
Setelah berjalan kira-kira 5 menit dari monster field, Augus dan Lina sampai di sebuah tempat di mana terdapat sebuah kereta kuda dengan 6 kuda yang mendorong.
"Kumohon tunggu sebentar di sini, saya akan berbicara dengan tuan put-- maksud saya orang yang akan kita kawal terlebih dahulu." Ucap Gilfost.
Setelah mengatakan itu, Gilfost meninggalkan Augus dan Lina dan berjalan menuju ke kereta kuda di depannya.
"Hey, apakah kamu pikir orang yang akan kita kawal itu penting?" Duga Augus.
"Sudah jelas bukan? imbalan sebesar 40.000 gold...sudah jelas itu bukan tawaran dari orang biasa bukan?" Balas Lina.
"T-tetapi...sebenarnya aku ingin pergi ke dalam dung--"
"Hey, apakah kamu serius? 40.000 gold loh. Bukankah ini kesempatan yang bagus? kamu bisa mendapat uang untuk membiayai seumur hidupmu hanya dengan mengawal seseorang saja selama beberapa hari." Ucap Lina.
"I-itu memang benar sih..." Setelah berpikir selama beberapa saat, Augus pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti pengawalan itu.
5 menit kemudian, Gilfost kembali ke tempat Augus dan Lina berada.
"Hey, apakah aku bisa tahu nama kalian? rasanya tidak enak jika kita belum saling mengenal." Tanya Gilfost setelah kembali ke tempat Augus dan Lina berada.
"Ah iya, namaku Lina, salam kenal." Ucap Lina
"Augus Yeremiah, salah kenal." Ucap Augus.
"Lina dan Augus ya, salam kenal. Mungkin aku sudah memberitahukannya sebelumnya, tetapi sekali lagi namaku adalah Gilfost, aku memohon bantuan kalian selama perjalanan kita nanti."
"Ah i-iya, kami juga sama." Balas Augus.
"Kalau begitu ayo, izinkan saya memperkenalkan kalian kepada orang yang akan kita kawal nanti." Gilfost mengarahkan Augus dan Lina untuk mendekat ke arah kereta.
Setelah sudah sampai di depan kereta, Gilfost pun maju mendekat dan mengetuk pintu kereta.
*Tok tok tok.
"I-iya." Kata seorang perempuan dari dalam kereta.
Setelah mendengar jawaban singkat dari dalam kereta, pintu kereta pun terbuka dan seorang perempuan keluar dari dalamnya.
"Perkenalkan, ini adalah orang yang kita kawal. Ia bernama Terra Yuna." Ucap Gilfost.
"S-salam kenal, saya adalah Terrra Yuna." Ucap Yuna pelan.
__ADS_1
Augus dan Lina melihat ke arah gadis di depan mereka sambil merasa terkejut.
"H-hey, bukankah dia terlalu cantik untuk sebuah nama yang biasa?" Tanya Lina pelan.
"Kamu betul, aku tidak menyangka orang yang kita kawal akan secantik ini." Balas Augus pelan.
Orang yang akan Lina dan Augus kawal adalah seorang gadis berambut pirang dengan tinggi kira-kira 165 cm.
Gadis berusia 16 tahun tersebut memakai baju klasik rapih ala bangsawan dan mempunyai kecantikan secerah matahari dan lembut bagaikan bunga. Juga sikap elegan yang mencerminkan didikan dan etika seorang wanita. Rambut mulusnya berkibar-kibar dan bulu mata panjangnya berwarna pirang, mata bundarnya memiliki warna biru violet yang membuat setiap orang yang melihatnya merasa terpesona.
Baru kali ini sejak Augus datang ke dunia ini, dia baru melihat seseorang secantik dirinya hingga membuat matanya terpikat pada pandangan pertama. Itupun bukan hanya berlaku untuknya, namun juga untuk elf yang berada di sebelahnya.
"Oke, jadi...karena kalian sudah saling mengenal, sesuai kesepakatan, kalian akan dibayar 20.000 gold untuk mengawal, dan akan ditambahkan 20.000 gold lagi jika sudah sampai di tempat." Ucap Gilfost.
"Ah i-iya, kami mengerti." Balas Augus yang masih terpikat dengan kecantikan gadis di depannya.
Setelah terus menatap gadis itu selama beberapa saat, gadis itupun membungkukkan badannya dan kembali naik ke keretanya.
Lina pun mengambil kantung emas berisi 20.000 gold dari Gilfost, dan diberikan dua buah kuda olehnya dari 6 kuda yang mendorong kereta.
2 kuda itu nantinya akan dipakai oleh Augus dan Lina untuk mengawal Yuna sampai ke kotanya.
Sebenarnya 4 kuda sudah lebih dari cukup untuk membawa kereta, sehingga Gilfost memberi Augus dan Yuna 2 kuda untuk mereka naiki sampai ke tujuan.
Yuna dan Augus pun juga menaiki kuda mereka dan menyusul Gilfost.
...----------------...
*Suara kaki kuda
*Suara kaki kuda
5 jam sudah berlalu semenjak Augus dan Lina mulai mengawal kereta kuda yang dinaiki Yuna.
Mereka saat ini berada di sebuah jalan kecil hutan yang jalannya berupa bebatuan dan tanah.
Hari pun yang tadinya cerah mulai menggelap, yang menunjukkan bahwa waktu sudah menjadi malam.
"Sepertinya kita akan beristirahat dulu untuk hari ini." Ucap Gilfost sambil melihat ke langit di atasnya.
Augus dan Lina pun mengangguk sebagai tanda setuju.
__ADS_1
Gilfost pun mengarahkan kereta kudanya untuk menepi dan turun dari kudanya untuk mengikat tali kudanya ke pohon agar tidak kabur.
Setelah itu dia mengetuk pintu dalam kereta, dan Yuna yang mendengarnya pun segera membuka pintu kereta dan keluar.
"Tuan put-- Nona Yuna, kita akan beristirahat dulu untuk malam ini di hutan ini." Ucap Gilfost.
"O-oke." Jawab Yuna.
Augus dan Lina pun juga menggantung tali kuda mereka di pohon, dan mendekat ke arah Gilfost dan Yuna.
"Aku akan mencari kayu bakar untuk membuat api, Augus, kamu tetaplah di sini dan jagalah nona kita." Ucap Yuna.
"B-baik." Jawab Augus
"Aku juga akan pergi mencari makanan untuk dimakan, aku menyerahkan Nona Yuna padamu dulu Tuan Augus." Ucap Gilfost.
Setelah mengatakan itu, Lina dan Gilfost pun menghilang ke bagian dalam hutan.
"Um..kalau begitu Nona Yuna...bagaimana jika kita duduk di sini serambi menunggu?" Ucap Augus.
"Ah, b-baik." Jawab Yuna.
Yuna pun duduk di sebuah batang pohon yang telah di tebang sebelumnya, sementara Augus duduk di tanah di depannya.
"Um...Nona Yuna, apakah aku boleh bertanya?" Tanya Augus.
"Eh? ah, silahkan!" Balas Yuna gugup.
"Apakah kamu itu...bangsawan?" Tanya Augus.
Setelah mendengar pertanyaan Augus, muka Yuna pun berubah menjadi pucat.
"Eh, um....k-kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" Balas Yuna gugup.
"It-itu karena....sepertinya penampilanmu rapih sekali, seperti seorang bangsawan..dan juga rambutmu yang berwarna pirang. Itu mengingatkanku akan gambaran bangsawan di zamanku dulu." Ucap Augus.
"B-begitu ya...t-tenang saja, ak-aku bukan seorang bangsawan kok." Ucap Yuna sambil menggerakkan kedua tangannya ke kanan dan kiri."
"Ah, begitu ya? maaf karena telah menanyakan pertanyaan yang aneh." Ucap Augus.
"T-tidak apa-apa kok." Balas Yuna.
__ADS_1
Suasana pun menjadi canggung selama beberapa saat setelah percakapan sebelumnya, dan di tengah kecanggungan itu, sebuah suara langkah kaki dengan jumlah yang banyak muncul dari balik kereta kuda.