
Priscilla bingung ingin mengatakan bahwa keinginannya tidur dirumah sang abang, bagaimana jika Azkara tidak mengizinkannya apalagi sekarang waktunya dengan anak dan istrinya.
Apabila ia menelfon mana mungkin pasti istrinya yang akan menerimanya, lihatlah Azkara juga tidak mengirimkan aku pesan, semakin bimbang yang aku rasakan tapi dirumah sendirian membuatku jenuh siapa yang mau aku ajak tidur dirumah.
Oh ya ia ingat,kan ada Fania dan Tania yang bisa diajak jalan-jalan dan tidur dirumah, dia memang memang besti yang paling baik, Priscilla pun segera menghubungi keduanya dan mereka sangat setuju dengan idenya.
"Eh, hmm mana mungkin aku tidak meminta izin dari mas Azkara, tapi mana mungkin aku menganggu waktunya tapi jika aku mengirimkan pesan pasti akan terbaca oleh istrinya" semakin bimbang hati Priscilla ingin ia berpamitan kepada suaminya tapi mana mungkin juga, apa harus ia kirim pesan.
Priscilla pun bersiap-siap, tinggu sahabatnya datang kemari tak butuh waktu lama ternyata mereka sudah datang, dengan penampilan yang sangat memukau.
"Lama gak ketemu sama kalian" Priscilla memeluk sahabatnya bergantian rasa rindu yang amat sangat dalam memang sih rindu tapi kan setiap hari ketemu.
"Suami Lo mana?" Fania tanpa basa-basi Fania mencomot makanan yang ada di toples yang memang disuguhkan di meja itu.
"Iya kok gak ada dirumah, Lo tukar tambah?" Tania memang agak kocak sih Tania ini masak ditukar tambah dikira barang apa gimana.
"Dia kerja lah, menurut kalian...." Priscilla mengambil tasnya yang sudah ia bawa turun dari kamarnya tadi setelah itu baru dia mengajak sahabatnya.
Sesampainya di mall tiga perempuan cantik ini langsung menuju toko sepatu, memang ia mereka cari pertama harus sepatu apalagi kebutuhan para perempuan ini.
"Diskon lagi, tau aja habis gajian" Tania mengatakannya lalu mengambil sepatu berwarna nude itu, jika belum tau Fania dan Tania ini siapa mereka adalah sahabat Priscilla dari jaman SMA.
Fania dan Tania adalah saudara kembar, yang berprofesi Fania sebagai Model, Tania sebagai Guru salah satu sekolahan ternama di kota ini.
"Bayangin aja gue diajak pacaran sama murid gue, gimana dong berondong nih..." Tania memamerkan bahwa ia diajak pacaran oleh berondong,oh beruntung sekali Tania ya.
__ADS_1
"Terus lo mau.... menurut gue terima aja ya walaupun mungkin belum dewasa" tanpa disadari Priscilla mendukung akan hal ini, kemungkinan akan jadi Tania dengan brondong itu.
Priscilla bertemu dengan Azkara beserta Tiara sepertinya mereka berbelanja, Priscilla menghentikan langkahnya ketika berpapasan langsung dengan suami istri itu.
"Eh mbak Priscilla ketemu lagi, lagi belanja apa nih...?" Tiara menghampirinya, Priscilla hanya tersenyum saja walaupun rasanya tidak ikhlas melihat keduanya bersama, tapi si kecil Belly langsung memeluknya.
"Tante lagi belanja ya, tante kok gak main kerumah" Belly menanyakan hal itu, dengan gemasnya membuat Priscilla ingin mengajaknya untuk pulang.
"Maaf sayang, tante sibuk banyak kerjaan...." bohong Priscilla karena tidak ingin menyakiti perasaan Belly, walaupun seminggu ia menghabiskan waktu bersama papanya.
Sedangkan Azkara tidak enak hati dengan istri keduanya, apalagi Priscilla baru saja sembuh bagaimana jika dia setres lagi, karena ia tau jika sedih pasti mencari orang tuanya.
"Papa, Belly boleh ikut tante Priscilla " Belly menatap papanya, sepertinya kode dari Belly membuat Azkara akan mengantarkan istrinya itu pulang kerumahnya.
"Priscilla kesitu yuk, banyak promo" Fania mengajak Priscilla segera menjauh dari pasangan itu, daripada Priscilla sedih ia tau bahwa sahabatnya itu sedih ketika melihat kedatangan mereka.
"Maaf mbak, aku kesana dulu ya" pamit Priscilla kepada Tiara walaupun Azkara selalu menatapnya tapi Priscilla juga tidak hati saat berhadapan langsung dengan Tiara.
Tiara hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Azkara diam seribu basah Priscilla tau diamnya Azkara dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Priscilla sadar akan kehadirannya.
Setelah selesai berbelanja, Priscilla beserta teman-temannya langsung menuju ke restoran langganan mereka, setelah sekian lama berbelanja akhirnya lapar juga.
"Gak usah dipikirin, Lo juga mau jadi istri kedua" Tania dia mulai memanas ketika melihat Azkara dengan istrinya tadi, posisi yang salah memang.
"Bayangin aja, siapa yang mau jadi istri kedua papa menitipkan gue ke dia, gue gak tau kenapa" memang apakah Priscilla mau menjadi istri kedua, justru ialah korban disini bahkan ingin sekali menolaknya tapi tak bisa ia pungkiri bahwa ini adalah permintaan terakhir dari papanya.
__ADS_1
"Sabar, kalau Lo gak betah udah pisah aja" Fania mencoba menenangkan Priscilla , walaupun tidak segampang itu ada di posisinya.
"Gue udah sabar Fan, gue ingin berpisah tapi dia gak mau melepaskan gue" makanan datang mereka tidak ingin melanjutkan pembicaraannya, bagaimana nanti Priscilla tidak mood nantinya mending makan saja kan.
Malam harinya, Priscilla maupun Azkara di ruang kerja mereka masing-masing yang ada dirumah berbeda, Azkara menelfon istrinya itu Priscilla ingin menerimanya tapi dia takut, apa ini panggilan video dari Azkara.
"Lagi apa, belum tidur ya" Azkara menampakkan wajahnya yang terlihat sangat lelah, yang Priscilla lihat Azkara sedang berada di ruangan.
"Belum ngantuk mas, kenapa telfon gak takut ketahuan istri" Priscilla mencoba langsung pada intinya, tapi Azkara masih saja basa-basi dengannya.
"Udah tidur, lagian saya di ruang kerja"
"Oh gitu, yaudah tidur aja mas besok kerja kan" Priscilla memang sedang menyelesaikan pekerjaannya, besok ada meeting pagi dengan client.
"Jangan tidur malem-malem, kamu udah makan " kini Azkara bertanya apakah Priscilla sudah makan, sok perhatian banget memang Azkara ini ya
"Sudah kok, lagian bentar lagi selesai kalau mau tidur silahkan matiin aja" justru Azkara malah senyum-senyum sendiri melihat istrinya yang tampak sedang serius mengerjakan pekerjaannya itu, memang Priscilla orang yang sangat tepat waktu bahkan ia hafal itu.
"Istri lagi kerja, masak suami mau tidur sih besok cuma ngantor aja" lagi dan lagi Azkara menanyakan aktivitasnya.
"Oh ya mas, saya mau launching produk baru dan ini rancangan saya sendiri emang kok saya turun langsung untuk buat ini, baju couple" Priscilla mengirimkan gambar baju yang akan launching beberapa hari lagi, Azkara sangat beruntung ada Priscilla yang serba bisa.
"Bagus mau dong foto sama kamu" apa salahnya foto dengan istri sendiri, sedangkan Priscilla bingung mau menjawab apa kalaupun Azkara ikut di boutique miliknya apakah tidak akan curiga dengan mereka.
"Saya mau foto sih, biar tambah banyak peminatnya ya kan" dengan bangganya Priscilla mengatakannya, perempuan cerdas yang selalu mendapatkan pujian dan penghargaan ini.
__ADS_1