Suamiku Teman Sekelasku

Suamiku Teman Sekelasku
Episode 43 Rumah sakit


__ADS_3

Disudut ruangan lain , seseorang sedang mengamuk dengan melampias kan kemarahan nya membanting semua barang yang bisa digapai diruangan itu.


"Dasar bodoh , kenapa bisa gagal " ucap nya marah menatap lawan bicaranya dengan nyalang.


"Ma- maaf bos,tapi cowok itu dan Bianca tiba tiba saja mendorong Alexa sampe ia menyingkir kesamping " jawab nya menunduk, takut jawaban nya salah.


" Gak berguna " desis nya semakin marah.


Prangg…


Sekali lagi vas bunga kecil yang terbuat dari keramik indah terbang bebas kedinding dan pecah begitu saja.


" Apa apaan sih lo , gunain otak gak usah pakai otot, itu gak akan nyelesain masalah" seorang gadis datang dengan santai nya masuk kedalam ruangan itu dengan cemilan ditangan nya.


" ELO- "


"Siitttt …" Belum selesai membantah , gadis itu sudah menempel kan telunjuk nya dibibir, menyuruh teman nya itu diam.


" Lo tau ! dengan begini setidak nya Alexa akan sendiri beberapa saat sebelum cowok itu pulih, gua denger sih luka nya parah sampe pendarahan di kepala nya, bukan nya itu bagus, jadi selama tidak ada cowok itu disamping alexa kita bisa menjalan kan rencana kedua kita dengan tenang"


Yang diajak bicara hanya diam saja memikirkan apa yang diucap kan gadis itu , ia tidak membantah atau pun membenarkan ucapan gadis itu.


*


Sementara di rumah sakit Alexa mondar mandir di depan ruang operasi ditemani oleh Bianca dan juga Arion yang belum pulang.


" Sa lo bisa duduk tenang dulu gak !! pusing gua liat lo kek setrikaan dari tadi " ucap ketus Arion ,tapi sayang Alexa tidak menyikapi nya.


Satu jam kemudian lampu operasi dimatikan petanda operasi nya sudah selesai.


Ceklek …


Pintu ruangan di buka dan terlihat seorang dokter keluar dengan wajah lelahnya.


" Dok gimana keadaan teman saya dok?, dia baik baik saja kan dok?, dia masih bisa nafas kan dok?, otak nya masih ada ditempat kan dok? , dia gak mati kan dok ? " Tanya Alexa berbondong, bahkan Arion yang berdiri disamping nya sudah memasang tampang cego mendengar pertanyaan gadis itu yang menurut nya tidak berfaedah.


Dokter yang mendapat pertanyaan seperti itu menarik sudut bibir nya tipis ,menggelengkan kepala tidak mengerti dengan isi pikiran gadis remaja didepan nya ini.


" Pasien atas nama Azzam baik baik saja, saat ini dia sudah melewati masa kritis nya "


"Huuff … syukur lah kalo begitu " Alexa lega mendengar jika Azzam sudah tidak kenapa napa, mengingat sebelum dilayani banyak nya darah yabg keluar dari kepalanya.


" Ya sudah kalo gitu saya permisi dulu, pasien akan di pindahkan keruang rawat, sekitaran lima belas menit lagi ia akan sadar" ucap dokter.


"Terima kasih banyak dok" Akhir nya Bianca membuka suara Setelah sekian lama berdiam.


Dhuk …


Kepala Alexa di pukul dari belakang hingga membuat gadis itu terhuyung kedepan, siapa lagi pelaku nya kalo bukan Arion.

__ADS_1


"Sakit globlok" marah gadis itu menatap Arion nyalang.


" Eh markonah lagian lo jadi cewek kenapa bego nya gak ketulungan sih , ngapain coba pertanyaan nya kek gitu,kagak berfaedah goblok " ucap Arion menggebu gebu.


" Terserah gua lah kenapa jadi lo yang sewot , dokter nya aja biasa aja tu " balas Alexa membela diri tak terima dikatain goblok.


"Sudah sudah, klao kalian mau ribut mending diluar sana, ini rumah sakit kalo lo pada lupa " Bianca melerai pertengkaran manusia beda gender itu.


-


Disekolah tepat nya di kelas Alexa ,anak anak pada bergosip ,apalagi sekarang lagi jamkos, membuat mereka pada bebas ngelakuin apa saja sesuka mereka.


Elin masuk kekelas setelah dari toilet, baru saja duduk dikursinya Diana temen sakelas menghampirinya dan duduk disamping gadis itu,lebih tepat nya di bangku Alexa sebelahan dengan Angga yang lagi sibuk dengan ponsel nya.


" Eh lin kok lo ada disini, gua kira lo bareng Alexa kerumah sakit "


Rumah sakit ? seketika atensi Angga teralihkan begity mendengar Alexa kerumah sakit, apa gadis itu sakit ? kenapa dia tidak tau ? ,oh sekarang ini Angga jadi tidak tenang duduk nya.


" Tadi gua mau ikut eh keburu jalan mobil nya, ya udah deh nanti sekalian aja pulang sekolah, beruntung Alexa gak kenapa napa juga" balas Elin santai sembari masih memain kan ponselnya.


" Ia juga sih ,untung Alexa baik baik aja, tapi kasian juga sih sama si Azzam gua denger sih kepala nya banyak bangat ngeluarin darah "


" Iya loh , gua liat sendiri darah nya sampe merembes kebaju Alexa pas dipangku " ucap santi menimpali yang dianggukin oleh Diana.


" Gua curiga deh, kek nya itu mobil sengaja ngincer Alexa gak sih ?" ucap sinta.


" Ho oh , dan aneh nya lagi kenapa Bianca tiba tiba nolongin Alexa , apa jangan jangan Bianca sengaja ya mau bikin Alexa celaka, tapi dia nyari muka dulu sebelum rencana nya berhasil , secara kan kalian musuhan dari dulu".


Angga yang mendengar itu juga jadi takut sendiri , mengingat dari dulu Bianca dan istri nya itu gak pernah akur, dan sekarang tiba tiba jadi damai, itu menjadi tanda tanya besar di otak nya ,bukan cuman dia tapi seluruh anak anak yang mengenal.mereka juga memikirkan hal yang sama.


-


Setelah bel berbunyi petanda sekolah telah selesai , buru buru Elin merapikan buku nya dan mengejar Angga yang sudah lebih dulu keluar.


" Angga "


Merasa nama nya di panggil Angga menoleh " ada apa " tanya nya begitu Elin tiba di depan nya.


" Lo mau pulang atau mau kemana dulu ? "


Angga diam, sebenar nya ia mau kerumah sakit melihat keadaan Alexa, rasa khawatir nya lebih besar dari egonya kali ini.


" Kalo lo gak kemana mana, mau gak lo anterin gua kerumah sakit tempat Azzam di rawat , soal nya gua masih khawatir sama Alexa , di telfon juga gak diangkat " ucap Elin karna tidak mendapat jawaban dari cowok itu.


Terlihat Angga mengangguk kan kepala nya petanda setuju " Ayo " singkat, padat, jelas ,itu lah Angga .


Setelah nya Elin menaiki motor Angga dan mereka pergi kerumah sakit medika jaya,rumah sakit terdekat dari sekolah nya , karna tau Azzam pasti dibawa ke rumah sakit tersebut.


Hanya memakan waktu lima belas menit mereka tiba disana, selama perjalanan tidak ada yang membuka suara , mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing.

__ADS_1


Setelah bertanya kepada Resepsionis, mereka langsung menuju dimana ruangan Azzam dirawat.


Tok …


Tok…


Tok…


"Assalamualaikum …" Ucap elin dan juga Angga serempak.


"Waalaikum salam " dibalas tak kalah serempak sama orang yang berada di ruangan tersebut.


" Sasaaaa" Elin yang melihat Alexa langsung saja menghampiri sahabat nya itu dan memeluk nya.


" Sa lo gak papa kan , ini tangan lo kenapa, maafin gua ya gak bisa jagain lo sampe lo jadi kayak gini , hiks… "


Elin menangis melihat kondisi Alexa ,biar pun tidak banyak luka tapi tetap aja gadis itu mendapat beberapa lecet di tubuh nya,Elin merasa bersalah karna meninggal kan sahabat bya sendiri demi ice cream.


" Udah lin ,gua gak papa kok , ini cuman lecet doang, justru yang kenapa napa itu Azzam, karna nolongi. gua sama Bianca dia jadi kek gini sekarang" tunjuk Alexa kearah Azzam yang terbaring lemah dan menatap dirinya dan Elin.


Tapi yang menjadi fokus Elin bukan lah Azzam , tetapi Binca yang diam saja di dekat Arion dan juga sedang memperhatikan nya dengan pandangan yang sulit diartikan.


" Heh mak lampir , ini semua pasti ulah lo kan. lo yang udah bikin Alexa dan Azzam celaka kan, gak usah cari muka deh lo, bilang aja semua ini tu bagian dari rencana lo buat nyelakain Alexa , ngaku deh lo , dasar muka dua " Ucap Elin menggebu gebu menunjuk kearah muka Bianca.


Sementara Bianca masih belum membuka suara nya , ia masih setia diam dengan mata yang tidak lepas dari gadis yang menuduh nya itu.


" Lo tuli ya, gak denger gua ngomong apa tadi , kenapa lo diam aja hah ? takut kebusukan lo itu kebongkar hah ? " Elin semakin tidak bisa mengontrol emosinya.


Sementara tiga cowok yang ada disana hanya diam saja mendengar kan, jika mereka membela salah satu dari mereka juga percuma , yang ada mereka yang bakalan di semprot.


" Lin udah , kenapa lo jadi nuduh orang tanpa bukti sih , justru seharus nya lo terima kasih sama Bianca karna dia sudah nolongin gua tadi, kalo enggak mungkin yang sekarang terbaring itu gua bukan nya Azzam" Alexa mencoba bijak, bagaimana pun, Selepas dari semua sifat buruk nya Bianca setidak nya gadis itu masih mau menolong orang yang dianggap rivalnya.


"Kok lo malah belain dia sih Sa , lo lupa dia itu siapa ? " Tanya Elin balik marah ke Alexa .


" Ehemm … ini rumah sakit , sebaik nya kalo mau ribut itu diluar bukan diruangan yang ada pasien nya" kuping Angga rasanya sudah panas mendengar keributan yang bikin oleh Elin.


"Yang seharus nya pergi dari sini itu dia bukan gua , pasti dia nolongin Alexa juga karna ada maksut tertentu" Elin masih kekeh mengusir Bianca dari sana.


" Jaga bicara lo ya Lin , lo gak liat kalo Bianca juga terluka bahkan luka nya lebih parah dari Alexa " Arion kepancing emosi mendengar penuturan Elin,padahal yag berada disana terlebih dahulu Bianca bukan Elin, dan yang nolongin Alexa juga Bianca bukan Elin, kenapa seolah olah wanita itu bersikap dialah yang berperan penting disini.


" Sudah yon , lebih baik emang gua pergi dari sini , Zam gua balik duluan ya , semoga cepat sembuh" Azzam menggangguk.


" Dan buat lo Alexa ingat ini baik baik … seberapa jinak nya ular berbisa, dia akan tetap menggigit pawang nya jika ia merasa terancam " Bianca tersenyum simpul " gua balik duluan , Assalamualaikum … "


"Waalaikum salam"Balas Alexa, Azzam dan juga Angga, sementara Elin malah memaling kan muka nya kearah lain, dan Arion malah ikutan pergi menyusul Bianca yang sudah berlalu.


Bersambung …


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


jangan lupa like and coment ya☺


see you,,😚


__ADS_2