
Suatu hari di pagi hari,terlihat seorang gadis sedang tergesa-gesa ia berlari di lobi sebuah perusahaan dengan membawa banyak bunga di tangannya,ia memasuki perusahaan yg bertuliskan BANGTAN GROUP
Syaquilla mengedarkan pandangan nya ke seluruh lobi tetapi tidak menemukan yang ia cari,lalu ia pun pergi ke meja resepsionis dengan tergesa.
" Permisi nona,apakah saya boleh tahu dimana ruangan Tuan Stevano Franzio Erlangga."tanya syaquilla pada resepsionis
" Maaf nona,anda siapa dan ada keperluan apa anda mencari Tuan kami." kata resepsionis tersebut sambil memperhatikan syaquilla yg memakai kacamata bulat yang lumayan tebal , kaos T-shirt hitam polos dan celana jeans agak sedikit Kumal dari atas sampai bawah
" oh iya nona,saya Quilla pengantar bunga,saya datang atas pesanan Tuan Stevano." jawab Quilla
" ah ternyata nona yang sedang di tunggu oleh tuan,Tuan Stevano sudah menunggu." ucap sang resepsionis itu
" kalau boleh tau dimna ya ruangan Tuan Stevano" syaquilla bertanya
" naiklah lift yang di sebelah kiri lalu naik ke lantai 20,disana ada sekertaris Tuan Stevano,anda bisa memberikan nya padanya."ujar resepsionis yang bernama tag Risha
" Terima kasih nona Risha yang cantik,kalau begitu saya permisi dahulu."ucap syaquilla seraya berjalan menuju lift yang akan membawanya kepada si pelanggan .
Ting ...
Lift yang Syaquilla naiki telah sampai di lantai 20 ,ia lalu berjalan lurus menuju meja sekertaris Tuan Stevano seperti arahan Risha.
Vania Larissa yang merupakan sekertaris Direktur Utama Bangtan Group menoleh ke arah syaquilla yang tengah berjalan sambil membawa bunga.
" anda gadis pengantar bunga itu ? ayo Tuan sudah menunggu , kenapa sangat terlambat ? Tuan tidak suka orang yang terlambat beliau akan__."ucap Vania terputus karena dia mendengar bos nya sedang marah marah
" Dasar kalian tidak becus,apakah kalian tidak bisa mengerjakan hal yang mudah seperti ini." ucapan bos Vania terdengar dari dalam ruangan
Ruangan itu memang kedap suara,tetapi saat ini pintu tersebut sedikit terbuka sehingga saat bos nya marah terdengar sampai keluar ruangan.Vania dan Syaquilla yang mendengar bos nya marah pun ikut terkejut
" baru saja aku mau bilang kalau bos itu suka marah marah."bisik Vania pelan pada syaquilla
"apakah bos kalian juga akan marah karena aku terlambat."tanya Quilla
"mungkin saja."bisik Vania
__ADS_1
tidak lama bunyi interkom di meja Vania berbunyi dan membuat kaget keduanya
"astaga ya ampun ." ujar syaquilla yang terkejut
Tiiiitt
" Vania apakah bunga pesanan saya sudah tiba."ucap Stevano
" e-ehh su-sudah pak." jawab Vania
" cepat bawa bunganya masuk kesini." ucap Stevano tegas
"baik pak."
" kau bawa masuk bunga nya jangan sampai bos marah." kata Vania sambil mendorong tubuh syaquilla
"tidak kau saja yang masuk,aku tidak mau ." tolak syaquilla
" kenapa aku,kau kan yang terlambat seharusnya kau saja yang masuk ." jawab Vania
"aku ."jawab Vania
"yang di suruh bawa bunga nya masuk siapa?tanya syaquilla lagi
"tentu saja aku." kata Vania
"itu berarti kau yang harus membawa masuk bunga ini kan." ucap syaquilla
"iya juga ya,.!! fikir vania
" kalau begitu cepat lah masuk nanti takutnya bos nya marah lagi,kau tidak mau kan di marahi oleh bos mu karena terlambat." ujar syaquilla pada Vania
"baiklah kalau begitu aku masuk mengantarkan bunga dahulu ." ucap Vania sambil ngambil bunga yang di pegang syaquilla
" eh tunggu,,harga satu ikat bunga nya 75 ribu jadi total 2 ikat bunganya 150 ribu ,terima kasih aku akan menunggumu di sini." ucap syaquilla sambil tersenyum
__ADS_1
" baiklah."
Tok Tok Tok
"masuk." jawab Stevano
" ini pak bunga yang anda pesan ada__.!"
"taruh di sana bunganya." ucap Stevano
Vania pun berjalan menuju meja tamu seraya meletakkan bunga tersebut.tiba tiba handphone stevano berbunyi ,di lihatnya Sherly adik kandung Stevano
drt drt drt
"iya sebentar lagi aku akan kesana." ucap Stevano
"cepatlah kak,kenapa kau lama sekali."jawab Sherly dari seberang sana
"iya tunggu."jawab Stevano lagi.lalu ia meletakkan handphone nya kembali,saat menoleh kesamping Stevano masih mendapati sekertaris nya belum beranjak pergi lalu Stevano pun bertanya
"kenapa kau masih di sini."tanya Stevano
"i-itu pak bunga nya belum di bayar totalnya 150ribu, sekarang orang nya masih menunggu di luar." jawab Vania
"kenapa tidak bilang kalau pengantar bunga nya itu ada di luar, kenapa tidak dia saja yang mengantarkan bunganya ,kenapa harus kau." tukas Stevano sedikit meninggi
"cepat suruh dia masuk dan minta bayaran nya sendiri."perintah Stevano
maaf ya untuk reader reader semua sampai di sini dulu.
mohon maaf bila ada sedikit typo semoga kalian semua suka
jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian
love you so much untuk semua dari author
__ADS_1