
Salah satu prajurit menghunuskan pedangnya ke arah Augus, namun Augus menghindarinya dengan mudah.
"Jangan kira kamu sendiri bisa mengalahkan kami sendiri nak, sekuat-kuatnya dirimu. 1 lawan 10 sama sekali tidak ada bandingannya." Ucap Petra percaya diri.
Augus tersenyum mendengarnya. "Oh begitukah?" Augus mempersiapkan kuda-kudanya untuk menyerang sekaligus bertahan.
Setelah aba-aba dari Petra, semua prajurit maju untuk menyerang Augus secara bersamaan.
"Putri menunduk!" Teriak Petra
"Rasakan ini!" Ucap prajurit 1.
Augus menundukkan badannya, dan menangkis semua pedang yang diarahkannya dengan pedangnya yang ada di atas kepala. "Cuman segini? Kalau begitu.."
Dian mendorong ke pedangnya ke atas dan mendorong semua prajurit ke belakang, lalu ia memutar tubuhnya, dan mengeluarkan cincin api yang mendorong semua prajurit dari arahnya dan membakar mereka.
Para prajurit pun terkapar tidak berdaya di tanah.
"Heeeh..." Petra kagum dengan kemampuan Augus yang awalnya ia anggap remeh.
__ADS_1
Para prajurit tersungkur tidak sadarkan diri, Petra lalu mengarahkan ujung bilah pedangnya ke arah Petra yang berdiri dihadapannya. "Prajurit mu sangatlah lemah, bagaimana jika langsung saja ku lenyapkan kau juga?" Ucap Augus sombong.
Petra tersenyum sinis ke arah Augus, ia lalu mengeluarkan bilah pedangnya dari sarungnya. "Boleh juga, ayo datanglah." Pinta Petra.
Augus yang mendengar pernyataan Petra, tersenyum. "Kalau begitu.." Augus menendangkan kakinya ke tanah dibelakangnya, dan melesat maju ke arah Petra dihadapannya.
Augus melayangkan serangan vertikal ke arah Petra, namun Petra menangkisnya dengan mudah menggunakan pedangnya. "Kekuatanmu ternyata sebesar ini ya." Ucap Petra serambi menahan pedang Augus.
Augus lalu mendorong pedangnya dan melayangkan serangan bertubi-tubi ke arah Petra dengan teknik yang mempesona.
Namun Petra dengan kemampuan berperang yang hebat juga, berhasil menangkis setiap serangan yang diarahkan oleh Augus.
Setiap serangan dan tangkisan yang terdengar membuat gesekan ke sekitar pohon di hutan dan terkadang membuatnya terbelah karena gelombang yang dikeluarkannya.
"Hoi hoi, kapan kamu akan bertahan terus?" Ucap Augus sambil terus melayangkan serangannya.,
Petra tersenyum mendengar pertanyaan Augus. "Ehhh? Ini baru saja dimulai lo, anak muda"
Tepat setelah mengatakan itu, Petra mementalkan pedang Augus ke atas dan menendang perut Augus hingga membuatnya terpental. "Ugh."
__ADS_1
Petra lalu membuat kuda-kuda menyerang, dan menebaskan pedangnya yang mengeluarkan semacam bilah cahaya yang menyalang ke arah Augus dengan bertubi-tubi.
"Awas!" Ucap Putri Yuna.
Augus membuat posisi bertahan, dan menangkis segala bilah pedang yang melayang ke arahnya menggunakan pedangnya.
"Terima ini!" Petra sekali lagi mengangkat pedangnya ke atas dan menebaskannya ke bawah tanah hingga membuat bilah cahaya yang besar dan membelah tanah menjadi 2.
"Maaf putri." Augus memegangi Putri Yuna di belakangnya, dan menghindar ke samping untuk menghindari bilah pedang itu.
"Kyaaaa!" Teriak Putri Yuna ketakutan.
Setelah berhasil menghindari bilah pedang itu dan mengantar putri Yuna ke tempat aman. Augus melompat ke bagian tanah yang tidak hancur dan berkata kepada Petra. "Oi, apakah kamu tidak peduli jika putrimu terluka?" Ucap Augus.
Petra hanya tersenyum mendengar pertanyaan Augus, ia lalu dalam sekejap berpindah tempat ke depan Augus. Dan menusukkan bilah pedangnya ke arah perutnya.
*Tang.
Namun, Augus berhasil menangkis pedang Petra menggunakan bilah pedangnya. "Nyaris saja."
__ADS_1