
setelah pelayan restoran menyajikan semua hidangan di meja makan
semua orang yang ada di ruangan itu terdiam,mereka memakan makanan nya masing masing dengan hikmat
hanya ada suara sendok dan piring saja yang beradu
dari tadi erlangga terus saja mencuri kesempatan untuk bisa melihat alexa secara diam
cowok itu terpesona dengan kecantikan alexa
karna kalo sedang diam alexa begitu manis beda cerita nya kalo sudah berbicara
pasti kata kata yang keluar dari mulutnya itu sangat lah pedas,apa lagi kalo sama orang yang tidak di sukainya
sadar kalo ada yang memperhatikan nya ,alexa menoleh
benar saja ia mendapati angga yang diam diam melihat ke arah nya
dengan kening berkerut dan alis ke angkat
gadis itu seakan bertanya kepada angga
"apa lo liat liat?"
tapi angga buru buru memaling'kan wajah nya,
cowok itu malah melanjut 'kan makan nya
"dasar aneh" lirih alexa
"siapa yang aneh?' lo ngomong ma siapa"ternyata revan mendengar lirihan alexa
alexa sedikit terkejut "eem … tidak ada…"
15 menit kemudian mereka semua selesai makan
daddy raynald menyuruh pelayan yang setia berdiri di samping pintu masuk untuk memberes'kan meja makan
setelah 5 menit kemudian pelayan tersebut selesai membereskan semua makanan di meja
yang tersisa hanya lah beberapa makanan penutup saja
seperti ice cream,cake,pie,dan ada beberapa dessert lainnya
"gimana ray,apa sudah kamu bicarakan masalah ini dengan alexa"maurin akhirnya membuka suara
(sedikit info : mama maurin,daddy raynald dan juga suami nya mama maurin, mereka bertiga seumuran
jadi jangan heran jika mama maurin manggil raynald dengans ebutan nama saja)
merasa nama nya si sebut alexa menatap daddy nya yang juga sedang menatap nya
"masalah apa dad"tanya alexa
"sasa daddy minta sebelum daddy selesai bicara kamu jangan memotong nya dulu ya,dan jangan salah paham dulu sebelum daddy menjelas kan sampai selesai"sebenar nya daddy raynald ragu jika anak nya itu tidak memotong pembicaraan nya
"kanapa… emang nya masalah nya sepenting apa sih dad"alexa menjawab sembari meraih minuman yang ada di depan nya
sebenarnya perasaan alexa makin kesini makin tak karuan
ditambah lagi angga yang dari tadi mencuri curi pandang dengan nya
"sebenar nya daddy , mommy ,sama tante maurin sudah sepakat ingin menjodohkan kamu sama nak angga"
huk…
huk…
huk…
alexa kesedak sama minuman nya sendiri sangking terkejut dengan pernyataan daddy nya barusan
gadis itu reflex berdiri …
"apa… mom ,dad ,sasa gak mau di jodohin,ini tu jaman apa sih pake acara jodoh jodohan segala…"
jelas saja alexa menolak ,ia masih ingin kuliah dan bekerja mewujudkan impian nya
ia bahkan tidak pernah berfikir untuk menikah di usia muda
" sayang dengerin dulu daddy selesai ngomong"mommy s1arah berusaha menenang kan alexa
"dengerin apa lagi mom,,pokok nya sasa gak mau di jodohin titik,sasa masih mau mewujudkan cita cita sasa mom,dad ,sasa gak mau nikah di usia muda
apa lagi sasa masih kelas 12 belas ,,dan lo"
gadis itu menatap angga yang kelihatan tenang tenang saja dengan perjodohan ini
"kenapa lo malah diem aja kayak patung , ngomong sesuatu kek,"
__ADS_1
cowok itu menoleh" lo mau gue ngomong apa"
"ya terserah lo lah ,yang jelas gue gak mau perjodohan ini terjadi"
mama maurin yang dari tadi diam akhirnya buka suara
"nak sasa,sebenar nya ini semua bukan kemauan daddy atau pun mommy kamu,tapi ini…!!"mama mautin malah menunduk kan pandangan nya ,iya tidak jadi melanjutkan kata kata nya
"sayang ,,,duduk dulu nak ,sebaiknya kita bicarakan ini dengan kepala dingin"ucap mommy sarah
dengan muka masam nya alexa mendarat kan bokong nya kembali ke kursi,,iya menatap kearah mamanya angga
"kenapa tante tidak melanjut kan kata kata tante barusan
siapa yang mengingin kan perjodohan ini kalo bukan daddy sama mommy saya,,,apa itu tante…??"tanya alexa
mama maurin mendongak kan kepalanya menatap alexa
" bu … bukan … sebenarnya-…"
belum selesai mama maurin bicara
suara kursi yang didorong kebelakang mengalihkan atensi mereka semua
terlihat erlangga berdiri dari duduk nya
cowok itu menatap alexa
"ikut gue"angga meraih pergelangan tangan nya alexa
cowok itu membawa alexa keluar ruangan tersebut
sampai diluar ruangan alexa hendak melepaskan tangan nya dari genggaman cowok itu ,tapi tidak bisa
angga terlalu erat memegang nya
"lepasin gue,kenapa lo bawa gue keluar hah"
cowok itu tidak menanggapinya
melihat tidak ada respon dari cowok yang menyeret nya itu. membuat alexa semakin marah
berbagai umpatan ia lontar kan untuk cowok itu tetapi tetap saja angga tidak menanggapinya
sesampai nya si lorong toilet yang lumayan sepi
"terima saja perjodohan ini"akhirnya cowok itu membuka suaranya
"apa… gue gak salah denger hah"alexa tersenyum miring
"kenapa… di mana salah nya,,lagian juga kita tidak menikah sekarang" jawab angga kelewat santai
"kenapa lo bilang…? lo tanya salah nya di mana…?
angga menanggapi nya dengan mengangkat alis nya saja
"gue gak mau nerima perjodohan ini karna gue gak mau masa depan gue hancur karna sebuah pernikahan,,,gue gak mau menikah sama orang yang gak gue cintai ,,,ngerti gak lo…?"
"cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu"angga menatap alexa dengan instens
"lagian gue juga gak cinta sama lo… gue ngelakuin ini juga karna terpaksa"
alexa mengerutkan kening nya"maksut lo…?"
angga tidak melepaskan pandangan nya dari gadis itu
"gue ngelakuin ini demi mama… gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang untuk yang kedua kalinya,"lirih angga
cowok itu menunduk kan pandangan nya ,sekuat tenaga ia tahan air mata nya agar tidak jatuh
sementara alexa malah mematung di tempat nya,ia tidak pernah melihat angga tak berdaya seperti sekarang ini
cowok itu kembali mendongak kan wajah nya
ia menatap manik mata indah milik alexa
"gue mohon sama lo …tolong terima perjodohan ini …gue gak mau lihat mama gue menderita,selama ini ia sudah sangat menderita karna ke egoisan gue,gue-…"akhirnya pertahanan angga luruh juga
cowok itu meniti kan air matanya,ia tak sanggup melanjut kan kata katanya
sementara alexa,gadis itu tidak tau harus berbuat apa,untuk pertama kalinya ia melihat seorang cowok menangis di depan mata nya sendiri
"Ga … lo gak papa"alexa mencoba menepuk nepuk punggung cowok itu
angga menghapus air mata nya
cowok itu tersenyum bodoh "sorry … "
alexa masih setia menatap erlangga
__ADS_1
"ada apa dengan nyokap lo…?"alexa memberanikan diri untuk bertanya
cowok itu menatap kedepan
"mama terkena kanker hati stadium akhir"
alexa menutup mulutnya
"sekarang rambut nya sudah hampir habis rontok dan wajah nya juga semaki mepucat…"
"Ga…"alexa tidak tau harus berbicara apa
cowok itu tak menanggapi alexa, ia kembali melanjut kan kata katanya
"dan bodoh nya gua baru tau sekarang… "angga kembali menunduk kan pandangan nya"gua egois… gua gak pernah ada buat saat mama gua sedang sakit… dia selalu menutupin wajah pucat nya dengan make up tebal ,rambut nya di pakein wingg… dia gak pernah ngeluh kalo dia lagi sakit… hiks… dia-… hiks …hikss…hiksss…"cowok itu kembali menangis
ia tidak peduli dengan imange nya manangis di depan cewek
"Udah Ga udah… gak usah di lanjutin lagi…"alexa ikut ikutan menangis melihat angga menangis .
sekarang ia jadi tau satu hal tentang cowok itu..
ternyata di balik sifat dingin dan cuek nya angga
ia menyimpan luka yang begitu besar
"lo pasti nganggap gua cowok yang gak berguna kan sekarang…?"angga menatap alexa
cewek itu menggeleng kan kepala nya
"apa pun yang lo lakuin sekarang…gua yakin lo sudah mempertimbangkan nya dengan matang" alexa mencoba tersenyum
angga juga membalas senyum alexa" jadi… lo mau kan nerima perjodohan ini…?"
senyum di wajah alexa tiba tiba luntur
gadis itu tidak tau harus menjawab apa
angga tersenyum getir,"tidak masalah… gua tau kok ini juga pasti berat buat lo,,ya sudah kalo gtu lo kemali duluan saja … pasti keluarga kita udah pada nungguin ,gua ketoilet bentaran…"
angga melangkah kan kaki nya setelah melihat gadis itu menganggukan kepalanya
sementara alexa juga kembali keruangan di mana keluarga nya menunggu
*
di ruang makan suasana nya revan menatap tiga orang paruh baya di depan nya
cowok itu masih belum bisa percaya apa yang di dengar nya" dad"revan memanggil daddy nya yang masih membisu semenjak alexa di ajak keluar oleh angga
daddy raynald menatap putra sulung nya seakan bertanya "ada apa"
"daddy yakin sama keputusan daddy… daddy tau kan kalo sasa itu masih sekolah… daddy sama mommy gak berniat ngehancurin masa depan nya sasa kan…??"revan bertanya dengan mata yang sedari tadi menatap bergantian tiga orang paruh baya di depan nya itu
"kak, kamu itu bicara apa sih… mommy sama daddy sama sekali gak ada niatan seperti itu…mommy sarah menjawab dengan tegas
"lalu ini apa mom…? "revan tidak mengerti dengan jalan pikiran orang tua nya itu
"maaf" semua atensi menatap kearah lirihan tersebut
"maafin aku ray …maafin aku sarah…tidak seharus nya aku egois … maaf… hiks…hikss… maaf…
"maurin kamu itu bicara apa sih…ini itu bukan kesalahan kamu… "mommy sarah berdiri dan menghampiri mama maurin yang menangis ,ia memeluk wanita itu
ceklek…
pintu ruangan itu terbuka menampak kan alexa yang berjalan kearah mereka…
"dek lo-…"
"sasa mau nerima perjodohan ini "ucapan revan harus terpotong begitu telinga nya mendengar 5 kata dari mulut adik nya itu…
"dek lo yakin"tanya revan memastikan" kalo lo nerima perjodohan ini gimana tentang cita cita lo?"alexa tidak menjawab ,iya melangkah kan kaki nya kearah mama maurin
sedang kan tiga orang paruh baya itu masih tak bergeming di tempat nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kira kira seperti apa ya tanggapan nya angga setelah tau alexa nerima perjodohan ini…
jangan lupa like,koment ya…
aku tunggu…
maaf ya masih berantakan…
see you……
__ADS_1