Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN

Sudut Dalam Ruangan FREYA DAN DUA BATU KEABADIAN
Puzzle Tiga


__ADS_3

Terlihat arah jarum jam menunjukkan pukul 08.30 pagi. Suci tengah duduk di kursi yang terbuat dari kayu. Aroma bau dari cat masih terendus hidungnya. Warna dedaunan hijau dan bunga berwarna kuning keputihan terlihat indah di pekarangan rumah.


Dua ekor kucing berbulu putih tengah berbaring. Ekornya yang panjang digerak-gerakkannya. Teriknya matahari terpantulkan karena rerimbunan daun hijau dari pohon mangga.


Salah satu dari kucing tersebut terus menatap suci. Tidak terpikirkan didalam benaknya untuk mengadopsi hewan berbulu tersebut.


Pengetahuan suci memelihara dan merawat kucing didapatnya dari membaca artikel. Bagaimana memotong kukunya,memandikannya,mengajaknya bermain dan memberinya makan.


Sewaktu Suci masih di taman kanak-kanak. Iyus ayahnya membawakan seekor kucing jantan kampung berbulu putih. Kucing jantan bermata biru.


Kucing jantan hadiah ulang tahunnya. Kucing jantan itu ia beri nama Cakar.


Cakar selalu menemaninya. Disaat bangun ia selalu mencakar-cakar pintu untuk menerobos masuk dan kemudian naik keatas kasur untuk menggigit jempolnya.


Saat lapar cakar selalu rewel. Cakar berusia empat bulan saat suci melihatnya. Makanan yang diberi racun telah masuk kedalam pencernaannya.


Sampai akhirnya,cakar meninggal karena keracunan. Suci menangisi kematian Cakar kucing jantan kesayangannya. Kematian Cakar merubah pemikiran gadis kecil ini mengenai kucing.


***


Liburan sekolah akan berakhir.


Kerinduan suci untuk bermain bersama teman-temannya selalu terbayang.


Terdengar notif pesan masuk terlihat dari cahaya ponselnya.


*Tring-tring*


Ci,gimana khabarnya? aku sudah pulang dari Kota Sumedang. Sebelum masuk sekolah,ketemuan yuk?


Hi pit,aku nggak begitu sehat. Dada kiriku sakit. Obat yang diberi dokter bertambah. Aku senang kamu sms. Dah lama banget kamu nggak hubungi aku. Aku hanya menemani mamahku selama liburan sekolah. Kita bisa ketemuan,pit.


Bagaimana kalo hari sabtu kita ketemuan di taman jam sembilanan.


*SEND*


Di taman jam sembilan. Aku datang dengan adikku. Sampai ketemu lagi ya. Bye.


Dua hari lagi aku akan bertemu pipit sahabat karibku. Pipit sahabatku dikelas.


Nanti akan kuceritakan kalo aku bertemu dengannya.


***


Hari kamis,tanggal merah. Tidak ada orderan ditanggal merah. Kurir sepedah yang membantu mamah libur hari ini.


Permintaan pembuatan Pempek terus meningkat,semenjak banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang datang menetap untuk belajar di kota Bandung.


Tiba-tiba telinga kananku terasa berdenging. Aku merasakan kehadiran ketiga sosok yang pernah mengajakku bermain datang mendekatiku.


Tubuhku terasa terpisah. "Aku harus menemui mereka,"bathinnya berkata sambil menempelkan ujung lidah pada dinding gusi mulutnya.


"Aku mencoba meluruskan tubuh halusku. Kesepuluh jari kaki kumasukkan agar sama posisinya dengan sepuluh jari ditubuhku.


Kemampuanku bertambah semenjak bertemu beberapa anak seusiaku yang memiliki kemampuan mengunduh ulang jiwa-jiwa yang pernah hidup dialam lain,di tatasurya yang berbeda di galaksi yang sama. Pendant kristal yang mempertemukanku dengan mereka. Jiwa-jiwa yang kelak akan terlihat bercahaya.


Pendant yang melingkar pada jari manisnya. Mengunduh kembali jiwa-jiwa yang pernah hidup. Jiwa-jiwa tersebut terikat pada simpul-simpul syarafnya.


Suci beranjak dari kursi panjangnya. Kedua tangannya membuka pintu dan melihat kedalam rumah. Tidak ada seorangpun didalam rumah. Hanya beberapa sosok yang selama ini didiamkannya.


"Mah suci main keluar sebentar,"panggilnya pelan.


"Maaahhh!"serunya terdengar merengek.


Kedua matanya melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10.05 Siang. Dan tidak terdengarpun balasan. "Mamah pergi kemana? Dikamarnya nggak ada. Di dapur nggak ada. Mungkin kepasar,bisa jadi nenek ikut pergi juga,"bathinnya berkata.

__ADS_1


Suci memutuskan untuk pergi. Pintu yang terbuat dari kayu jati terlihat kokoh dan kuat. Di tariknya gagang pintu dengan pelan sampai tertutup rapat dan memastikan rumah aman saat ditinggal.


Suci mencari sandal gunungnya. Sandal gunung yang didapatnya dari pipit sehabatnya. Sahabatnya yang selalu membeli dua pasang. Sepasang diberikannya pada suci sebagai hadiah ulang tahun.


Sandal gunung diinjaknya bersamaan dengan langkah kakinya. Suci hanya mengenakan kaos berlengan pendek berwarna kuning dan celana pendek diatas lutut.


Tubuhnya yang ideal dengan tinggi badan sekitar 126 cm. Rambut yang dikuncir panjang dan kulit yang kuning langsat. Membuatnya terlihat cantik menawan.


Selama empat bulan suci tidak pernah sekalipun berjalan sejauh ini.


Arah jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.40 siang. Suci lupa memakai topi dan membawa botol minumnya.Teriknya matahari sudah terasa di ubun-ubun kepalanya.


Mulutnya terasa kering. Air liur yang ditelannya sudah terasa kental dilidah.


"Dimana ketiga vampire itu?,"gumamku sambil melihat ke sekeliling.


Sudah empat bulan,ketiga vampire yang berwujud gadis kecil hadir dalam kehidupan suci. Suci selalu diajaknya bermain dalam mimpinya. Ketiga vampire berwujud gadis kecil tertarik padanya karena denyut jantung suci yang lemah. Terkadang denyutnya hilang. Suci bisa diajaknya bermain dan akan betah tinggal bersama. Akhirnya ketiga vampire tersebut merasakan kehadiran suci.


Suci memberanikan diri untuk melihat dengan bathinnya. Hawa vampire yang kuat Hawa vampire yang mampu merubah menjadi kuat dan liar.


suci kini berjalan menuju sebuah pohon yang rindang yang tidak jauh dari sungai.


Diseberangnya terdapat beberapa rumah tua. Sepertinya rumah tua itu tidak lagi dihuni manusia.


"Aku tidak berani datang sendirian masuk kerumah tua itu. Jadi aku mengurungkan niatku,"bathinnya berkata.


Tapi tunggu dulu,suci mengamati sekitarnya. Tidak jauh dari tempatnya berdiri terlihat jalan setapak.


Suci mencoba datang untuk menelusuri jalan setapak yang ternyata jalan buntu.


Jalan buntu yang sengaja ditutupi. Sepertinya jalan ini memiliki jarak kosong yang menghubungkan ke jalan lain di sana!


Selang beberapa lama,badannya gemetar.


"Rasa sakit didada kirimu bukan karena sakit jantungmu suci,"seru cinta.


Dada kiri suci terasa berat karena kehadiran ketiga sosok perempuan tersebut.


Terlihat angin kecil berputar menghempaskan dedaunan yang diiringi suara desiran angin.


Ketiga sosok hadir dari jarak kosong yang mereka sangkakan.


"Hi suci! Sudah lama kita tidak berjumpa,"


Seru salah satu anak yang muncul tadi.


"Hi,


Aku merasakan getaran kalian saat dirumah. Perasaan bahwa kalian akan menemuiku,"balas suci sembari tatapan suci tertuju pada gadis kecil yang berdiri diantara keduanya.


"Aku ingin kamu ikut bersama kami. Kami akan menemui Bopo dan Biung,"ucapnya. Cinta seperti tengah berkomunikasi dengan telepati kepada kedua temannya untuk mendekati suci.


Cinta berjalan mendekati suci.


Langkahnya mendorong tubuh halus suci lepas kebelakang.


Terasa dingin. Suci meluruskan kembali dahi dan kening halusnya untuk masuk. Cinta mendekat dan merentangkan tangannya untuk menjabat tangannya.


Suci menolaknya. Kenapa suci? Kenapa kamu tidak mau berjabat tangan denganku? Suci mengingat kejadian yang menimpa Ibu Dokter saat dibawa Bopo dan Biung.


"Ibu Dokter yang dibawa Bopo dan Biung sekarang ada dimana?"tanya suci pada cinta.


Posisinya kini saling berhadapan.


"Oohh. Perempuan muda itu? Saat dibawa perempuan muda tersebut melawan dan menolak keinginan Penguasa kami. Sepertinya perempuan muda itu masih menjalani hukuman,"jawab cinta sembari menunggu simpul-simpul syaraf suci bereaksi.

__ADS_1


Telapak tangan suci mulai terasa dingin. Hawa vampire yang dimiliki Cinta terasa kuat. Terlebih lagi yang dimiliki gadis yang terlihat judes yang selalu melihat kesekitarnya. Yanti yang tengah berdiri terus megawasi sekitar. Ia selalu memandang penuh curiga dan tidak percaya.


Entah apa yang ada di benaknya. Suci merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Berbeda dengan Bety yang seperti manusia pada umumnya. Tetap saja Bety sama seperti kedua temannya.


Sudah lama kita tidak bertemu. "Apa kamu merindukanku suci?"tanya cinta. mencoba merasuki. Suci masih terdiam kaku. Nafasnya terasa berat.


Telapak tangan cinta menyentuh dada kiri suci agar bisa bernafas. "Ini,kuberikan hawa murniku


untukmu,"jelasnya sambil menunjukkan wajah pucatnya. Cinta terlihat mengendus melalui ujung hidungnya. Ia terlihat kehausan. Haus darah.


Usianya yang masih Tujuh tahun belum mengerti dengan apa yang tengah di hadapi. Tidak dengan suci. Jiwa yang tengah bersemayam membuatnya semakin berani dan bijak. Suci harus berfikir cepat. Karena ketiga temannya ini adalah Vampire yang haus darah!


Selang beberapa waktu. Suci mampu menarik nafas panjang. Udara terhirup masuk bagai protein yang tercampur larutan garam didalam tubuhnya. Suci terkena pengaruh sihir dari cinta.


"Suci mau ikut bersama kitakan?"


tanyanya lagi. "Apa aku bisa menemui Ibu Dokter. Kalo ikut bersama kalian?" tanya Suci.


"Kamu bisa melihat Perempuan Muda itu karena Bopo dan Biung pasti mengijinkannya,"jelas cinta yang masih terus membujuk suci. Cinta menarik kuat tangan suci. Tubuhnya terlepas. Sekujur tubuhnya terasa dingin. Cinta membuat jarak kosong antara tubuh halus didalam raganya. Entah cara apa yang akan cinta gunakan untuk menguasai jiwa suci. Suci melihat warna seperti kapas yang terlepas dari tubuhnya. Seketika tubuhnya terasa lemas lunglai.


Cinta menarik pergelangan kanannya sehingga kedua kakinya berjalan mendekati bety dan yanti. Setelah suci berdekatan dengan Bety dan Yanti. Tubuh mereka berempat terhisap oleh lubang hitam yang berputar-putar seperti pusaran angin.


Terhisap. Tubuh mereka melayang-layang didalam lubang hitam.


Lima menit.


Sepuluh menit.


Lima belas menit kemudian.


Di kejauhan terlihat cahaya putih.


Telapak kaki mereka berpijak tepat pada lantai. Di depan terlihat gerbang yang indah yang terbuat dari besi yang dipenuhi ornament-ornament.


Gerbang yang tinggi. Seperti gerbang pemakaman kuno. Pepohonan yang rindang menghiasi pemakaman. Dedaunan beterbangan terlihat jatuh mencoklat dan tercampur tanah.


Semilir angin menerpa wajah gadis kecil ini. Aroma dari getah-getah pohon tercium di ke dua ujung hidung mereka.


Pendant kristal yang melingkar di jari manis suci terasa bergetar dan mengeluarkan seberkas cahaya kebiruan.


Aku merasa pendant kristal ini memberikan akan keberadaan sosok Ibu Dokter .


Ya,sudah lama suci tidak mendengar khabar Ibu Dokter.


Teringat saat Ibu Dokter memberikan pendant kristal ini padanya. Sejak itu pendant kristal yang diberikan Ibu Dokter selalu melingkar di jari manisnya.


"Kita sudah tiba di gerbang pemakaman,sekarang kita lanjutkan dengan berjalan kaki,"ucap Yanti pada kedua temannya serta suci.


"Kenapa kita harus berjalan kaki?"tanya suci pada yanti sembari menatap suasana pemakaman yang hampir sama dengan pemakaman dialam manusia.


"Telaga keempat hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,"jawab yanti sembari memerintahkan pada bety dan cinta agar mempersiapkan perlengkapan selama perjalanan.


Bety dan Cinta menurut dan memandang kearah suci agar mengikutinya dan jangan terpisah dari kelompok. Suci terdiam membisu dan tidak berkata sepatah-katapun.


"Dimana Bopo dan Biung?"tanya suci penasaran. "Bopo dan Biung,mereka tinggal disebuah gubuk kecil dekat telaga ke empat. Gubuk yang tidak semua dari ras kami bisa kesana.


Jiwa-jiwa yang terperangkap akan menjadi suar bagi manusia yang membuat perjanjian. Bopo dan Biung memberi kami kekuatan. Agar kami bisa masuk dan menembus dimensi manusia.


Kami akan kesana kamu bisa ikut kesana untuk berkenalan. Mereka sangat baik,terutama pada anak kecil seperti kamu suci. Tatapannya dingin!


Suci ragu dengan ajakan mereka. Karena sudah berada jauh dari rumah dan keinginan untuk bertemu Ibu Dokter.


Bertemu Bopo dan Biung bukan tujuannya. Tetapi kenapa Ibu Dokter bisa dipenjara? Dihukum karena menolak menjadi suar dari perjanjian. Suci ragu untuk bertemu dengan kedua orang tua itu. Yang mereka sebut sebagai Bopo dan Biung. Rasa takut disembunyikannya. Dada kirinya terasa sakit dan sulit bernafas. Terlihat kecemasan pada wajah suci. Tubuhnya membutuhkan hawa murni agar bisa tetap bertahan saat ini.


Pendant kristal yang melingkar di jari manisnya mengalirkan energi yang masuk melalui kesepuluh kuku dijemari tangannya. Tubuhnya terasa hangat. sepertinya api tungku dalam simpul syarafnya menyala. Suci melihat sosok anak perempuan yang muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Aku akan membantumu bertemu dengannya,"bisik anak perempuan itu.


__ADS_2