Takdir Cinta Istri Kedua

Takdir Cinta Istri Kedua
Devnaka atau Azkara


__ADS_3

Menjadi istri Devnaka adalah pilihan yang tidak pernah Priscilla list dalam kehidupannya,dan menjadi istri kedua Azkara juga tidak pernah ada dalama rancangan hidupnya.


Setelah satu dua bulan berlalu, Devnaka semakin menunjukkan sifatnya ya walaupun dia tidak seperti Azkara, Devnaka baik juga dewasa dan penyayang sekalipun marah kepadanya saja tidak pernah.


"Tiara diculik oleh orang, gatau tapi siapa" Devnaka yang sedang melepaskan jasnya itu bercerita tentang apa yang sedang membuat sahabatnya galau.


Priscilla hanya diam tidak menanggapinya,toh dia mau apa daripada harus kepo kan, Devnaka yang menatap respon istrinya biasa saja pun bingung apa yang membuat Priscilla berubah tidak perduli, memang Priscilla sedang hamil muda jadi moodnya sedang tidak baik terkadang.


Rezeki yang Priscilla terima tidak pernah ia tolak, termasuk Rezeki titipan seorang anak ia sangat bahagia saat baru menikah satu bulan dia sudah dipercaya.


"Kenapa kamu diam saja, apa ada yang menganggu kamu, jangan melamun cerita kalau ada masalah" Devnaka menatap istrinya,namun Priscilla hanya tetap diam apakah Devnaka mempunyai salah kepada istrinya itu.


"Aku gpp mas, aku cuma rindu dengan kedua orang tuaku gak terasa sudah satu tahun lebih kepergian mereka, mungkin dengan kehadirannya anak kita menjadi penggantinya" sangat rindu yang Priscilla rasakan,mengapa disaat ia bahagia harus kedua orangtuanya tidak ada.


Devnaka memeluknya, menenangkan Priscilla tapi kenapa harus sedih ada dirinya dan abang Aron kan, mereka akan selalu ada untuk Priscilla , bahkan akan selalu menjaganya.


"Kenapa kamu mau sama aku mas, sedangkan aku saja bekas sahabatmu" apa karena Devnaka kasihan dengan Priscilla sampai dia menikahi Priscilla, ataukah memang sengaja karena ia ingin membuat cemburu Azkara.


"Apa yang kamu katakan sayang, kamu bukan barang tidak jangan mengatakan hal itu, aku mencintaimu setulus hatiku, menerimamu juga, tidak ada rasa bahwa aku ingin membuat Azkara cemburu,aku sangat tulus dengan kamu" di dalam pelukannya, Priscilla menangis jujur saja Devnaka dia orang yang tulus menerimanya tanpa melihat masa lalunya.


"Kalau kamu rindu dengan mama papa, besok kita ke makam ya kita beritahu bahwa mereka akan segera mempunyai cucu" Devnaka memeluk istrinya, bagaimana tidak terlihat istrinya itu sangat sedih.

__ADS_1


Sedangkan Azkara, ia sudah mulai gila karena memikirkan Tiara yang tak kunjung pulang sedangkan hatinya masih saja milik Priscilla walaupun Priscilla sudah menjadi istri orang.


Devnaka dapat notifikasi, bahwa Azkara akan nekad mencari Tiara padahal keadaannya sangat tidak baik-baik saja, mau tidak mau Devnaka harus kerumah Azkara.


"Mau kemana, baru aja datang udah mau pergi" Priscilla mencegah suaminya yang hendak ingin pergi lagi, namun Devnaka menjelaskan tentang apa yang ia ketahui tentang Azkara, laku Priscilla berniat untuk ikut ke rumah Azkara tapi kata Devnaka Azkara tinggal dirumah orang tuanya bagaimanapun Azkara pernah menjadi suaminya.


Sesampainya dirumah mama Yuni, terlihat Azkara sedang melamun diatas balkon kamarnya, mama Yuni mengatakan dari kemarin Azkara tidak makan tidak turun bahkan hanya diam tanpa sepatah katapun.


"Hanya kamu yang bisa membujuk Azkara, bagaimanapun kamu pernah menjadi istrinya Priscilla " Mama Yuni memohon kepada Priscilla agar membujuk Azkara, Priscilla menatap kearah suaminya tapi Devnaka tidak boleh egois bukan ia pun mengizinkannya, Priscilla tidak ingin melakukannya tapi melihat mama Yuni yang terus sedih hatinya menjadi luluh.


Priscilla memasuki kamar, dimana kamar ini pernah ia tempati saat datang bersama Azkara, Priscilla mendekati Azkara dengan pelan-pelan ia takut Azkara menyakitinya.


"Mas Azkara" panggil Priscilla , Azkara menoleh ia terkejut akan kehadiran mantan istrinya itu jujur saja Azkara bahagia tapi Azkara tau yang dibelakangnya bukan miliknya lagi.


"Kenapa mas gak turun, gak mau makan ayo turunlah mas makan terlebih dahulu, mas kan mau mencari mbak Tiara mas juga butuh tenaga kan" Azkara hanya diam tidak meresponnya,tapi Azkara mencintai wanita di depannya ini ia pernah menjadi bagian hidupnya.


"Jangan sok perduli Priscilla , pergilah saya tidak apa-apa disini jangan khawatir" Azkara mencoba mengusir Priscilla walaupun disini niat Priscilla itu baik padanya.


"Tidak bisa begitu, kenapa kamu mengusirku mas lagian jangan seperti ini mas lihatlah kasihan Belly kalau tau papanya selemah ini, dimana Azkara yang pernah saya kenal yang pemberani dan tidak selemah ini, dimana Azkara yang dulu mengajakku untuk menikah dan menjadikan aku istri kedua, apa sekarang menjadi seperti ini" iya Azkara yang Priscilla lihat dia selemah ini, sangat lemah bahkan dia tidak memikirkan putrinya.


Belly memasuki kamar papanya, bagaimanapun Azkara harus bertanggungjawab atas putrinya lihatlah dia sangat bersedih bukan, sudah ditinggal mamanya sekarang papa seperti ini.

__ADS_1


"Papa sama Tante Priscilla lagi ngapain, kenapa ada disini" tanya Belly


"Tante disini, cuma mau ngobrol sama papa aja sayang, oh iya Belly sudah makan" tanyaku karena ia tidak mau Belly menjadi korban orang tuanya.


"Sudah Tante, oh ya tante Belly tunggu dibawah ya" sepeninggalan Belly, Priscilla pun menatap tajam Azkara lagi.


"Apa kamu tidak punya perasaan mas, lihatlah Belly jangan terus memikirkan mbak Tiara, saya tau mas memikirkan istri dan anak yang dalam kandungan mbak Tiara, tapi tolong pikirkan Belly, jangan sampai Belly menjadi korban kalian tolong mas setidaknya bangkitlah demi Belly, tunjukkan wibawa kamu sebagai ayah dah suami yang baik, berikan contoh yang baik jadikan Belly putri yang beruntung memiliki ayah seperti kamu" Priscilla meninggalkannya Azkara sendirian, kata-kata Priscilla benar tidak boleh Azkara egois kasihan putrinya.


"Maaf Mama Yuni Priscilla tidak berhasil membuat mas Azkara untuk turun, dia tetap kekeh ingin sendiri " Priscilla tidak ingin dirinya egois, gara-gara Azkara dia sampai melupakan suaminya.


"Tante Priscilla dan Om Dev Belly boleh ikut kan, lagian papa gak pernah main sama Belly lagi" Belly dia bercerita tentang kesehariannya,Priscilla dan Devnaka pun sangat kasihan dengannya,anak sekecil ini yang tidak tau apa-apa harus menjadi korban kedua orangtuanya.


Azkara turun, ia melihat putrinya yang sedang bermain dengan Priscilla memang Priscilla sangat menyukai anak kecil tidak saja jika Belly cepat akrab dengannya.


"Papa turun juga, sini ikut main papa" Priscilla melirik kearah Azkara, ternyata dia mau turun memang dasar egois.


"Bro, biar Belly ikut dengan kami ya sepertinya dia nyaman dengan Priscilla, ya biar di rumah gak sepi kami janji akan merawatnya sampai mbak Tiara pulang" yang dikatakan Devnaka betul, Belly merindukan mamanya dengan kasih sayang Priscilla kemungkinan dia tidak akan merindukannya lagi.


Sedangkan Tiara dia yang kini berada dirumah Roy, ingin sekali kabur dari sini dan kembali kepada keluarganya tapi Roy mengancam akan membuka aibnya.


"Ceraikan suamimu dah menikahlah denganku demi anak ini" tidak semudah yang Tiara bayangkan, ternyata Roy tidak akan melepaskannya.

__ADS_1


"Tidak Roy, mana mungkin kita bersatu" Tiara mencoba membuat Roy membencinya walaupun jujur saja Tiara nyaman dengan Roy dan bahkan dia juga mencintainya tapi dia tidak ingin kehilangan Azkara sebagai sumber uang, jika ia berpisah dengan Azkara maka kemewahannya dan fasilitas yang Azkara berikan akan hilang.


"Mau aku bongkar, aku tau kamu mencintaiku Tiara jangan munafik dan egois, pikirkan bayi kita dia butuh keluarga yang lengkap" Roy menekankan bayi kita tapi Tiara tidak menganggap anak ini anak dia dan Roy.


__ADS_2