
Setelah turunnya Azkara, Mama Yuni pun sangat bahagia bahwa mantan menantunya itu berhasil membuat Azkara menurutinya, kenapa Azkara menjadi seperti ini ketika ia ditinggalkan oleh Tiara.
"Papa Belly boleh ikut Om Dev kan" tatapan mata Azkara masih tertuju kepada mantan istrinya itu, Priscilla yang kini sudah menjadi istri sahabatnya, dia memang baik bahkan selalu pengertian kepada Azkara, melebihi Azkara adalah suaminya selamanya.
"Boleh, tapi jangan nakal ya kasihan tante Priscilla capek nanti kalau kamu nakal" biarkan Belly dekat dengan Priscilla, putrinya merindukan mamanya yang entah dimana sekarang.
"Kelihatannya nak Priscilla seperti aura ibu hamil ya kan Azkara" Mama Yuni memperhatikan Priscilla memang ia terlihat sangat berbeda apakah Priscilla sedang hamil atau kemungkinan memang iya.
Jika memang benar Priscilla hamil, beruntunglah kelak anak mereka mempunyai orang tua yang hebat seperti Priscilla dan Devnaka,mereka pasangan suami-istri yang serasi dan selalu harmonis.
"Doain aja ya ma, semoga segera hadir" memang Devnaka dan Priscilla sepakat menyembunyikan kehamilannya, dan saat usia kehamilannya memasuki bulan ke 5 maka mereka akan mengumumkannya.
"Saya tau kamu lagi hamil, tapi kamu menyembunyikannya kan karena takut kandungan kamu kenapa-kenapa, dan saya ucapkan selamat untuk kamu Priscilla, dulu saya mengharapkan adanya kehadiran seorang anak di pernikahan kita, tapi saya tidak se beruntung Devnaka yang akan mempunyai anak dari kamu" pada akhirnya Devnaka pemenangnya dia hanya bisa mengatakannya dalam hati.
"Kenapa tante Priscilla cantiknya melebihi mama ya pa, disini tante terlihat natural tapi cantik banget, sedangkan mama cantik karena bedak iya kan pa" bagaimana bisa Belly membandingkan Priscilla dengan Tiara, Priscilla hanya menatap Azkara bahwa ia tau itu akan membuat Azkara sedih.
"Semua perempuan itu cantik sayang, termasuk Belly juga cantik iya kan" Belly menganggukkan kepalanya ya walaupun Azkara akui Priscilla memang lebih cantik dari Tiara, dia cantik parasnya dan hatinya juga.
__ADS_1
Setelah sekian lama, Devnaka dan Priscilla pun pamit pulang diikuti oleh Belly yang akan menemani hari-hari Priscilla, Priscilla bisa menjadi seorang ibu dan seorang kakak bagi Belly.
Setelah kepergian mereka, Azkara kembali mencari info dimana Tiara berada kenapa sampai sekarang tiada kabar apakah dia tidak ingat anak dan suaminya.
"Mama tau, dari tatapan kamu kepada nak Priscilla itu bisa diartikan, kamu mencintainya kan bahkan cintamu kepada dia melebihi segalanya,bisa jadi melebihi cintamu kepada Tiara" apa yang mama Yuni katakan memang benar, Azkara masih sangat mencintai Priscilla bagaimana Azkara tidak mencintainya sedangkan Priscilla mampu membuat Azkara berubah dan luluh.
"Mama apaan sih, masak Azkara mencintai istri orang" mulut bisa berbohong bukan, tapi kenyataannya memang Azkara mencintai Priscilla mungkin jika tidak berpisah kemungkinan Azkara tidak akan se rapuh ini.
"Jangan berbohong,mama tau kamu dari bayi bahkan mama yang mengandung kamu, mama peka nak jangan membohongi perasaan kamu sendiri, walaupun Priscilla sudah menikah dengan Devnaka,tapi anggaplah dia seperti adikmu sendiri walaupun ada masa lalu diantara kalian " Mama Yuni menganggap Priscilla sebagai putrinya sendiri dan sebaliknya Azkara harus menganggapnya sebagai adiknya bukan.
Disinilah Azkara dan Jescenia, di sebuah supermarket terbesar di kota ini apa yang Jescenia cari hingga mengajaknya kesini, jalan-jalan dan berbelanja iya itu yang akan ia lakukan.
Azkara terkejut melihat seseorang yang sepertinya ia kenal, seperti Tiara bukan tapi dia bersama seorang laki-laki siapa dia, Jescenia sengaja mengajak abangnya kesini karena kemarin dia bertemu dengan kakak iparnya itu.
"Jadi ini kelakuan kamu Tiara, dirumah saya menunggu kamu tapi kamu seperti ini" Azkara menghampiri mereka dan Tiara melepaskan pelukannya Roy.
"Mas ini tidak seperti yang kamu bayangkan dia hanya temanku" Tiara memegang tangan Azkara namun Azkara menjauh darinya
__ADS_1
"Abang sudah jangan emosi dilihat banyak orang" Jescenia mencoba membuat abangnya tetap tenang, tapi yang bisa hanya Priscilla .
"Cukup saya mengetahui hal ini jangan sampai putriku mengetahuinya, dan sekarang lebih baik kita berpisah semoga kalian bahagia" bahkan saat mengatakannya Azkara tidak sedih, ia terlihat tenang tidak seperti saat perpisahannya dengan Priscilla dulu.
"Enggak mas, aku gak mau jangan ceraikan aku mas aku mohon mas, demi anak kita mas" Tiara memohon kepada Azkara agar pernikahannya tidak berakhir
"Anak kita siapa yang kamu maksud, anakku hanya Belly tidak dengan bayi yang kamu kandung Tiara, bayi itu anak dia kan gak usah bohong lagi Tiara" Azkara muak sejauh ini dia menjadi permainan untuk Tiara kan
Tiara mencoba menjelaskannya,tapi Azkara tidak mau tau ternyata benar dugaannya dan apa kata teman-temannya bahwa istrinya berselingkuh bahkan sampai akan mempunyai anak.
"Lo tega banget sama abang gue, apa kurangnya bang Azkara sampai Lo selingkuh, kurang enak ya hidup Lo sampai Lo mencari kenyamanan pada laki-laki lain,dan jika Lo mengatakan bahwa bang Azkara memulainya Lo salah, Lo gak pernah tau bagaimana keadaannya bang Azkara saat itu"jujur saja Jescenia kecewa dengan Tiara, seseorang yang ia anggap mampu bersama abangnya ternyata seperti ini.
Di mobil Azkara hanya diam tanpa sepatah katapun, mengapa seperti itu harusnya dia bisa melupakan semuanya bukan, Jescenia tau bahwa akan seperti ini tapi ia tidak tega abangnya selalu saja galau gara-gara Tiara.
"Abang harus gimana, apakah harus bertahan apakah ini karma untuk Abang dek, sedangkan menikahi Priscilla lagi bukan kemauan Abang ini keadaan yang mengharuskan Abang menikahinya, wasiat dari papanya yang membuat Abang terjebak dalam pernikahan itu, sayang sekali ketika Abang sudah mencintainya dan diharuskan untuk melepaskannya, kalau kita mencintai berati kita harus ikhlas kan, jujur saja yang Abang cintai adalah Priscilla bukan Tiara, walaupun Tiara istri pertama Abang tapi kenapa Abang mencintai perempuan lain, saat Abang menikahinya bahkan rasa cinta itu tidak ada sama sekali tau sendiri kan waktu itu mama menentang Abang, tapi Abang dapat kenyamanan kebahagiaan saat bersama Priscilla, perhatian yang tidak pernah Tiara berikan kepada Abang itulah yang Abang dapatkan dari Priscilla, dia sangat baik bahkan saat Abang tidak pernah kerumahnya satu minggu,dia tidak protes dia menyadari akan posisinya,cuma disinilah Abang yang egois membuat dia berada di posisi yang seharusnya tidak pernah ia rasakan, jujur saja Abang seperti jatuh cinta pertama kalinya kepada Priscilla, tapi disisi lain ada Tiara dan Belly itulah yang membuat Priscilla memilih untuk berpisah" rapuhnya Azkara karena perpisahannya dengan Priscilla bukan karena hilangnya Tiara,namun momen inilah yang membuat semua mengira bahwa Azkara rapuh karena Tiara.
"Sabar ya bang, Jescenia juga merasakan bahwa Priscilla itulah tulus ke Abang ya walaupun dengan statusnya yang tidak pernah akan mendapatkan hati Abang, tapi nyatanya Abang jatuh cinta kepada mbak Priscilla bukan" mengapa keluarganya sangat nyaman kepada Priscilla , karena ketulusannya dan kebaikannya.
__ADS_1