Takdir Cinta Istri Kedua

Takdir Cinta Istri Kedua
Curhatan Hati Istri Kedua


__ADS_3

Tak bisakah diriku mendapatkan tempat yang layak di hatimu, tak bisakah aku juga mendapatkan cinta dari suamiku sendiri, mengapa takdir ku menjadikan aku sebagai istri kedua, padahal impianku menjadi istri satu-satunya yang paling disayang suami.


Aku tidak ingin karma nantinya pada anakku,dan ketika aku memiliki seorang anak perempuan aku tidak mau juga jika anakku sampai menjadi istri kedua, aku tidak mau dia merasakan apa yang aku rasakan.


Ketika ditinggalkan oleh kedua orangtuanya untuk selama-lamanya,lalu papa menitipkan aku kepada seorang Dokter yang waktu itu menanganinya, baginya ini adalah amanat terakhir dari seorang ayah yang menitipkan putri padanya, jika mungkin tidak amanat terakhir tidak akan mungkin ia lakukan.


Dan istri pertamanya saja tidak tahu akan hubunganku dengan suaminya, walaupun jika dia tahu pasti dia akan mencaci diriku, mengatakan aku sebagai seorang pelakor, nyatanya tidak pernah aku lakukan hal itu karena aku tidak tahu saat kami menikah bahwa dia sudah mempunyai istri.


Sedih yang kurasakan, bagaimana tidak hidupku sudah hancur ditambah lagi takdirku yang kini menjadi istri kedua dari seorang Dokter tampan itu.


Yang aku inginkan kehidupan yang selayaknya pasangan suami-istri lainnya,tapi hatiku mengatakan tidak bahkan ingin menerimanya rasanya berat.


Dulu saat orang tuaku masih ada, aku bahkan akan di lamar oleh seorang Pilot,namun papa tidak merestui hubungan kami hingga kami berpisah dan dia sudah menikah sama denganku.


Jika yang aku harapkan adalah kebahagiaan perpisahan adalah jalan yang terbaik untuk hubungan ini, agar tidak ada yang saling tersakiti namun inginku membuat dirinya jatuh cinta kepadaku dan saat itu aku akan meminta berpisah darinya.


Suamiku memang tampan,baik dan tidak kurang apapun justru aku bersyukur akan kehadirannya yang membuatku bangkit dari keterpurukan, dia yang selalu menghiburku pada saat aku sangat kehilangan, menguatkan aku dan selalu memberi semangat padaku.


Dinikahi oleh pria yang tidak pernah aku kenal sebelumnya, bahkan pria yang satu minggu ku kenal dan dia mengutarakan niatnya untuk menikahi aku dengan alasan ini amanat dari papa.


Lalu kenapa harus aku yang mengenal dia, kenapa bukan perempuan lain saja, harusnya aku dan dia tidak pernah bertemu sebelumnya jika bisa memilih aku akan memilih hidup sendiri tanpa menikah dengan dirinya.


Hidupku tidak semudah yang kalian bayangkan, aku hidup mewah dirumah ini hidup enak, dari kecil kehidupan ku sangat sederhana bahkan rumahku di kampung juga sangat sederhana tidak sebesar rumah ini, semenjak kami berpindah ke kota kehidupanku berubah dan papa memulai bisnis baru yang berkembang pesat.


Saat itu juga hidupku seperti bak mimpi yang selalu meminta apa saja dituruti oleh kedua orang tuaku, tidak pernah ku bayangkan akan semegah ini rumahku dan kehidupan ku akan semewah ini.


Priscilla menulis seluruh curhatannya para buku diary, ia memang suka menulis bahkan ia meluncurkan satu novel yang disitu ada kenangan dirinya bersama kekasihnya dulu.


Harus berpura-pura demi kebahagiaannya, senyumannya selama ini palsu semenjak ia kehilangan kedua orangtuanya, memang ingin Priscilla menyusulnya tapi ia sadar jika seperti itu orang tuanya akan sedih.

__ADS_1


Hening sesaat namun air matanya pun menetes ketika mengingat kenangan yang indah pada waktu ia masa kecil, masih saat tinggal dirumah sederhana yang ada di desa, perjalanannya memang tidak mudah.


Azkara menghentikan langkahnya, kenapa Priscilla apa dia punya masalah kenapa tidak cerita denganku, dia selalu saja menutupi masalahnya hingga membuat Azkara kadang kesal dengannya.


"Priscilla ada apa, mungkinkah ada masalah" tanya Azkara


Namun Priscilla tetap tidak menjawabnya,ia rasa tidak perlu dikatakan Azkara akan tahu apa masalahnya,tapi bagi seorang suami membuat istrinya menangis tiba-tiba membuatnya bertanya-tanya akan hal itu.


"Katakan apa yang membuatmu bersedih" kata Azkara


"Saya rindu rumah di kampung, rindu suasana disana, saya rindu" ujarku namun masih terdengar jelas walaupun dengan isakan tangis.


Azkara paham apa yang Priscilla maksud, ia merindukan kampung halamannya, Azkara segera memeluknya, Priscilla juga menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"Kalau begitu besok kita kesana ya, menginap 2 hari kemungkinan" kata Azkara


"Tidak perlu,saya bisa sendiri " ujarku menolak ajakan Azkara untuk mengajakku ke kampung halaman.


Priscilla melepaskan pelukan Azkara, ia menatap wajah Azkara dengan tatapan yang sangat tajam, apa dia gila bagaimana bisa Priscilla tenang jika dirumah ada istri dan anak yang menunggu Azkara.


"Istrimu dan anakmu pasti menunggu jika kamu menemaniku di kampung halaman" ujarku tapi Azkara menyakinkan Priscilla bahkan dia rela mengosongkan jadwalnya demi Priscilla .


"Saya mungkin tidak tahu, bagaimana masalalu mu tapi sekarang saya lah yang menjadi masa depanmu, bahkan ketika kamu bersedia sayalah yang wajib menghibur kamu, menenangkan kamu walaupun sikap kamu dengan saya seperti itu saya sebagai suami harus sabar menghadapi kamu" kata Azkara dalam hati


Azkara memang sabar menghadapi Priscilla, bagaimanapun Priscilla ia tidak pernah marah, walaupun sikapnya kepada Azkara memang akan membuat Azkara marah, tapi nyatanya Azkara sangat sabar.


"Nonton yuk, siap-siap gih" ajak Azkara


"Nonton apa, emang ada film yang terbaru" tanya Priscilla nonton dia lama tidak ke bioskop Azkara mengajaknya jadi Priscilla mau saja walaupun nantinya bertemu teman Azkara.

__ADS_1


"Kayaknya ada, makanya ayo nonton" kata Azkara


"Saya mandi dulu Mas" ujar Priscilla ia segera meninggalkan Azkara yang masih saja asik menatap layar handphone miliknya.


Setelah selesai mandi Priscilla pun bersiap-siap,dan Azkara memang sudah siap memang laki-laki cepat ya kalau dandan.


Di dalam perjalanan Priscilla banyak bertanya akan keseharian Azkara selain menjadi seorang Dokter,apa kesukaannya memang salah ya seorang istri menanyakan hal tersebut kepada suaminya.


"Siapa sih yang gak kenal sama kamu, pemilik perusahaan cosmetics lagi" kata Azkara


"Lalu kenapa kamu menjadikan saya sebagai istri kedua, lepaskan saya jika kebahagiaan saya bukan bersamamu " ujar Priscilla , lagi dan lagi Priscilla meminta untuk berpisah iya berpisah lagi.


Sesampainya di kota Y, Priscilla menunjukkan jalan yang mengarahkan pada rumahnya dulu, rumahnya memang dibangun tapi dengan tetap sama seperti dulu, disini rumahnya dekat dengan adik papa, Om Aryan dan Tante Sofia.


"Om Aryan" kata Priscilla


Aryan dan Sofia menatap kedatangan keponakannya itu, lihatlah dia terlihat bahagia bukan beda dengan dua minggu yang lalu saat ia temui.


"Sama siapa kesini" tanya Om Aryan


"Sama...." belum selesai melanjutkan biaranya Azkara sudah memperkenalkan diri sebagai suami dari Priscilla .


Tentunya om Aryan dan tante Sofia kaget akan penuturan Azkara, mana mungkin keponakan kecilnya sudah menikah tanpa memberitahu dia.


"Jika om dan tante terkejut,saya akan menceritakan bagaimana bisa saya menikahi Priscilla " kata Azkara


"Oh ayo masuk" ajak om Aryan


Ia ingin tinggal dirumahnya,tapi om Aryan dan tante Sofia mengajak mereka untuk istirahat ditempatnya.

__ADS_1


"Papa menitipkan Priscilla kepada saya, pada saat itu saya menangani beliau, putri bungsunya yang ternyata Priscilla ini, tentunya saya bingung harus bagaimana ini adalah permintaan terakhir beliau, mau tidak mau saya menjaganya dan menikahinya secara diam tidak banyak takut yang kami undang" kata Azkara


Jika memang jodoh sudah ada yang mengatur mungkin Priscilla memang jodoh Azkara, tapi tahu sendiri Azkara sudah mempunyai istri.


__ADS_2