System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 7 : Pil Kebangkitan


__ADS_3


Air liur keluar dari mulut Augus, ia tidak bisa menahannya ketika melihat tumpukan gunung emas di depannya.


"Ehehehe... ehehe."


Dengan senyuman kepuasan hakiki nya, dia perlahan mendekat, dan memegang beberapa dari koin itu dengan wajah yang sangat gembira.


"Ini semua milikku! milikku!!"


Dia tidak peduli ini adalah uang dari warga desa Vinga. Karena quest nya hanya mengatakan untuk membasmi goblin pencuri itu.


Hidden prize yang ia temukan sendiri, ini murni karena dirinya. Oleh karena itu emas yang ia dapatkan ini jugalah miliknya.


"A-aku penasaran apakah ada item atau sesuatu...ehehehe"


Sifat tamak gamernya keluar, dan ia mulai menggali-gali tumpukan uang itu untuk menemukan suatu gear emas ataupun item yang bisa dia ambil.


*Srak srak srak.


Setelah 5 menit mencari, ia masih belum menemukan apa-apa.


"Untuk sekarang sepertinya aku harus memasukkan semua tumpukan emas ini ke dalam inventory dulu.."


Augus mengeluarkan lubang kehampaannya, dan mulai melemparkan koin emas ke dalamnya.


Sambil terus menggumamkan bahwa semua koin emas itu adalah miliknya. "Milikku... milikku..."


*******


Karena gunung emas itu sangatlah banyak, membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk sepenuhnya memasukkannya ke dalam inventori.


"Huff... huff... akhirnya selesai." Augus mengelap keringat yang mengumpul di dahinya.


Setelah mengumpulkan semua emas itu, sekarang hanya tersisa beberapa item yang masuk di dalam tumpukan gunung emas itu. Salah satunya adalah sebuah katana dan sebuah kotak hitam kecil misterius.


Augus mengusap-ngusap kedua telapak tangannya, sambil berharap bahwa kedua item itu adalah sebuah item epik atau legendaris.


Ia perlahan menuju kotak hitam kecil itu dan mengambilnya.


"Hmm... sepertinya ini aksesoris? cincin?" Augus menebak.


Aksesoris adalah sebuah item yang digunakan sebagai hiasan yang biasanya memiliki stat sendiri serta skill khusus yang tersimpan di dalamnya.


Namun terkadang ada yang sama sekali tidak memiliki ability apapun, murni hanya untuk hiasan semata.


Augus membuka kotak hitam kecil itu.


".... Eh?"


Dirinya terkejut, tidak bisa berkata-kata, karena yang di dalamnya bukanlah aksesoris seperti cincin ataupun kalung. Melainkan sebuah bola kecil hitam.


"Bentar-bentar...apa ini?"

__ADS_1


Augus belum pernah melihat sesuatu semacam itu di dunia game sebelumnya, biasanya box kecil yang dia buka sekarang berisi sebuah cincin ataupun kalung yang bisa ia pakai. Namun kali ini sama sekali berbeda.


Dia mengambil bola kecil itu, dan memutarnya beberapa kali untuk memeriksanya.


"Apa sebenarnya ini?"


Setelah beberapa kali memutarnya di atas kepalanya, dia tidak sengaja menjatuhkan bola kecil hitam itu kedalam mulutnya dan menelannya.


*Glug


"Eh?"


Augus secara reflek menelan itu tanpa sadar, panik karena mengira dirinya akan tersedak sambil memegang lehernya sendiri dengan tangannya.


"A-apakah aku tidak apa-apa?" Katanya sambil memegang lehernya dengan tangannya.


Dia mencoba untuk menelan ludah beberapa kali untuk memastikan. Namun tidak ada yang terjadi.


"Haishhh, sepertinya aku benar-benar sial... bukannya sebuah aksesoris ataupun sesuatu, aku malah mendapatkan sebuah bola kecil yang ampas..." Keluhnya.


Augus dengan pasrah langsung membuang box kecil itu dan berjalan ke arah katana ia temukan sebelumnya.


Katana itu disarungi oleh sarung berwarna hitam dan gagangnya yang berwarna putih.


Setelah mengambil katana itu. Augus membalikkan katana itu beberapa kali untuk memeriksanya, lalu setelah cukup melihatnya. Augus membuka katana itu dari sarungnya.


*Crak


Katana itu murni berwarna putih. Namun setelah beberapa saat, perlahan warna putih itu digantikan dengan warna merah yang menyelimutinya.


Augus kebingungan, karena dirinya belum pernah melihat kejadian itu di game sebelumnya.


Bilah katana itu perlahan mengubah warnanya menjadi merah, dan tidak lama setelah itu. Semua bilahnya sudah sepenuhnya berubah warna menjadi merah.


"Aku benar-benar tidak mengerti tentang ini.." Ucapnya.


Dia masih belum tahu apakah itu item epik ataupun legendaris. Ada sebuah alat pemeriksa rarity di kota, dan dia akan ke sana untuk memeriksanya setelah kembali dari sini.


Setelah memeriksa sekitar agar tidak ada harta sedikitpun yang tertinggal, Augus langsung berjalan ke arah luar gua.


"Sekarang sepertinya aku akan kembali." Ucap Augus.


Setelah memulai berjalan selama beberapa meter, Augus mulai mendengar suara-suara aneh di kepalanya.


[Pil kebangkitan telah dimakan, memulai proses kebangkitan dalam tubuh]


"Eh?"


Itu sama persis ketika pertama kali ia datang ke dunia ini, dimana ada suara aneh di dalam kepalanya yang ia anggap sebagai suatu pemrograman yang ada di dunia ini.


Contohnya saja seperti ketika melakukan tutorial kemarin.


[Mengekstraksi kemampuan...]

__ADS_1


[10%.... 50%....100%]


[Ekstrasi kemampuan berhasil!]


"Ugh!" Tiba-tiba, Augus merasakan sakit yang luar biasa dari kepalanya.


[Permanent buff / 2x peroleh Exp : Berhasil didapatkan!]


[Permanent buff / 50% +Damage : Berhasil didapatkan!]


[Permanent buff / 50% +Movement speed : Berhasil didapatkan!]


[Permanent buff / 50% +Defense : Berhasil didapatkan!]


[Permanent buff/ 50%+Armor penetrasi : Berhasil didapatkan!]


"Ughh.... s-sakit...." Rasa sakit di kepala Augus semakin menjadi-jadi, hingga ia berlutut di tanah karena sakitnya yang luar biasa.


[Memulai proses perubahan pada tubuh]


[Perubahan dimulai..]


[10%]


*Krak krak!


"AAAAAGGGHHHH!!!!" Terdengar suara retakan dari tulang di dalam tubuh Augus, dan dia merasakan tulangnya seperti begeser dari tubuhnya.


Ototnya, tulangnya, dan sendinya, seolah berpindah tempat dari posisinya, membuat Augus menjerit kesakitan seperti orang gila.


"UGHHHHHHH!!!! SAKITTTT!!!!!"


Bahkan mukanya pun berubah, hingga pandangan dia menjadi blur dan terdengar suara "Nging" yang keras dari telinganya.


"A... AKU... AKU AKAN MATI!!!!" Jeritnya kesakitan.


[80%]


[90%]


[100%]


[Perubahan selesai]


[Semua status dan statistik telah ditingkatkan!]


[Proses Kebangkitan telah sepenuhnya selesai]


Suara retakan dan deritan dari tubuhnya sudah hilang, sehingga Augus tidak merasakan rasa sakit yang ia rasakan tadi.


"Huff... huff... huff.."


Augus terbaring di tanah dengan keadaan lemas, setelah baru saja mengalami rasa sakit yang paling parah yang pernah ia rasakan seumur hidupnya. Tubuhnya sudah sepenuhnya dibanjiri keringat.

__ADS_1


"Ugh... Ughhh.."


Pandangannya blur, telinganya masih berdenging, Kesadarannya menjadi pudar. Dan akhirnya setelah beberapa saat, dia memejamkan matanya dan tertidur.


__ADS_2