
Semua preman berlari menuju Augus dan menyerangnya secara bersamaan.
Augus pun menanggapinya dengan memutar pedangnya ke segala arah dan membuat api yang mendorong semua preman hingga terjatuh.
"Kuh, dasar sialan!" Ucap salah satu preman yang terjatuh.
Augus lalu berlari ke salah satu preman yang terjatuh dan menggunakan gagang pedangnya untuk memukul tengkuk leher preman itu dan membuatnya pingsan.
"Sialan kau!..." Preman yang terkena pukulan di tengkuknya pun langsung kehilangan kesadarannya dan pingsan.
Augus lalu berniat untuk melakukannya juga ke preman lainnya, namun tidak bisa karena sebagian besar dari mereka sudah bangun
Preman lain yang sudah bangun pun langsung berlari ke arah Augus untuk menyerangnya.
"Terima ini!" Salah satu preman mengarahkan pedangnya ke arah Augus.
Augus pun menggunakan pedangnya untuk memblokir pedang yang menuju ke arahnya dari kiri, dan menggunakan kaki kanannya untuk menyandung kaki kanan preman itu hingga badannya terangkat dan menggunakan gagang pedangnya untuk memukul perutnya.
Preman itu pun terjatuh di tanah dan tidak sadarkan diri.
"Dibelakangmu!" Teriak Lina.
Sebuah balok kayu diarahkan ke kepala Augus dari belakang, namun ia menundukkan kepalanya dan menendangkan kaki kanannya ke belakangnya hingga membuat preman dibelakangnya terpental.
"Terima kasih." Ucap Augus kepada Lina.
Beberapa preman pun secara bersamaan menyerang Augus dari depan, Augus lalu menyarungkan kembali katananya kedalam sarungnya, dan membuat ancang-ancang kuda dengan kakinya untuk menyerang.
"Teknik kilat nomer 1, Burn flash." Augus melepaskan katananya dari sarungnya, dan dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti dengan mata, iapun berpindah tempat dalam sekejap ke belakang preman di depannya.
*Slash
Semua preman yang berada di belakang Augus pun tidak bergerak, dan beberapa saat kemudian mereka semua terjatuh dan tersungkur di tanah.
"Ap-apa-apaan kekuatannya itu?!" Ucap salah satu preman yang ketakutan.
Preman-preman yang tersisa pun mulai ragu-ragu untuk menyerang Augus. Augus pun memanfaatkan itu dengan berlari ke salah satu preman dan menyerangnya menggunakan pedangnya.
*Slash
"Ugh! preman yang terkena serangan Augus terpental dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Ia lalu melanjutkannya dengan menyerang preman yang lain, dan melakukannya secara berulang-ulang hingga membuat preman yang tersisa memilih untuk kabur.
"Si-sial! aku tidak tahu jika lawannya sekuat ini! semuanya kabur!" Teriak Preman yang ketakutan.
Preman yang tersisa pun memilih untuk menyerah dan berlari meninggalkan Augus. Namun pemimpin mereka, yang masih belum menyerang Augus sedari tadi, tetap di tempatnya sambil menyeringai melihat ke arah Augus.
"Kukuku...sudah lama aku tidak merasakan jantungku berdegup kencang seperti ini...aku sudah menduganya bahwa kamu ini cukup kuat." Ucap Pemimpin Preman.
Pemimpin preman pun mengeluarkan pisaunya, dan membentuk kuda-kuda untuk bersiap menyerang.
"Baiklah, mari kita lihat bagaimana kamu akan menahan serangan ini." Ucap Pemimpin Preman.
Augus masih di tempatnya dengan memegang katananya yang menghadap ke tanah. Ia lalu mengangkatnya dan mengarahkan bilah katananya ke arah pemimpin preman di depannya.
"Maju." Tantang Augus.
Pemimpin preman pun menghilang dari pandangan Augus, lalu dalam sekejap, sebuah serangan tak kasat mata berkali kali meleceti kulit Augus dari segala arah.
*Srat sret srat sret.
Augus pun mencoba menyerang preman itu dengan mengayunkan pedangnya ke segala arah, namun tidak ada satupun dari layangannya yang mengenainya.
"Ugh...cepat sekali." Gumam Augus.
Augus pun dengan cepat kembali berdiri dengan kedua kakinya, dan menyiapkan ancang-ancang untuk melakukan serangan.
Ia pun kembali di serang berkali-kali dari segala arah hingga membuat kulitnya lecet dan darahnya bertebaran kemana-mana
"Hora-hora! bagaimana kamu akan menahan serangan ku ini bocah?!" Teriak Pemimpin Preman.
Augus pun memejamkan matanya untuk fokus, dan menghembuskan napas pelan sebelum memutar badannya 360° ke kanan sambil melayangkan pedangnya.
"Zero....burn!"
*Bwoooooshhhh.
Sebuah tornado api dengan cepat keluar dari putaran pedang Augus, dan itu terus meluas ke sekitar hingga membuat segala yang terkenanya terbakar.
"Oi! apimu itu menyebar hingga ke permukiman!" Teriak Lina.
Lina yang melihat api Augus terus melebar hingga hampir mengenai bangunan di kota. Mengarahkan kedua tangannya ke bawah tanah dan mengucapkan mantra.
__ADS_1
"Sihir perlindungan, penghalang ilahi!" Ucap Lina.
Sebuah penghalang dengan cepat terbentuk di sekitar bangunan yang hampir terkena serangan Augus dan membentuk pola kubah. Semua serangan Augus yang terkena pun dinetralkan dan menghilang.
"Oops, terima kasih lagi Lina!" Teriak Augus.
Setelah beberapa menit tornado api yang dibuat Augus terus berputar di sekitar penghalang kubah, api tersebut pun mengecil dan menghilang.
"Phewww...untung saja ada penghalang yang dibuat Lina." Gumam Augus.
Setelah menghela napas lega karena serangannya tidak membakar ke bangunan kota, sebuah tubuh kira-kira sejauh 5 meter terlihat dari tempat Augus berdiri.
Augus pun berjalan mendekati tubuh itu dan memeriksanya.
"Jadi? sudah selesai bukan?" Ucap Augus.
Tubuh yang terbaring itu merupakan tubuh dari pemimpin preman yang tadinya menyerang Augus secara bertubi-tubi dari segala arah.
"Kuh...kau berhasil mengalahkanku bocah." Rintih Pemimpin preman kesakitan.
Augus pun menyarungkan pedangnya kembali ke sarungnya setelah mendengar pernyataan kalah dari pemimpin preman dibawahnya.
"Aku pikir kamu tidak akan mati dengan luka itu kan?" Ucap Augus.
Pemimpin preman menyeringai mendengar ucapan Augus, lalu ia membalasnya. "Mungkin...tetapi kenapa kamu tidak mengakhiriku saja di sini bocah?" Tanya Pemimpin Preman
"Tidak ada untungnya bagiku untuk membunuhmu di sini. Lagipula dengan membiarkanmu hidup, kamu berhutang nyawa padaku kan?" Ucap Augus.
"Jadi itu tujuanmu ya...dasar licik." Ucap Pemimpin preman.
Augus hanya tersenyum mendengar ucapan dari preman di bawahnya.
"Oi Augussss!" Panggil Lina dari kejauhan sambil berlari mendekat ke arah Augus.
Mendengar Lina memanggilnya, Augus pun mengarahkan pandangannya ke samping dan melambaikan tangan ke arahnya.
"Yo Lina! terima kasih karena bantuanmu tadi, aku benar-benar akan terkena masalah jika seandainya kamu tidak membuat penghalang itu sebelumnya." Ucap Augus.
"Yah aku tidak masalah sih, hanya saja, cobalah untuk lebih mengontrol kekuatanmu lain kali." Saran Lina.
"Oke, aku akan berusaha lebih baik lain kali." Balas Augus.
__ADS_1
Setelah saling bertukar kata sebentar, Augus pun meninggalkan tubuh preman yang terkapar di sekitarnya dan berjalan ke penginapan di depannya bersama dengan Lina.
Dan sesuai rencana Augus sebelumnya, Augus akan pergi ke area monster di sekitar kota shakrun yang berlevel 60-70 untuk menaikkan levelnya lebih cepat.