Takdir Cinta Istri Kedua

Takdir Cinta Istri Kedua
Apa kamu bercanda?


__ADS_3

Seminggu setelah kepergian orang tuanya, Priscilla masih saja mengurung diri bahkan perkejaan ia kerjakan dari rumah, Dita ia pun menghampirinya dirumah dan kedatangan Azkara menjadi pertanyaan bagi Aron kenapa Dokter muda itu kemari.


"Selamat pagi Pak Aron, apa kabar" tanya Azkara


"Pagi Dok, kabar saya baik ada perlu apa ya kemari " tanya Aron karena menurutnya ada yang aneh dengan kedatangan Azkara kerumah.


"Maaf pak sebelumnya, kedatangan saya kemari menyampaikan apa permintaan terakhir dari papa anda, beliau menitipkan putri bungsunya kepada saya, meminta saya untuk menjaganya,lalu dengan apa saya melaksanakannya pak, saya berniat menjaganya dan menikahinya melihat kondisi Nona Priscilla yang seperti itu saya akan membantu sampai sembuh pak, jika tidak percaya saya bawa bukti cctv-nya rumah sakit pak" kata Azkara


Dan membuat Aron yang awalnya ragu pun menjadi sedikit percaya,namun jika adiknya menikah dengannya apakah Priscilla akan setuju asal-usulnya aja Aron tidak tau.


"Tapi sebelumnya saya minta maaf pak, karena saya sudah mempunyai istri dan anak dan maaf sekali saya berniat menjadikan Nona Priscilla istri kedua saya maaf ini mungkin keterlaluan tapi amanah papa anda membuat saya kepikiran terus-menerus pak" kata Azkara


"Lebih baik lupakan itu semua, saya gak mau adik saya menjadi istri kedua, pikirkan ucapan anda" kata Aron


"Saya janji akan adil pak, saya akan menjaga adik bapak dengan saya seperti menyayangi adik saya sendiri, jika papa anda tidak mengatakan hal tersebut mana mungkin saya akan berbagi mengatakan hal ini pak" kata Azkara


Perdebatan antara Azkara dan Aron berhasil membuat Aron yakin akan ketulusan Azkara kepada adiknya,tapi kenapa harus menjadi istri kedua apakah Priscilla akan setuju akan hal ini.


"Bicaralah dengan Priscilla, jika dia setuju maka silahkan" kata Aron


Dan kini Priscilla , Azkara , Aron tengah berbicara bersama, tatapan Priscilla masih menatap tajam ke arah Azkara mungkin dia bertanya-tanya akan kenapa Azkara kemari.


"Nona Priscilla maukah anda menikah dengan saya" tanya Azkara


"Apa menikah, ini lucu sekali" kata Priscilla karena ia tidak percaya akan ucapan Azkara menurutnya ini adalah candaan belaka iya kan.


"Saya serius nona" ujarnya berusaha membuat Priscilla percaya kepada Azkara.


"Bang bagaimana ini lihatlah dia bercanda kepadaku" kataku berusaha memahami yang ia katakan.


"Terimalah, abang merestui kalian" kata Aron


Mau tidak mau lagi dan lagi Priscilla menerima lamarannya Azkara, bahkan mereka besok akan foto prewedding dan resepsi ada di kota x, kenapa agar istri pertama Azkara tidak tau akan hal ini.


Tidak lebih tepatnya Priscilla tidak ingin acara yang meriah cukup akad di KUA dan syukuran begitu saja, kenapa Priscilla menginginkan hal itu padahal dirinya adalah seorang anak bungsu.


Dan 3 hari kemudian kini Priscilla dan Azkara resmi menyandang status suami-istri secara agama maupun negara, sungguh Azkara menyesal telah mengkhianati istrinya,tapi yang disampingnya adalah istrinya juga.


"Bagaimana jika kamu tau saya sudah menikah dan mempunyai anak" kata Azkara dalam hati


Sungguh ini mereka dikamar berdua, membuat Priscilla agak canggung ketika sekamar dengan Azkara, dan bagaimana lagi kini Azkara menjadi suaminya.


"Boleh saya tidur seranjang dengan kamu" tanya Azkara


"Tapi.... boleh saja" ujarku menata seprei dan selimut yang akan kami gunakan.

__ADS_1


Priscilla pun ke kamar mandi, ia bingung apa yang harus ia lakukan ayo Priscilla kamu harus bangkit, masa depanmu masih panjang,banyak orang yang mencintaimu maka bangkitlah.


"Saya mau tidur duluan, besok akan ke kantor" kataku dan langsung menuju ranjang sedangkan Azkara masih membaca buku memang dia terlalu sibuk bukan.


Keesokan paginya, Priscilla terkejut melihat Azkara yang tidur di sampingnya, sejak kapan dia tidur bersama aduh apa dia lupa karena kemarin.


"Astaga sejak kapan anda disini" tanyaku untungnya dirumah ini hanya kita berdua jadi tidak terdengar siapapun.


"Apa kamu lupa, jika sudah menikah" tanya Azkara


"Tapi pak, maaf banget kalau saya kelupaan" kata Priscilla karena memang ia lupa jika sudah menikah.


"Jangan memanggilku dengan sebutan bapak, saya suamimu panggil dengan sebutan yang menarik" kata Azkara


"Yang menarik ya, mungkin Mas Azka saja ya" kata Priscilla duh apa yang harus ia lakukan kali ini, bisa-bisanya lupa jika sudah menikah konyol sekali Priscilla ini.


"Saya mandi terlebih dahulu,kamu lanjut tidur biar saya pesan makan ya" kata Azkara


"Eh biar masak aja mas, kan ada bahan-bahan kemungkinan sih" kata Priscilla iya memasak aduh pertama kalinya dia akan memasak lagi setelah seminggu ia berdiam diri.


"Cek saja terlebih dahulu,jika ada bahan makan masaklah kalau tidak katakan ya" kata Azkara


"Saya turun terlebih dahulu" kaya Priscilla ia pun segera turun kebawah untuk mengecek apakah ada bahan makanan,dan ternyata tidak ada kenapa kosong oh iya ia lupa untuk mengisinya.


Priscilla menunggu Azkara selesai mandi sambil membersihkan tempat tidur mereka, siapa Azkara bahkan orang tua Azkara hanya datang saat kami menikah saja.


"Ternyata gak ada bahan makanan mas, kulkasnya juga kosong" kata Priscilla ia sedikit cemberut karena momen pertama kali bersama suami ia tidak bisa memasakkan.


"Jangan dipikirkan, segera mandi saya akan pesan makanan" kata Azkara


Priscilla memasuki kamar mandi ,dan Azkara segera memesan makanan bagaimana ia ingin jujur jika baru saja mereka menikah.


Orang tua Azkara sebenarnya tidak setuju,mereka kemarin terpaksa datang karena Azkara menceritakan semuanya dan akhirnya orang tua Azkara mengerti dan menerima menantu keduanya itu, orangtuanya juga menyuruh Azkara untuk membawa Priscilla kerumah.


Priscilla sudah siap dan rapi, sebagaimana Priscilla yang sesungguhnya kini ia lebih siap menghadapi dunia luar dan apapun karena ia tidak ingin terpuruk selamanya.


"Sudah siap ya, mau saya anter" tanya Azkara


"Tidak, saya bawa mobil sendiri aja toh mas pasti kerja kan" kataku lalu duduk di meja makan karena makanan yang Azkara pesan sudah datang.


"Habisin dong, banyak makan ya" kata Azkara


"Kamu mengejek saya ya mas, apa sih saya gak suka" ujarku aku merasa kesal dengannya setelah selesai sarapan Priscilla membereskannya dan setelah itu mereka sama-sama berangkat bedanya mereka mengendarai mobil sendiri.


Di kantor banyak sambutan yang Priscilla terima, dan bagaimanapun ia harus kuat bukan mana mungkin seorang Priscilla akan terus-terusan dalam kesedihan bagaimana nanti jati dirinya.

__ADS_1


"Bu Priscilla akhirnya" kata Dita


Dita memeluk Priscilla benar-benar rindu, seperti bukan Priscilla yang seminggu lalu ia temui kini Priscilla lebih cerah dan bahagia apakah karena pernikahannya itu.


"Mbak Dita makasih loh, donatnya enak" kata Priscilla memang Dita membuatkan donat untuk Priscilla , ya dia selalu menghibur agar Priscilla tersenyum.


Siang harinya mereka pun ke kantin, makan siomay langganan mereka tentunya Priscilla rindu akan siomay ini sudah seminggu Priscilla tidak makan siomay, nikmat sekali menikmati bersama Dita.


Sedangkan Azkara kini berada dirumahnya, ia pulang kerumah istri pertamanya bagaimana ini istrinya mengajaknya berlibur tapi gimana dengan Priscilla .


"Beb jadi kan kita berlibur" tanya Tiara


"Secepatnya aku atur waktu dulu ya" kata Azkara


"Kamu kan udah janji sama aku, kok sekarang gini" kata Tiara


"Yaudah aku cari jadwal yang agak kosong ya" kata Azkara


"Sore kita jalan-jalan pokoknya,aku mau belanja" kata Tiara


"Aku anter nanti" kata Azkara


Dan Priscilla , Azkara dan Tiara mereka bertemu di Supermarket tidak sempat sih namun Priscilla melihat Azkara jalan dengan perempuan lain bahkan mereka sangat dekat siapa dia, memanggilnya dengan sebutan beb apakah itu pacar dari Azkara atau siapakah, Priscilla setelah belanja pun langsung pulang ia tidak ambil pusing toh terserah Azkara mau dengan siapapun.


Malam harinya Azkara pulang kerumah Priscilla , dan Priscilla sendiri sedang asik makan langsung saja Azkara menuju ke meja makan.


"Baiknya menunggu suami terlebih dahulu" kata Azkara


"Untuk apa saya menunggu suami yang asik jalan dengan perempuan lain" kata Priscilla sindiran Priscilla membuat Azkara bertanya-tanya apakah tadi dia melihatnya.


"Kenapa diam" tanya Priscilla memang jika Priscilla sudah kesal maka habislah Azkara.


"Dan saya akan jujur, perempuan yang kamu lihat tadi dialah Istri Pertama saya, namanya Tiara" kata Azkara


Priscilla tidak salah dengar kan Istri pertama, enggak mungkin jika disini dia adalah istri kedua ini mimpi kan, kenapa takdirnya seperti ini ditinggal kedua orangtuanya dan sekarang menjadi istri kedua.


"Kenapa, dari awal kamu mengajakku menikah jika karena permintaan papa kamu gak perlu mewujudkannya, harusnya kamu lupakan hal itu" kata Priscilla air matanya jatuh seketika dan badannya teras lemas bahkan Priscilla duduk dilantai.


"Maaf tapi beliau meminta saya seperti itu,dan jika itu bukan permintaan terakhir beliau mungkin saya bisa menolaknya" kata Azkara dia memegang tangan Priscilla namun Priscilla menolaknya ia tetap menangis.


"Bangun, kita bicarakan di ruang tamu ya" kata Azkara


"Lepas gak usah sok perduli " tolak Priscilla dan Azkara tidak tinggal diam ia membopong tubuh Priscilla ke sofa yang ada diruang tamu.


"Maaf, tapi percayalah saya akan menjaga kamu, melindungi kamu dan selalu ada buat kamu, saya akan sebisa mungkin untuk adil" kata Azkara

__ADS_1


"Jika saya bisa memilih, saya memilih untuk sendiri tanpa mengenal anda tuan Azkara, kenapa saya harus dipertemukan dengan anda, hidup saya sudah hancur ketika kedua orang tua saya tiada dan sekarang saya menjadi istri kedua bagaimana nanti yang orang pikirkan, saya gak mau dikira perebut suami orang " sindir Priscilla bagaimanapun perkataan orang akan membuat dia drop lagi bukan.


"Saya tau saya salah, tapi izinkan saya membenahi semuanya izinkan saya menjadi suami yang baik untuk kamu" kaya Azkara


__ADS_2