
Menikah bukanlah sebuah permainan, tapi jika seperti bukankah seperti mainan juga tega sekali Azkara membohonginya, tidak jujur apa adanya saat mereka sebelum menikah.
Walaupun tidur seranjang dengan Azkara, Priscilla masih saja mengabaikannya sejak malam tadi ia tidak mengobrol dengan Azkara, karena ia tau hubungannya dengan Azkara salah, jika dilanjutkan Priscilla lah yang akan tersakiti.
Keesokan paginya, Priscilla bangun terlebih dahulu ia memasak untuk sarapannya, yang Priscilla tau kemungkinan Azkara akan sarapan dirumah istrinya,eh tapi dia juga istrinya bukan, bagaimana bisa tidak itu.
Baju-baju dan kemeja Azkara beserta perlengkapan lainnya sudah dirumah ini, bahkan tertata rapi di lemari tapi kemungkinan dia akan jarang pulang ke Priscilla bukan, sudahlah jangan terlalu dipikirkan dan kenapa bang Aron tidak memberitahunya.
Siapa sepagi ini bertamu sudah hari ini tidak mood, ada tamu lagi bagaimana harus pura-pura tersenyum nantinya, Priscilla dengan santainya membukakan pintu dan ternyata bang Aron dengan mbak Ayudia.
"Rajin banget semenjak nikah" goda Aron
"Gak usah basa-basi,masuk aja" ujarku karena sudah terlalu kesal dengan abangnya ini, bagaimana tidak karena ia membiarkan adiknya menjadi istri kedua.
"Kenapa sih dek, pengantin baru emosional"tanya Ayudia
"Karena bang Aron dan mas Azkara sekongkol menjebak aku mbak" ujarku dan Aron menatapnya lagi dan lagi apakah adiknya itu sudah tau akan hal itu.
"Kenapa sih bang, seharusnya gak gini diluar banyak laki-laki yang jomblo yang bukan suami orang,tapi abang malah membiarkan aku dinikahi suami orang, bagaimana jika orang tau kalau aku istri kedua bang, hancur sudah namaku bang" kataku kenapa harus istri kedua sih, kalaupun istrinya tau kemungkinan besar aku akan malu walaupun aku disinilah korbannya.
"Maaf dek, permintaan papa kepada Azkara tidak bisa abang pungkiri" kata Aron
Azkara menuruni anak tangga karena terdengar keributan, ya itu antara Priscilla dan Aron, ada apa sebenarnya adakah yang mereka ributkan.
"Dan kamu, tuan Azkara tolong ceraikan saya jangan membuat saya berada di dalam kesulitan seperti ini" ujarku dan Azkara sepertinya dia terkejut akan hal yang aku katakan.
"Bagaimanapun saya tidak akan menceraikan kamu, apakah saya bisa lepas tanggung jawab saya walaupun kamu sudah bukan istri saya lagi" kata Azkara
"Tapi kenapa harus saya, saya gak mau terlibat dalam hal ini dan saya bukan senang menikah dengan anda, tapi hal apa yang membuat anda yakin menikahi saya" kataku apa yang ku katakan adalah benar menurutku karena aku juga wanita bagaimana rasanya jika dimadu oleh suami kita nantinya.
"Priscilla jalani saja 3 bulan, jika tidak cocok pilihannya abang serahkan pada kamu mau bagaimana kelanjutannya" kata Aron
"Saya tidak setuju bang Aron, saya gak mau ada perceraian diantara saya dan Priscilla, jika nanti harus terpaksa memilih diantara salah satunya mungkin saya putuskan nanti" kata Azkara
"Anda egois, egois saya butuh kebahagiaan dan kenyamanan jika kebahagiaan tidak saya dapatkan dari anda, maka izinkanlah saya mencari kebahagiaan dan kenyamanan di diri pria lain" ujarku hubungan jika tidak nyaman mau dikemanakan, seharunya pernikahan yang megah yang Priscilla dambakan dan impikan namun menjadi seperti ini.
Azkara memeluk Priscilla, ia tau istrinya sedang emosi maka ia akan menenangkan terlebih dahulu, percuma Azkara bersikap baik kepada Priscilla, karena dia benci dengan Azkara.
"Lepas, pulanglah istrimu menunggu" ujarku bukan maksud mengusirnya tapi bagaimanapun ada anak kecil yang menunggunya.
"Sudah kita makan terlebih dahulu, gak baik kamu berantem dengan suami kamu Priscilla " kata Aron
__ADS_1
Mereka pun makan bersama, walaupun masih sangat membencinya tapi ia harus tetap santai menghadapi kerasnya dunia.
"Priscilla, tunggu saya mau bicara berdua dengan kamu" kata Azkara
"Apa yang ingin anda bicara tuan, semua sudah jelas kan kenapa harus dibicarakan lagi" kata Priscilla apa yang perlu dibicarakan kan semua sudah jelas.
"Apakah kamu tidak ingin honeymoon bersama " tanya Azkara
"Honeymoon, apa anda gila tuan bagaimana saya mau honeymoon dengan anda yang notabennya hanya suami bohongan " kata Priscilla menyindir Azkara
"Suami bohongan, saya itu suami sah kamu Priscilla jangan kamu seperti ini " kata Azkara
"Lalu saya harus bagaimana, apakah harus menerimanya dengan ini semua" kata Priscilla
"Panggil saya mas Priscilla, saya suamimu bukan tuanmu" kata Azkara
"Mas Azkara pulanglah putrimu menunggunya kan, saya tidak mau menghalangi seseorang apalagi dirumahnya sedang ada putri yang menunggunya " kata Priscilla matanya berkaca-kaca ia merindukan kedua orangtuanya, setelah abangnya pulang kini dia bersandar di ranjang, sungguh sakit ketika ia sendirian tidak ada yang memeluknya.
"Jangan sedih Priscilla, saya gak tega kalau lihat kamu nangis, jangan seperti ini Priscilla " kata Azkara
"Lepas jangan sentuh saya, kamu memang tidak pernah mengerti akan keadaan saya mas Azkara" ujarku menolaknya
Malam harinya Priscilla tidak keluar dari kamar, sejak tadi pagi Azkara berpamitan untuk ke rumah sakit, Priscilla hanya diam tidak menjawabnya, Priscilla mencoba untuk bunuh diri karena ia merasa hidupnya sudah tidaklah baik lagi.
Azkara panik, pintu dibiarkan terbuka, tadi ia meninggalkan Priscilla dikamar bukan, tapi dimana Priscilla sekarang dan ternyata dikamar mandi badannya sangat panas, sepertinya dia demam tinggi dan apa yang dia lakukan mau meminum racun ini sungguh dimana otak kewarasannya.
"Priscilla kamu harus kuat, maaf saya telah meninggalkan kamu sendirian" kata Azkara
Namun keadaan Priscilla semakin lemah, Azkara membawa Priscilla kerumah sakit tempat dimana ia bekerja, sesampainya disana Priscilla mendapatkan pertolongan pertama, sungguh panik Azkara rasa sesal menyelimutinya, bagaimana jika Priscilla kenapa-napa.
"Dokter Azkara, beliau ini siapa anda " tanya Dokter Arion
Devnaka Arion Valdi Kenward, pria berpawakan tinggi yang tingginya lebih dari Azkara dia memiliki tinggi 192 bayangkan saja sangat tinggi, berusia 25 tahun itu dia adalah seorang Atlet basket dan Atlet renang, memiliki usaha perkebunan kelapa sawit, Pemilik PT. Dev Group beserta CEO, bukan hanya kelapa sawit dia juga mempunyai perkebunan teh, memiliki Brand baju ternama yang sudah terkenal hingga ke luar negeri, dia adalah sahabat Azkara.
"Dia sepupu saya Dokter Naka" kata Azkara
"Tidak pernah kulihat bahwa dia ini sepupu ya" kata Devnaka
"Iya sepupu dari mama, memang selama ini tinggal diluar kota " kata Azkara
Devnaka lah yang akan menjadi suami Priscilla nantinya, setelah Azkara berpisah dengan Priscilla maka Devnaka lah yang akan menjadi penggantinya,bukan merebut tapi Azkara lah yang menitipkan Priscilla kepada Devnaka, karena ia ingin kembali ke kehidupannya yang awal bersama istri pertamanya.
__ADS_1
"Cantik ya, apa dia sudah bersuami" tanya Devnaka
"Kebetulan dia belum bersuami" kata Azkara mengapa aku tidak terima ketika Dokter Devnaka menanyakan Priscilla sudah mempunyai suami atau belum, nyatanya walaupun pernikahan kami disembunyikan namun rasanya tidak rela.
Setelah kepergian Devnaka, Azkara segera mendekati ranjang Priscilla , ia menggenggam tangan Priscilla berharap Priscilla segera sadar, ia tidak tega menatap istrinya terbaring lemah, tengah malam Priscilla sadar ia memanggil papa mama, membuat Azkara panik bagaimana tidak yang dipanggil adalah kedua orangtuanya yang sudah tiada Azkara menelfon sang mama untuk segera kemari, mungkin dengan kehadirannya seorang ibu dia akan lebih tenang.
Mama Yuni datang dengan penuh kecemasan, bagaimana juga Priscilla adalah menantunya walaupun pernikahan mereka sangat dirahasiakan.
"Ada apaa dengannya" tanya Mama Yuni
"Demam tinggi, aku khawatir ma" Kata Azkara
"Pa...pa...Ma...ma..jangan tinggalin Cilla, Cilla gak mau sendiri,Cilla mau ikut Papa sama Mama, Cilla takut menghadapi dunia itu" lirih Priscilla matanya tertutup tapi dia mengigau.
"Istrimu merindukan kedua orangtuanya, sabar ya" kata Mama Yuni
"Titip Priscilla ma, Azkara mau dinas malam terlebih dahulu" kaya Azkara
Mama Yuni menatap menantunya, dilihat memang lebih cantik Priscilla dibandingkan dengan Tiara, manis lembutnya juga sangat dimiliki Priscilla .
"Kasihan kamu nak, usiamu masih muda sudah ditinggalkan kedua orang tua kamu, sabar ya disini ada mama yang akan selalu ada untuk kamu, mama pasti jadi pendengar yang baik" kata Mama Yuni
Dimana matahari sudah mulai terbit, Priscilla kini sudah sadar ia menatap kehadiran Mama Mertuanya yang mendampinginya.
"Mama Yuni, mama ngapain disini" tanyaku apakah dia menungguku semalaman.
"Sayang akhirnya udah bangun, mau minum" tanya Mama Yuni
"Maaf merepotkan Mama" kataku merasa tidak enak karena sudah merepotkan Mama yuni.
"Mau makan" tanya Mama Yuni
"Priscilla mau bubur ayam ma" kataku entah mengapa menginginkan bubur ayam yang lengkap dengan satenya.
Azkara tadi berpikiran untuk membeli bubur ayam beserta sate, kenapa tiba-tiba saja ada yang mengatakan bahwa dirinya harus membelinya, ia memasuki ruangan Priscilla ternyata istrinya sudah sadar.
"Apa yang kamu bawa mas" tanyaku karena sepertinya enak juga, Azkara mendekatiku mencium keningku dan tanganku.
"Mau makan" tanya Azkara
Priscilla hanya mengangguk kepalanya karena ia sangat lemah hari ini, mau tidak mau menerima suapan Azkara, Mama Yuni tersenyum ternyata putranya bisa romantis juga ya
__ADS_1