
Erlangga menghentikan motor nya di sebuah taman
taman di mana ia menembak fanya
"kak kita ngapain kesini"
"lagi pengen aja… ayo turun kita duduk disana "angga menunjuk kursi panjang tidak jauh mereka
fanya turun dari motor
ia melepaskan helm dan menyerahkan nya kepada angga
angga menerimanya
cowok itu menahan tawa saat melihat rambut fanya yang berantakan
"pprrrfffftt" fanya bingung sekaligus tidak percaya kalo cowok dingin di depannya itu bisa ketawa
"kak angga ketawa…?"
angga mengubah wajah nya menjadi datar
cowok itu sepertinya tengah malu kepergok lagi menahan tawa
fanya menahan senyuman nya biar angga tidak semakin malu
"ayo kita kesana" gadis itu menarik tangan angga dan berlari kecil kearah kursi taman
"heyy…hati hati nanti jatoh"angga berusaha menghentikan fanya
"hhaahh … tidak apa jatoh kak ,,kan kita sudah gede
gak bakalan nangis lagi kan"
cowok itu hanya bisa pasrah
saat sudah sampai di kursi fanya melepaskan tangan angga , gadis itu langsung saja duduk
"ah capek juga ya lari lari… padahal cuman dari situ …hhehe" fanya menunjuk kan mnunjuk kan motor angga yang cuman beberapa meter saja dari nya
angga berjalan mendekati gadis itu
ia mengangkat tangan merapikan rambut fanya yang sedikit berantakan lantaran memakai helm tadi
tentu saja hal itu membuat fanya kaget
ia mendongak menatap cowok dingin itu
tatapan mereka beradu untuk beberapa saat
sampai cowok itu memutuskan nya dan duduk disamping fanya
"mau es crieam"fanya menggelengkan kepalanya
"trus mau nya apa"
fanya kembali menggeleng,
angga beranjak dari duduknya
"tunggu di sini bentar" cowok itu pergi dari sana
fanya menatap punggung angga yang semakin jauh
cowok itu ternyata pergi ke stan kembang gula
ternyata cowok itu mau membelinya kembang gula
fanya tersenyum
"terima kasih kak angga,,karna kakak sekarang fanya tidak sendirian lagi,,terima kasih udah mau nerima fanya yang sakit ini" fanya menunduk kan pandangan nya
ia meremas jemari tangan nya sampai putih
gadis itu berusaha keras agar air mata nya tidak tumpah
ia kembali mendongak
terlihat dari kejauhan angga yang sudah selesai membeli satu kembang gula berwarna pink
cowok itu hendak kembali
"ini"angga memberikan kembang gula itu ke fanya
"terima kasih kak"angga tersenyum tipis melihat fanya yg begitu senang hanya dengan di belikan kembang gula
gadis itu mulai memakan kembang gula pemberian pacarnya itu" kak gak mau…?"
"kakak tidak suka manis"
"ooo …padahal ini enak lo"
angga hanya tersenym tipis menaggapi ucapan fanya
tiba tiba fanya menghentikan aktifitas nya
ia menatap angga dengan intens
cowok itu mengerutkan kening nya
"ada apa…?"
"kenapa kakak tiba tiba nembak fanya waktu itu"
angga terkejut kenapa tiba tiba gadis itu menanyakan hal seperti itu
"kenapa tiba tiba nanya hal itu"
gadia itu menggeleng" fanya hanya ingin tau sebenarnya kakak itu nembak fanya karna beneran sayang atau karna kasian sama fanya"
angga kicep,,ia tidak tau harus menjawab apa lagi
diam nya angga sudah mendapat kan jawaban untuk fanya
"ternyata benar kata bianca …kakak cuman kasian sama fanya…kakak gak cinta sama fanya…" gadis itu tersenyum getir
"jangan bicara seperti itu lagi kakak gak suka"cowok itu menarik fanya kedalam pelukan nya
gadis itu tidak menolak
nyaman ,,itu lah yang fanya rasakan sekarang
pelukan angga benar benar bikin hati nya tenang
__ADS_1
"tapi kenapa kak … dulu kita tidak pernah dekat
kenapa tiba tiba kakak nembak aku… apa kak…!!!"
fanya melepas paksa pelukan angga
"apa kakak tau sesuatu tentang aku…?"
cowok itu kembali diam
mata nya tidak pernah dari mata fanya
"kenapa kakak diam saja dari tadi… apa kakak tau sesuatu tentang aku…?
apa kakak tau kalo ak-…"
"iya" angga memotong omongan gadis di samping nya
"kakak tau kalo kamu sakit"fanya menutup mulutnya
ia tidak penyangka kalo angga mengetahui rahasia yg disimpan rapi seorang diri
"jadi kakak memacari ku karna kasian…?"
gadis itu menunduk. iya menangis
angga menarik fanya ke dalm pelukan nya kembali
"maaf" hanya itu yg keluar dari mulut angga
iya tidak tau kalo perbuatan nya malah semakin memperburuk keadaan fanya nantinya
hiiiks… hiiks…
hiks…
angga membiarkan fanya menangis di dalam pelukan nya
ia menyesal… iya menyesal karna sudah menyakiti fanya dengan perbuatan nya
"maafin kakak … kakak tau kakak salah…"angga mengelus ngelus punggung gadis itu
fanya tidak menjawab
hanya suara isak tangis yang terdengar
lama mereka berdiam dalam posisi saling berpelukan
lebih tepatnya angga yang memeluk gadis itu
sampai akhirnya suara ponsel angga mengejutkan mereka
buru buru fanya menarik tubuh nya dalam pelukan cowok itu
"maaf" cicit fanya
angga hanya tersenyum tipis lalu iya merogoh kantong dan mengambil ponselnya
ternyata mama nya yang menelfon
angga meriject nya
tapi tidak sampai dua detik ponsel itu berdering lagi
tapi lagi lagi mama nya menelfon lagi dan lagi lagi angga melakukan hal yang sama
"kenapa tidak di angkat… siapa tau itu penting"fanya bertanya dengan suara berat sehabis menangis
"tidak papa … hanya orang iseng" sekali lagi ponselnya angga berdering
"diangkat aja kak… tidak ada orang iseng yang menelfon berkali"cowok itu menghela nafas lelah
akhirnya iya mengangkat telfon itu
..." sayang akhirnya kamu angkat juga telfon mama nak"...
"ada apa"
^^^"kamu dimana"^^^
"taman"
^^^"kamu pulang sekarang ya ,,mama mau bicara sama kamu"^^^
"bicara saja sekarang… angga lagi ada urusan"
^^^"tidak sayang maama tunggu kamu di rumah … ini masalah sangat penting"^^^
angga tidak menjawab
ia melirik fanya yang dari tadi memperhatikan nya
^^^" hallo … angga kamu masih disitu nak"^^^
" nanti malam saja bicaranya ,angga sibuk"
^^^"tidak sayang … ini penting ,pokok nya mama tunggu kamu pulang sekarang,,kalo kamu masih mengganggap mama ibu kandung kamu kamu pulang… mama tunggu"^^^
maurin menutup telfon nya sebelah pihak
ia tidak peduli sekarang dengan wajah nya angga yang sudah merah menahan marah
"ada apa kak … siapa yang menelfon" tanya fanya
"mama"
"apa mama nya kakak menyuruh kakak pulang"
cowok itu mengangguk
"ya sudah lebih baik kakak pulang sekarang,,kasian kalo sampe mama nya kakak nungguin nya terlalu lama"
fanya berusaha tersenyum
angga menoleh" ayo kakak anterin pulang"
"eeem kakak pulang duluan aja ,,fanya masih mau disini"
" tidak … ini sudah sore ,sebentar lagi mau ujan ,,ayo biar kakak anterin kamu sampai rumah"
"fanya baik baik saja kok kak … kakak pulang saja "
cowok itu menghela nafas lelah
__ADS_1
"baik lah … kalo ada apa apa langsung kabari kakak"
angga mengelus pucuk kepala gadis itu
fanya mengangguk" kakak hati hati dijalan
angga hanya tersenyum menanggapinya
"kakak pergi dulu"
"iya kak"
setelah kepergian angga fanya kembali menangis
ia mengutuk dirinya sendiri kenapa harus mengalami panyakit seperti itu
kenapa ia memiliki mental yang lemah
"fanya capek buk…fanya gak kuat… fanya pengen ketemu ibu sama ayah
hiks… hiks"
(sedikit informasi,,fanya mengalami sakit mental
ia mengalami GANGGUAN STRES PASCATRAUMA(PTSD)
seseorang yang mengalami PTSD adalah seseorang yang mengalami kejadian traumatis seperti pelecehan seksual atau fisik,meninggal nya orang terdekat,atau pun bencana alam.
orang yang mengalami PTSD biasanya akan sulit melupakan pikiran atau peristiwa tersebut)
fanya sudah memeriksa nya kedokter ,,ia sudah ke spikiater
fanya selalu meminum obat resep dari dokter itu
ia tidak ingin penyakitnya di ketahui banyak orang
apa lagi orang tua angkat nya
iya tidak mau membuat orang lain sedih
...----------------...
setiba nya dirumah
angga langsung saja memasukkan motor sport nya kedalam garasi rumahnya
cowok itu melangkah kan kakinya kedalam rumah
"sayang kamu sudah pulang ternyata"mama mourin tersenyum ternyata anak nya masih mendengarkan perkataan nya
"sini duduk … mama mau ngoong sesuatu sama kamu"
cowok tidak menjawab ia melangkah kan kakinya ke arah sofa depan mamanya
ia mendarat kan bokong nya di sana
"mama senang ternyata kamu masih mau mendengarkan mama"
"ada apa" tanya nya to the points
mama maurin tersenyum getir,,ternyata anaknya itu masihtetap saja dingin kepadanya
wanita paruh baya itu menarik nafas
"sebelum papa kamu tiada , ,,iya meninggalkan wasiat kepada mama"
angga mengerutkan dahinya
tau anak nya bingung mama maurin melanjut kan kata kata nya yang belum selesai
"papa menyuruh mama menyampaikan wasiat ini kekamu saat kamu sunak naik kelas dua belas"
"apa yang papa wasitkan"
menatap anak nya yang juga menatap nya mama maurin kembali melanjutkan
"papa ingin kamu di jodohkan dengan anak sahabat nya papa dulu"
jedar
bagai di sambar petir angga membeku di tempat nya
ia tidak percaya kalo papa nya meninggalkan wasiat sepeti itu kepada nya
melihat anak nya yang tidak mengeluarkan kata kata
mama maurin mengeluarkan selembar foto dan menarok nya di depan angga
angga semakin terkejut katika tau siapa di dalam foto itu
"ini adalah calon istri mu… nanti malam kita akan pergi menemui mereka..mama sudah menyiapkan semuanya"
mama maurin sengaja memperlihat kan foto alexa kepada angga
karna iya tau kalo anak nya itu tidak mudah mempercayai yg menurut nya mustahil
"kenaapa harus dia…?"angga bertanya dengan mata yang terus menatap kearah foto alexa
"karna dia adalah satu satu nya putri sahabat papa om raynald"
"tapi-…"angga tidak melanjutkan ucapan nya lagi
cowok itu seakan frustasi dengan hidup nya
ia berdiri dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya kekamar
"angga dengerin mama dulu nak… mama belum selesai bicara"
tetapi cowok itu tidak menanggapi nya
mama maurin menghela nafas berat
ia tau kalo anak nya itu pasti chock
tapi iya juga tidak bisa berbuat apa apa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kira kira erlangga mau gak ya nerima perjodohan ini…
di koment ya…😊
__ADS_1
see you…@