System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 6 : Hidden quest/Misi tersembunyi


__ADS_3

Augus sudah diantarkan ke dalam kamar tamu yang akan menjadi tempat istirahatnya, itu adalah kamar kayu sederhana dengan tempat tidur kecil dan sebuah lilin sebagai penerangan di malam hari.


"Mungkin ini sederhana, tetapi silahkan beristirahat senyaman mungkin." Ucap Margareth.


"Ya, Terima kasih karena telah meminjamkannya." Balas Augus.


Augus pun sedikit membaringkan badannya di kasur sampai menunggu malam tiba.


******


Pukul 09.00, Augus sedang berdiri dengan anggun di atap rumah tempat dia dibiarkan menginap.


Dengan kedua kakinya yang menempel di ujung atap rumah, sarung pedang besi di pinggul kanannya, dan pakaian jubah body suit armornya yang berkibar akibat hembusan angin di malam hari.


Saat ini Pak Pite dan Istrinya Margareth sedang beristirahat di kamar mereka, sehingga mereka tidak tahu bahwa Augus telah keluar dari kamar dan memanjat ke atap rumah mereka.


Dia sedang melihat ke arah jam yang terletak di pojok kanan bawah viewnya, sambil tersenyum membayangkan dirinya akan segera memulai Quest yang dia tunggu sedari tadi.


"Sudah waktunya bukan?" Gumamnya.


Setelah jam menunjukkan pukul 09.03, sebuah bayangan muncul dari dalam hutan dan berlarian menuju ke arah permukiman warga.


"Sudah datang!" Augus melihat ke arah beberapa bayangan yang berlari melewati petak sawah dari hutan menuju ke arah permukiman warga.


1-3-6, ada 8 bayangan yang dilihat oleh Augus dari atap tempat dirinya berdiri. Dan salah satunya menuju ke arah rumah yang ia tempati.


Augus berencana untuk membiarkan para goblin pencuri lolos, namun karena dirinya sudah banyak dibantu oleh pasangan suami istri yang membiarkan dirinya menginap. Augus memutuskan untuk membereskan goblin yang mendekat ke arahnya.


Melihat goblin itu sudah cukup dekat dengan rumah, Augus langsung melompat dari atap rumah dan mendarat tepat di hadapan Goblin itu.


"Geh?!"


Terkejut karena kedatangan Augus yang tiba-tiba, Goblin itu segera membalikan dirinya untuk berlari dari Augus.


"Oops...maaf." Augus langsung melempar bilah pisau yang ia siapkan dan menembus punggung goblin itu dari belakang.


"Guh!" Goblin itu terjatuh dan mati bersimbah darah.


Augus segera berjalan ke arah mayat goblin itu untuk mengambil pisau yang ia lempar tadi.


"Satu sudah mati." Ucap Augus sambil mengambil pisau yang tertancap di punggung goblin yang ia bunuh.


Setelah 5 menit, terdengar suara teriakan warga dari tempat permukiman warga, dan para goblin tampak sudah selesai dengan pencurian mereka dan berlarian kembali menuju hutan mereka.


Augus mengeluarkan senyuman kecil dari wajahnya dan mengikuti kawanan goblin itu ke dalam hutan.


********


Di dalam kegelapan hutan, Augus sedang berlari mengikuti goblin dengan jarak yang tidak jauh dari belakang mereka.


Para goblin itu membawa karung yang berisikan harta yang mereka curi, dan mereka sedang berlari kembali menuju sarang mereka untuk menaruh harta yang mereka curi.


Dan itu adalah yang diincar oleh Augus sedari tadi.


"Hidden quest!" Gumamnya pelan.

__ADS_1


Setelah berlari melewati pepohonan sambil mengikuti selama 3 menit, Augus sampai di sebuah gua kecil dimana para kawanan goblin itu masuk ke dalamnya.


Dia pun segera mengintip ke dalam sekilas, dan masuk ke dalam untuk mengikuti goblin tadi.


Jiwanya bergetar, membayangkan ada tumpukan harta di dalam gua yang ia masuki. Harta berlimpah berupa gear emas dan item langka. Bahkan mungkin item legendaris.


Dia memikirkan itu hingga tersenyum setiap waktu serambi masuk lebih dalam ke gua itu.


"Gererere!"


"Gogogo!"


Terdengar suara goblin yang berada tidak jauh di depannya, dan ketika semakin dekat, Augus melihat sebuah pemandangan menakjubkan di depannya.


"I-itu..."


Sebuah pemandangan idaman bagi seluruh gamer di dunia, sebuah pemandangan fantastis dimana impian terdalam seluruh gamer terwujud. Gunung emas!


"Bingo!" Augus mendekat dengan perlahan ke arah gunung emas itu serambi bersembunyi di bebatuan.


Para goblin itu sedang mengeluarkan hasil curian mereka dari sarungnya, dan itu bukanlah emas, melainkan barang-barang sederhana seperti alat pertanian dan lain-lainnya.


Menunjukkan bahwa harta warga yang dirampas sudah sepenuhnya habis karena tercuri setiap hari.


"Gagaga!


"Gwo?!"


Para goblin tampak sedang membicarakan sesuatu dengan bahasa mereka, walau Augus tidak mengerti, para Goblin tampak seperti mencari salah satu dari teman mereka yang hilang.


Mungkin itu karena Augus sudah membunuh salah satu dari mereka sebelumnya, dan itu membuat jumlah mereka yang tadinya 8 berkurang satu menjadi 7.


Tidak lama setelah itu, para Goblin mulai bertengkar satu sama lain.


"Hmm?" Augus memikirkan sebentar tentang apa yang akan ia lakukan melihat para goblin sedang bertengkar.


Setelah memikirkannya selama beberapa saat, Augus memutuskan untuk memanfaatkan pertengkaran mereka untuk membuat serangan kejutan dan berlari ke arah mereka sambil mengeluarkan pedangnya.


Dengan cepat, Augus berlari ke salah satu goblin yang berada tidak jauh darinya dan mengarahkan pedang besinya.


*Slash. Goblin yang terkena tebasan Augus mengeluarkan darah dan mati dalam sekejap.


"Ugoohh?!"


Panik karena melihat Augus yang muncul secara tiba-tiba, para Goblin mulai berpencar.


Namun Augus langsung melompat ke arah Goblin lain sesudah ia menebas salah satu dari mereka.


"Gaaa!!!"


*Slash


1 Goblin mati lagi setelah terkena tebasan Augus.


"Gagagaga!!" Salah satu dari Goblin itu langsung mengambil pisau dari pinggulnya dan berlari ke arah Augus untuk menusuknya.

__ADS_1


Augus merogoh isi bajunya, lalu melemparkan lesser healing potion ke arah Goblin yang berlari ke arahnya.


*Prang. Health potion itu pecah dan mengeluarkan cairan merah yang menutupi pandangan Goblin itu.


"Gua?!"


Augus langsung melompat ke arah goblin itu dan menebaskan pedangnya ke arah lehernya.


*Slash


Kepala goblin itu terjatuh dan terguling di tanah.


"Gee?!"


Tersisa 4 goblin yang berada di gua itu. Dan mereka saling berteriak satu sama lain seolah-olah sedang merencanakan sesuatu.


"Gaga, gugu gwa!"


"Gogo?"


"Gwa!"


Setelah saling berbicara selama beberapa saat, para goblin mengeluarkan pisau mereka dari pinggulnya dan menatap tajam ke arah Augus.


"Guaaa!!!" Para Goblin berlari ke arah Augus secara bersamaan dan melompat ke arahnya untuk menusuknya.


"Heh, jadi mereka berniat menyerangku secara bersamaan ya?" Augus mengeluarkan potion speed yang ia beli sebelumnya dan meminumnya.


Augus merasakan rasa kekuatan mengalir ke tubuhnya, dan ia merasa tubuhnya semakin ringan.


4 dari 3 goblin itu maju melompat ke arah Augus secara bersamaan.


Namun sebelum mereka mencapai ke Augus, Augus sudah menghilang dari pandangan mereka dan berpindah ke belakang mereka dalam sekejap.


*Slash.


"Geh?!" Dalam sekejap, ketiga kepala goblin yang menyerang Augus terputus dari kepala mereka dan tewas seketika.


Sisa 1 Goblin yang terlihat sedang mengendap-ngendap untuk kabur.


Augus yang menyadarinya lalu melanjutkannya dengan mengambil pisaunya dan melemparkan ke arah 1 goblin lagi yang berada di belakangnya


*Crosh. Dada goblin itu tertusuk dan mati seketika.


Augus berjalan ke arah goblin itu untuk memastikan jika benar-benar tewas, dan ketika sudah memastikannya, dia menyarungkan pedangnya kembali ke sarungnya.


7 goblin yang ada di gua. sudah sepenuhnya tewas.


"Kukuku, sekarang..."


Dengan senyumannya, Augus melihat ke arah tumpukan gunung emas yang berada di belakangnya.


Tubuhnya merinding, napasnya menjadi berat, matanya bercahaya melihat gunung emas didepannya.


Selama hidupnya, dia belum pernah merasakan kepuasan hakiki seperti itu. Dan sekarang dia sangatlah senang bahwa dia bisa mendapatkan salah satu hal yang ia inginkan.

__ADS_1


Augus merentangkan kedua tangannya ke arah gunung emas itu seolah memeluknya, dan berteriak.


"Semua ini milikku!!" Itulah yang dikatakannya dengan kepuasan yang sangat dalam dari hatinya.


__ADS_2