
"oke baiklah, kapan-kapan aku akan pergi denganmu ke salon ."
"oh tentu,,,,ke salon langganan ku."ucap Stephani
Sementara Stevano terus memandangi Irfan dengan tatapan yang tajam begitupun sebaliknya
"cihh apa apaan dia dasar menyebalkan."batin Stevano
"hehh,,kau kira kau saja yang bisa menatap seperti itu,aku juga bisa."batin Irfan terus menatap tajam ke arah Stevano
sementara Sherly dan Stephani tengah sibuk membicarakan tentang rencana kemana mereka akan pergi jalan-jalan
"eh iya Stephani,kapan kau akan melangsungkan pertunangan mu."tanya Sherly
" sekitar 2 - 3 Minggu lagi ,iya kan sayang."jawab Stephani menatap ke arah Irfan sambil tersenyum
" oh iya,,kalian jangan lupa datang ya,apalagi sama teman lama harus akrab dong ,betulkan sayang."jawab Irfan tersenyum sinis dan merangkul pinggang Stephani tetapi matanya tetap menatap ke arah Stevano
"cih dasar tidak tahu malu,rayuan yang sungguh menggelikan.kau fikir aku tidak tahu akan kebohongan mu."rutuk batin Stevano
"ah iya aku hampir lupa kalau wajah Stephani sangat mirip dengan gadis pengantar bunga itu."batin Stevano
"eh Stephani bisa aku bertanya padamu."tanya Stevano
Stephani pun mengangguk
"jika mau bertanya boleh saja asalkan jangan bertanya"maukah kau menikah dengan ku." serobot Irfan
"cih,,aku itu bertanya pada Stephani bukan padamu."jawab Stevano
"sudah sudah kenapa kalian senang sekali bertengkar..Kak vano mau bertanya apa." tanya Stephani setelah melerai keduanya
" eumm,,apakah kau punya saudara perempuan kembar ."tanya Stevano hati-hati
"sepertinya tidak,soalnya aku adalah anak bungsu di keluarga ku,hanya aku dan kak Alfario saja."jawab Stephani
__ADS_1
"oh itu berarti hanya perkiraan ku saja kalau Stephani sangat mirip dengan nya."batin Stevano
"memangnya ada apa kak,tumben kak vano bertanya seperti itu."tanya Stephani
"oh tidak,mungkin itu hanya perkiraan ku saja kalau kau sangat mirip dengan gadis pengantar bunga tadi pagi."jawab Stevano
"apa kau bilang ? enak saja kau sama kan tunangaku dengan gadis pengantar bunga."emosi Irfan
"heyyy siapa yang menyamakan tunanganmu ,aku kan hanya bertanya saja."jawab Stevano
Stevano dan Irfan terus saja saling meributkan hal itu sampai akhirnya Sherly pun kesal
"DIAM." teriak Sherly
"tidak malu kah kakak dan kak Irfan terus ribut seperti ini ? apa kalian tidak lihat semua orang sedang memandang ke arah kita." bentak Sherly
Stevano dan Irfan diam,tetapi mereka masih saling melayangkan tatapan tajam
"mungkin kak Vano hanya salah lihat."ucap Stephani
"mungkin saja,lagi pula kalian berbeda,jika kau memiliki kulit putih,rambut hitam ikal,sedangkan dia berkulit kuning Langsat ,rambut lurus pirang sepinggang."jawab Stevano
" berbeda maksudnya bagaimana kak."tanya Stephani
"ya,jika kau memiliki warna mata coklat sedangkan gadis itu memiliki warna mata biru langit cerah."jawab Stevano lagi
"oh begitu ,mungkin dia hanya mirip kak,,lagi pula akhir-akhir ini memang banyak yang wajah meniruku ! mungkin dia penggemar ku."tukas Stephani percaya diri
"cih sungguh percaya diri sekali ,lagipula siapa juga yang penggemar mu ,orang dia pengantar bunga."batin Stevano
"oke baiklah lebih baik kita melanjutkan makan siang kita."ajak Sherly
mereka pun akhirnya melanjutkan makan siang tanpa sepatah katapun hanya dentingan sendok yang terdengar
...................
__ADS_1
Syaquilla dan kedua sahabatnya sedang berjaga di gudang rempah-rempah
"Andra tidak ikut jaga Sya ."tanya Ilham
"tidak ,katanya anak nya sakit ."jawab syaquilla
"oh.... " Ilham ber oh ria
"kacamata mu Sya ."tanya Iwan
"tidak bawa,aku tinggal di rumah ." jawab syaquilla
"kenapa tidak di bawa,kan buat jaga - jaga kalau nanti mata mu kambuh lagi."tukas Iwan
"heee tidak apa,,kalau malam aku tidak terlalu butuh karena jika malam aku bisa melihat tanpa kacamata."imbuh Syaquilla
"eum baiklah kalau begitu."lirih Iwan
"ehhh Dedi mana bang." tanya syaquilla
"itu ada,lagi ngangkut barang ke kontener di pelabuhan yang buat di kirim."jawab Ilham
"oh gitu bang."ucap syaquilla
"eh Sya kamu udah makan belum." tanya Abid yang datang entah darimana
"belum,emang kenapa bang."tanya syaquilla
"kalau belum nih Abang di bawain makanan sama istri Abang banyak banget,buat makan bareng-bareng ."jawab Abid
"wahhh, kebetulan banget bang Quilla lagi lapar."ujar syaquilla sangat senang
" ya udah kalau gitu,ayo kita makan bareng."ucap Abid seraya membuka bekal makanan nya
maaf ya readers Novel nya sampai di sini dulu
__ADS_1
mohon maaf kalau ada typo,maklum ngetik nya pas malem jadi agak ngantuk ππ
salam hangat dari author πππ