Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN

Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN
Puzzle Empat


__ADS_3

Suci melihat sosok gadis kecil yang tiba-tiba muncul di hadapannya.  


Ia mengenakan pakaian yang terbuat dari dedaunan.


Dedaunan yang indah melekat ditubuhnya.


Dedaunan yang dihiasi butiran-butiran air.


Gadis kecil yang menawan ini memiliki tinggi badan sekitar 135 cm dengan berat ideal.


Wajahnya yang oval menghiasi bulu matanya yang lentik. Bola matanya yang berwarna biru dan bibir tipis kemerahan menebar senyuman lembut dan menawan.


Rambut panjang berwarna hitam sepinggang terurai indah.


Bagai telaga biru yang dasarnya terlihat di permukaan. Begitu cantik.


Terdengar gadis itu berkata...


"Aku akan membantumu bertemu dengannya."


Nada suaranya yang rendah membuat suci kagum mematung.


 Tidak bisa....      


 "Kamu tidak bisa membantu suci," sergah Cinta pada sosok gadis kecil yang baru muncul itu.


"Jantungnya berdetak kencang,rasa takut menghinggapinya. Ia tahu siapa gadis kecil ini."


"Kenapa aku tidak boleh membantu Suci?"protesnya pada Cinta si vampire yang sudah terlihat haus darah.


Wajah pucat pasi terlihat dari ketiga wajah vampire ini.  


      


Terlihat angin meniup dan membawa teriakannya.


"Kalian membawa suci ke tempat ini  agar syarat dari ritual,bisa kalian laksanakan!"murkanya lantang.  


 Ba---"         "Bagaimana kamu bisa?"


Cinta tidak melanjutkan kalimatnya.


Dimana Bopo dan Biung? Bukankah seharusnya kalian bersama mereka,"Sergahnya


Ujung mata gadis kecil melihat ketiga vampire yang berdiri di depan gerbang makam.


Meskipun Cinta berumur ratusan tahun. Tetap saja ia tidak mampu menyembunyikan rasa takutnya.   


Bety.cinta dan yanti tidak berkutik dengan kehadiran sosoknya.


Angin yang tadinya berhembus lembut menerpa wajah.


Tiba-tiba...


Angin itu bertiup bagaikan seruling kematian.Terasa ngilu di tubuh...


***


Terdengar gemuruh lonceng...   


 "Ttrrriiiinnnggg." "Ttrrriiiinnnngg."   


 Angin yang berhembus terasa menusuk dikulit. Sangat dingin. Seiring tebalnya kabut yang menyelimuti.


Selang beberapa lama....


 "Siluman itu datang," tukasnya pada suci. Ia memberikan hawa murni berbentuk bola energi.


Suci,masuklah kedalam gelembung energi ini,"ucapnya.


Suci mengangguk....


Ia masuk kedalam gelembung energi besar itu.


Tiba-tiba....


Kedua telapak kakinya terangkat.


melayang ditengah-tengah gelembung energi.


 ***


Sosok Reptile besar muncul diantara dua pohon besar yang tidak jauh dari gerbang pemakaman.  


Wujudnya masih samar. Suci dan anak perempuan itupun mencoba mereka-reka.


Seekor kadal putih besar seukuran dinosaurus terlihat jelas berdiri dengan keempat kakinya.


Ekornya panjangnya mengayun-ayun diudara.


Ia pernah melihat Reptile sebesar ini saat studytour di Museum Bogor Kota.


Tulang tengkorak dinosaurus yang ditemukan arkeolog betul-betul berada di hadapannya.


Kedua ujung mata reptile itu menatap tajam kearah Gadis kecil penyusup.


Matanya yang berwarna merah menyala.


Dengan amukan getarannya yang membara menggetarkan wilayah pemakaman.


Tiupan angin begitu kencang....


"Sssseeessstttsss.""Ssseessstttsss."


Ia tahu siapa anak perempuan itu.


Ia salah satu penjaga dari enam batu keabadian.


Tapi ia harus melawannya. Membunuhnya. Menghancurkannya. Karena memasuki alam yang ia jaga selama ini.


Reptile itu meraung keras


"Aaaarrrccchhh.""Aaaarrrccchhh."


  


Batang pepohonan berterbangan kesegala arah.


"Trrraaaccckk." "Trrraaaccckk."


 Batang pepohonan itu patah dan hancur berterbangan di area pemakaman

__ADS_1


Anak perempuan itu menghalangi kedua matanya dengan pergelangan kanannya,agar tidak terkena serpihan-serpihannya.


Teriakan yang sekian lama pernah ia dengar dan juga tidak pernah ia lakukan.   


Sebuah teriakan kehormatan. Pernyataan perang.Yang pernah dilakukan nenek moyangnya.  


Reptile besar itu mulai mengibas-ngibaskan ekornya kesegala penjuru. Ekornya yang bersisik seperti ular bergerak kesana-kemari.


Ekornya diarahkan pada gadis kecil penyusup.


Gadis kecil penyusup bergerak menghindar dengan luwes mengikuti desiran angin.


Moncong panjangnya terbuka dan mengeluarkan uap panas.         


Lidahnya  menjulur keluar....


Terlihat caling giginya tertutup gusi merahnya.


 Anak perempuan itu bergerak dan meloncat mundur untuk menghindar.


Ia meloncati pepohonan agar serangan dari lidah panjangnya tidak mengenainya.


Reptile besar itu membuka mulutnya dan mengeluarkan suara nyaring disertai dengan getaran yang kuat. Terdengar suara gelombang yang mengarah padanya.


"Eeeennnggg."    "Eeeennnggg."


Gadis kecil itu menghindari serangan gelombang berkekuatan badai.


Gadis kecil mulai berfikir...


Ia mengetahui kalau Reptile besar yang menyerangnya adalah pelindung dari alam ini dan tiga sosok vampire ini adalah suarnya.


Caling Giginya tertutup gusi merah dimulutnya yang terlihat keluar memanjang.


Lidah yang dipenuhi lendir...     


Lendir itu terus menyembur dari mulutnya.  


Semburan yang kuat....


Cairan lendir terpancar keluar melalui mulutnya.


Gadis kecil penyusup itu terus meloncat untuk menghindari semburannya.


Wilayah pemakaman ini sudah hancur berantakan. Akibat amukan Reptile besar ini.


Sepertinya lendir makhluk reptile ini mampu meleburkan benda apapun disekitarnya.  


Saat bergerak dengan keempat langkah kakinya. Ia berlari cepat kearah gadis kecil penyusup,diiringi suara keras menyerang.   


Lidahnya terus menjulur kedepan,mendahului moncong mulutnya.     


"Aaaarrrccchhh." "Aaaarrrccchhh."


Gadis kecil penyusup dengan gerakan lincah mundur dan menghindar.


Ia melompat terbang keatas tebing berbatu dan kembali menginjak permukaan tanah.      


Selang beberapa lama...     


Kedua Telapak kanannya ia arahkan pada kedua mata kadal putih itu.   


Terdengar suara nyaring seperti suara segerombolan sayap lebah.             


Getaran dengan cahaya berwarna hijau keluar dari kedua telapak kanan gadis kecil penyusup. Serangannya mengenainya.


Reptile besar itupun meraung kesakitan.    


"Aaaarrrccchhh.   "Kkkrrreeekkk."   


Meraung sangat nyaring menggema.


Seperti jeritan anak kadal yang meminta bantuan induknya.    


Ia berguling-guling kesana-kemari kesakitan.


Cahaya hijau itu berefek kuat pada tubuh reptile besar itu.    


Pelan-pelan suara jeritannya terhenti.


Suara dengusan nafas terdengar keras seperti lenguhan sapi yang dipotong.   


Ia berupaya untuk terus menarik nafas.


Mulutnya menganga...         


Lidahnya menjulur keluar disertai tetesan lendir.


Giginya yang terlihat panjang meruncing tidak bisa lagi disembunyikan dibalik gusi merahnya.  


Lidahnya yang berwarna coklat. Jatuh terjuntai diatas tanah.


Nafasnya terasa berat.    


Terlihat tanah ke cokelatan menempel dimulut dan lehernya.


Kalah....


Ia dikalahkan...


Cahaya berwarna putih bulat keluar melalui mulutnya. Diiringi asap yang berbau busuk yang menyengat.     


Cahaya itu melayang naik ke atas.


"Ia melompat terbang...."


"Ia melompat terbang dan mengejar cahaya yang berwarna putih itu. Dan menelannya.


Menelan dengan mulutnya.


Mereka yang dibawah menyaksikan pertempuran sengit itu.


Cahaya berwarna hijau yang keluar dari kedua telapak tangan gadis kecil penyusup yang menyebabkan reptile itu jatuh tersungkur.  


Cahaya hijau ditangan gadis kecil itu perlahan-lahan memudar.


"Terlihat asap mengelilingi kedua telapak tangannya."


Gadis kecil penyusup mencoba mengatur nafasnya. Menarik nafas panjang panjang agar bisa merubah mode wujudnya.


Rambutnya yang tadinya putih bersinar. Kini kembali berwarna hitam.

__ADS_1


Kehadirannyalah yang membuat Reptile besar ini muncul.


Reptile besar ini mencoba bangkit. Ia mengguling-gulingkan tubuh besarnya kekiri dan kekanan.


Reptile besar ini berhasil bangun.


Reptile besar ini mengakui kekalahannya.


Ujung matanya mendongak ke atas. Sorot matanya menatap gadis kecil penyusup.


Ia tidak mempercayai kekalahannya.


Ia dikalahkan oleh Penjaga salah satu enam batu keabadian.


Ia menatap ketiga vampire yang selama ini bersamanya.


Bety,cinta dan yanti hanya bisa terdiam dan menangis.


Ketiga vampire ini pasti akan dihadapkan pada sesuatu yang lebih buruk. Dihukum dan dikurung.


Reptile besar ini berbalik dan pergi meninggalkan tiga vampire yang dilindunginya.


Sorot mata tajam gadis kecil penyusup tetap tertuju pada makhluk reptile besar itu


•••


Gelembung energi yang melindungi suci menghilang.


Kedua telapak kakinya perlahan-lahan menyentuh permukaan tanah.


•••


Gadis kecil penyusuppun terbang untuk turun dan menghampiri Suci.


Wajah mereka berdua saling berhadapan.Kedua bola matanya bersinar karena kekagumannya pada Gadis kecil dihadapannya.


"Kamu berhasil mengalahkannya," ucap suci dengan nada pelan. Kedua telapak tangannya menyatu di depan dadanya.


"Iya aku berhasil mengalahkannya,"jawabnya dengan nada rendah.


"Sewaktu kamu bertarung dengan Reptile besar itu. Aku bisa merasakan perasaanmu."


"Aku merasa ikut bertarung bersamamu,"ucapnya lirih.


"Itu karena pendant yang melingkar dijari manismu,akupun merasakan kekuatan tekadmu."


"Terlebih lagi kamu akan menyelamatkan Ibu Dokter,"ungkapnya.


Suci terperanjat kaget ...


"Aku bingung,apakah aku bisa menyelamatkan Ibu Dokter?"Ia beranjak tanya.


Ketakutan terbesar merasuki sekujur tubuhnya.


"Apa boleh aku membantumu?"pungkas gadis kecil


"Aku mohon pinjamkan kekuatanmu,"ia memohon.


"Aku sebagai salah satu penjaga dari enam batu keabadian akan membantumu sampai Ibu Dokter kembali ketubuhnya,"serunya meyakinkan.


Dialognya seperti di cerita-cerita anime.


"Hhhhaaahhhaaahhh."


Mereka berdua tertawa


Gadis kecil dihadapannya berbicara dengan telepati...


Batu yang dilingkarkan di jari manis kamu adalah salah satunya.


"Suci kamu bangsa manusia yang sebentar lagi akan menua. Dan mati bertemu Tuhan.


"Sedangkan energi dari batu ini akan membuatmu memiliki energi seperti jiwa-jiwa terdahulu yang pernah hidup,"


"Kamu akan abadi kalau energi dari batu ini terus berada didekatmu."


 


ABADI SAMPAI


HANCUR


JAGAT RAYA


 


"Boleh aku tahu nama lengkapmu dan nama panggilanmu?"tanyanya diiringi senda gurau.


Nama yang diberi ibu kandungmu,mungkin?" canda suci padanya.


"Haaahaaahaaa." "Haaahaaahaaa."


Mereka berdua tertawa.


Aku lupa memperkenalkan diri padamu.


Namaku Freya.


Kamu boleh memanggilku Freya.


 F.R.E.Y.A


Wajah mereka saling bertatapan dan kedua telapak tangan mereka saling berpegangan.


 


PERSAHABATAN


BAIK


TELAH TERJALIN


 


Salah satu dari ketiga vampire itu datang menghampiri mereka berdua.


"Penjaga dari alam ini sudah kalian kalahkan,sekarang aku akan mengantarkan kalian untuk bertemu Bopo dan Biung," pinta cinta sembari menundukan kepalanya.


Suci dan Freya menatap wajah cinta dengan senang.


Petualangan ini akan mempertemukannya dengan Dokter Merdu.

__ADS_1


__ADS_2