru saja selesai di tulis beberapa saat sebelum ia tiba di sana.
Namanya seperti ditulis dengan lipstik ,sementara mati ,,,empat huruf itu sepertinya sengaja di tulis dengan… darah ? ,karna bau nya yang sedikit menyengat seperti bau darah.
Belum selesai terkejut nya dengan tulisan ,gadis itu dikejutkan dengan kehadiran seseorang dari arah belakangnya.
Buru buru gadis itu berbalik setelah tau siapa yang berdiri dibelakangnya , " elo " tunjuk Alexa kearah gadis itu yang ternyata adalah Bianca.
wajah gadis itu tidak menunjuk kan ekpresi sama sekali ,sehingga menyulikan Alexa membaca apa yang ia pikirkan.
"Musuh tidak selalu mereka yang membenci,ada yang lebih mengerikan,dia terlihat baik, namun diam diam mendorong lo dari belakang"
Setelah berdiam beberapa saat , akhir nya Bianca membuka suara, tapi apa yang gadis itu bilang tidak dapat masuk keotak Alexa sekarang ini.
"Apa makaut lo !! " tanya Alexa berharap musuh bebuyutan nya itu bicara lebih masuk keakal nya.
"Yang paling menyedihkan adalah jika penghinatan itu bukan datang dari musuh musuh lo, tetapi justru dari teman yang selama ini lo percayai "
Setelah mengatakan itu, Bianca pergi dari sana meninggalkan Alexa dengan tampang cengo nya yang belum mengerti apa yang dirinya katakan.
Bersambung…
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari ini up nya segini dulu ya☺
jangan lupa like and coment ya☺
mohon kritikan nya ,,, dimana ada yang kurang dan lebih nya dari novel aku ini,,
see you,,😚
__ADS_1