
Setelah sembuh dari sakitnya Priscilla kini sudah mulai beraktivitas lagi, dia sudah kembali bekerja 2 hari ini mungkin belum terlalu sembuh tapi kan cuma demam tinggi saja dan semenjak kepulangannya dari rumah sakit 5 hari yang lalu Azkara tidak pernah lagi tidur dirumah.
Harusnya Priscilla sadar dia hanya istri kedua, jadi mana mungkin dia mendapatkan waktu luang Azkara, tapi tidak apa-apa dia bisa sendirian.
Diperjalanan Priscilla terkejut melihat anak kecil yang menangis sendirian,ia pun segera turun dari mobilnya menghampirinya.
"Sayang kok sendirian disini" tanyaku tapi dia tetap saja menangis, memelukku bentar kenapa wajahnya sangat tidak asing lagi.
"Ta....kut" kata Belly Laura Zea Wildarta, gadis kecil berusia 3 tahun itu, bagaimana ini ia ingin mengantarkan pulang tapi tidak tau alamatnya, dia memegang tas disitu tertera alamatnya.
Priscilla pun segera mengantarkan Belly pulang, orang tuanya sudah cemas pasti mencari dimana keberadaannya, Tiara Wijaya ibu dari Belly pun panik dia menelfon suaminya namun ternyata suaminya sedang ada operasi mana mungkin bisa diganggu.
"Belly kamu dimana nak, jangan tinggalin mama" kata Tiara
Mobil hitam memasuki halaman rumah yang luas ini, tidak terlalu mewah namun sepertinya nyaman, Priscilla segera memarkirkan mobilnya dimana penjaganya,kenapa pintu dibuka secara lebar.
"Ini rumah kamu" tanya Priscilla dan Belly menganggukkan kepalanya mereka turun tentu saja Belly langsung masuk kerumah disambut oleh Tiara.
"Belly nak, akhirnya kamu pulang" kata Tiara memeluk Belly dengan erat.
"Maaf mbak, tadi putrinya mbak duduk di pinggir trotoar dia nangis sendirian,jadi saya hampiri dan kebetulan di tasnya ada alamatnya maaf jika saya lancang" kataku Tiara mash menatapku kelihatannya dia sangat judes, tapi nyatanya tidak Tiara sangat ramah dia mengajakku untuk masuk.
Ketika aku melangkahkan kakiku, aku melihat sebuah foto pernikahan yang besar sepertinya ku kenal pria yang ada di foto,benar dia adalah Azkara suamiku juga, mereka terlihat bahagia lihatlah foto keluarga yang sangat indah.
"Mbak ini suamiku, ganteng kan hehehe idaman" kata Tiara
Priscilla hanya tersenyum saja, bagaimana jika kamu tau mbak kalau dia adalah suamiku juga tapi pernikahan kami adalah pernikahan yang tidak diharapkan.
"Boleh minta nomornya mbak, siapa tau kita bisa ngobrol berdua " pintanya
"Boleh mbak" kata Priscilla dia pun memberikan nomor handphone miliknya ke Tiara, untungnya foto profilnya waktu mereka prewedding dan Priscilla sendirian.
"Nama mbak siapa" tanya Tiara
"Priscilla mbak, hehehe anak mbak cantik ya mbak seperti mbak" kata Priscilla memang tapi matanya mirip dengan Azkara.
"Tante, jangan pulang dulu ya tunggu papa aku datang" kata Belly
Priscilla memang baru mengetahui bahwa ini adalah anak dan istri Azkara, awalnya dia tidak ingin dipertemukan dengan mereka namun ternyata mereka bertemu juga.
Azkara menatap mobil putih yang ada di halaman rumahnya, sepertinya ia mengenal mobil ini punya siapa kira-kira, waktu sudah menunjukkan sore hari dan Azkara memang sudah pulang.
"Papa" kata Belly
__ADS_1
"Mama mana nak" tanya Azkara
"Hai Capek ya" kata Tiara memeluk Azkara
"Diluar mobil siapa, apakah ada tamu" tanya Azkara
"Ada mas dia teman baruku" kata Tiara ia ingin memperkenalkan Priscilla kepada suaminya.
Azkara penasaran dengan siapa teman baru Tiara, apakah seorang perempuan atau mungkin saja tidak, wanita itu tengah memasak dan Azkara hafal dengan postur tubuh Priscilla, mana mungkin Priscilla disini.
"Cilla ini suamiku,mas ini temanku" kata Tiara
Priscilla membalikkan badannya, tidak perlu terkejut karena dirinya sudah tau berbeda dengan Azkara dia sangat terkejut,kenapa Priscilla bisa berada dirumahnya.
"Ini alasan kamu tidak pernah mengunjungi saya lagi mas, kamu sedang perbanyak waktu bersama keluarga" kata Priscilla dalam hati
Priscilla pura-pura tidak mengenalnya,ia sengaja mengajak kenalan Azkara, dan Belly dia menceritakan bagaimana bisa bertemu dengan Tante cantik ini.
Selesai makan Priscilla berpamitan,ia ingin menghabiskan waktunya untuk di pantai sendirian tanpa ada gangguan siapapun, sesampainya di pantai justru dia bertemu dengan Dokter Devnaka.
"Nona Priscilla, sudah sembuh" tanya Devnaka
Priscilla menoleh karena ada suara yang memanggilnya,oh ternyata Dokter ganteng itu walaupun suaminya juga tampan sih.
"Iya sendirian aja, kamu gak sama pacar" tanya Devnaka
"Saya mah gak punya pacar dok" kataku iya tidak punya pacar tapi punya suami.
"Panggil saja Dev atau Naka" kata Devnaka
"Baik mas Naka" kataku dia kembali tersenyum kearahku memang kami sangat dekat tapi tidak dengan hati kami.
"Baru tau saya kalau kamu sepupunya Dokter Azkara" kata Devnaka
Sungguh terkejut Priscilla mendengarnya, apa sepupu justru dialah istrinya, memang Azkara keterlaluan dia saja tidak diakui.
"Iya kelamaan tinggal diluar negeri" kataku aku terpaksa bohong,mana mungkin aku mengatakan bahwa aku adalah istri Azkara, kami saling bertukar nomor handphone sepertinya Devnaka suka kepada Priscilla .
"Ayo pulang,sudah hampir petang" ajak Devnaka
Mereka berdua berpisah di parkiran, Priscilla segera pulang sebelum pulang ia mampir untuk membeli donat dan makanan, iya nasi goreng dan sate dia sangat menyukainya.
Sampai langsung makan, selesai makan Priscilla pun mandi dan ketika ia sudah selesai bersih-bersih tiba-tiba bel berbunyi,Priscilla pun membukakan pintunya kenapa harus Azkara kemari sih.
__ADS_1
"Hai, udah mau tidur" tanya Azkara
"Baru aja selesai mandi, ngapain pulang" tanyaku karena sudah terbiasa sendiri kenapa juga harus pulang sih.
"Suami pulang bukannya disambut kamu malah gini" kata Azkara
"Ternyata kamu masih ingat kalau masih punya istri disini" sindir Priscilla ia pergi meninggalkan Azkara yang masih mematung menatap kepergiannya.
"Cilla siapkan barang-barangnya kita pergi honeymoon" kata Azkara
Tunggu apakah Priscilla tidak salah dengar, apa kata Azkara honeymoon gila ini sangat tidak mungkin baginya, bagaimana bisa akan honeymoon.
"Apa tidak salah dengar,jika kamu mengajak saya untuk honeymoon" tanya Priscilla
"Untuk apa kamu salah dengar, justru saya serius akan hal ini" kata Azkara
"Saya tidak mau honeymoon,saya mau dirumah aja" kata Priscilla menolak ajakannya Azkara.
"Kita bisa lebih dekat,dan siapa tau selesai honeymoon kita dikasih rezeki" kata Azkara
"Apa maksud kamu mas" tanya Priscilla
"Rezeki seorang anak, saya menginginkan seorang anak lahir dari rahim kamu" kata Azkara
"Apaa!! kamu gila mana mungkin mas" kata Priscilla tentunya dia terkejut akal apa yang dikatakan Azkara, bagaimana bisa dia meminta Priscilla untuk hamil anak pertama.
"Apa salah seorang suami mengharapkan kehadiran seorang anak di pernikahan ini" tanya Azkara
"Tidak ada yang salah mas, tapi statusku sebagai istri kedua yang salah, bagaimana nasib anak kita kalau seperti ini" kata Priscilla
"Lalu kamu mau bagaimana " tanya Azkara
"Lepaskan saya, biarkan saya bahagia walaupun bukan bersamamu" kaya Priscilla
"Apa menurutmu saya mengikhlaskannya begitu mudah" tanya Azkara
"Jangan egois mas, saya ingin bahagia saya tau kamu mencintai istri kamu, mana mungkin kamu mencintai saya, dan saya tidak mengharapkan cinta dari kamu" kata Priscilla
Rencana Priscilla membuat Azkara jatuh cinta dengan dirinya,tapi ia tidak ingin menyingkirkan istri pertamanya, setelah Azkara jatuh cinta dengannya baru Priscilla akan pergi meninggalkannya, dan Priscilla akan menikah dengan pria yang ia cintai.
"Tidak bisa kan kamu mencintai saya, lalu cinta dari mana yang saya dapatkan jika dari suami saya sendiri saja tidak saya dapatkan" kata Priscilla
"Saya akan belajar mencintaimu " kata Azkara
__ADS_1
"Saya tidak pernah mengharapkan akan cintamu mas, saya sadar cintamu bukan saya" kata Priscilla