
Di kediaman Doni Darmawansyah
"bagaimana keadaan suami saya Dokter ?."tanya dewi
"pak Doni mengalami syok ringan dan mengalami tekanan.tolong di jaga pola makan nya yang sehat dan istirahat yang cukup dan juga tolong hindari tekanan-tekanan yang membuatnya banyak berfikir."jawab Dokter
"Terima kasih Dokter ."ucap Dewi
"Sama-sama bu,kalau begitu saya permisi dulu ." ucap Dokter seraya berjalan keluar hendak pulang
Stephani terus terisak di samping ranjang ,dimna Doni yang pingsan tidak sadarkan diri.Irfan yang melihat tunangan nya terus menangis tidak tega melihat ya seraya mendekat ke arah stephani
" sayang ,sudah jangan menangis lagi ,ayah Doni akan baik-baik saja,lebih baik kamu ke kamar dan istirahat ya jangan sampai kamu juga ikut sakit."tukas Irfan
"iya sayang,papi tidak apa-apa hanya kelelahan saja lebih baik kamu ke kamar yah di antar nak Irfan."ucap mami
stephani hanya menjawab dengan anggukan dan segera keluar kamar menuju kamarnya sendiri
Sedangkan Alfario mengusap wajahnya kasar,dia tahu selama ini sikap papi nya selalu dingin dan cuek sehingga memiliki kesan jika ia tidak pernah menyayangi dirinya dan juga stephani.Tetapi Alfario tahu walaupun Papi Doni selalu cuek tapi sebenanya papi Doni sangat menyayangi mereka ,terbukti bahwa setiap malam saat yang lain tidur papinya akan mask ke kamar mereka dan mencium kening dan meminta maaf saat mereka tengah terlelap .dan saat melihat papi ambruk seperti tadi ia merasa sangat cemas
sepeninggalan mereka semua,Doni sedikit tersadar dan mengigau
__ADS_1
"aku bersalah......"lirih Doni
"aku sangat menyesal Sinta."lanjut Doni sebelum akhirnya tertidur kembali
..................
malam hari yang indah,setelah selesai makan malam Stevano kembali ke kamarnya.Vano berjalan menuju balkon kamarnya dan entah kenapa ingatannya kembali ke kejadian tadi pagi
"mata yang sangat indah."gumam Stevano sambil tersenyum
"akhhh kenapa aku jadi memikirkan nya terus."lanjut Stevano
" apa aku memesan bunganya lagi ya,dan meminta tolong diantarkan olehnya agar aku bisa melihat kembali mata indahnya."kagum Stevano
Vano akhirnya masuk kamar dan tidur
keesokan harinya
Pagi yang cerah dan aktifitas baru bagi Vano kembali ke kantornya, posisinya sebagai Direktur Utama mengharuskan dia harus selalu siap siaga untuk menghadapi masalah apapun yang menerpa,apalagi dia akan menjadi penerus Dimas Franklin Erlangga.Dia di tuntuk untuk melakukan yang terbaik untuk perusahaan yang di dirikan oleh kakeknya itu
berjalan menuruni tangga dan menyapa ayah,ini dan adiknya yang sudah duduk manis di meja makan
__ADS_1
"selamat pagi pah ,mah , sherly."sapa Stevano
"selamat pagi Vano ."ucap Riska Amelia ,mama Stevano
" selamat pagi juga kak Vano "jawab sherly
"ya pagi." jawab Vano seraya menarik kursinya
" mama ambilkan susu untuk kamu dulu ya."ucap mama Riska
" iya ma."jawab Stevano
"hari ini ada jadwal apa saja Vano."tanya Dimas ,papa Stevano
" hari ini Vano mau ke perusahaan Alfario pah,untuk membahas beberapa berkas untuk kerja sama nanti ." jawab Stevano
"oh,begitu baiklah."ucap dimas mengangguk mengerti
oke readers maaf ya di gantung dulu ceritanya
nanti kita lanjutkan lagi
__ADS_1
happy reading ππ
semoga suka ya ππππ