System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 11 : Pertemuan tidak terduga


__ADS_3

[Ding! selamat! anda telah naik ke level 29!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 30!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 31!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 32!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 33!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 34!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 35!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 36!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 37!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 38!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 39!]


[Ding selamat! anda telah naik ke level 40!]


[Ding! mendapat poin 120 poin statistik!]


Setelah membunuh puluhan gargoyle dalam sekejap, Augus berhasil menaikkan levelnya hingga ke 40.


Ia pun segera menutup panel biru yang bermunculan di depannya dan menyarungkan pedangnya kembali ke sarungnya.


"Itu tadi benar-benar luar biasa." Ucapnya


Augus memang sudah sering melakukan skill besar seperti itu ketika bermain game, tetapi ketika melakukannya secara langsung, dia merasakan sebuah sensasi kepuasan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Sebuah sensasi kenikmatan ketika mengetahui bahwa dirinya bisa melakukan hal yang sama dengan game.


"Hahahaha, sudah kuduga...aku benar-benar menyukai dunia ini." Ucapnya.


Setelah melihat ke tanah sekitar yang sudah hangus selama beberapa saat, Augus membalikkan badannya untuk kembali ke Ibukota.




Sesampainya di Ibukota...



"Hey, apakah kamu mendegar mengenai lapangan yang ada di timur Ibukota? para petualang mengatakan bahwa ada tornado api yang menjulang besar ke langit dan menghanguskan semua monster dan tanah yang ada di sana.



"Benarkah? barusan aku juga mendengar tentang seorang petualang peringkat S yang datang ke area monster Orc dan menebas mereka semua dengan sekali tebasan.."



"Heeeh...sepertinya ada seseorang yang luar biasa di sini.."



Desas-desus para petualang mulai terdengar di sekitar Ibukota. Itu karena rumor mengenai orang yang sudah membunuh Orc dan menghanguskan padang rumput gargoyle sudah menyebar dengan cepat.



Augus dengan cepat bergegas buru-buru berjalan menuju penginapannya untuk bersembunyi.



"Aku benar-benar harus segera pindah ke kota lain!" Pikirnya.



Namun sebelum Augus sampai di depan penginapannya, seorang wanita yang memakai penutup kepala berwarna putih berdiri terdiam di depan pintu penginapan sambil menatap ke arah Augus yang tergesa-gesa.



"Anu...apakah bisa menyingkir sebentar? saya ingin masuk ke sit-"



"Kamu bukan? orang yang membantai puluhan orc dalam sekejap dan membumi hanguskan lapangan gargoyle?" Ucap Wanita itu.



Augus sontak terkejut mendengar perkataan wanita itu.



"E-eh? ma...mana mungkin! lagipula aku adalah petualang peringkat D! coba lihat labelku ini!" Augus menunjukkan label peringkat guildnya yang bertuliskan D.



"Hooooh...mungkin kamu bisa menipu orang lain dengan itu tetapi....aku yang sudah hidup ratusan tahun sudah paham pola orang yang tidak ingin terlihat mencolok."



"Hah? ratusan tahun? apa maksudm-"

__ADS_1



Sebelum Augus melanjutkan kata-katanya, Wanita itu membuka penutup kepalanya sedikit dan menunjukkan wajahnya.



Augus sontak terdiam dan membuka matanya lebar-lebar karena itu, sebab dia belum pernah melihatnya secara langsung seumur hidup.



Sebuah ras yang memiliki telinga panjang dan biasa dilihat di game fantasi, sebuah pesona yang tidak pernah dilupakan oleh seorang gamer ketika bermain game MMORPG.



"Ka...ka-ka..kamu el-!!" Wanita itu langsung menutup mulut Augus sebelum ia mengucapkan nama rasnya.



"Shhh!! diam! akan merepotkan jika identitasku ketahuan di sini!" Ucap Elf itu.



Augus secara otomatis menganggukan kepalanya, namun ia masih membuka lebar-lebar setelah melihat seorang wanita Elf cantik di depannya.



"Ba..bagaimana kamu bisa tahu kalau aku yang melakukannya?" Tanya Augus.



Elf itu tersenyum.



"Aku melihatnya langsung dari kejauhan, kamu tidak bisa menipu seseorang yang sudah hidup selama 170 tahun loh..." Ucap Elf



"S-seratus tujuh puluh...ehem! Be-begitu ya...namun apa yang akan kamu lakukan jika memang mengetahuinya?" Tanya Augus.



"Izinkan aku berasamamu, kumohon!"



"Ehhhh???" Augus sekali lagi membuka matanya lebar-lebar mendengar perkataan Elf di depannya.



Ia tidak menyangka jika elf itu akan memintanya untuk bersamanya.




"Ba-bagaimana bisa kamu.."



"Itu terlihat dari caramu melepas jurus tadi, itu terlihat berantakan dan tidak rapih."



"Eh? bahkan mengeluarkan jurus pun bisa tidak rapih ya?" Augus terheran.



Itu karena di game yang ia mainkan, tidak ada sistem tentang tata cara penggunaan skill yang rapih. Sebab semua skill yang dikeluarkan sudah terporgram dari sananya.



Namun di dunia fantasi unlimited ini, sepertinya hal itu tidak berlaku.



"Bagaimana? apakah kamu tertarik?" Ucap Elf itu.



Augus berpikir sebentar sebelum menjawab Elf itu.



"Apa yang akan kaulakukan apabila aku menolaknya?" Tanya Augus.



Elf itu menghembuskan napas kecil.



"Maka aku akan segera pergi, namun perlu diingat, jika kamu menolakku. Maka kamu akan kehilangan kesempatan seumur hidup pada seorang pemandu yang mengenal baik dunia ini selama 170 tahun. Sekaligus cara penggunaan uang yang efektif." Ucap Elf itu.



"Uang? hey, aku belum menyebutkan apa-apa tentang uang bukan?"

__ADS_1



"Bagaimanapun orang melihatnya, seseorang yang tinggal di penginapan terbaik di Ibukota pasti mempunyai uang yang tidak sedikit di katung mereka bukan?"



"E-eh? ka...kamu benar sih..." Augus tersadar bahwa dirinya sedang berniat berjalan menuju penginapan terbaik di depannya saat ini.



Dirinya terkejut bahwa ia sama sekali tidak menyadarinya.



"Bagaimana? apakah kamu menerima tawaranku? atau kamu menolak?" Tanya kembali Elf itu.



Augus kembali berpikir, namun sesudah itu dia langsung segera bertanya kepada Elf di depannya.



"Kalau begitu, tolong beritahu aku tentang alasanmu mengajakku saat ini." Tanya Augus.



Elf itu tersenyum mendengar pertanyaannya.



"Simpel, itu dikarenakan aku merasa bisa membuat petualangan yang seru denganmu." Ucap Elf itu.



"Eh? petualangan?" Augus bingung,



"Itu benar, asalkan kamu memberiku pengalaman yang bagus, aku tidak akan meminta bayaranmu sedikitpun, karena aku juga berniat menjadi anggota partymu.



"Hoooh begitukah? apa kamu tidak merasa salah mengajak orang" Tanya Augus.



Elf itu mendesah sedikit mendengar ucapan Augus.



"Dengan kemampuanmu itu, aku yakin jika diasah dan disempurnakan lebih lanjut, akan menjadi sebuah kekuatan yang akan membuat dunia ini terguncang. Dan mataku ini tidak salah. Bahkan kamu mungkin bisa menantang menara babel itu."



Ketika mendengar kalimat terakhir Elf itu, Augus menyipitkan matanya.



"Menara Babel? apa itu?" Tanya Augus.



Elf itu tersenyum mendengar pertanyaan Augus, lalu dia menunjuk ke arah langit biru yang berada di belakangnya.



"Yang kumaksud adalah itu. The Tower Of Babel, Menara yang merupakan tujuan akhir bagi seluruh ras dan petualang yang ada di dunia." Ucap Elf itu.



Augus melihat ke asal telunjuk Elf itu yang mengarah ke sebuah menara tinggi yang menembus cakrawala langit dan ujungnya yang tidak terlihat.



Kemegahan sebuah menara yang membuat setiap orang penasaran ketika melihatnya.



Dari awal ketika AugusĀ  datang ke dunia ini, dirinya sudah penasaran tentang itu. Namun ia masih belum tahu tentang menara besar yang menembus langit itu.



"Sepertinya kamu terlihat tertarik. Bagaimana?" Tanya Elf itu.



Augus meneguk ludahnya setelah melihat menara babel itu, lalu ia kembali menghadap ke arah Elf di depannya.



"B-baiklah-baiklah, aku akan menerimamu, tetapi tolong beritahu semua yang kamu tahu tentang dunia ini." Ucap Augus.



Elf itu masih terus tersenyum melihat ke arah Augus.


__ADS_1


"Tentu saja, dengan senang hati." Balas Elf itu.


__ADS_2