System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 12 : Menara Babel


__ADS_3

Jauh di Utara, lebih jauh dan lebih jauh lagi. Terdapat sebuah menara tanpa ujung yang menembus langit dan terus menerus menjulang tinggi keatas.


Itu adalah menara megah yang sudah berdiri sejak ribuan tahun lalu. Tidak ada yang tahu tentang asal muasal menara itu ada, namun menurut orang-orang, menara itu sudah ada sejak dunia ini dicpitakan.


Sebuah menara yang dibuka setiap 1 tahun sekali, The Tower Of Babel.


Ya, menara babel. Adalah sebuah menara yang dijuluki sebagai tujuan akhir bagi para petualang dan seluruh ras di dunia.


Bahkan Ras Terkuat Angel, juga terikat dengan menara itu.


Itu karena belum ada yang tahu apa yang berada di ujung menara itu.


Ada yang bilang bahwa itu adalah sebuah menara tanpa ujung, ada juga yang bilang bahwa jika kita meraih lantai teratas di menara itu. Kita akan bertemu seorang Dewa dan ditawarkan menjadi Dewa. Dan banyak cerita lainnya yang dibuat.


Itu karena sampai saat ini, belum ada kepastian tentang orang yang berhasil meraih puncak menara.


Itu dikarenakan setiap orang yang memasuki menara babel, tidak pernah kembali lagi ke permukaan.


Alasan kenapa itu dianggap sebagai tempat tujuan terakhir para petualang dan seluruh ras yang ada di dunia, dikarenakan menara babel itu sendiri sudah dianggap sebagai kuburan yang sudah pasti bagi orang yang masuk ke dalamnya.


Sekali masuk ke dalamnya, kamu tidak bisa kembali. Kalimat itu adalah kalimat yang terkenal untuk seseorang yang akan memasuki menara babel.


Maka dari itu, sebelum seseorang memasuki menara babel, mereka kelak akan berpamitan dulu dengan keluarga atau pun kerabat mereka karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan bisa kembali lagi dari sana.


Itulah yang membuat menara babel juga disebut sebagai menara kematian.


"B-begitu ya? aku mengerti sekarang, sepertinya menara itu mengerikan sekali ya.." Ucap Augus.


"Setelah mendengar itu, apakah kamu ingin masuk ke sana tuan petualang?" Tanya Elf di depannya.


Di sebuah kereta kuda yang sedang terus bergerak menyusuri padang rumput yang luas, terlihat seorang lelaki dan seorang wanita elf yang sedang berbicara sambil duduk di sofa yang berada di dalam kereta.


Kereta itu sendiri berharga 10 koin untuk perjalanan ke kota tujuan Augus berikutnya.


Singkat cerita setelah menerima Elf itu sebagai rekannya, Augus langsung memutuskan untuk meninggalkan penginapan dan langsung pergi ke kota selanjutnya.


Itu dikarenakan dirinya sudah mendengar tentang banyak hal dari Elf itu mengenai penjualan gear yang bagus dan lokasi-lokasi dimana terdapat banyak monster berlevel tinggi yang cocok untuk farming.


Kota yang dituju oleh Augus selanjutnya, adalah Kota Shakrun. Kota yang terkenal akan penjualan gearnya yang berkualitas dan mempunyai rarity yang beragam. Bahkan mencapai tingkat Legendaris.


Alasan kenapa Augus memilih untuk pergi membeli gear terlebih dahulu sebelum menaikkan levelnya, adalah karena dirinya ingin melawan monster yang kuat sekaligus sebelum menaikkan levelnya.


Level 40 juga adalah level yang cukup baginya untuk saat ini. Itu bukanlah level yang terlalu rendah untuk seorang pemula sepertinya, malahan itu adalah penaikan level yang cukup drastis.


"M-mungkin aku akan mempuaskan diriku dulu di dunia ini sampai bosan sebelum pergi ke menara itu." Ucap Augus.


"Hoooh benarkah? yah, itu bukan keputusan yang buruk sih, lagipula sepertinya kamu sudah dipastikan mati ketika masuk ke sana." Balas Elf


"Kalau begitu bagaimana denganmu? apakah kamu ingin masuk ke sana?" Tanya Augus.

__ADS_1


Elf itu mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah jendela kereta dimana terdapat pemandangan padang rumput hijau yang luas.


"Kau tahu? aku sudah hidup selama 170 tahun, dan aku benar-benar bosan selama waktu itu. Entah kenapa selama aku hidup, aku masih belum mendapat sebuah pengalaman yang cukup berkesan untuk kuingat seumur hidup. Malahan kenangan yang menempel padaku kebanyakan adalah kenangan yang pahit dan mengerikan." Ucap Elf


"Begitu ya...itu pasti berat bagimu, untuk hidup selama itu dan tidak merasakan apa-apa."


"Ya begitulah...Kami adalah Ras dengan umur yang panjang, banyak yang bilang bahwa kami bisa melakukan apa saja dengan umur sepanjang itu. Namun bagiku itu sama saja seperti menunda kematian dengan menunggu sedikit lebih lama."


"...."


Suasana menjadi canggung setelah pembicaraan itu, namun Augus segera bertanya kepada Elf di depannya ketika ia teringat sesuatu yang penting.


"Oh ya, ini mungkin sedikit telat tetapi...apakah aku boleh tahu namamu?" Tanya Augus.


Elf itu segera mengalihkan pandangannya dari jedela kembali ke Augus.


"Namaku adalah Lina Grasswood. Seorang Elf yang sudah hidup selama 170 tahun. Kalau kamu?"


"Yeremiah Augus, seorang pemula."


"Pftt, entah kenapa aku merasa lucu ketika mendengarmu mengatakan dirimu seorang pemula, ahahaha.."


"Iya-iya, aku mengerti. Namun bolehkan aku menanyakan sesuatu lagi? seperti berapa levelmu?"


"Levelku? ah, terakhir aku menaikkan levelku adalah ketika aku naik menjadi level 242." Ucap Lina.


Augus melebarkan matanya."Dua ratu...dua ratus empat puluh dua?!" Teriak Augus terkejut


"Kenapa begitu terkejut? bahkan ada yang sudah mencapai level 300 loh.."


"Ti..tiga ratus..." Sekali lagi Augus melebarkan matanya setelah mendengarkan Lina.


Dia berpikir "Sepertinya ini benar-benar unlimited." Itulah yang dia pikirkan.


"Bagaimanapun, aku memohon bantuannya ke depannya, Augus." Ucap Elf


"Ak..aku juga.. mohon bantuannya.." Balas Augus.


Setelah berbincang-bincang dan waktu sudah lewat hingga 5 jam, akhirnya Augus dan Lina sampai di kota shakrun.




Setelah dari kereta, Lina melihat ke sekitar kota Shakrun dengan pemandangan nostalgia.



"Seperti biasa ini masih rame ya..." Ucap Lina sambil melihat-lihat sekitar.

__ADS_1



"Sepertinya tempat ini membekas di pikiranmu." Ucap Augus.



"Yah begitulah..." Lina berjalan duluan ke arah gerbang kota meninggalkan Augus dibelakangnya.



Augus pun langsung menyusul setelah membayar sopir kereta kudanya.



"Jadi? apakah kamu bisa memberitahuku mengenai tempat yang menjual gear bagus?" Tanya Augus.



"Ah, kalau tidak salah kamu mengatakan ingin membeli gear legendaris bukan?" Lina memastikan.



"Itu benar." Jawab Augus.



"Maka dari itu kamu harus mengikuti pelelangan yang akan diadakan di kota ini setiap malam."



"Eh? pelelangan?"



"Itu benar, gear legendaris termasuk gear yang langka walau di tempat ini. Karena itu demi mencari keuntungan maksimal, para pedagang mengadakan pelelangan di malam hari untuk menentukan pembelinya."



"B-begitu ya...yah harusnya bukan masalah jika aku mempunya gold yang banyak sih.."



"Ya, tetapi berhati-hatilah, sebab ada sekawanan pencuri yang suka berkeliaran di sekitar sini. Bagaimanapun juga ini adalah kota pedagang." Ucap Lina



"Aku mengerti."


__ADS_1


Dengan begitu, Augus dan Lina mencari penginapan untuk menginap sambil menunggu malam hari tiba untuk mengikuti pelelangan.


__ADS_2