
Namaku adalah Priscilla Lilyana Griselda Ruby Blade, putri bungsu Edbert Blade dan Lusiana Mustikaayu, aku seorang CEO sekaligus pemilik PT. Cruby Group dan perusahaan yang bergerak di bidang property dan Ruby Cosmetics yang sudah terkenal ke mancanegara, Aku juga mempunyai Boutique ternama yang aku namai dengan Cruby Collection, sebagai anak bungsu yang selalu kata orang di manja tapi sayangnya tidak kedua orang tuaku mengajarkan kemandirian, bahkan hingga aku bisa meraih penghargaan dan prestasi saat menempuh pendidikan maupun di dunia kerja,dia sedang melanjutkan S2 nya yang hampir selesai, aku banyak dikenal karena prestasiku tapi banyak juga yang memujiku karena kecantikan yang selalu memikat para pria, bagaimana sih menjadi seorang Priscilla apakah selalu senang tiada duka nyatanya ada tidak semudah orang bayangkan.
Kita berlanjut ke abangnya Priscilla yuk.
Aron Yuda Pratama Blade, dia adalah putra sulung dari dua bersaudara sekaligus abang dari Priscilla, Aron sendiri berusia 29 tahun sedangkan Pricilla berusia 23 tahun, Aron sendiri sudah menikah dengan Ayudia Maharani dan mempunyai seorang putri yang bernama Sherlyna Ayudia Yashinta Aron, yang berusia 4 tahun masih sangat kecil bukan.
Kini Priscilla masih berada dikantornya, ada meeting yang akan dilaksanakan pada hari ini jujur saja terkadang ia capek sekali berpikiran untuk menikah namun mana calonnya.
"Mbak Dita jadwalku tidak terlalu padat kan...." tanyaku pada Dita asistenku yang selalu setia menemaniku, Dita pun melihat apa jadwal bosnya dan ternyata tidaklah padat hari ini.
"Hanya meeting saja Bu, tidak terlalu padat dihari ini.... oh ya ibu mau kue gak tadi aku buat sendiri loh" tanya Dita menawarkan kue padaku memang Dita dan aku berbeda 2 tahun lebih tua darinya, hingga aku menganggapnya sebagai kakakku juga.
"Wah mbak Dita tau aja aku pengen kue ini... mbak Dita ajarin aku dong" kataku menatap kue yang sangat aku inginkan beberapa hari lalu tau aja nih mbak Dita kesukaannya.
"Nanti deh Bu, kalau ada waktu luang ya" kata Dita memang Dita sangat baik dengannya bahkan saat sedih dia selalu ada disampingnya.
"Mbak Dita pinter bikin kue ya, enak nih aku coba boleh mbak" tanyaku pada Dita aku pun mengambil kue yang ada di kotak mbak Dita, dia pun menganggukkan kepalanya menyetujuinya.
Setelah acara kue kini mereka memasuki ruangan meeting, dan benar kerjasama proyek ini berjalan dengan lancar akhirnya bisa tidur dengan tenang bukan.
Kini Priscilla dan Dita sedang berada di kantin, mereka makan siang bersama memang sudah biasa bagi mereka seperti ini makan bersama bahkan juga nonton bersama, orang tua Dita menganggap Priscilla sebagai anaknya dan Priscilla juga nyaman berada dirumah Dita.
Mereka memesan makanan favorit mereka yaitu siomay dan batagor, awalnya ingin makan nasi tapi mereka tergiur dengan batagor sangat enak memang tidak tergantikan.
Sampai ibu kantin hafal dengan mereka, walaupun yang satunya bos besar pemilik perusahaan namun tidak malu makan di kantin bersama asistennya.
__ADS_1
"Wah the best banget siomay nya, Bu Astri memang best" ujarku memuji siomay yang tengah aku nikmati,memang enak sekali tidak diragukan ini siomay terenak yang pernah aku makan, astaga ingin rasanya menambah lagi tapi aku malu.
"Favorit kita ya Bu, emang enak banget gak salah nih Bu Astri disini ya kan" kata Dita
Bu Astri tersenyum melihat keduanya, memang begitu lekat seperti lem ya, mereka adalah langganan Bu Astri juga baru tau jika Priscilla adalah pemilik perusahaan sekaligus CEO nya, tapi tidak terlihat bukan dia seperti karyawan biasa.
Ketika selesai makan, tiba-tiba Handphonenya berbunyi siapa yang menelfon dirinya nomor tidak dikenal, dan Priscilla pun menerima telfon itu betapa terkejutnya ia ketika mendapatkan kabar kecelakaan kedua orangtuanya.
"Tidak ini tidak mungkin,anda salah orang" ujar Priscilla dan dia pun meletakkan telfonnya lalu menangis mana mungkin kedua orangtuanya kecelakaan bukanya besok baru pulang.
Sedangkan di rumah sakit sepasang suami-istri terbaring lemah,mereka baru saja kecelakaan karena ditabrak oleh truk.
Seorang dokter, perawakan tinggi langsung memasuki ruangan pasien tersebut, ia mengecek bagaimana keadaannya ternyata sudah Kritis dan naasnyaa istrinya sudah tidak bernyawa lagi, dan ia pun ingin meninggalkannya namun tangannya ditahan oleh pasien itu.
"Baik bapak, apa yang mau anda bicara" tanya dokter itu
"Saya titip putri saya, sampaikan salam saya kepadanya saya sangat menyayanginya sampai kapanpun, saya titipkan putri saya jaga dia dok, sayangi dia seperti saya menyayanginya,dia perempuan yang lemah dan gampang rapuh dok, sebelumnya terimakasih saya sangat berharap Dokter mau mengabulkan permintaan saya yang terakhir, terimakasih dok" dan tangannya saat itu menjadi permintaan terakhir, membuat Dokter berpawakan tinggi dan nampan menjadi bersalah, bagaimana ingin mengabulkan permintaan terakhirnya.
Seorang wanita tinggi dan cantik yang tergesa-gesa mencari dimana ruangan Kedua orangtuanya, dan suster pun mengatakan bahwa korban kecelakaan berada diruangan A1.
"Papa Mama" ujarku tapi yang aku lihat mereka ditutupi oleh kain putih, apa ini maksudnya mereka terselamatkan bukan, tapi kenapa seperti ini.
"Papa Mama bangun, Priscilla disini ayo bangun" ujarku memeluk Papa Mama secara bergantian, kenapa mereka tidak bergerak ada apa ini, dan Dokter berpawakan tinggi dan tampan itu memasuki ruangan itu, ia mengentikan langkahnya ketika menatap wanita cantik ya sedang memeluk tubuh itu, dia menangis dalam pelukan itu.
"Maaf nona, apakah anda keluarga pasien ini" tanya Dokter itu dan wanita itu ganti menatapnya walaupun dengan matanya yang basah karena menangisi kepergian kedua orangtuanya dia tetap cantik.
__ADS_1
"Orang tuaku selamat kan, mereka tidak kenapa-kenapa kan" tanyanya dengan tatapan tajam menatap ke arah Dokter tampan itu.
"Maaf sebesar-besarnya, kedua orang tua anda tidak bisa terselamatkan..." kata Dokter tampan itu belum selesai mengatakan apa yang terjadi dia sudah pingsan.
Priscilla terbangun bahkan ini adalah ruangan rumah sakit, kenapa bisa disini tadi dia diruangan kedua orangtuanya kan dan yang ia dengar bahwa orang tuanya telah tiada, itu cuma mimpi kan tidak nyata kan.
Dokter tampan dan tinggi itu bernama Azkara Wildarta, yang berusia 27 tahun dia seorang CEO dan pemilik perusahaan WZ Company,juga mempunyai usaha kuliner yang sudah terkenal, dia juga sudah menikah dengan Tiara Wijaya, dan Sudah dikaruniai anak yang baru berusia 3 tahun, pria tampan yang yang banyak prestasinya, dan masih banyak lagi yang ia raih.
"Bagaimana keadaan anda nona" tanya Azkara
"Saya, baik-baik saja" ujarku aku ingin turun namun dia mencegahnya, ada apa dengannya bahkan aku ingin menemui kedua orang tuaku.
"Kalau belum enakan disini dulu" kata Azkara
"Tapi saya mau melihat kedua orang tua saya, lepaskan " ujarku melepaskan tangannya yang mencegahnya.
Dia mengikuti dari belakang dan kulihat disana sudah ada abangku,aku memeluknya bahkan menangis dalam pelukan abangku.
"Sabar ya dek, abang akan selalu ada buat kamu ikhlaskan mama papa ya dek, lihatlah kalau kamu sedih mereka akan sedih juga dek, ada abang yang akan menjadi pengganti papa, dek abang gak bisa lihat kamu kayak gini, abang juga terpukul sama kayak kamu tapi kalau abang lihat kamu kayak gini, abang lemah dek" kata Aron
"Cilla sabar ya, mbak selalu ada kok buat kamu jangan nangis ya, sabar yang kuat ada kita disini" kata Ayudia memeluk Priscilla dan mencoba menenangkannya.
Secepatnya Azkara akan menyampaikan permintaan terakhir dari papa wanita tersebut, bagaimana ini apakah ia akan menikahi wanita itu tapi dia sudah menikah dan Azkara tidak tega melihat wanita itu, lihatlah bagaimana sedihnya dan hancurnya wanita itu kehilangan kedua orangtuanya ingin sekali Azkara memeluknya tapi ia sadar ia bukan siapa-siapa bagi wanita itu.
Azkara akan menunggu hingga satu minggu, dan akan mengatakannya kepada abangnya, siap tidak siap ia akan menikahinya walaupun menjadikannya istri kedua.
__ADS_1