
Pelelangan telah selesai, dan Augus berhasil mendapat Holy Sacred Armor tingkat 5 dengan harga 10.500 gold yang merupakan harga fantastis.
Aslinya Augus berpikir untuk tidak membeli barang seharga lebih dari 10.000 gold. Namun karena saat itu nomer 34 terus menaikkan harga, dia terpaksa membelinya dengan harga mahal.
"Yah...sekarang uangku akan benar-benar kosong setelah membeli armor itu" Ucap Augus sambil melihat ke jumlah goldnya yang nantinya akan berubah menjadi 1.290
"Tetapi bagus bukan? kamu berhasil mendapatkan highlight armor hari ini. Itu adalah salah satu armor terlangka yang dimiliki manusia loh." Jelas Lina.
"Aku tahu, dari sanctuary langsung bukan? yah, aku tidak tahu seperti apa kota para malaikat itu. Namun seperti katamu yang mengatakan bahwa pelelangan di sana adalah yang paling bagus. Maka aku yakin armor ini bukanlah eceran." Yakin Augus.
"Hahahaha...tenang-tenang, aku jamin itu adalah armor yang bagus kok. Hahahaha." Tawa Lina sambil menepuk punggung Augus.
Setelah saling berbasa-basi selama 5 menit sambil berjalan. Akhirnya Lina dan Augus sampai di tempat pengambilan barang lelang untuk mengambil armor yang ia beli sebelumnya.
"Sialan! apa-apaan orang itu?! berani-beraninya mempermalukanku seperti itu!" Geram seorang pria.
Setelah baru saja masuk di tempat pengambilan, Augus dan Lina disuguhi oleh keluhan dari orang di pelelangan sebelumnya.
Itu adalah orang dengan nomer 34 yang saat itu hampir membeli semua barang yang ada di pelelangan.
"Ah! bukankah kamu?! orang brengsek yang saat itu mempermalukanku di hadapan semua orang?!" Teriak nomer 34.
Augus pun menghela napas kecil dan hanya berjalan melewati nomer 34 tanpa membalas perkataannya.
"Hey! jangan mengabaikanku bodoh! apa kamu tidak tahu siapa aku?!" Teriak nomer 34.
"Permisi..aku ingin mengambil armor yang kubeli sebelumnya.."
"Oi!!!" Muka nomer 34 memerah karena kesal dengan Augus yang terus mengabaikannya.
"Ah, bisakah sebutkan nomer anda saat pelelangan?" Pinta Resepsionis perempuan.
"Um..nomer 2." Jawab Augus.
"Nomer 2...atas nama Augus, apakah itu benar?" Tanya Resepsionis memastikan.
"Ya, itu benar." Jawab Augus.
"Anda menawar holy Sacred Armor tingkat 5 dengan harga 10.500 gold sebelumnya, mohon ditunggu sebentar untuk pengemasannya." Pinta Resepsionis.
"Oke." Jawab Augus.
Sambil terus dilontari berbagai kekesalan dari pria dibelakangnya terus menerus, Augus yang menunggu selama 5 menit akhirnya didatangi oleh Resepsionis perempuan sebelumnya.
"Silahkan, barang anda."
"Ah, terima kasih." Augus mengambil sebuah wadah kotak berwarna hitam.
Ia lalu mengedit jumlah pengeluaran gold di panel systemnya yang berjumlah 10.500. Dan mengambil kantung emas yang berada di black box nya.
"Silahkan." Augus memberikan kantung emas itu kepada resepsionis.
__ADS_1
"Oke, terima kasih atas pembayarannya." Ucap Resepsionis.
Setelah membayar dan mengambil barangnya, Augus pun langsung mengajak Lina di sebelahnya untuk langsung keluar dari tempat itu.
"Oi! jangan harap kamu bisa selamat setelah mengabaikanku seperti itu!" ancam nomer 34.
"Hey, apakah tidak apa-apa mengabaikannya seperti itu? setidaknya sapalah dia bukan?" Saran Lina.
"Tenang saja, aku hanya malas berbicara dengan dia saat ini. Abaikan saja dia." Ucap Augus
"O-oke." Balas Lina.
Sebenarnya Augus bisa saja mengobrol dengan nomer 34 saat itu. Namun ia sengaja mengabaikannya dengan tujuan untuk membuatnya kesal.
Itu karena Augus sedikit kesal dengan sikap orang-orang kaya yang bersifat sombong. Ia ingin sekali-kali membuat mereka kesal karena menganggap jika uang yang mereka miliki diatas semua orang.
"Jadi? apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya Lina.
"Seperti yang kurencanakan sebelumnya, aku berniat untuk menaikkan level setelah ini. Apakah kamu mempunyai saran tempat yang bagus?" Augus meminta saran.
"Kalau tidak salah kamu berlevel 40 sekarang bukan? seingatku ada monster yang berlevel 60-70 di sekitar sini." Lina mengingat-ingat.
"60-70? hmm, bukankah itu sedikit tinggi dengan levelku sekarang?"
"Tenang saja, dengan perlengkapanmu saat ini, kekuatanmu setara dengan level 120 ke atas."
"Eh benarkah?" Augus terkejut.
"Um, oke." Jawab Augus.
Augus pun dan Lina berjalan menuju penginapan mereka.
...----------------...
Setelah sampai di depan penginapan mereka, Augus diperlihatkan dengan pemandangan orang-orang seperti preman yang menunggu mereka.
Preman-preman itu membawa tongkat kayu dan beberapa senjata seperti pisau dan pedang di tangan mereka.
Jumlahnya kira-kira 20 orang, dan mereka semua adalah pria dengan penampilan punk dan rambut diwarnai.
"Oi! apakah kamu orang yang bernama Augus itu?!" Tanya preman 1.
Augus dan Lina berhenti kira-kira 5 meter dihadapan mereka dan berpikir sejenak.
"Lina, apakah mereka mungkin adalah orang-orang sewaan nomer 34 itu?" Duga Augus.
"Sepertinya, dia mengatakan jika kamu akan menyesalinya bukan? mungkin ini yang dimaksud dia." Balas Lina.
"Hoooh... begitu ya." Augus tersenyum.
Augus perlahan berjalan mendekat ke arah preman di depannya, dan setelah saling berhadapan-hadapan dengan orang yang sepertinya adalah pemimpin mereka, Augus pun berkata.
__ADS_1
"Iya, aku adalah dia, orang yang kamu sebut tadi." Ucap Augus.
"Heeeh, jadi kamu ya yang membuat bos kami sampai sangat kesal seperti itu. Berani juga kamu." Ucap Preman 1.
Semua preman berjalan mendekat ke arah Augus dan membentuk lingkaran yang mengelilinginya.
"Hey, aku yakin kamu tidak akan kalah dari mereka tetapi...berusahalah untuk tidak membunuh mereka oke?" Saran Lina.
"Oke, aku hanya akan memberi mereka sedikit pelajaran, tenang aja." Augus memegang katananya sambil melihat ke sekelilingnya.
Preman 1 pun yang melihat Augus memegang katananya, menyeringai.
"Kamu sudah tahu apa akibatnya karena membuat orang berduit kesal kan? namun walau kamu tahu pun, kamu tidak memilih untuk kabur, boleh juga." Puji Preman 1
Semua preman membuat ancang-ancang untuk bersiap menyerang Augus, dan setelah beberapa saat, salah satu dari preman itupun mulai berlari ke arah Augus dan mengarahkan senjatanya.
"Hehehe, terima ini!" Preman 2 mengarahkan pedang yang ia bawa ke arah Augus.
Memutuskan untuk tidak menggunakan pedangnya dulu, Augus menggunakan tangan kanannya untuk menangkap bilah pedang yang diarahkan kepadanya.
*Tap.
"?!"
"!!"
Semua preman termasuk Lina yang melihat Augus menghentikan pedang dengan tangan kosong, membelalakkan mata mereka terkejut.
"Hadeh...sebenarnya aku tidak ingin bertarung sih, tapi..." Augus mengeraskan genggamannya.
*Prang!
Bilah pedang yang dia genggam pun hancur berkeping-keping.
"Ba-bagaimana bisa kamu.." Wajah Preman 2 seketika pucat karena ketakutan.
Augus melanjutkan dengan mengangkat kaki kanannya, dan mengarahkannya ke arah preman 2 yang berada di depannya.
*Bugh.
"Ugh!" Preman 2 pun seketika terpental dan tersungkur di tanah.
Augus lalu mengeluarkan katananya menggunakan tangan kanannya.
*Bwoosh
Api yang keluar ketika Augus mengeluarkan pedangnya membuat preman-preman di sekitarnya merasa sedikit ketakutan.
"Jadi? siapa selanjutnya?" Tantang Augus.
Semua preman yang awalnya merasa percaya diri bisa mengalahkan Augus dengan mudah, berkeringat dan meneguk ludah mereka ketika mendengar provokasi Augus.
__ADS_1
"Ugh...sepertinya yang kali ini akan sedikit susah." Gumam Preman 1.