System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 2 : Paket Pemula


__ADS_3

Jika orang melihatnya, maka mereka sudah jelas menganggapnya sebagai bualan belaka, tidak peduli apa yang dilihat orang, ada sebuah menara besar yang tergantung di ujung cakrawala, sebuah langit, seekor naga, dan Negara!


Ini jelas bukan pemandangan bumi yang ia kenal, tetapi yang lebih penting. Dia menyadari perasaan melayang di udara. Bahwa tidak salah lagi, dia jatuh tanpa parasut di tengah-tengah langit biru.


"Oh, aku akan mati.


3 detik kemudian, sebuah panel yang ia lihat sebelumnya. Muncul.


[Ding! memulai tahap sinkronasi tubuh]


[10%.....30%....80%]


[Ding! mengaktifkan kemampuan sinergis]


[10%....50%.....80%]


[Pengaktifan sepenuhnya berhasil! Memulai penyesuaian Indra dunia!]


[40%....70%....90%]


Suatu cahaya. menggerogoti tubuhnya, dan memaksa inderanya bekerja 100% penuh.


Yang membuat telinganya dapat mendengar suara-suara manusia, naga, angin, bahkan teriakannya sendiri.


Matanya, melihat jauh ke populasi manusia yang berada 10km dari tempat ia terjatuh. Lalu sebuah menara besar megah yang terlihat di ujung cakrawala.


Entah kenapa, tubuhnya terasa lebih ringan. Dikarenakan tubuhnya sudah menyesuaikan dengan kadar gravitasi yang ada di dunia ini. Yang 3x lipat lebih besar dari dunianya sebelumnya.


Perasaan mengantuk, perlahan memejamkan mata pemuda itu, dan dengan itu. Kesadarannya memudar.


*******


"Ugh...ughhhh.."


Bau tanah yang sudah lama ia tidak cium, aroma bunga yang asing. ketika ia sadar, Augus terbaring di tanah. Dia mengerang dan bangkit.


"Ap...ap-apa yang sebenarnya baru terjadi?"


[Ding semua sistem telah sepenuhnya terpasang dalam tubuh!]


[Ding! Selamat menikmati dunia fantasi unlimited ISEKAI!]


Augus melihat ke arah depan panel biru yang muncul di wajahnya, bertuliskan untuk memberi ucapan selamat datang padanya.


2 detik kemudian, panel biru itu hilang. Augus menyadari bahwa dia berdiri di tengah-tengah padang rumput dan sebuah monster kecil yang pernah ia lihat di game MMORPG.


Kenyal, melompat-lompat, mungkin wangi? sebuah monster yang lumrah dikalangan player pemula. Slime!


"B-bentar-bentar...aku...sebenarnya dimana aku ini?!"


Augus masih belum mempercayai penglihatannya. Dia mencari. mencari dan mencari sesuatu seperti konsol ataupun pc dan monitor yang selalu ia lihat.


Namun itu semua tidak ada. Hanya ada sebuah pemandangan langit biru dan padang rumput dengan monster kenyal yang melompat-lompat.


"Apakah aku bermimpi?...aku pasti bermimpi bukan?"


2 detik setelah ia mengatakan itu. Tidak, 1 detik setelah ia mengatakan itu. Sebuah panel biru muncul lagi di depan wajahnya.


[Ding! apakah anda berniat memulai tutorial?]


"Eh?"


Augus sedikit melangkah mundur karena panik. Namun panel biru itu terus mengikuti wajahnya seolah-olah menghantuinya.


"i-ini..."

__ADS_1


Seketika teringat sesuatu. Ia teringat sebuah game yang pernah ia mainkan di Virtual. Mungkin lebih tepatnya Virutal MMORPG. Dimana situasinya persis seperti yang ia alami sekarang.


"Ap..mungkin ini game?"


Augus mencoba untuk mempercayai dengan mengatur pemikiran "Ini adalah game." Dan dia pun memencet tombol bertuliskan "Yes" yang terletak di sebelah kiri "No".


[Ding! Tutorial diaktifkan! Paket pemula diberikan!]


*Ping! sebuah notifikasi muncul di pojok kanan atas viewnya.


Ketika dia melihat notif itu, dia melihat sebuah icon bergambar kotak. Dia mengerti betul icon itu. Sebuah icon yang biasa muncul di game untuk menyimpan barang-barang. Dikenal sebagai inventori.


"Um, aku hanya harus memencetnya kan?"


*Tit! Ketika Augus memencetnya, pandangannya tertutupi oleh kumpulan tabel kotak hitam kosong.


Persis seperti yang ia lihat di game-game lainnya.


"Um...item ini..paket pemula?"


Ada sebuah item berbentuk kardus yang diisi barang di atasnya. Dan Augus langsung menyadari itu.


Itu adalah paket pemula, sebuah item yang diberikan kepada player ketika pertama kali memainkan game untuk mensupport perkembangan mereka.


[Ding! Paket pemula telah dibuka!]


[Mendapatkan armor perunggu! pedang perunggu! perisai perunggu! 2x potion exp! 50 Lesser healing potion! 50 Mana potion! dan 100 gold koin!]


Kotak berwarna hitam yang tadinya kosong, dipenuhi dengan berbagai barang ketika Augus membuka paket pemulanya.


"Aku tidak mengkhayal.... ini benar-benar game!"


Insting gamernya menggejolak. Seketika ia langsung tahu apa yang harus ia lakukan.


[Ding berhasil memakai pedang perunggu!]


[Ding! berhasil memakai perisai perunggu!]


Tubuhnya terasa aneh. Dikarenakan sebuah armor tiba-tiba muncul dari udara dan langsung menutupi tubuhnya.


Kedua tangannya yang tadi kosong, tiba-tiba muncul sebuah pedang dan perisai berwarna coklat.


[Ding! tutorial dimulai!]


[Ding! Bunuh 3 slime yang ada di sini dan naikkan levelmu ke 2!]


Augus yang sudah melalui beratus-ratus game. Mengetahui perisis pola tutorial yang ia jalani. Itu benar-benar sama dengan yang sering ia mainkan di game MMORPG.


Augus berjalan ke arah salah satu slime yang sedang melompat-lompat. Dan langsung mengarahkan pedang perunggunya.


*Slash


Slime itu mati dan mengeluarkan partikel biru dari tubuhnya.


Sebuah bar kosong yang terletak di pojok kanan atas viewnya. Terisi cahaya berwarna biru yang mengisi setidaknya 1/3 dari tempatnya.


Augus langsung tahu apa itu.


"Bar Exp...namun...kenapa tidak ada health?"


Augus bingung dengan tidak adanya bar health yang biasanya terletak dekat dengan bar exp.


"Ouch!"


Sebuah slime mendorong augus yang sedang bengong hingga terdorong kebelakang.

__ADS_1


Seketika. entah karena apa. Augus merasa sebuah pencerahan datang dari dalam dirinya sendiri.


"A...aku..."


Dia merasa sensasi yang sudah lama ia tidak rasakan. sebuah sensasi yang mungkin sudah 10 tahun lalu sejak terakhir ia rasakan.


Itu benar. sebuah sensasi perasa yang dimiliki setiap manusia. Sensasi sakit.


"Aku merasa...sakit?"


Augus yang awalnya menganggap ini semua adalah semacam game berteknologi canggih entah dari mana. Mengubah pandangannya sekejap ketika ia merasakan sakit.


"Bentar-bentar...tidak mungkin kan?"


Augus memencet ikon inventorinya dan mengatur satu lesser healing potion untuk dia ambil.


Lalu ia mengarahkan pedangnya ke arah lutut kanannya.


"Ughhhh!!!! sakit!!!"


Lutut Augus berdarah setelah dia menusuk lututnya sendiri menggunakan pedangnya.


Ia lalu terjatuh di tanah sambil merintih kesakitan. Lalu dengan cepat mengambil pedangnya dari lututnya dan meminum lesser healing potion yang ia siapkan sebelumnya.


*Glug glug glug


Setelah meminum itu, sensasi hangat menyelimuti tubuh Augus. Dan tubuhnya mengeluarkan cahaya hijau. Lalu perlahan luka yang berada di lututnya menghilang seiring waktu dan menutup dengan sendirinya.


"Huff...huff...huff"


Augus mengambil napas sejenak sambil menghadap ke atas langit biru. Mencoba untuk mencerna semuanya dari awal. Dari ketika dia pertama kali masuk ke dunia ini.


"Game....tidak....ini nyata...aku berada di dunia game nyata!"


Augus kembali berdiri sambil melihat ke sekujur tubuhnya perlahan.


Lalu ia mengambil pedang perunggu yang ia cabut tadi. Dan melihat ke arah ujung pedang dimana darahnya menempel.


Ia melihat ke ujung penglihatan depannya. Dan melihat sebuah tembok batu besar yang menjulang tinggi hingga 10km.


Dia tahu apa itu. Jika di game. Itu disebut dengan kota manusia.


Augus lalu sekali lagi menyerang slime yang berada tidak jauh darinya dan memperoleh exp.


"Hehehe....email itu benar...ini benar-benar terasa menyenangkan."


Pembulu darahnya bergejolak. Tubuhnya merinding. Sensasi yang ia rasakan ketika memainkan game baru untuk segera menamatkan dan mengambil semua item terlangka yang ada di game itu.


*Slash


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 2!]


[Ding! mendapatkan 10 poin statistik!]


Melihat panel biru yang muncul di depannya. Augus tersenyum.


Dalam hatinya. Ia mengucapkan terima kasih. Kepada Email yang sebelumnya dikirimkan padanya.


Karena telah mengirimnya ke dunia game yang pernah ia impikan selaku di dunianya sebelumnya.


"Ini hebat!....aku....aku"


Dengan senyuman kepuasan hakikinya. Pemuda lelaki itu membentangkan kedua tangannya lebar dan berteriak.


"Aku suka Dunia Ini!"

__ADS_1


__ADS_2