
Setelah 3 hari di kampung halaman, tiba-tiba saja handphone Azkara berbunyi tertera nama my wife, Priscilla hanya mengabaikannya sedangkan yang punya handphone sedang mandi, ia tau kemungkinan putrinya rindu karena 3 hari sang ayah bersamanya, terlihat jahat bukan dirinya.
Azkara yang selesai mandi pun langsung cepat menerima telfon dari Tiara, Priscilla hanya mendengarkan saja karena di speaker oleh Azkara, terdengar putri kecil yang sedang mencari sang ayah.
"Papa dimana, papa kapan pulang Belly kangen sama papa, papa cepet pulang ya"
"Dua hari lagi papa pulang sayang, tunggu papa ya nanti papa beliin boneka deh papa janji"
"Beb kamu kapan pulang, biasanya 3 hari aja diluar kota kenapa lama banget sih, aku sama Belly udah kangen loh sama kamu"
"Sabar ya, kalau pekerjaanku sudah selesai pasti aku pulang"
"Serius kan, kamu lagi apa sih beb"
"Aku lagi... hmm mau makan iya mau makan daritadi belum makan"
Azkara melirik Priscilla, dia hanya membuang muka walaupun Azkara yakin dia juga mendengarkan pembicaraan mereka.
"Yaudah ya, aku matiin"
"Tapi beb, ih kok udah mati"
Azkara mematikan telfonnya,ia segera duduk disampingnya Priscilla, Priscilla semakin merasa bersalah karena dialah yang mengajak Azkara kemari.
"Saya kelewatan ya, gak seharusnya saya ngajakin mas kesini" Priscilla merasa bersalah akan hal ini lihatlah Belly yang merindukan Azkara.
"Jangan dipikirkan, toh emang saya yang ngajak kamu"
"Kasihan Belly lebih baik kita pulang saja mas"
"Kan 2 hari lagi, gpp kok sudah biasa"
"Lain kali kamu banyakin waktu sama istri dan anak kamu ya mas, jangan perduliin saya"
"Bagaimana saya tidak perduli dengan istri saya sendiri Priscilla " Azkara memengang tangan Priscilla, ia merangkul pinggang Priscilla juga tanggungjawabnya kini bukan hanya istri dan anaknya saja namun Priscilla juga menjadi tanggungjawabnya sekarang.
"Jika nanti saya meminta untuk berpisah, lepaskan saya mas, saya gak mau menganggu kehidupan kalian"
"Jangan ngomong kayak gitu, saya gak mau melepaskan kamu ya"
"Mas saya juga berhak bahagia, jika saya hanya menjadi penghambat kebahagiaan mas dan keluarga saya bisa apa"
"Sekali lagi jangan mengatakan hal itu, kamu juga kebahagiaan saya, kalau kamu bahagia saya juga bahagia Priscilla "
"Kenapa harus kamu ya mas, kenapa bukan pria lain yang masih single "
__ADS_1
"Jodoh, itu gak ada yang tau dan tidak bisa ditebak"
"Mungkin kita hanya jodoh sesaat mas"
"Jika itu benar, maka izinkanlah saya membahagiakan kamu dengan setulus hati saya"
"Kamu sudah memenuhi janjimu kepada papa saja, saya sangat bersyukur mas"
"Maka dari itu,papa memilih orang yang tepat untuk mendampingi putri kecilnya yang cengeng ini"
Priscilla mendengarnya tidak suka, bagaimana bisa ia mengatakan bahwa Priscilla itu cengeng,memang iya sih sangat cengeng tapi hal yang wajar bukan.
Rencananya hari ini mereka akan jalan-jalan, sekaligus membelikan oleh-oleh untuk Tiara dan Belly beserta orang tua Azkara.
"Apa saya boleh bertemu dengan mama kamu mas, jika diizinkan sih kalau tidak ya gpp"
"Boleh, mau nginep dirumah juga boleh"
Sedangkan dirumah Azkara, tepatnya dirumah orang tuanya Azkara, Jescenia Maelie Clara Davina dia adalah adik perempuan Azkara, yang berusia 24 tahun, beda setahun dengan Priscilla bukan, sedangkan kembarannya Azkara sendiri yang bernama Azzam Wishaka, yang berprofesi sebagai seorang Nakhoda, tentunya tau bukan bahwa Azzam jarang pulang bahkan kadang setahun bisa dihitung dia pulang kapan.
"Ma, gimana sih mama kok mendukung bang Azkara sih gimana kalau mbak Tiara tau" Kata Jescenia karena menurutnya ini sebuah hal yang tidak ada dalam list kehidupan keluarganya.
"Coba kamu bayangin,dia tidak punya siapa-siapa hanya punya abangnya sedangkan orang tuanya meninggal kecelakaan dan papanya menitipkan dia ke abangmu, mama awalnya gak setuju abangmu cerita bagaimana terpuruknya dia dan hampir saja gila"
"Tapi enggak gitu dong ma, kan bisa aja sama bang Azzam,tuh jomblo orangnya"
"Mama mending mbak Priscilla sama bang Azzam aja, cocok tapi kan bang Azzam gak cuek kayak bang Azkara"
"Nak jodoh gak ada yang tau, coba kamu di posisi Priscilla bagaimana,dan diposisi bang Azkara apakah kamu mampu melewatinya "
"Mama mana nih bang Azkara, gak kesini"
Azzam dia baru datang tadi pagi, ia rindu keluarganya makanya pulang namun sesampainya dirumah ia malah ditanya mana calonnya.
"Ada diluar kota, tenang pasti kesini"
Bagaimana rumitnya kehidupan ini, Azkara yang sangat setia namun mengkhianati istrinya tapi bukan hal yang disengaja dan sama maunya.
2 hari kemudian,kini Priscilla dan Azkara sudah kembali ke kota, setelah beristirahat malam harinya Priscilla diajak oleh Azkara untuk kerumah kedua orangtuanya, diperjalanan mereka banyak mengobrol banyak bercerita juga.
Sesampainya dirumah, Priscilla dan Azkara langsung turun dan memasuki rumah ternyata ada adiknya yang baru datang sepertinya.
"Wow bang Azkara, sama siapa nih"
"Lah baru datang"
__ADS_1
"Yoi, cuti nah Lo kemana aja bang"
Sedangkan Priscilla bingung kenapa ada dua Azkara, apakah mereka kembar lihatlah sangat mirip bukan.
"Eh ini siapa"
"Loh ada nak Priscilla , ayo masuk"
Mama Yuni mengajak Priscilla untuk masuk, sebelum pertanyaan Azzam semakin rumit disusul oleh Azkara ia tidak ingi berlama-lama berbicara takutnya Azzam semakin curiga.
"Jadi perempuan ini siapa"
"Dia besti aku bang, namanya mbak Priscilla "
Jescenia memperkenalkan kakak iparnya kedua, Azzam memang terpesona dengan kecantikannya, bahkan seperti ada magnet yang memikat, cantik sekali bahkan senyumannya membuat Azzam jatuh hati, Azkara yang melihat Azzam menatap Priscilla seperti ada rasa ia pun langsung mengajak Priscilla untuk ke kamar.
"Loh, ngawur mau bawa kemana nih"
"Ada urusan mau ngobrol"
"Nanti ngobrol sama saya ya mbak"
Sedangkan Mama Yuni dan Jescenia saling bertatapan, mereka tersenyum kemungkinan Azkara cemburu saat Azzam menatap Priscilla tidak biasa.
"Ma aneh banget sih bang Azkara, masak mau kenalan aja dilarang"
"Mungkin abangmu capek, jadi seperti itu ya Jess"
"Iya bang kemungkinan"
"Emang aneh sih, toh perempuan tadi jomblo kan gimana kalau Azzam jadiin istri aja ya ma"
Mama Yuni tidak menjawabnya akan menjadi perang dunia kedua ini jika Azkara tau, bagaimana bisa adiknya ingin menikahi kakak iparnya.
Sedangkan saat mereka asik menonton televisi bersama, tiba-tiba Azzam mengutarakan niatnya untuk mengajak Priscilla pendekatan .
"Apakah saya boleh dekat dengan kamu, siapa tau kita jodoh kan"
Azkara yang sedang meminum kopi tiba-tiba saja tersedak, apa yang Azkara dengar tidak salah kan Azzam menginginkan dekat dengan Priscilla.
"Saya tidak menjawabnya, karena saya bingung"
"Baiklah saya tunggu jawabannya ya, semoga berkenan"
"Baik, silahkan ditunggu"
__ADS_1
Dan tatapan mata elang Azkara menatap Priscilla,jika nantinya Azkara melepaskan Priscilla maka otomatis Azzam akan mendekatinya dan berati Priscilla akan menjadi adik iparnya.