System Player : Pemain Terhebat

System Player : Pemain Terhebat
Chapter 16 : Tawaran yang menggiurkan


__ADS_3

"H-hey, lihat orang itu...."


"Gila, dia menghabiskan seluruh worm di sana hanya dengan 1 serangan."


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 41!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 42!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 43!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 44!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 45!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 46!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 47!]


[Ding selamat! anda telah naik ke level 48!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 49!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 50!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 51!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 52!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 53!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 54!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 55!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 56!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 57!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 58!]


[Ding! selamat! anda telah naik ke level 59!]


[Ding selamat! anda telah naik ke level 60!]


[Ding! mendapat poin 200 poin statistik!]


Setelah pergi menuju monster field berlevel 60-70 yang terletak tidak jauh dari kota Shakrun, Augus melawan monster disana selama 30 menit dan berhasil menaikkan levelnya sebanyak 20 level.

__ADS_1


"Pheww....menaikkan 20 level saja sudah selelah ini..." Gumam Augus


Semua orang yang berada di sekitar field, atau lebih tepatnya petualang lain yang sedang menaikkan level mereka, terpaku pada Alan yang dengan mudahnya dapat mengalahkan segerombolan Worm berulang-ulang kali hingga menaikkan levelnya dengan cepat.


"Terima kasih atas kerja kerasnya, apakah kamu sudah puas sekarang?" Tanya Lina kepada Augus yang kelelahan.


"Ah, sepertinya batasanku hanya segini. Menaikkan 20 level dalam 30 menit tidaklah buruk bukan?" Ucap Augus.


"Ya, kamu berhasil melakukannya dengan cepat, tidak buruk." Balas Lina.


Monster field yang ditempati Augus saat ini berlatar di sebuah padang pasir dimana monster utama yang menjadi bahan incaran adalah Sand Worm (Cacing pasir)


Dimana sandworm sendiri muncul dari bawah pasir dan menyerang petualang yang berada di atas menggunakan gigi tajam mereka.


Kebetulan, elemen Augus yang merupakan api adalah kelemahan utama bagi sandworm, sehingga serangan yang Augus buat memberi dampak rusak yang sangat berat kepada Sandworm yang ia lawan.


Itupun membuatnya naik level dengan cepat sehingga dirinya dapat menaikkan 20 level hanya dalam waktu 30 menit.


Namun meskipun begitu, Augus awalnya berencana untuk menaikkan levelnya sampai mencapai level 100. Namun karena dirinya sudah kelelahan setelah menaikkan 20 level, Augus pun memutuskan untuk melanjutkannya nanti.


"Jadi, apa rencanamu setelah ini?" Tanya Lina.


"Rencanaku ya? hmm....biar kupikirkan dulu."


Augus berpikir mengenai apa yang ingin dia lakukan setelah menaikkan levelnya saat ini.


"Tujuan...sepertinya aku akan menaklukan dungeon setelah ini." Ucap Augus.


"Dungeon? apakah kamu ingin mencari item langka di sana?" Tanya Lina.


"Ya, itulah yang kumaksud. Namun dengan perlengkapanku yang sekarang, sepertinya itu sudah lebih cukup bukan?" Ucap Augus.


"Ya, itu benar. Namun selain perlengkapan, dungeon juga menyimpan item-item unik lainnya" Jelas Lina


"Item-item unik lainnya? contohnya?" Tanya Augus


"Contohnya saja, ada item bernama teleport device yang dimana merupakan perangkat yang dapat memindahkan dirimu ke tempat yang telah kamu tandai." Perjelas Lina.


"Eh? serius? item seperti itu ada?" Augus terkejut.


"Ya, itu adalah salah satu dari item terlangka yang dapat kamu temukan di dungeon, lalu ada lain-lainnya juga seperti invisible cloak, Wings of Heaven, Restoration Ring......" Lina terus melanjutkan penjelasannya.


Augus mendengarkan penjelasan Lina baik-baik ketika ia berbicara, dan Augus pun berpikir jika seandainya dia dapat mendapat salah satu item langka dungeon itu, kehidupan dia akan jauh lebih efektif dan mudah daripada saat ini.


"Jika seandainya aku bisa mendapatkan perangkat teleportasi itu, aku tidak perlu jauh-jauh berjalan dan bisa pergi ke tempat yang sudah kutandai kapan saja bukan?" Pikir Augus dalam hati.


Setelah mendengarkan sepenuhnya penjelasan Lina selama 10 menit lebih, Augus pun yang sudah bertekad akhirnya memutuskan tujuan ia selanjutnya.

__ADS_1


"Yosh! aku sudah memutuskannya! tujuan ku selanjutnya adalah mendapat item langka dungeon yang sudah kamu sebutkan sebelumn--"


"Permisi, apakah aku bisa meminta waktumu sebentar?" Ucap seorang pria di belakang Augus.


Sebelum Augus menyelesaikan kalimatnya, seorang pria yang mengenakan penutup kepala bertanya kepadanya dari belakang.


"Um...mohon maaf tapi...siapa ya anda?" Tanya Augus.


Pria yang mengenakan penutup kepala itu terdiam sebentar setelah mendengarkan pertanyaan Augus, lalu setelah beberapa saat, pria itupun membuka penutup kepala yang ia kenakan dan memperlihatkan wajahnya.


"Namaku adalah Gilfost, aku adalah petualang di sekitar sini. Aku penasaran apakah aku bisa meminta bantuanmu? wahai petualang dengan kekuatan yang besar?" Ucap Gilfost sambil membungkukkan badannya.


Setelah beberapa saat melihat Gilfost, Augus pun bertanya kepadanya.


"Meminta bantuan? apakah kamu bisa memberitahuku bantuan apa yang kamu maksud?" Tanya Augus.


"Bantuan yang kumaksud adalah untuk mengawal seseorang, orang itu saat ini sedang berencana untuk pergi ke Kerajaan Varisis yang terletak jauh di utara. Dan karena perjalanan itu berbahaya, aku meminta bantuanmu untuk mengawalnya sampai ke sana. Tentu saja, aku akan menawarkan imbalan yang cukup jika kamu menerimanya." Perjelas Gilfost.


Augus berpikir sejenak sebelum menjawab Gilfost, namun hal yang ia pikirkan pertama kali adalah menolaknya. Sebab dirinya sendiri berencana untuk mendapatkan item dungeon yang merupakan tujuan yang sudah ia buat sebelumnya.


"Maafkan aku tetapi...namun aku sendiri sudah berencana untu--"


"Seberapa besar imbalannya?" Tanya Lina.


Sesaat sebelum Augus menyelesaikan kalimatnya untuk menolak tawaran itu, Lina menyelanya.


"Imbalan totalnya adalah 40.000 gold. 20.000 untuk mengawal orang itu, dan 20.000 lagi ketika sudah sampai di sana."


"40-40.000 gold?!" Teriak Augus tidak percaya serambi membelalakkan matanya.


40.000 gold sendiri setara dengan 60.000 dolar atau 900 juta rupiah jika dinominalkan.


Itu adalah uang yang dapat membuat Augus hidup bermalas-malasan jika ia mau, atau bahkan membeli gear langka seperti Holy sacred armor tingkat 5 sebelumnya yang ia beli di pelelangan.


Ia juga tidak perlu mencari uang lagi, dan bahkan ia bisa membeli mansion mewah jika ia mau.


"Bagaimana? apa kalian menerimanya?" Tanya Gilfost.


"Kami menerimanya." Jawab Lina.


"Tung-hey! bukankah aku yang seharusnya menjawabnya?" Geram Augus.


"Kalau begitu sudah diputuskan, aku akan mengantar kalian ke orang itu sekarang." Ucap Gilfost.


"Oke." Jawab Lina.


"Hey!" Teriak Augus

__ADS_1


Tidak didengarkan oleh Lina dan Gilfost, Augus pun dengan terpaksa mengikuti Lina dan Gilfost yang pergi menuju orang yang nantinya akan ia awal.


__ADS_2