
Melannie menghilang,...
Keluarga panik. Terakhir kali gadis itu terlihat sore hari, ketika ia meninggalkan ruang TV dan memasuki kamarnya. Semenjak itu dia tidak keluar dari sana.
Saat keluarga sudah bersiap di meja makan, Melannie belum turun dari kamarnya. Ayah meminta Mario untuk memanggil gadis itu.
" Mel, ayo makan! Semua sudah menunggu di bawah." Tiba di depan pintu kamar Melannie, Mario mengetuk pelan. Tidak ada sahutan dari dalam. Mario kembali mengetuk pintu, kali ini dengan sedikit keanehan di hatinya.
" Mel,..."
Sekitar lima menit kemudian ekspresi Mario telah berubah. Wajahnya merah dan kedua alisnya terjalin erat. Kesabarannya memudar seiring waktu.
Gadis itu, beraninya dia mempermainkannya!
Bukannya membuka pintu dan segera keluar. dia bahkan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Benar- benar cari perkara!
Mengumpulkan segenap kesabarannya untuk terakhir kalinya, Mario menyentak handel pintu dan mendorongnya hingga membuka,
" Gadis nakal! Kau sengaja membuatku marah, ya,..Mel,..Mel??"
Manik sewarna malam Mario mengerjap beberapa kali. Dia berdiri tepat di depan pintu, menyapu berkeliling dengan matanya.
Meja belajar di sebelah kanan kosong, ranjang besar pink di tengah- tengah ruangan juga kosong, dan sova panjang empuk di sebelah kiri juga tak ada orang di atasnya.
__ADS_1
Tiga tempat favorit Melannie di dalam kamarnya terlihat rapi. Bahkan boneka coklat tua Teddy Bear duduk tenang di samping bantal di ranjang.
Perlahan dia menghampiri kursi belajar. Telunjuknya menyusuri sandaran kursi seakan bertanya kepada benda mati itu, di mana pemiliknya berada. Di waktu itu matanya berkeliling bolak balik, memastikan sekali lagi, takut- takut matanya bermasalah.
Jantungnya berdebar kencang. Aneh. Kenapa tiba- tiba dia merasa gelisah tanpa sebab?
" Ah, mungkin saja dia sedang mandi." Mario mengusir pikiran buruk yang terlintas di kepalanya beberapa saat yang lalu. Ia bergerak menuju kamar mandi yang berada di sudut sebelah kiri belakang kamar itu.
" Mel, apakah kau sedang mandi?" Di depan pintu kamar mandi Mario mengangkat tangannya, mengetuk sekaligus memanggil saudaranya itu.
Hal yang sama kembali terjadi. Lima menit berlalu. Mario masih mengetuk pintu dengan harapan. Namun seiring waktu harapannya itu perlahan mulai jatuh ke titik bawah.
Telinganya tak mendengar suara apa- apa dari dalam. Tidak ada suara air mengalir atau gerakan lainnya.
Mario mulai dilanda cemas.
Bayangan Melannie terjatuh di kamar mandi dan tergenang darah membuat ngeri Mario. Matanya sedikit terpejam saat melangkah masuk.
" Mel,..." Pelan- pelan ia membuka matanya dan melihat ke arah lantai. Tanpa sadar ia menghembuskan napas lega. Apa yang ditakutinya ternyata tidak terjadi. Lantai kamar mandi bersih, tidak ada tubuh bersimbah darah di sana.
Alis Mario terjalin erat, " Eh?" Sedikit aneh melihat segala sesuatu di kamar mandi itu terlihat kering dan rapi. Seakan seseorang belum masuk dan mengacak- ngacak di sana. Bahkan lantai yang biasanya kering, jejak kaki basah sama sekali tak ada.
Ke mana gadis itu pergi,...
__ADS_1
Secepat datangnya, begitu juga saat Mario meninggalkan kamar Melannie. Dia menuruni tangga dengan suara berdebum kencang, mengejutkan kedua orangtuanya yang sedang berada di meja makan. Mereka mendonggak ke arah tangga dengan kerutan di kening.
" Mario, hati- hati! Kenapa kau berlari, Hah?"
" Mana adikmu?"
" Ayah, ibu,... Melannie tidak ada di kamarnya!" Mario tiba di depan pasangan itu. Napasnya memburu. Wajahnya mulai berkeringat.
Ayah menatapnya lekat, " Apa kau sudah mencarinya dengan benar?"
" Sudah, Ayah. Kamarnya kosong. Juga kamar mandi, dia tak ada di sana."
" Setelah menonton bukankah dia langsung masuk ke kamar?" Ibu mulai diliputi kecemasan, " Ibu tidak melihatnya turun semenjak itu."
" Mungkin dia ada di garasi. Aku akan ke sana mencarinya." Mario lalu teringat jika Melannie belum membersihkan sepedanya setelah dipakai hari ini. Gadis itu berkata kepadanya akan membersihkannya nanti.
Ayah dan ibu mengangguk. Mario lalu melesat pergi.
Lima belas menit berlalu. Rumah meledak dalam kegemparan.
Gadis berusia 7 tahun itu pergi dari rumah tanpa bilang siapa- siapa. Sewaktu Mario memeriksa ke garasi, Melannie tidak ada di sana. Bukan hanya itu. Sepeda gadis itu pun tak ada di tempat.
Campuran kemarahan dan juga kecemasan mewarnai wajah ketiga anggota keluarga.
__ADS_1
Gadis itu, ke mana dia pergi malam- malam begini,...
***