Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN

Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN
Puzzle Sebelas


__ADS_3

"Petani yang tampan,"seru cinta pada bety perasaan senang terlihat dari raut wajah mereka.


Peradaban besar ras peri telah mereka dengar. Peradaban yang melebihi Bangsa Manusia sekalipun. Banyaknya pujangga-pujangga dan sastrawan yang menetap dikerajaan ini. Karya besar telah dipublikasikan dan menjadi buku ke-dua setelah kitab suci.


Meskipun Pujangga-pujangga dan sastrawan telah wafat,karya mereka akan dibaca oleh generasi-generasi sesudahnya.


***


"Ya ampun enggak nyangka besar sekali permen gulalinya,"seru bety sembari telapak kirinya menyentuh kedua bibirnya. "Pak,lima buah permen ukuran besar,"seru bety dengan tidak sabar memilih permen yang berada didepannya. Bety memberinya satu keping perak. Saat bapak penjual hendak memberikan uang kembaliannya bety meninggalkannya. Bapak penjual permen tersenyum kearahnya. Permen yang dibuat ras peri terkenal yahut. Baik warna dan rasanya. Permen yang telah dibeli diberikan pada cinta dan suci. FREYA dan yanti lebih memilih buah strawbery ketimbang permen yang manisnya teramat sangat.


Bety yang merupakan kesatria elite para bangsawan yang dilatih langsung oleh Vampire Lord sangat dikenal dikerajaan peri.


Sebelum memasuki gerbang istana. Bety dan kelompok kecilnya melewati pemeriksaan prajurit penjaga. Pengecekan status kemampuan dan level dilakukan di pos gerbang ini. Salah satu penjaga tertawa melihat wanita berkerudung setelah mengecek dengan sebuah barcode.


Prajurit tersebut terperangah. "Ras Vampire berpenampilan Ras Elf,kenapa kamu bisa berubah?"tanya salah satu penjaga.


"Pak penjaga,temanku ini telah dikutuk oleh Ratu Hutan. Mohon ijinkan ia lewat?"seru bety sembari mendorong tubuh yanti agar bergegas masuk melewati gerbang.


"Silahkan nona,semoga kalian menikmati pesta rakyat!"serunya dengan bijak.


Penjaga yang lain memperhatikan bety dan kelompoknya. FREYA menatap penjaga tersebut dengan mengirimkan pesan melalui telepatinya.


Didalam istana disebuah ruangan yang dipenuhi rak besar dimana pengetahuan dan ramalan tercatat. Ruangan yang tidak asing bagi ras manusia.


Ruangan yang telah mengajarkan ras manusia dalam Astrologi. Matematika. Fisika. Kimia. Perbankan. Yang disebut sebagai perpustakaan kerajaan. Sebuah tempat yang akan suci kunjungi dan memperoleh gelar Lady Penyihir suci.


Selembar kertas di atas meja mengeluarkan hurup alphabet sebagai pesan bahwa dirinya telah tiba di Kerajaan Peri.


Alfred Sang Pemilik Pengetahuan mengetahui dari sebuah suara diantara bayangan dari salah satu lemari bukunya.


"Rupanya FREYA dan gadis dari ras manusia itu telah tiba di kerajaan ini."


Alfred bergegas berjalan menuju sebuah meja.


"Aye,FREYA bersama Lady sang penyihir suci datang dengan membawa sebuah gerbang yang sudah di bersihkan,"sambutnya. Alfred sangat mengenal FREYA.


Dewa Tooth dan GAIA memperkenalkannya pada FREYA Sang dewi Perang. IA mampu mengubah setingan bumi yang kini menjadi medan peperangan. "Kita akan memuntahkan pengetahuan pada mereka,"terdengar suara tawa yang menandakan perjalanan manusia akan dimulai.


Di dekat pos penjaga pintu gerbang istana. Masyarakat dari ras peri dan elf tengah menikmati suasana. Mereka sangat menyukai gula dan manisan. Permen dan manisan dijual murah pada festival rakyat.


Perayaan festival rakyat bersamaan dengan perayaan ulang tahun Putri sophie. Para petani selain mendapatkan upah mereka juga mendapat hadiah karena hasil panen yang berlimpah. Kerajaan peri sangat kaya akan buah-buahan seperti strawbery,apel dan gula pasir.


Karena festival rakyat bertepatan dengan ulang tahun putrinya Sophie. Para petani yang bekerja keras mendapat gelar kehormatan dibawah setingkat dibawah bangsawan. Kerajaan Peri di pimpin oleh seorang ratu yang sangat bijaksana. Rakyatnya mendengarkan perkataannya. Kebutuhan pangan rakyatnya tersedia dengan hasil panen yang melimpah ruah.


Masih di gerbang istana. Cinta dan suci terduduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu yang di pernis halus. Rasa manis masih terasa di rongga-rongga mulutnya.


Suci yang baru pertama kalinya melihat dunia yang memiliki peradaban yang jauh berbeda dimana sihir dan pedang digunakan sebagai alat yang memiliki fitur yang belum suci lihat selama ini.


Suci teringat perkataan mendiang ayahnya mengenai sebuah peradaban yang sama dengan peradaban manusia. Pendant kristal di jari manisnya mengeluarkan cahaya bersamaan dengan jimat yang disimpan yeni didalam lemari.


"Cinta,toiletnya dimana?"tanya suci sembari mengepalkan kedua telapak tangannya menahan mules diperutnya. Kedua telapak tangannya terasa basah karena menahan rasa sakit diperutnya.

__ADS_1


Cinta memandang kesekelilingnya mencari sebuah tulisan disebuah papan,karena bahasa yang digunakan ras peri berbeda dengan ras vampire. Cinta mereka-reka tulisan dengan pikirannya.


Disebuah kedai yang agak jauh dari tempat duduknya dan mengira-ngira lokasi toilet berada. "Dari kedai itu kamu belok kiri mungkin tidak jauh berjalan ada toilet umum,"ucap cinta wajahnya datar sembari berkata. "Hati-hati jangan salah masuk ruangan,ras peri dan elf perempuan mengenakan bra di dadanya,"ucapnya lagi untuk mengingatkan.


Wajah suci pun datar melihat raut wajah cinta yang menakuti-nakutinya.


"Apa perlu kutemani?"tanya cinta berkata sekali lagi.


"Tidak perlu,aku bisa sendiri kesana,"potong suci dengan cepat. Suci beranjak dari bangku panjangnya dan bergegas berjalan menuju kedai.


Kedua tangannya terus memegang perut menahan rasa mules. Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin akibat sakit diperutnya.


"Dimana yanti dan bety,ya?"bathin cinta berkata.sembari kedua ujung matanya mengamati sekitar.


Beberapa anak laki-laki tertawa berlari sambil melewatinya. Rakyat peri terlihat sangat makmur. Hasil panen melimpah ruah dan banyak kepingan emas dan perak yang mereka dapatkan.


Hasil panen yang bertepatan dengan ulang tahun putri sophie,salah satu dari murid kesayangan Alfred Sang Pemilik Pengetahuan.


Cinta tidak ingin memikirkan mengenai kenapa dia keluar dari kelas dan memilih untuk mencari kelompok lain. Dan itulah kenapa murid Alfred dari ras vampire hanya dua. Yanti dan Bety. Karena sifat putri sophie yang menyebalkan. Cinta memilih untuk berpisah.


Disisi sebuah luar ruangan. Yanti tengah berdiri menyandarkan punggungnya. Jubah yang menutupi kepalanya membuat ubun-ubunnya terasa panas.


Rapalan mantera perubah dibacanya terus menerus. Kulit yang berwarna hijau memiliki gelombang kecil yang kuat pada inti sel tubuhnya yang sangat mempengaruhi mode sihirnya.


"Seberapa banyak jumlah rapalan mantera yang ku ucapkan hanya bisa bereaksi lambat,akan sangat lama berubahnya,"bathinnya berkata datar.


Bety yang tengah melihat amulet pandangannya tertuju pada tiga amulet yang memiliki kekuatan yang mampu memperbaharui kekuatan lamanya dengan cepat.


"Seperti ini amulet yang kuinginkan,"seru bety sembari ujung telunjuknya mengarah pada amulet terbuat dari perak yang dibakar. amulet yang terdiri dari butiran batu biru safir mengelilingi sebuah batu citrine berwarna kuning.


Bety melepaskan amulet yang selama ini menggantung dilehernya dan memasang amulet baru yang telah di blessing oleh dewi yang telah bersemayam. Range energi amulet ini sangat kuat mampu mengganti energi lama menjadi baru.


Hawa dingin terasa diiringi lapisan ozon yang membentuk barier pelindung. Seketika luka bathin yang selama ini mengendap perlahan-lahan lenyap. Sebuah bandana perak yang dilapisi warna pelangi dikedua sisinya terlihat menghiasi rambutnya.


Dewi yang tengah bersemayam memberikan berkahnya melalui perubahan cloth yang dikenakannya. Dan ujung telunjuknya menunjuk pada dua amulet yang lain.


"Ketiga amulet yang nona pilih memiliki kekuatan dari dewi yang bersemayam,"terang penjaga toko. Amulet yang terbuat dari emas menggantung di leher wanita penjaga toko.


"Kamu sudah mengerti bagaimana menggunakan amulet ini?"tanya penjaga toko.


"Iya,aku sudah tahu,"jawab bety.


"Gurumu akan bangga padamu,dia saat ini tengah mempersiapkan kedatangan murid-murid kesayangannya,"terang penjaga toko.


Penjaga toko memasukkan kedua amulet kedalam sebuah kotak kecil. Sebelum kedua kotak kecil itu diserahkan kepada bety. Penjaga toko menulis rapalan mantera yang mampu memberi kebaikan pada sipemakai.


"Terimakasih,kedua amulet ini sangat bagus,kedua teman saya pasti sangat menyukainya,"seru bety yang kedua telapak tangannya mengambil dua kotak tersebut. Dengan pelan-pelan memasukkannya kedalam tas selempangnya.


Langkah kakinya dengan cepat melangkah keluar seiring pintu toko yang dibuka.Terdengar gemerincing pada tirai yang menutup pintu. langkah kakinya kembali mencari kelompok kecilnya.


Yanti dan cinta pasti tengah menungguku di bangku panjang didekat gerbang istana.

__ADS_1


Yanti yang masih terus merapal mantera pengubah menyadari kedatangan bety. Begitu pula dengan cinta yang masih asik memakan permen.


Dan melupakan suci yang tersasar mencari bangku panjang. Papan pemandu dijalan menggunakan bahasa yang bahkan belum pernah dilihatnya. Bahasa dan logat Ras peri dan elf sangat berbeda.


"Dimana cinta? jalannya lewat sini,tapi kenapa cinta enggak ada!"gumam suci sembari terus berjalan kembali menuju toilet. Semakin suci mencari cinta,semakin sulit untuk ditemukan.


Suci tidak menyadari dua pasang mata tengah mengawasi tindak-tanduknya dan dibelakangnya Putri Sophie tertawa.


Cinta melihat bety yang datang menghampirinya.


Terlihat lapisan perak yang dikenakannya berubah. Terasa sekali energi dari rapalan mantera lembah hijau pada lapisan ozon yang mengitarinya.


"Kunyahan dari rapalan manteramu berubah?"ungkap cinta sembari menunjuk bandana yang melingkar dikepalanya.


"Kamu melihat lapisan perakku,kan?"tanya bety sembari memutarkan tubuhnya. "Lapisan yang mengitarimu semakin tebal,aku bisa melihat lapisan itu mempengaruhi jirah perangmu. Mungkin dibagian branya mampu menahan ujung pedang dewi perang,"ungkap cinta. "Dimana kamu beli amuletnya? Aku juga mau mengganti amulet lamaku,"serunya pelan.


"Aku sudah belikan satu untukmu dan yanti"terang bety sembari membuka sleting tas slempangnya dan menyerahkan dua kotak kecil pada cinta.


"Aku enggak lihat yanti?"potong bety sembari kedua ujung matanya mencari suci. Bety bergegas duduk disamping kiri cinta.


"Mau minum?"tanya cinta sembari menyodorkan kantung air.


"Tidak,terimakasih,aku bawa thumbler sendiri,"celetuknya. Pergelangan kanannya menarik cepat kantung air.


Kantung air yang terasa berat diteguknya pelan-pelan.


Tenggorokan yang kering perlahan-lahan menjadi basah. Wajah bety terlihat berbeda setelah amulet barunya menggantung dilehernya. Bibirnya yang mungil kemerahan dan gigi putih yang tersusun rapi terlihat meskipun dari kejauhan.


"Sepertinya bukan hanya aku yang memperhatikan bety?"seru Putri Sophie. Pandangannya beralih pada salah satu menara sisi timur.


Dibalik kaca terlihat kesatria elite tengah mengamati bety.


"Lady Bety,sudah lama aku tidak melihatmu,"gumam kesatria elite. Pedang bersarung kulit sapi menggantung diantara celana dan bajunya merupakan pemberian bety saat mereka berpisah. Pedang yang dibuat dari dimensi yang hanya bisa dibuka oleh Vampire Lord.


Putri Sophie memerintahkan kepada salah satu pelayannya agar mempersiapkan sesuatu untuk menyambut kedatangan mereka.


"Sesuatu yang menarik akan muncul dari pemikiran mereka.Terutama Ras manusia yang bersama Quen FREYA. Mengingat ramalan yang pernah Alfred ceritakan,"gumamnya pada diri sendiri.


Gadis kecil yang baru diketahui bernama suci tersebut,masih mencari dimana cinta. Tidak mungkin tersasar,karena jalan yang dilalui olehnya sama dengan jalan menuju toilet.


Rasa cemas terlihat dari raut wajahnya.


FREYA mengetahui dan menghubungi suci dengan telepati. Sebuah bisikan terdengar seketika ditelinganya. "Aku menyatu dengan ibu bumi,aku mempercayai perasaanku,jiwaku menyatu dengan semesta,aku tahu bagian hidupku,aku tahu arahku,aku tahu jalanku,biarkan aku tetap tinggal."


*Selang beberapa waktu. Suci melihat sehelai benang merah diantara jalan di sekitaran toilet. Bathinnya melihat sebuah sungai kecil. Disebrangnya ditumbuhi pepohonan yang dirimbuni dedaunan. Langkah suci berjalan masuk menuju sungai kecil itu dan membawanya ketempat bangku panjang yang sudah ada bety disampingnya.


Cinta dan bety terperangah. Kedua alis mereka terangkat bersamaan melihat suci yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


"Teleportasi quantum,"tandas mereka bersamaan. Suci bergegas duduk disamping cinta. "Bety,boleh aku minum?"tanya suci sembari telapak kanannya menyentuh dadanya.


"Boleh,"jawab bety. "Bagaimana kamu bisa menggunakan sihir teleportasi?"seru cinta sembari berpikir mengenai mode sihir yang dimiliki FREYA. "Aku enggak tahu,tadi aku mencari kamu,cin! Aku hanya melihat bangku kosong,kamunya enggak ada. Sewaktu aku berjalan balik ke toilet. Aku mendengar bisikan ditelinga kananku dan sebuah portal terbuka entah kenapa langkah kakiku berjalan masuk kedalam untuk menyebrangi sungai didepanku,"jawabnya sembari terus meneguk pelan-pelan air yang berada di dalam kantung.

__ADS_1


Bety dan cinta memiliki pemikiran yang sama. FREYA telah memilih seorang penyihir suci dari kalangan manusia.


__ADS_2