
"Mirip sekali dengan Stephani,tidak mungkin kebetulan,mata itu...Biru cerah..indah,bibirnya...ehmm aduhh mikir apa aku ini ." rutuk Vanno sambil tersenyum.
Syaquilla melihat Vanno tersenyum terpana.
"Lumayan ganteng....." ucap Syaquilla tanpa sadar .
"Saya tahu saya ganteng jadi gak usah lihatin gitu..merinding tahu,"ucap Vanno .
Syaquilla memandang Vanno dengan tajam.
" ngapain bapak senyum-senyum kayak gitu ? pasti punya pikiran Kotor yah ?" tebak Syaquilla Dan Vanno tercekat.
"ehmm...sembarangan aja kalau ngomong.."elak Vanno.
"Yah siapa tahu aja kan,"sahut Syaquilla.
"Nama kamu siapa ?" tanya Vanno.
"ngapain bapak nanyain nama saya ?" tanya Syaquilla.
"Yah cuma pengen tahu aja,supaya nanti kalau saya pesan bunganya,kamu yang bawa kan saya kenal ,"jawab Vanno
" oh kirain mau pelet...aww...bapak ini sakit tahu ," kesal Syaquilla.
" maaf gak sengaja ," ucap Vanno.
" hadehhhh,,,,kapan sih nih perempuan gak bikin dongkol terus ? Humm rasain biar tahu rasa tuh ."Batin Vanno.
"Syaquilla Khoirunnisa ," jawab Syaquilla.
"nama yang indah ," puji Vanno
Syaquilla tersenyum tulus ,
" Terima kasih ," ucap Syaquilla.
" Tak masalah, err hanya itu ?" tanya Vanno.
Syaquilla menggeleng.
" Melburk ." sambung Syaquilla.
Vanno manggut- manggut.
" Syaquilla Khoirunnisa Melburk ?! seru Vanno
" yah ," sahut Syaquilla.
" Amerika ? tapi wajah kamu Asia banget ," ucap Vanno.
__ADS_1
" Marga nenek dari ibu saya,beliau orang Amerika asli Dan menikah dengan kakek yang orang asli Indonesia ," jelas Syaquilla.
Vanno mengangguk .
" kenapa tidak dengan marga ayah mu ?" tanya Vanno.
Mata Syaquilla memerah Dan air matanya hampir tumpah.
Vanno tersadar dia salah bertanya.
" maaf kan saya...saya mengerti ," Ucap Vanno.
Syaquilla mengangguk faham Dan diam.
"Beliau menikah lagi,dari aku lahir tidak pernah bertemu," Ucap Syaquilla menahan isakannya.
Vanno seolah di hantam palu besar mendengar ucapan Syaquilla
" aku mengerti....maaf atas keterlaluan ku," Ucap Vanno .
Syaquilla kembali mengangguk.
" Yah tak apa,beliau sudah menikah Dan hidup bahagia bersama anak-anak yang di harap kan nya. ." ucap Syaquilla.
Vanno tertegun.
" Sangat terluka ." Batin Vanno.
Vanno mengangguk.
" Tak masalah ," sahut Vanno
"Boleh untuk ku ? Anda kan punya banyak uang untuk membeli obat ini ," ucap Syaquilla asal .
Vanno melongo.
" Baru kali ini aku bertemu perempuan tak tau malu mungkin ? Ehh......," Ceplos Batin Vanno .
" Tentu saja boleh ... aku masih punya stock satu lusin lagi ," jawab Vanno.
" Benarkah ?" tanya Syaquilla.
Vanno mengangguk.
" Anda tidak keberatan ?" tanya Syaquilla lagi.
Vanno mengangguk.
" Satu lusin obat itu untuk ku ?" tanya Syaquilla lagi.
__ADS_1
Vanno mengangguk kembali .
" Yes ... dimana obat itu ?" tanya Syaquilla girang.
" Di belakang mu ," jawab Vanno.
" Ok ," sahut Syaquilla berjalan mengambil selusin obat salep lalu di isikannya pada kantong jacket jeans nya .
" Apa yang kau lakukan ?" tanya Vanno.
" Anda tidak lihat ? tentu saja aku sedang mengambil obat ini ." jawab Syaquilla.
" Hah sebanyak itu ? memang nya untuk apa ?" tanya Vanno bingung .
" Untuk makan... " jawab Syaquilla asal
" Hahh ?" cengo Vanno.
Syaquilla mendengus kesal .
" Dasar lemot ." Batin Syaquilla kesal.
Assalamualaikum para readers semua,masih di sini di cerita Syaquilla .
Maaf ya author nya baru bisa Up lagi
soalnya author nya sibuk .
Happy reading guys semoga suka ya sama Ceritanya .
mohon maaf kalau ada yang kurang sreg atau ada banyak typo yang bersebaran .
Stay tune terus ya Selamat siang Dan Selamat istirahat. sehat sehat selalu
salam hangat dari author
Mansion keluarga Erlangga
Mansion keluarga Darmawansyah
BONUS
__ADS_1
author nya sambil nge halu ππππ