
Di sisi lain di dekat api unggun.
Yanti dan bety tengah asik melahap ubi jalar yang terasa pedas.
Yanti dan ke dua vampire tengah mengunyah ubi yang besar dan mengepul dengan lahapnya.
Ke dua mulutnya mengunyah pelan menahan pedas yang terasa panas menempel di lidah.
Seketika yanti menghentikan kunyahannya...
Ia teringat sesuatu mengenai kelakar Bangsawan-Bangsawan Vampire yang menginginkan perburuan menghisap darah segar yang di tujukan pada Bangsa WareWolf di berlakukan kembali.
Kehausan Bangsa Vampire akan darah. Akan harga diri membuat Para Bangsawan menginginkan hasrat nenek moyang mereka untuk bangkit. Mengingat semua itu membuat kunyahannya terhenti...
Menjijikan...
Yanti berkata kepada ke dua vampire...
Sebentar lagi kita akan memasuki perkampungan,siapa tahu kita bisa bertemu teman-teman vampire di sana.
Aku telah mendapatkan kepingan cerita mengenai perampokan yang terjadi tempo lalu! Ia mengingat beberapa nama bangsawan vampire yang diketahui tengah berada di kerajaan peri sebagai Duta pertahanan Sihir mereka.
Bety menjawab Ia teringat sesuatu,ke dua matanya melongo dengan ekspresinya yang khas.
Sewaktu berjalan menuju rumah bibi di lembah hitam bersama sepupu,kami berpas-pasan dengan salah satu vampire kecil.
Ia seperti tergesa-gesa menuju ke rumahnya karena ingin secepatnya menceritakan mengenai perampokan yang terjadi kepada pamannya yang tinggal di bukit hitam tebing sebelah timur.
Bety jadi teringat dengan vampire kecil yang ia temui...
Mungkin beberapa waktu ke depan ia akan mengunjunginya di rumah pamannya.
Bety merasakan hasrat liar vampire kecil itu dalam dirinya.
Ia menceritakan mengenai hasil panen yang di rampok dari para petani di desa,dan mereka melaporkannya pada salah satu bangsawan sehingga terjadi kehebohan di kalangan bangsawan.
Terakhir belakangan ini,banyak kesatria vampire menyusup ke perkampungan peri karena peristiwa perampokan tersebut.
Ke dua mata bety menatap yanti dan cinta yakin!
"Kenapa bangsa peri yang di tuduh melakukan penyerangan?"ungkap cinta geramnya karena ia tahu betul Bangsa Peri. Terlebih lagi peri hutan bersayap memiliki karakter lembut dan penyayang.
Cahaya dan kegelapan hanya di batasi sehelai benang tipis. Sehingga munculnya peri kegelapan yang selalu membuat ke tidak nyamanan pada peri-peri hutan bersayap.
*Hhheeemmm*
"Kalimat yang tepat bukan menuduh para peri,tetapi rapalan mantera sihir peri hutan lazim di gunakan meskipun yang merapalkan mantera tersebut bukan para peri,"terang bety meyakinkan opininya mengenai mudahnya mempelajari mantera-mantera sihir di kalangan para peri hutan.
Suara yang mempengaruhi mantera sihirpun bisa di ketahui melalui intonasinya. Seperti nyanyian yang di nyanyikan FREYA tempo lalu.
Nyanyian yang kita dengar suaranya terus menggaung di semesta Kerajaan Peri. Aura berwarna Ping terlihat menaungi. Sepertinya getaran dari suara FREYA membuat lumpuh salah satu kemampuan utama yanti.
Kebiasaan para peri di hutan selalu mengajarkan rapalan mantera untuk melintasi hutan belantara pada entitas lain agar tidak tersesat,terutama mantera daun yang mampu mengunci monster besar dan ganas.
Hampir tidak mungkin mengunci monster sebesar raksasa dengan tubuh fisik si entitas,energy para entitas akan cepat terkuras.
Dalam legenda sihir hutan. Mantera daun dengan penggabungan lima element terestorasi akan mewujudkan tiga helai daun dengan gradasi warna yang hanya bisa terlihat pada dimensi ke lima.
Dimensi Para Dewa dan Dewi. Entitas yang merapalkan mantera Daun akan mendapatkan kekuatan yang dahsyat. Monster sebesar raksasapun bisa terkunci dengan mudah.
Monster besar yang terkunci itu akan tunduk pada Keystoone dari mantera Daun. Para pengguna sihir dengan mudah mengendalikan Raksasa untuk menyerang para petani dan merampas hasil panennya lebih cepat ke tempat persembunyiannya,dimana lagi selain di ujung dua bukit hitam terlarang bagi para dewa.
Cerita yang tidak henti-hentinya berbicara mengenai monster raksasa yang jumlahnya banyak dan bersembunyi di ke dua gunung hitam yang letak gunungnya saja terlihat jelas dari tempatnya kini.
Terlebih lagi kemampuan para peri yang mampu menyebarkan berita melalui serbuk sari berwarna kuning yang mereka keluarkan melalui tubuh kecilnya.
Jika di gabungkan dengan hembusan angin mengenai ke tujuh pelaku ini. Ke tujuh pelaku dengan mudah di ikuti.
Mantera yang pernah kamu rapalkan saat memanggil kunang-kunang tempo lalu." "Penasehat peri yang mengajarkan padamu,bukan!"ungkap bety pada yanti sembari mengingat saat Penasehat Peri mengirim bola energy untuk membersihkan luka bathin padanya."
"Aura bathin yanti terlihat istimewa sehingga Ia di ajarkan sihir khusus oleh Bangsawan-Bangsawan Peri,"sindirnya sembari menundukkan kepalanya penuh hormat."
"Yanti yang merupakan anak pertama dari seorang COUNT." "Jelas mereka mengajarkan jenis-jenis sihir pada yanti dalam kerjasamanya untuk memperkuat pertahanan masing-masing kerajaan,"ungkap bety.
***
"Air dalam kemasan?"celetuk bety.
"Iya air dalam kemasan tapi bekas kemaren,"ketus cinta sembari meresapi karakternya dalam menghadirkan Plot Twistnya pada Puzzle sembilan ini.
"Di daur ulang Thor kalimatnya jangan di paksakan!"ke tiga vampire mengingatkan.
Sebuah tirai terbuka...
Cinta mengedipkan sebelah matanya...
AUTHOR nya tertawa...
***
"Ada rumor pelaku perampokan itu kabur ke alam manusia?"terang cinta.
*Hhheeemmm*
"Para peri pasti melaporkan hal ini pada ratunya dan tentunya kesatria dari para peri turut menyelidiki perkara tersebut,"tandas yanti mengikuti dengan memaksakan opininya.
"Apa pencarian pelaku perampokan akan di perluas lagi?"seru cinta sembari merebahkan punggungnya.
Kedua lengannya ia sandarkan di belakang kepala.
"Pencariannya di perluas sampai ke alam manusia,maksudmu?"tanya bety santai.
"Berapa jumlah pelakunya?"tanya yanti.
"Hhhheeemmm,seingatku sekitar tujuh entitas,"ucap bety kurang yakin.
__ADS_1
"Pelaku perampokan hasil panen pertanian telah melarikan diri,apalagi pelaku perampokan ini menguasai jenis-jenis sihir peri hutan,jenis sihir yang hanya di miliki para bangsawan bukan rakyat jelata,"
"Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan!"seru yanti tak habis pikir.
"Dengan memperluas pencarian sampai ke luar kerajaan?"ucap yanti penuh tanda-tanya.
*Jangan-jangan*
*ADA SEKANDAL DI BALIK INI SEMUA*
Yanti dan cinta berkata bersamaan.
"Para kesatria pemburu akan mencari ke tujuh pelaku perampokan di alam manusia secara sembunyi-sembunyi,"seru yanti.
"Mereka akan merubah wujudnya menjadi lelaki tampan dan kaya bak CEO yang tinggal di hotel mewah,"serunya sembari mengingat teori vampire dalam memburu mangsanya.
Hal inipun di pelajarinya saat pelatihan militer untuk para Kesatria elite di kalangan Bangsawan.
"Aku bisa membayangkan berapa ampul darah yang mereka bawa dalam perburuannya?"tandasnya sembari tertawa.
"Pasti mereka berburu saos cabai karena warnanya mirip dengan warna di ampul mereka,"lanjutnya lagi.
Mereka bertiga tertawa...
***
"Bagaimana dengan Arman?,"tanya bety sembari memicingkan mata pada ke duanya.
"Siapa Arman?"tukas cinta penasaran.
"Dia kesatria yang menjaga seruan bagi COUNT untuk para Bangsawan,"ungkap yanti di ikuti gerakannya yang salah tingkah.
"Ku dengar si pembawa seruan itu sangat tampan,kemampuannya dalam merubah wujud menjadi perempuan sangat di segani oleh kesatria lelaki di kalangan Vampire.
Dan kemampuannya hidup di dua alam yang sulit di pelajari. Sungguh sihir yang istimewa.
"Sepertinya Ombak di lautan menghantam karam,"celetuk bety.
"Sejak kapan kamu berhubungan dengan kesatria itu?"lanjut bety penuh curiga.
Secuil senyuman terlihat di wajah.
"Belum lama,"ke dua bola matanya mengangkat ke kanan atas setelah mengucapkannya.
"Pokoknya musti jadian,"seru bety sembari matanya menatap suci yang tertidur pulas.
Yanti dan cintapun menatap gadis kecil yang kini tengah tertidur pulas.
"Bagamana dengan suci?menyelamatkan perempuan muda itu,keinginan dia saat ini bukan?"seru cinta.
"Kita tidak boleh gegabah,FREYA mengajarkan sihir
padanya!"lanjut bety.
*KITA TIDAK PERLU MEMIKIRKAN FREYA*
Saat ini Bulan purnama penuh. Ke tiga Vampire tengah menghisap energi bulan.
Menghisapnya sampai-sampai salah satu dari mereka tertidur dan tidak terbangun.
Ke esokan harinya...
Matahari pagi bersinar menyentuh lapisan tanah yang di rimbuni rerumputan tanpa di halangi rerimbunan dedaunan.
Rerumputan membungkukan dahannya mengikuti desiran angin di pagi hari.
"Perutku kenyang karena makan ubi semalam,"keluh cinta yang masih asik duduk di atas rerumputan.
Telapak tangannya menyentuh perutnya. Sesekali menepuk-nepuknya.
"Iya,ubi yang membuat lidah suci terbakar,"gumamnya lagi.
"Aku mengerti kenapa kamu tidak memberi tahu mengenai pedasnya!"celetuknya sembari menghadapkan kepalanya ke arah cinta.
Cinta tersenyum karena merasa senang berhasil mengerjai suci.
Terdengar lembut semilir angin di telinga menerbangkan rambut panjang mereka.
"Kita harus bersiap-siap melanjutkan perjalanan." Semoga siang ini kita sudah tiba di perkampungan Peri,"terang bety.
Ke tiga vampire sedang bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. FREYA dan suci tengah duduk di atas batu.
Terlihat burung-burung beterbangan melintas tatkala matahari bersinar terang. Rerumputan berdahan tinggi terlihat menguning memadukan warna eloknya pada sang mentari.
FREYA dan suci tengah asik rebahan di tanah.FREYA yang masih mengemut sebatang dahan ilalang di mulutnya. Sesekali aroma liur FREYA SANG DEWI PENJAGA terendus hidung suci.
HARUM...
Dewi,ucapnya yang ingin mengatakan kecemasannya pada keluarganya.
Sudah dua hari aku berpetualang bersama kalian? Apa aku bisa pulang sebentar ke rumahku?
Bahkan aku tidak tahu bagaimana keadaan mamah,nenek,unty,amell. Sembari mengingat janji bertemu pipit di hari sabtu minggu ini.
FREYA SANG DEWI PENJAGA mengabaikannya. Ia terus dalam lamunannya.
Di sisi lain...
*Hhhheeeuuuhhh*
Ada apa? kenapa kalian begitu lesu?
Terdengar sahutan dari salah satu vampire.
"Aku tidak sabar untuk melihat tempat tinggal para peri,"jawab suci.
__ADS_1
"Menurut berita yang ku dengar peri-peri di sana sangat ramah pada bangsa manusia,"
*Hhheeemm*
"Yang aku ingat hari ini adalah hari panen dari hasil pertanian mereka."
"Madu dan gula di jual murah di panen hari raya ini,"ungkap bety.
"Terlebih lagi peri-peri kecil sangat menggemari madu dan gula." "Akan banyak permen dan manisan,pastinya!"celetuk cinta yang juga menyiapkan beberapa kepingan perunggu untuk membeli banyak permen dan manisan.
Kita akan menuju perkampungan para peri dan aku akan mengenalkan kalian pada lelaki tampan dari kalangan peri yang selalu membawa anak panah di punggungnya.
Ia selalu melintas dengan rusanya yang bertanduk besar.
Terdengar seruan yanti dari kejauhan.
Yanti menepukkan ke dua telapaknya untuk berkumpul dan bersiap-siap.
"Pagi ini Kita akan melanjutkan perjalan,"serunya dengan nada tinggi.
"Ayo,kita berangkat,"sahut mereka berbarengan.
Dua jam berlalu...
Mereka telah tiba di sebuah sungai yang mengalir pelan dan airnya terlihat sedikit keruh jika di lihat dari kejauhan.
Di sisi lain di pinggir sungai,terlihat
lima perempuan muda dan cantik tengah mandi di sungai yang arusnya pelan.
Rambutnya yang hitam panjang terurai menambah daya pikat ke lima perempuan ini. Salah satu dari mereka tengah memuji rambut-rambut teman sepemandiannya.
Terdengar obrolan pendek dari bibir mereka yang terlihat merah sensual.
Yanti menekuk lutut kanannya berhenti,mereka di belakangnya mengikuti.
"Siluman buaya!"lirih yanti sembari memberi perintah agar melewatinya saja. Mereka Bangsa teritorial yang tidak ingin wilayahnya di susupi.
"Kesenggol dikit buayanya marah-marah,"serunya sembari memperhatikan langkah kakinya melangkah pelan ke depan.
Yanti dan kelompok kecilnya melanjutkan perjalanan dengan mengitari sungai agar bisa menyeberangi sungai.
Banyak bebatuan besar yang mereka pijak untuk mereka loncati. Ke dua pijakan kaki mereka terus menginjak bebatuan besar yang basah karena arus sungai.
Sandal yang mereka pijak terasa basah dan dingin karena terendam air sungai. Sesekali mereka menjatuhkan diri di sisi sungai agar ke dua mata kakinya terendam.
Cinta merentangkan pergelangan kanannya ke arah suci. Ia pun meraih dan menghempaskan tubuhnya ke depan.
Ujung jalan setapak terlihat...
"Tidak jauh dari sini terdapat perkampungan,mungkin kita bisa istirahat sebentar,"tandas yanti sembari memalingkan wajahnya ke depan.
Biasanya terlihat para peri lalu lalang tapi...
Selang beberapa waktu,di depan mereka yang tidak begitu jauh,terlihat perkampungan peri.
Perkampungan yang sama sekali tidak terlihat sesosok peripun. Sepertinya para peri di lingkungan ini pergi entah kemana.
Yanti dan kelompok kecilnya berjalan pelan.
Ke tiga vampire mengeluarkan belati tajamnya untuk bersiaga.
Indera penciuman bety merasakan ada bekas jejak entitas lain yang bergerombol memasuki kampung ini dan membawa semua penduduk peri."
Sepertinya semua peri di lingkungan ini sudah pergi!"bisik FREYA lirih.
Suci diam mematung. Ia sama sekali belum pernah bertarung dengan entitas terlebih lagi siluman.
Ia hanya bisa menangis dan berlari memasuki kamar tidurnya. Di kala ia mengingat saat di marahi unty gita.
Lamunannya terhenti,saat mendengar panggilan lirih di ke jauhan.
"Suci...Suci...cepat kemari!"sahut FREYA yang sudah berada di salah satu pintu rumah peri.
Cepat-cepat suci malangkah cepat menuju ke arah FREYA.
Suatu pemandangan yang terlihat menarik dari mata ke duanya.
Di sisi lain...
Yanti dan ke dua vampire terhenti di depan kuil tempat ibadah. Mereka tidak menemukan sesosok peripun beribadah di sini.
Rumah-rumah peri tidak ada yang rusak karena pertempuran. Tidak di temukan peri-peri yang terluka dan tidak di temukan bekas energy dari sebuah pertarungan.
Bety mencoba membaca residual energy di lingkungan yang kosong melompong ini...
Bety terus memusatkan energynya pada dahi dan keningnya. Ia terus menyusuri berita mengenai kejadian di lingkungan ini.
Bety telah mendapatkan gambaran.
Ia tersenyum...
Sepertinya para peri tengah berkumpul di kota karena Ratu dari kalangan peri merayakan ulang tahun putrinya.
Saat ini Para Bangsawan dan rakyat jelata tengah menghadiri festival rakyat di alun-alun kerajaan." Putri raja berulang tahun.
Sofie...
Temannya yang pernah...
"Bety,apa yang kamu lihat?"tanya cinta.
"Di mana FREYA dan suci?"tukas yanti sembari melangkahkan kakinya meninggalkan bety dan cinta.
Ia mencari di setiap area.
__ADS_1
Yanti melongo melihat FREYA dan suci tengah menghabiskan buah durian di salah satu rumah peri. Karena lapar terlihat mereka berdua makan dengan lahapnya.